Apa Itu Anti Aging dan Apa Skincare Anti Aging yang Terbaik?

A

Proses aging atau penuaan memang sesuatu yang alami dan tidak bisa kita hindari. Proses penuaan yang terjadi pada kulit dapat terlihat dengan terbentuknya kerutan, kulit menjadi kendur, atau timbul noda hitam pada kulit. Temukan rutinitas perawatan skincare anti aging yang terbaik.

Meskipun tidak dapat dihindari, proses aging dapat kita cegah atau perlambat efeknya dengan memakai produk skincare anti aging. Mari kita simak lebih jauh tentang skincare anti aging.

Proses Aging pada Kulit

Proses aging secara sains dapat diartikan sebagai penurunan secara progresif dari kemampuan tubuh secara intrinsik dan genetik untuk mempertahankan dan memperbaiki agar dapat berfungsi secara efisien.

Berdasarkan jurnal penelitian, kesehatan tubuh manusia berada pada puncaknya pada usia 25 hingga 30 tahun. Setelah itu, terjadi penurunan atau aging. Begitu juga dengan kulit kita.

Saat mengalami proses penuaan, kemampuan tubuh untuk memproduksi kolagen yang mempertahankan struktur kulit semakin menurun. Akibatnya, pada kulit akan timbul kerutan, garis halus, elastisitas kulit berkurang, kulit menjadi kendur, dan tekstur kulit semakin kasar. Temukan rutinitas perawatan skincare anti aging yang terbaik.

Penyebab Proses Aging pada Kulit

Sebuah jurnal yang dipublikasi pada tahun 2018 menyebutkan bahwa proses aging pada jaringan kulit disebabkan oleh faktor dari dalam tubuh dan faktor luar.

Faktor dalam atau faktor intrinsik merupakan proses fisiologis alami yang terjadi dalam tubuh yang tidak dapat dihindari, yang efeknya berupa kulit semakin tipis, kering, dan timbul garis halus.

Sementara itu faktor luar atau ekstrinsik yang dapat menyebabkan aging pada kulit diantaranya adalah polusi udara, kebiasaan merokok, paparan sinar matahari, dan kurangnya asupan nutrisi. Tanda-tanda penuaan yang terjadi karena faktor luar ini adalah berkurangnya elastisitas kulit, timbul kerutan yang dalam, kulit melemah, dan teksturnya menjadi kasar. 

Proses aging pada kulit menyebabkan adanya perubahan fungsional sel kulit sehingga susunan komponen sel kulit menjadi berubah, terutama pada kadar kolagen, elastin, dan proteoglikan yang berfungsi untuk mempertahankan kekuatan, elastisitas, dan hidrasi pada kulit. Temukan rutinitas perawatan skincare anti aging yang terbaik.

Jenis Bahan Aktif pada Skincare Anti Aging

Skincare anti aging umumnya bersifat melembabkan kulit. Dengan kulit yang lebih lembab, maka tekstur kulit akan tampak lebih halus, kulit tampak lebih kencang, dan garis-garis halus pada kulit wajah dapat tersamarkan.

Skincare anti aging dapat berupa serum, krim, lotion, atau gel yang mengandung bahan pelembab kulit dan salah satu atau beberapa bahan aktif anti aging berikut ini.

  • Retinoid

Retinoid merupakan turunan sintetis dari vitamin A yang telah banyak digunakan sebagai salah satu bahan aktif anti aging. Retinoid dapat membuat kulit semakin halus dengan cara merangsang pembentukan kolagen pada kulit. Retinoid telah lama digunakan untuk mengatasi tanda-tanda penuaan yang disebabkan oleh sinar UV. Bahan aktif ini efektif untuk mengurangi kerutan dan garis halus pada kulit.

Retinoid efektif untuk mengurangi kerutan pada konsentrasi 1%. Sebuah penelitian telah membuktikan bahwa retinol 1% dapat mengurangi garis halus pada kulit wajah yang mengalami penuaan (dengan usia 80 tahun ke atas) secara signifikan setelah pemakaian selama 12 minggu.

  • Vitamin C

Vitamin C atau ascorbic acid memiliki sifat antioksidan yang kuat yang dapat melindungi kulit dari efek radikal bebas yang menyebabkan kerusakan pada kulit dan menimbulkan kerutan.

Vitamin C juga dapat mengatasi kerusakan kulit yang diakibatkan oleh paparan sinar matahari, serta efektif mengurangi garis halus dan kerutan. Pada konsentrasi yang tepat, vitamin C juga dapat menstimulasi produksi kolagen dalam kulit.

Untuk mendapatkan efek anti aging dari vitamin C, gunakan produk skincare dengan kadar vitamin C minimal 10%.

  • Alpha Hydroxy Acid (AHA)

Alpha hydroxy acid atau AHA yang banyak digunakan digunakan untuk perawatan kulit adalah glycolic, lactic, dan citric acid. Bahan aktif AHA umumnya digunakan untuk eksfoliasi atau menghilangkan timbunan sel kulit mati. Menggunakan skincare yang mengandung AHA secara teratur akan mempercepat regenerasi sel kulit, sehingga terbentuk sel kulit baru.

Sebuah penelitian juga telah membuktikan efektivitas AHA dalam mengurangi kerutan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa 9 dari 10 orang (berusia 30 – 55 tahun) yang menggunakan skincare yang mengandung lactic acid 1% dan glycolic acid 1% selama 21 hari menunjukkan peningkatan yang signifikan pada tekstur kulit, yaitu berkurangnya kerutan, meningkatnya elastisitas dan kulit menjadi lebih halus.

  • Coenzyme Q10

Coenzyme Q10 merupakan zat antioksidan kuat yang dapat mengatasi tanda-tanda penuaan. Coenzyme Q10 dapat mengurangi kulit kendur karena proses penuaan serta kulit rusak dan keriput yang disebabkan oleh sinar matahari.

Sebuah uji klinis telah membuktikan bahwa pemakaian coenzym Q10 pada kulit dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dan mengurangi radikal bebas yang merusak kulit.

  • Peptida (peptides)

Peptida merupakan kumpulan senyawa asam amino yang diperlukan tubuh untuk membentuk protein,`termasuk kolagen. Jadi, efek peptida pada skincare anti aging adalah dapat merangsang pembentukan kolagen sehingga kulit menjadi lebih kencang. Peptida juga dapat menyamarkan garis halus yang timbul karena proses aging.

  • Ekstrak Green Tea

Ekstrak green tea merupakan bahan alami yang juga telah terbukti efektif digunakan untuk skincare anti aging. Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2019 membuktikan bahwa ekstrak green tea dapat meningkatkan produksi kolagen dan mengurangi kerutan pada kulit. Konsentrasi ekstrak green tea yang optimal untuk skincare anti aging adalah 3%.

  • Niacinamide

Penggunaan niacinamide atau vitamin B dalam jangka panjang pada kulit telah terbukti dapat mengurangi garis halus dan kerutan. Sebuah studi membuktikan bahwa niacinamide pada kadar 5% yang digunakan selama 12 minggu dapat mengurangi garis halus sebanyak 21% dan dapat mencerahkan kulit.

  • Grape Seed Extract

Bahan alami lainnya yang dapat memiliki efek anti aging adalah grape seed extract. Grape seed extract memiliki efek antioksidan yang kuat, yang telah terbukti dapat meningkatkan produksi kolagen, menyamarkan kerutan, dan mencerahkan wajah. Skincare yang mengandung 6% grape seed extract telah terbukti efektif mengurangi kerutan setelah digunakan selama 4 minggu.

Cara Memilih Skincare Anti Aging yang Terbaik Untuk Kulit

Anda ingin memperlambat tanda-tanda penuaan pada kulit dengan skincare anti aging tetapi masih bingung skincare apa yang harus dipilih? Dari banyak pilihan skincare, tahukah Anda mana yang cocok untuk mengatasi masalah aging pada kulit Anda?

Simak tips memilih skincare anti aging berikut ini.

  1. Pilih produk yang sesuai dengan masalah kulit

Coba amati dulu masalah kulitmu, dan pilihlah skincare dengan bahan aktif yang akan efektif mengatasinya. Misalnya, untuk mengurangi kerutan Anda dapat memilih skincare dengan bahan aktif retinol dan vitamin C. Jika masalah utamanya adalah kulit yang kendur, Anda dapat memakai skincare dengan bahan aktif peptida atau ceramide. Untuk mengatasi masalah kulit kusam dan age spot Anda dapat menggunakan vitamin C atau AHA.

  1. Mulailah dengan dosis rendah

Beberapa produk anti aging seperti retinol dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Jika Anda baru akan mencoba produk anti aging, mulailah dengan dosis yang ringan terlebih dahulu dan amati bagaimana efeknya untuk kulit.

  1. Sesuaikan dengan jenis kulit

Selalu sesuaikan dengan jenis kulit Anda ketika memilih produk skincare. Misalnya untuk kulit yang berminyak, pilihlah produk anti aging yang tidak mengandung minyak. Untuk kulit yang mudah berjerawat, sebaiknya pilih produk dengan label ‘non-comedogenic’. Untuk kulit yang sensitif, sebaiknya pilih yang tidak mengandung bahan yang mengiritasi kulit dan memiliki label ‘hypoallergenic’.

  1. Pilih yang mengandung kombinasi bahan aktif

Produk yang mengandung kombinasi lebih dari satu bahan aktif dapat menjadi lebih efektif mengatasi tanda-tanda aging. Namun, perhatikan juga kondisi kulit Anda. Kombinasi beberapa bahan aktif yang memiliki efek yang sama dapat membuat potensi untuk menyebabkan iritasi kulit semakin tinggi.

  1. Sesuaikan dengan budget

Produk skincare anti aging hadir dengan harga yang sangat variatif, dari yang cukup terjangkau hingga jutaan rupiah. Saat memilih, bandingkan juga harganya. Produk anti aging akan memberikan hasil yang optimal jika digunakan secara teratur dalam waktu yang cukup lama. Pastikan budget Anda cukup untuk penggunaan jangka panjang dari produk yang Anda pilih.

  1. Fokus pada hal di atas, bukan pada hasil yang dialami orang lain

Tiap kulit memiliki kondisi yang berbeda, begitu juga efek yang dihasilkan oleh produk skincare anti aging. Hanya karena orang lain mendapatkan efek yang baik atau sebaliknya, belum tentu kulit Anda juga akan mendapatkan hasil yang sama. Masing-masing produk skincare akan memberikan hasil yang berbeda pada kondisi kulit yang berbeda.

Tips Menggunakan Produk Skincare Anti Aging

Setelah memilih produk yang tepat, perhatikan juga tips cara menggunakan produk skincare anti aging berikut ini.

  • Selalu gunakan sunscreen

Para ahli kulit sependapat bahwa inti dari perawatan anti aging adalah sunscreen dan kelembaban kulit yang terjaga. Karena itu, selalu gunakan sunscreen untuk melindungi kulit Anda dari sinar UV. Sinar matahari merupakan penyebab utama timbulnya tanda-tanda penuaan.

Sinar UV dapat mempercepat proses penuaan kulit seperti timbulnya keriput, kulit kasar, atau noda hitam. Karena itu, usahakan batasi paparan sinar matahari pada kulit dan selalu memakai sunscreen di siang hari.

Dalam memakai sunscreen perhatikan hal berikut:

  1. Pilih yang broad spectrum, yaitu yang dapat melindungi kulit dari UV A dan UV B.
  2. Pilih SPF 30 ke atas.
  3. Pilih yang water resistant.
  4. Pakailah dalam kuantitas yang cukup untuk melindungi seluruh permukaan kulit.
  5. Ulangi pemakaian sunscreen setiap 2-3 jam dan segera ulangi pemakaian jika kulit terkena air.
  • Jaga kelembaban kulit

Gunakan produk skincare anti aging yang mengandung moisturizer untuk menjaga kulit agar tetap lembab. Kulit yang telah mengalami aging umumnya lebih kering, karena kerja kelenjar sebasea yang memproduksi minyak pada kulit semakin menurun. Imbangi hal ini dengan memakai moisturizer. Moisturizer akan membuat kulit terhidrasi sehingga dapat menyamarkan garis halus pada kulit. Anda dapat menggunakan moisturizer yang dapat meningkatkan kadar pada kulit seperti glycerin atau hyaluronic acid, atau yang mencegah kekeringan pada kulit seperti mineral oil.

  • Perhatikan kapan harus memakai skincare anti aging

Beberapa skincare anti aging dapat dipakai pada pagi dan malam hari, misalnya skincare yang mengandung vitamin C. Namun, beberapa skincare anti aging diformulasikan untuk hanya digunakan pada malam hari, misalnya yang mengandung retinol. Biasanya keterangan ini sudah tertera pada kemasannya. Jangan abaikan hal ini.

Retinol dipakai pada malam hari karena tidak efektif jika digunakan di pagi hari. Dan sifatnya yang dapat mengiritasi kulit dapat membuat kulit semakin sensitif terhadap sinar matahari. 

  • Gunakan skincare yang mengandung zat aktif di awal skincare routine

Agar dapat terserap oleh kulit dengan lebih optimal, gunakan skincare anti aging dengan bahan aktif di awal setelah membersihkan wajah dan menggunakan toner. Misalnya, pada pagi hari urutan skincare routine Anda adalah cleanser, toner, vitamin C, lalu baru diikuti dengan moisturizer, sunscreen dan make up.

Lalu urutan skincare routine pada malam harinya adalah cleanser dan toner, lalu retinol, dan moisturizer.

  • Eksfoliasi kulit secara teratur

Kulit yang telah mengalami proses penuaan akan mengalami penurunan pada kemampuan meregenerasi kulit dengan menghilangkan sel kulit mati dan menggantinya dengan sel baru. Karena itu, lakukan eksfoliasi kulit secara teratur 1-2 kali seminggu untuk menghilangkan sel kulit mati, baik secara fisik maupun kimia. Eksfoliasi secara fisik misalnya dengan menggunakan konjac sponge. Eksfoliasi secara kimia dapat dilakukan dengan menggunakan produk eksfolian yang mengandung glycolic acid dan AHA.

  • Hentikan Kebiasaan Merokok

Merokok dapat merusak kolagen dan elastin pada kulit, sehingga dapat mengurangi kekencangan dan elastisitas kulit. Akibatnya, kebiasaan merokok dapat menimbulkan kulit kendur dan keriput lebih dini. Meskipun Anda telah memiliki kebiasaan merokok sejak lama, tekstur dan kecerahan kulit akan menjadi lebih baik jika Anda berhenti merokok.

Kesimpulan

Skincare anti aging merupakan produk yang mengandung bahan aktif yang dapat menunda, mencegah, atau memperbaiki tanda-tanda penuaan pada kulit.

Amati kandungan bahan aktif pada skincare anti aging, dan pastikan kadar bahan aktif tersebut efektif untuk mengatasi tanda-tanda penuaan. Perhatikan juga apakah bahan aktif dalam skincare anti aging dapat menimbulkan iritasi dan apakah sesuai dengan kondisi kulit Anda.

Perhatikan juga pemakaian produk anti aging dalam skincare routine. Gunakan produk anti aging setiap hari dalam jangka waktu yang cukup lama untuk hasil yang terbaik.

Referensi:

  1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2825135/
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6047276/
  3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2699641/
  4. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4277239/
  5. https://www.mdpi.com/2072-6643/11/2/474/pdf
  6. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2921764/ 

About the author

Tuty Alawiyah (BS Chemistry)

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.