5 Fakta Penting Mengenai Kulit Orang Asia yang Perlu Diketahui

5

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa orang Asia memiliki kulit yang indah dan bersinar. Bahkan beberapa dari beauty influencer yang terkenal juga berasal dari Asia. Selain itu, pernahkan kamu mengikuti beauty influencer yang asalnya bukan dari Asian dan setelah mencoba produk yang direkomendasikan, ternyata tidak cocok dengan kulitmu sehingga membuatmu kecewa.

Ada alasan khusus mengapa cara merawat kulit orang dari luar asia atau kaukasian tidak akan cocok dengan cara merawat kulit orang Asia, karena hal inilah banyak forum yang membahas seputar kecantikan menyarankan agar orang Asia menggunakan produk yang memang dikhususkan atau dimanufakturkan oleh negara Asian untuk mendapat hasil yang maksimal. 

Hal yang perlu diketahui seputar kulit orang Asia 

Sama seperti setiap orang memiliki sifat yang berbeda, kulit masing-masing orang juga berbeda. Ada yang berminyak, kering, normal, sensitif, dan kombinasi. Namun selain itu, tahukah kamu bahwa profil kulit orang Asia ternyata berbeda dengan prodil kulit orang Kaukasia, biarpun sama-sama memiliki kulit yang cerah (atau berwarna terang). Karena perbedaan inilah, ada beberapa produk yang mungkin cocok digunakan untuk kulit orang kaukasia, namun tidak cocok digunakan untuk kulit orang Asia dan begitu juga sebaliknya. Mari kita bahas lebih lanjut profil kulit orang Asia:

  • Lebih mudah berminyak

Dibandingkan dengan kulit orang kaukasia, kulit orang Asia cenderung memproduksi banyak minyak alami wajah (sebum). Apa alasannya? Yang pertama, orang Asia memiliki lebih banyak kelenjar sebasea yang mengotrol produksi sebum pada kulit wajah. Karena memiliki kelenjar lebih banyak, tentu saja kulit wajah orang Asia lebih berminyak daripada orang Kaukasia.

Yang kedua, suhu and cuaca serta tingkat kelembapan udara di Asia jauh lebih tinggi daripada di negara barat sana. Tingkat kelembapan yang tinggi menyebabkan kelenjar sebasea unutk memproduksi lebih banyak minyak, alhasil, kulit wajah jadi tampak berminyak. Selain itu, dua alasan ini juga yang membuat kulit wajah orang Asia lebih cenderung berjerawat karena pori-pori tersumbat.

  • Mudah terkena iritasi

Kulit orang Asia memang lebih sensitif jadi lebih sering mengalami yang namanya masalah iritasi. Mengapa kulit orang Asia bisa lebih rentan terhadap iritasi bila dibanding dengan jenis kulit orang Kaukasia? Hal ini dikarenakan tipisnya stratum corneum, yang merupakan lapisan terluar dari epidermis. Pelindung kulit yang tipis inilah yang menyebabkan suhu dan zat kimia yang merusak dan mengiritasi kulit bisa masuk dengan sangat mudah dan menyebabkan iritasi.

Untuk menghindari iritasi, berhati-hatilah saat dalam memilih produk perawatan kulit (skincare). Selain itu, kamu bisa baca di sini untuk mengetahui lebih jelas produk perawatan kulit atau pelembab yang seperti apa yang cocok dengan kulit sensitif.

  • Rentan terhadap masalah hiperpigmentasi

Masalah hiperpigmentasi memang dialami banyak orang, apakah mereka orang asia atau kaukasia, apalagi bila mereka termasuk yang suka atau menikmati kegiatan outdoor dalam waktu lama. Tapia da benarnya bila orang Asia memang lebih rentan mengalami masalah hiperpigmentasi ini. Hal ini disebabkan oleh tingginya jumlah melanin (pigmen pengatur warna kulit) yang diproduksi oleh melanosit (sel penghasil melanin). Sebenarnya, setiap jenis kulit memiliki jumlah sel melanosit yang sama, yang jadi pembeda adalah banyaknya produksi melanin.

Kulit orang Asia memproduksi lebih banyak melanin bila dibandingkan dengan kulit orang Kaukasia karena melanin ini digunakan untuk melindungi kulit dar bahaya sinar UV. Hal ini baik, namun sayangnya, produksi melanin yang berlebih juga membuat kulit kerap kali menjadi lebih rentan terhadap masalah pigmentasi. Itulah masalah mengapa kulit orang Asia cenderung lebih rentan mengalami hiperpigmentasi ketimbang kulit orang Kaukasia

Tips: 
Hiperpigmentasi adalah masalah kulit yang dimana beberapa area permukaan kulit berubah warna menjadi lebih gelap daripada warna kulit asli seseorang. Hiperpigmentasi yang parah bisa menjadi cikal bakal lahirnya kanker kulit melanoma. Unutk menghindari maslaah ini, pastikan unutk menggunakan sunscreen saat akan beraktifitas di luar ruangan. Bila ingin tahu lebih banyak seputar cara mengatasi hiperpigmentasi, kamu bsia baca di sini. Selain penggunaan sunscreen, studi penelitian menunjukkan bahwa eksfoliasi juga bisa mengatasi masalah hiperpigmentasi. 
  • Luka mudah membekas

Masih ingat kan apa itu stratum corneum kan? Lapisan ini adalah lapisam terluar epidermis yang fungsinya melindungi kulit dari suhu di luar. Pada kulit orang Asia, lapisan ini sangat tipis, jadi bila terkena luka, besar kemungkinan luka akan membekas atau meninggalkan scar. Baik luka karena bekas jerawat atau karena hal lainnya. Karena tipisnya lapisan kulit, kulit orang Asia membutuhkan waktu yang sangat lama untuk memudarkan atau bahkan menghilangkan bekas luka yang ada.

Tapi bukan berarti tidak ada yang bisa kamu lakukan soal itu, ada banyak produk perawatan kulit (skincare) dewasa ini bermanfaat untuk membantu memudarkan bekas luka atau kamu juga bisa menggunakan bahan alami seperti aloe vera juga. Riset penelitian menunjukkan bahwa pemakaian aloe vera bisa sangat efektif dalam memudarkan bekas luka. Untuk manfaat lainnya dari aloe vera, kamu bisa baca di sini

  • Tahan terhadap tanda-tanda penuaan

Bila yang tadi sudah dibahas adalah hal negatif seputar kulit orang Asia, yang berikut ini adalah hal positif yang semua orang ingin punya yaitu, kulit wajah tidak cepat keriput. Bila dibandingkan dengan orang kaukasia, orang ais ayang berumur sama, bisa jadi jauh tampak lebih muda. Apa alasannya? Biarpun orang Asia memiliki lapisan stratum corneum yang lebih tipis daripada kulit orang Kaukasia, kulit orang Asia memiliki lapisan dermal lebih tebal.

Lapisan ini yang digunakan kulit untuk menyimpan kolagen dan elastin yang fungsi utamanya untuk membuat kulit tetap elastis sehingga garis-garis halus sukar terbentuk. Karena pada kulit orang Asia, kolagen dan elastin ini jumlahnya banyak, proses penuaan kulit pada orang Asia juga terjadi dengan sangat lambat bila dibandingkan dengan kulit orang kaukasia. 

Hiperpigmentasi pada kulit orang asia – cara mengatasinya

Selain penggunaan sunscreen unutk mencegah, kamu bisa melakukan eksfoliasi unutk mengatasi masalah hiperpigmentasi pada kulit wajah. Atau kamu bisa juga menggunakan beberapa produk perawatan kulit (skincare) yang mengandung bahan-bahan seperti  hydroquinone, kortikosteroid, serta tretinoin. Ketiga bahan ini biasanya dianjurkan oleh pakar kecantikan karena berfungsi sebagai pencerah kulit. 

Ada juga obat-obatan yang bisa digunakan sebagai “pemutih” seperti azelaic acid atau yang sering juga disebut atau dikenal sebagai kojic acid (kamu bisa baca lebih lengkapnya seputar kojic acid dan manfaatnya di sini). Selain dua bahan di atas, bisa juga menggunakan bahan sulfur yang bagus untuk kesehatan kulit. Namun pada intinya, karena setiap kulit berbeda jenisnya, ada baiknya untuk konsultasi dulu pada dokter kulit agar bisa mendapatkan produk dan penanganan yang cocok untuk jenis kulitmu. 

Kesimpulan

Setiap jenis kulit tentu ada pro dan kontranya. Kulit orang asia memang terkenal memberikan efek penampilan awet muda yang dikarenakan tebalnya lapisan dermal kulit sehinggan bisa menampung lebih banyak kolagen dan elastin yang fungsi utamanya membuat kulit tetap elastis. Tapi memang, kulit orang Asia juga memiliki kelemahan seperti gampang iritasi dan mengalami hiperpigmentasi karena lapisan stratum corneum atau lapisan terluar epidermis yan dimiliki tipis.

Karena alasan itu juga, kulit orang Asia lebih susah untuk memudarkan atau menghilangkan bekas luka, baik karena jerawat atau masalah lainnya.  Untuk mengatais iritasi, bisa dicegah dengan cara tidak menggunakan produk perawatan kulit secara sembarangan dan bila iritasi sudah terjadi, kamu bisa menggunakan bahan alami pendingin seperti aloe vera, cactus, atau mentimun unutk mengatasi masalah iritasi atau merah-merah yang ada. 

Hiperpigmentasi bisa dicegah dengan pemaikan sunscreen seseaat sebelum beraktifitas di luar ruangan. Umumnya, para pakar kecantikan akan merekomendasikan baik eksfoliasi maupun salep yang mengandung bahan-bahan tertentu, seperti kojic acid, hydroquinone, tretinonin, atau kortikosteroid, yang bisa membantu memudarkan area gelap pada kulit.  Kulit orang Asia bila dirawat memang bisa memberikan tampilan awet muda, cerah, dan menawan. Tapi tentu, butuh upaya ekstra untuk menjaga dan merawat jenis kulit satu ini. 

Referensi:

  1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5843359/
  2. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25003428/
  3. https://www.researchgate.net/publication/308300948_
  4. https://www.researchgate.net/publication/336704443_
  5. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2699641/

About the author

Viona Villarica

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.