Ketombe: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Cara Memilih Shampo Anti Ketombe

K

Ketombe adalah masalah rambut yang sangat umum namun kadang menjadi sangat mengganggu dan bikin malu. Hampir setiap orang pernah mengalami masalah ketombe, dari yang ringan hingga yang cukup membandel.

Salah satu gejala ketombe yang sangat mengganggu adalah timbulnya gatal di kulit kepala. Selain itu yang cukup mengganggu juga adalah timbulnya kerak di kulit kepala yang kadang sampai berjatuhan di pundak saat Anda bergerak. Hal ini sangat mengganggu dan membuat Anda menjadi kurang percaya diri.

Saat ini banyak sekali merk shampo anti ketombe yang dapat Anda beli dengan mudah. Namun, kadang ketombe dapat mudah diatasi dengan shampo anti ketombe biasa, kadang juga cukup sulit diatasi. Mari kita kenali lebih dalam penyebab ketombe dan cara mengatasinya, serta tips untuk memilih shampo anti ketombe yang tepat.

Penyebab Ketombe

Siapapun dapat mengalami masalah ketombe. Ketombe dapat dialami sejak masa remaja. Penting untuk mengetahui penyebab ketombe, agar kita dapat menghindari faktor penyebab tersebut. Faktor penyebab ketombe diantaranya adalah:

1. Seborrheic dermatitis: seborrheic dermatitis adalah penyakit kulit yang menyebabkan kulit teritasi, kemerahan, gatal, dan mengelupas. Seborrheic dermatitis umumnya terjadi pada kulit kepala dan bagian kulit yang berminyak lainnya. 

Para ahli kulit belum menemukan dengan pasti penyebab penyakit ini, namun diduga penyebabnya adalah kombinasi beberapa kondisi seperti stress, kondisi genetika, jamur, cuaca dingin dan kering, dan respon imun tubuh.

Seborrheic dermatitis pada kulit kepala banyak dihubungkan dengan Malassezia, sejenis jamur yang secara normal ada di kulit kepala dan memakan minyak yang disekresi oleh folikel rambut. Pada kondisi tertentu, jamur ini dapat menjadi terlalu aktif dan menyebabkan kulit kepala teriritasi dan memproduksi lebih banyak sel kulit. 

Sel kulit berlebih yang telah mati dan terkelupas lalu bercampur dengan minyak dari rambut dan kulit kepala, dan akhirnya membentuk ketombe.

2. Jamur: jika seseorang gampang terkena jamur, maka akan lebih mudah juga mengalami ketombe. Untuk seseorang dalam kondisi ini, ketombe akan semakin parah pada cuaca dingin dan lembab, dan akan semakin membaik pada cuaca panas.

3. Kulit kering: kulit kepala yang kering dapat menyebabkan ketombe. Ketombe yang disebabkan oleh kulit kepala yang terlalu kering biasanya berbentuk butiran yang kecil dan tidak berminyak.

4. Jarang mencuci rambut: seberapa sering sebaiknya Anda mencuci rambut? Sering atau tidaknya mencuci rambut tergantung dari jenis rambut dan kulit kepala. 

Untuk mencegah ketombe, bagi Anda yang memiliki rambut cenderung berminyak sebaiknya mencuci rambut setiap hari. Untuk rambut normal atau kering dapat mencuci rambut sebanyak 2-3 kali dalam satu minggu. Rambut yang lurus perlu dicuci lebih sering daripada rambut yang bergelombang.

Jika rambut terlalu jarang dicuci, maka sel kulit mati akan menumpuk dan bercampur dengan minyak dan menyebabkan ketombe.

5. Karena mengidap penyakit tertentu: seseorang yang mengidap penyakit Parkinson atau penyakit saraf lainnya, akan lebih mudah terkena ketombe dan seborrheic dermatitis.

Seseorang dengan kekebalan tubuh yang rendah misalnya pasien yang sedang dalam masa penyembuhan dari penyakit tertentu atau pengidap HIV juga lebih rentan terhadap ketombe. Sebuah studi menunjukkan bahwa 30 – 83% pasien HIV mengalami Seborrheic dermatitis.

6. Kurang zat gizi tertentu: kurangnya asupan zat gizi tertentu seperti zinc, vitamin B, dan asam lemak esensial dapat memicu timbulnya ketombe.

7. Stress: stress dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon tubuh, sehingga menyebabkan kulit kepala memproduksi minyak berlebih. Hal inilah yang dapat memicu timbulnya ketombe di kulit kepala.

8. Faktor usia: gangguan ketombe umumnya dialami oleh usia remaja hingga tengah baya. Namun, ketombe juga dapat dialami oleh kaum manula meskipun lebih jarang terjadi.

9. Iritasi pada kulit kepala: iritasi pada kulit kepala dapat menyebabkan ketombe. Iritasi ini dapat disebabkan oleh penggunaan shampo yang terlalu sering atau karena produk hair styling.

Cara Mengatasi Ketombe

Ketombe dan rasa gatal yang menyertainya dapat diatasi dengan memakai shampo anti ketombe. Namun karena penyebab ketombe bermacam-macam, Anda juga harus memilih jenis shampo yang tepat sesuai dengan penyebab ketombe. 

Untuk ketombe yang ringan, cobalah untuk mengatasinya dengan mencuci rambut setiap hari dengan shampo yang lembut untuk mengurangi minyak dan timbunan sel kulit mati. Jika cara ini tidak mempan, Anda harus mencoba memakai shampo anti ketombe.

Bisa jadi Anda harus mencoba beberapa merk shampo sebelum menemukan shampo anti ketombe yang cocok. Saat Anda menemukan shampo yang cocok, gunakan dalam jangka waktu yang lama.

Mari kita simak jenis shampo anti ketombe berdasarkan kandungan zat aktifnya berikut ini, untuk membantu memudahkan Anda memilih shampo anti ketombe yang tepat.

Jenis Shampo Anti Ketombe Berdasarkan Kandungan Zat Aktifnya

Sebelum Anda membeli shampo anti ketombe, amati dulu kandungan zat aktifnya. Shampo anti ketombe biasanya mengandung salah satu dari zat aktif berikut ini:

Zinc Pyrithione

Zinc pyrithione adalah zat aktif yang banyak terkandung dalam shampo anti ketombe. Zinc pyrithione dengan konsentrasi 1-2% dalam shampo memiliki sifat anti fungi sehingga dapat mengatasi jamur penyebab ketombe. Sebuah studi telah membuktikan bahwa Zinc pyrithione dapat mengurangi gejala seborrheic dermatitis pada kulit kepala.

Coal Tar

Coal tar atau ter batubara adalah bahan alami yang memiliki fungsi anti fungi yang dapat digunakan untuk mengatasi ketombe. Coal tar juga bersifat keratolitik sehingga dapat mengelupas timbunan sel kulit mati pada kulit kepala. Konsentrasi coal tar pada shampo bervariasi, dari 2% hingga 7%. Coal tar pada konsentrasi yang terlalu tinggi dapat bersifat karsinogen. Coal tar dapat menyebabkan iritasi pada kulit kepala, karena itu saat menggunakan shampo ini Anda sebaiknya melindungi kepala dari sinar matahari. Penggunaan shampo coal tar dalam jangka waktu yang lama juga dapat merusak pewarnaan rambut.

Selenium Sulfide

Selenium sulfide dalam shampo anti ketombe memiliki konsentrasi 1 – 2,5%. Shampo anti ketombe yang mengandung selenium sulfide 1% sebaiknya digunakan setidaknya 2 kali seminggu. Shampo yang mengandung 2,5% selenium sulfida dapat digunakan 2 kali seminggu selama 2 minggu, lalu dilanjutkan dengan 1 kali seminggu saja. Selenium sulfida memiliki sifat anti fungi dan mengurangi minyak berlebih pada kulit kepala. Zat aktif ini juga dapat mengurangi malassezia.

Ketoconazole

Ketoconazole adalah antifungi spektrum luas yang efektif mengatasi ketombe dengan mematikan jamur di kulit kepala. Konsentrasi ketoconazole dalam shampo anti ketombe adalah 1% dan 2%. Sebuah studi menunjukkan bahwa treatment ketombe selama 2 hingga 4 minggu dengan shampo ketoconazole 2% menunjukkan hasil yang lebih signifikan dalam mengurangi kerak ketombe dan seborrheic dermatitis kulit kepala dibandingkan dengan shampo dengan kadar ketoconazole 1%.

Salicylic Acid

Salicylic acid adalah zat keratolitik yang dapat mengurangi timbunan keratin pada kulit kepala yang berketombe. Namun, salicylic acid tidak mengurangi produksi sel kulit yang berlebih. Kadar salicylic acid dalam shampo anti ketombe adalah 2-3%. Penggunaan shampo yang mengandung salicylic acid dapat menyebabkan kulit kepala menjadi kering dan membuat ketombe menjadi semakin banyak.

Bahan Alami Mengatasi Ketombe

Bahan Alami untuk Mengatasi Ketombe

Selain zat aktif di atas, ada beberapa bahan alami yang dapat menjadi pilihan jika Anda ingin menggunakan shampo anti ketombe yang alami dan tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya. Berikut adalah bahan-bahan alami yang dapat mengurangi ketombe:

Tea Tree Oil

Tea tree oil adalah minyak alami yang dihasilkan dari tanaman Melaleuca alternifolia. Tea tree oil dapat digunakan menguatkan rambut dan mengurangi ketombe. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan shampo dengan tea tree oil pada kadar 5% selama 4 minggu terbukti efektif mengurangi ketombe sebanyak 41% .

Minyak Kelapa

Minyak kelapa dapat meningkatkan kelembaban kulit kepala dan mencegah kulit kepala menjadi kering. Minyak kelapa juga diketahui memiliki efek anti mikroba. Karena itu, penggunaan minyak kelapa pada rambut dapat mengurangi timbulnya ketombe.

Green Tea

Green tea telah terbukti efektif untuk mengatasi ketombe dan psoriasis. Sebuah riset menunjukkan bahwa penggunaan green tea pada kulit kepala dapat mengurangi pertumbuhan sel keratin yang berlebih dan mengurangi peradangan.

Lidah Buaya

Lidah buaya atau aloe vera memang telah lama dikenal dapat menyuburkan rambut dan mencegah kerontokan. Sebuah studi menunjukkan bahwa aloe vera juga memiliki efek antibakteri dan antifungi yang dapat membantu mengatasi ketombe. Aloe vera juga dapat meredakan peradangan sehingga dapat membantu meringankan gejala ketombe.

6 Cara Mencegah Ketombe

Selain menggunakan shampo anti ketombe, penting bagi kita untuk memulai kebiasaan atau gaya hidup baru yang dapat membantu mengontrol timbulnya ketombe di kulit kepala. Kebiasaan baik yang dapat mencegah timbulnya ketombe diantaranya:

Tip 1: Cegah Stress

Stress dapat menyebabkan timbulnya ketombe atau membuat ketombe semakin parah. Stress juga dapat menurunkan daya tahan tubuh, sehingga kulit kepala dapat lebih mudah terkena malassezia. 

Kendalikan stress Anda dengan tetap berpikir tenang. Lakukan meditasi dan yoga untuk mengendalikan stress Anda.

Tip 2: Menjaga Kebersihan Rambut

Menjaga kebersihan rambut dengan mencuci rambut secara teratur dapat mengurangi kelebihan minyak di kulit kepala, sehingga dapat mengurangi ketombe.

Selain itu, jagalah kebersihan rambut dengan tidak menggaruk rambut terlalu sering. 

Tip 3: Mengkonsumsi Prebiotik

Prebiotik adalah jenis bakteri yang menguntungkan bagi kesehatan tubuh. Mengkonsumsi prebiotik secara teratur telah terbukti dapat meningkatkan sistem imun tubuh dan dapat mengurangi ketombe.

Tip 4: Cukupi Kebutuhan Asam Lemak Omega 3

Asam lemak omega 3 sangat penting bagi kesehatan kulit, termasuk kesehatan kulit kepala. Atur diet Anda dengan mengkonsumsi cukup makanan yang mengandung omega 3 seperti ikan salmon, mackerel, atau dengan 1

Tip 5: Kurangi Memakai Produk Hair Styling

Memakai produk hair styling yang terlalu banyak dapat menimbulkan timbunan kotoran dan minyak berlebih pada kulit kepala sehingga dapat menyebabkan gatal dan ketombe. Jangan oleskan serum rambut di kulit kepala. Ketahui cara memilih serum yang tepat.

Tip 6: Rambut Jangan Terlalu Lembab

Sedikit sinar matahari dapat membantu mencegah ketombe, asal tidak berlebihan. Jika Anda sering memakai topi atau penutup rambut lainnya, usahakan luangkan beberapa saat untuk membuka penutup rambut agar rambut tidak terlalu lembab.

Mencari shampo anti ketombe yang cocok memang kadang harus trial and error. Coba satu shampo dengan kandungan salah satu zat aktif di atas. Jika tidak cocok coba shampo dengan kandungan zat aktif lainnya.

Shampo anti ketombe dapat dipakai 1 hingga 3 kali seminggu saat mengobati ketombe. Pemakaiannya dapat dikurangi menjadi 1 kali seminggu untuk pemeliharaan atau pencegahan.

Kapan Harus ke Dokter

Ketombe memang dapat diatasi dengan memakai shampo anti ketombe yang tepat dan melakukan gaya hidup sehat. Namun, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter jika terjadi gejala berikut:

  • Rasa gatal dan ketombe di kulit kepala tetap membandel dalam waktu yang lama. Bisa jadi Anda mengalami gangguan lain seperti psoriasis, infeksi jamur, atau eksim kulit kepala.
  • Jika Anda mengalami gejala infeksi pada kulit kepala, yaitu kulit kepala kemerahan atau timbul benjolan.
  • Ketombe semakin banyak dan area kulit yang berketombe semakin luas hingga area wajah meskipun sudah memakai shampo anti ketombe.
  • Terdapat kutu rambut.
  • Gatal-gatal semakin sering dan tidak tertahankan.

Dokter mungkin akan meresepkan shampo anti ketombe dengan dosis yang lebih tinggi atau lotion steroid.

Kesimpulan

Ketombe merupakan masalah umum yang dapat dialami siapa saja, dan dapat diatasi dengan menggunakan shampo anti ketombe secara teratur dan memperhatikan pola hidup sehat.

Namun penting untuk memilih shampo anti ketombe yang tepat karena jenis shampo anti ketombe bermacam-macam dilihat dari kandungan zat aktifnya, diantaranya zinc pyrithione, selenium sulfide, coal tar, salicylic acid, dan ketoconazole.

Beberapa bahan alami juga telah terbukti efektif untuk mengatasi ketombe, diantaranya green tea, tea tree oil, lidah buaya, dan minyak kelapa. Jika ketombe semakin parah atau menyebar ke area wajah, segera konsultasikan ke dokter untuk pengobatan yang tepat.

Refrensi

  1. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29410727/
  2. https://ntp.niehs.nih.gov/ntp/roc/content/profiles/seleniumsulfide.pdf
  3. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11306850/
  4. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12451368
  5. https://www.eurekalert.org/pub_releases/2012-04/ghsu-grd043012.php
  6. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4452276/

About the author

Tuty Alawiyah (BS Chemistry)

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.