7 Mitos Salah Tentang Retinol Dalam Serum Anti Aging

7

Retinol telah banyak digunakan sejak dulu sebagai salah satu bahan untuk serum anti aging. Anda harus tahu 7 mitos tidak benar tentang retinol berikut. Retinol merupakan bahan aktif favorit sejak dulu untuk berbagai jenis produk skincare. Retinol telah menjadi andalan untuk mengatasi berbagai masalah kulit dari jerawat, keriput, hingga pigmentasi. Anda harus tahu 7 mitos salah tentang retinol berikut.

Namun seberapa jauh Anda mengetahui fakta tentang retinol? Tahukah Anda ada berbagai mitos yang tidak benar tentang retinol yang perlu Anda ketahui? Mari kita mengenal lebih dalam tentang retinol dan kupas tuntas 7 mitos salah tentang bahan aktif ajaib ini. Anda harus tahu 7 mitos salah tentang retinol berikut.melawan keriput dan garis halusNamun seberapa jauh Anda mengetahui fakta tentang retinol? Tahukah Anda ada berbagai mitos yang tidak benar tentang retinol yang perlu Anda ketahui? Mari kita mengenal lebih dalam tentang retinol dan kupas tuntas 7 mitos salah tentang bahan aktif ajaib ini. Anda harus tahu 7 mitos salah tentang retinol berikut.

Ketahui Dulu Fakta Tentang Retinol

Retinol merupakan senyawa turunan vitamin A yang telah digunakan untuk merawat kulit sejak tahun 1984. Namun baru pada tahun 1995 diketahui bahwa retinol dapat mengatasi masalah photoaging pada kulit. Retinol juga diketahui memiliki efek iritasi yang lebih lembut bagi kulit jika dibandingkan dengan turunan vitamin A lainnya seperti tretinoin.  Berbagai riset telah membuktikan bahwa retinol dapat meningkatkan kolagen pada kulit, sehingga dapat digunakan untuk mengurangi kerutan dan garis halus.

Retinol merupakan senyawa antioksidan kuat yang dapat mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas. Retinol dapat menetralkan radikal bebas yang merusak kolagen, sehingga retinol dapat mencegah kerusakan pada kolagen kulit. Selain dapat mencegah kerusakan kolagen, berbagai riset juga telah membuktikan bahwa retinol dapat meningkatkan produksi fibroblas dan kolagen pada kulit, sehingga dapat membuat kulit lebih kenyal dan elastis.

Jadi, berbeda dengan bahan aktif eksfolian seperti glycolic acid atau salicylic acid yang dapat menipiskan lapisan terluar kulit, retinol bekerja dari lapisan dalam kulit dan justru mempertebal lapisan kulit dengan cara meningkatkan produksi kolagen. Anda harus tahu 7 mitos salah tentang retinol berikut.

Efek yang didapatkan dengan memakai serum retinol secara rutin diantaranya:

  • Peningkatan pada tekstur kulit menjadi lebih lembut.
  • Mencerahkan kulit.
  • Menghilangkan noda hitam karena proses aging.
  • Memudarkan pigmentasi kulit.

Mitos #1: Mulailah Dengan Memakai Retinol Kadar Tinggi

Sebagian besar orang beranggapan bahwa semakin tinggi dosis bahan aktif, maka efeknya akan semakin baik. Apalagi saat baru pertama kali mencoba saat kulit memiliki banyak masalah.

Faktanya, retinol adalah bahan aktif yang sangat kuat. Jangan remehkan efek kuat retinol pada kulit. Saat baru pertama mencoba memakai retinol, mulailah pada dosis rendah untuk membiasakan kulit Anda dengan bahan aktif yang satu ini. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari efek samping yang terjadi pada kulit jika langsung memakai retinol pada dosis tinggi.

Jadi, saat Anda baru pertama kali memakai retinol, cobalah pada dosis rendah dan gunakan seminggu dua kali pada malam hari. Jika tidak terjadi efek yang tidak diinginkan, naikkan frekuensi penggunaan perlahan-lahan.

Retinol dalam produk skincare tersedia dalam berbagai konsentrasi, dari 0,25% hingga 2%. Retinol pada kadar 0,25% mungkin memang kurang efektif, namun Anda dapat mempertimbangkannya jika Anda memiliki kulit sensitif.

Retinol 0,25% juga terbukti aman dan efektif saat digunakan sebagai post-peel treatment, yaitu setelah melakukan peeling dengan salicylic acid. Retinol dosis rendah sebagai post peeling treatment terbukti dapat mengurangi efek photoaging pada kulit dan menghaluskan kulit.

Meskipun sebuah riset membuktikan bahwa penggunaan retinol 1,6% tidak menyebabkan iritasi pada kulit, namun bagi pemilik kulit sensitif harus tetap hati-hati.

Sebuah studi juga telah membuktikan bahwa retinol 1% yang digunakan secara teratur selama 12 minggu memiliki efek mencegah kerusakan kolagen kulit dan meningkatkan produksi fibroblas dan kolagen pada kulit.

Konsultasikan dulu dengan dokter kulit saat Anda akan mencoba menggunakan retinol pada dosis di atas 1%. Kadar retinol 2% banyak digunakan sebagai konsentrasi optimum retinol untuk mencerahkan kulit serta mengurangi kerutan dan garis halus.

Memilih konsentrasi retinol yang tepat untuk kulit juga dipengaruhi oleh kondisi dan jenis kulit. Untuk kondisi kulit yang tebal atau jenis kulit berminyak dapat lebih aman dan efektif memakai retinol dalam kadar yang cukup tinggi. Namun untuk kulit yang tipis atau jenis kulit kering, sebaiknya memakai retinol dengan konsentrasi rendah.

Skincare yang mengandung retinol dapat berbentuk serum atau krim. Untuk memilih skincare mana tepat, itu juga tergantung dari jenis kulit Anda. Retinol dalam serum akan lebih ringan menempel ke kulit dan lebih mudah diserap. Karena itu, serum retinol akan tepat bagi kulit berminyak atau yang mudah berjerawat. Sebaliknya, jika Anda memiliki jenis kulit kering, pertimbangkan untuk memilih retinol berbentuk krim. Krim retinol akan memberikan kelembaban ekstra dan hidrasi yang dibutuhkan oleh kulit kering.

Mitos #2: Jangan Mengkombinasikan Retinol dengan Vitamin C

Retinol dapat terabsorbsi dengan baik ke dalam kulit dalam kondisi pH 5,5 hingga 6. Sementara itu, vitamin C akan terserap dengan baik oleh kulit pada pH yang jauh lebih rendah, yaitu 0 hingga 3,5. Dengan sifat yang kontras ini, wajar saja kalau banyak yang mengira bahwa mengkombinasikan retinol dengan vitamin C adalah ide yang buruk.

Dengan pH yang sangat berbeda, kedua bahan ini dapat saling menetralkan jika dipakai bersamaan. Hasilnya, masing-masing bahan akan saling meniadakan efek bahan yang lain sehingga hasilnya tidak efektif. Selain itu, kedua bahan aktif ini sama-sama memiliki efek samping iritasi kulit. Jika dikombinasikan, ditakutkan efek iritasinya akan semakin kuat.

Tetapi ternyata itu adalah mitos salah tentang retinol. Sebuah riset menunjukkan bahwa kombinasi retinol dengan vitamin C justru memberikan hasil yang efektif mengatasi efek photoaging. Riset yang dipublikasikan pada tahun 2005 ini menemukan bahwa pemakaian retinol dosis rendah yang dikombinasikan dengan vitamin C dapat mengurangi tanda-tanda penuaan.

Namun, perlu diperhatikan juga berapa konsentrasi masing-masing bahan aktif yang dikombinasikan ini untuk memberikan efek yang maksimal. Fakta ini juga didukung oleh ahli kulit. Seorang dermatologis dari Weill Medical College of Cornell University, Dr. Hadley King, mengatakan bahwa studi terbaru menunjukkan bahwa mengkombinasikan retinol dengan vitamin C atau antioksidan lainnya dapat meningkatkan kestabilan retinol.

Mitos #3: AHA dan BHA Dapat Menurunkan Efisiensi Retinol

Banyak informasi yang beredar di internet yang menyebutkan bahwa penggunaan eksfolian AHA seperti glycolic acid dan BHA atau salicylic acid dapat membuat penggunaan retinol menjadi kurang efektif. Informasi ini sebenarnya memiliki dasar yang cukup meyakinkan. Penggunaan eksfolian AHA dan BHA akan menurunkan pH kulit hingga di bawah pH optimal retinol, yaitu 5,5 hingga 6. Karena pH kulit menjadi rendah, diasumsikan retinol tidak akan terserap secara optimal oleh kulit, sehingga menjadi tidak efektif.

Namun, ternyata informasi ini hanya mitos yang telah terbantahkan oleh sejumlah riset. Sebuah riset telah membuktikan bahwa retinol yang dikombinasikan dengan AHA efektif untuk mengatasi kerusakan kulit akibat sinar matahari. Pada penelitian lainnya, terbukti bahwa kombinasi retinol 0,025% dengan glycolic acid 12% selama 12 minggu efektif untuk mengurangi bekas jerawat.

Kombinasi BHA dengan retinol juga telah memberikan hasil yang efektif untuk kulit. Sebuah riset menunjukkan bahwa retinol 0,25% yang digunakan setelah prosedur peeling dengan BHA 30% memberikan hasil yang efektif untuk mengurangi photoaging.

Mitos #4: Retinol Memberikan Hasil yang Instan

Hanya karena retinol adalah bahan aktif dengan efek yang kuat, jangan beranggapan bahwa bahan ini akan memberikan hasil yang bagus pada kulit dalam waktu yang singkat. Faktanya, retinol akan memberikan hasil yang maksimal jika digunakan teratur setiap hari selama paling tidak 3 bulan. Namun dengan kondisi kulit yang berbeda akan berbeda pula kecepatan retinol dalam memberikan efek yang diinginkan.

Bisa jadi efeknya sudah terasa setelah beberapa minggu pemakaian, atau bisa juga sampai berbulan-bulan. Jangan kecewa jika pemakaian retinol Anda belum juga menampakkan efek yang signifikan. Teruslah memakai retinol secara teratur selama paling tidak 3 bulan, dan amati perubahan yang terjadi pada kulit Anda.

Agar retinol yang Anda pakai memberikan hasil yang lebih cepat, ikuti beberapa tips berikut:

  • Gunakan retinol pada kulit yang telah dibersihkan.
  • Gunakan krim mata terlebih dahulu pada area sekitar mata sebelum memakai retinol. Setelah krim mata meresap, Anda dapat memakai retinol pada area sekitar mata.
  • Jangan mengoleskan retinol pada kulit yang mengelupas, karena dapat menimbulkan iritasi.
  • Oleskan retinol dengan tipis dimulai pada area dagu, dan ratakan ke seluruh wajah dengan gerakan atas-bawah.
  • Gunakan pelembab setelah memakai serum retinol.
  • Gunakan retinol dua kali sehari, pada pagi dan sore hari.
  • Selalu gunakan sunscreen di pagi dan siang hari.

Mitos #5: Hindari Area Mata Saat Memakai Retinol

Mitos ini mungkin timbul karena efek samping retinol yang dapat mengiritasi kulit, sehingga penggunaan pada area mata harus dihindari. Memang, dahulu para ahli kulit menyarankan untuk tidak memakai retinol di sekitar area mata, karena sifat retinol yang terlalu keras. Namun faktanya, area sekitar mata justru adalah bagian kulit wajah yang paling rentan terhadap kerutan. J

adi, area sekitar mata sebenarnya adalah bagian dari kulit wajah yang paling membutuhkan bahan aktif seperti retinol untuk mengatasi masalah ini. Saat ini banyak produk retinol yang memiliki formula enkapsulasi dan buffer retinol yang lebih aman digunakan pada area bawah mata. Formula retinol enkapsulasi ini sangat tepat untuk menghidrasi area sekitar mata tanpa menimbulkan iritasi.

Untuk area bawah mata, gunakan retinol dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan untuk area lainnya. Pastikan Anda telah melakukan patch test dan kulit Anda tidak bereaksi negatif terhadap retinol. Anda juga dapat memakai krim mata terlebih dahulu sebelum memakai retinol agar kulit pada area sekitar mata lebih terlindungi dari efek iritasi retinol.

Mitos #6: Retinol Dapat Mengeksfoliasi Kulit

Karena efeknya yang keras, banyak yang beranggapan bahwa retinol dapat menyebabkan pengelupasan kulit atau eksfoliasi. Faktanya, retinol bukanlah zat eksfolian. Namun, retinol dapat bekerja dengan baik saat digunakan dengan beberapa bahan aktif eksfolian seperti AHA dan BHA. Jadi, mitos bahwa retinol dapat menyebabkan pengelupasan kulit adalah tidak benar.

Retinol merupakan zat antioksidan yang diserap kulit dan dapat mempercepat regenerasi sel kulit baru. Sebuah studi mengatakan bahwa peningkatan regenerasi sel kulit oleh retinol adalah dengan stimulasi pada lapisan kulit bagian dalam. Sementara itu, eksfolian seperti AHA dan BHA bekerja pada lapisan kulit terluar dengan cara menghilangkan sel kulit mati di permukaan kulit.

Namun, dengan penggunaan kombinasi bahan aktif eksfolian dan retinol, mungkin ada yang mengalami pengelupasan kulit. Perlu dipahami bahwa proses pengelupasan kulit ini adalah efek iritasi, bukan eksfoliasi. Jika hal ini terjadi, Anda perlu mengurangi frekuensi penggunaannya. Jika kulit masih tetap mengelupas, sebaiknya hentikan penggunaan.

Mitos #7: Jangan Memakai Retinol di Siang Hari

Katanya, retinol tidak boleh digunakan pada siang hari karena akan membuat kulit lebih sensitif terhadap efek buruk sinar UV. Faktanya, retinol adalah zat antioksidan yang dapat melindungi kulit dari efek buruk sinar UV, dan mengatasi kerusakan kulit yang ditimbulkan oleh sinar UV. Zat antioksidan seperti retinol akan membentuk lapisan pada kulit yang akan melindungi kulit dari sinar UV.

Sejumlah studi juga telah membuktikan bahwa retinol tetap efektif saat dikombinasikan dengan vitamin C pada pagi hari. Sejumlah studi lainnya juga menyarankan penggunaan retinol secara teratur dua kali sehari, pada pagi dan malam hari.

Riset juga telah menunjukkan bahwa penggunaan retinol yang dikombinasikan dengan vitamin E tetap menunjukkan efektivitas yang optimal saat digunakan bersama sunscreen di siang hari. Jadi, tidak diragukan lagi bahwa retinol tetap aman digunakan pada pagi atau siang hari. Namun jangan lupa tetap lindungi kulit dengan pemakaian sunscreen minimal SPF 30 setelah pemakaian retinol.

Kesimpulan

Retinol merupakan antioksidan kuat yang memiliki banyak manfaat untuk kulit, diantaranya adalah untuk mengatasi jerawat, memudarkan pigmentasi, dan melawan keriput dan garis halus. Banyak mitos mengenai bahan aktif kuat ini yang telah terbantah oleh sejumlah penelitian.

Faktanya, pemakaian retinol sebaiknya diawali dengan dosis rendah, efektif saat dikombinasikan dengan vitamin C dan bahan eksfolian, hasilnya tidak instan, dapat digunakan pada area sekitar mata, tidak mengeksfoliasi kulit, dan aman saat digunakan pada siang hari. Saat mendengar informasi, selalu lakukan cross check dengan penelitian atau riset terbaru. Siapa tahu informasi yang Anda dapatkan hanya mitos yang tidak benar.

Referensi:

  1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2699641/#b88-cia-1-327
  2. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/7561157/
  3. https://europepmc.org/article/med/27050699
  4. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15767769/
  5. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4375771/
  6. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4633208/

About the author

Tuty Alawiyah (BS Chemistry)

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.