9 Kandungan Bahan Dalam Moisturizer yang Tidak Cocok Digunakan oleh Kulit Rentan Berjerawat

9

Seraya bertambah majunya bidang kecantikan dan perawatan kulit (skincare), dewasa ini banyak orang sudah mengerti betapa pentingnya memakai pelembab untuk menjaga kecantikan kulit. Terlepas apakah kamu memiliki tipe jenis kulit yang normal atau kombinasi, kering, berminyak dan rentan berjerawat, kulit tetap butuh pelembab. Namun sebagian besar orang yang memiliki kulit berminyak dan rentan berjerawat, terkadang mereka berpikir kalau pemakaian pelembab pada tipe jenis kulit seperti itu tidak diperlukan. Apakah memang benar begitu?

Perlukah menggunakan pelembab pada kulit berjerawat? 

Apakah kamu juga berpikir bahwa kulit yang berminyak dan rentan berjerawat tidak memerlukan pelembab? Sebenarnya, kulit rentan berjerawat pun tetap membutuhkan pelembab. Namun memang harus diperhatikan bahwa tidak semua tipe pelembab cocok dengan tipe kulit berjerawat. Berikut tipe pelembab yang cocok untuk kulit berminyak dan berjerawat:

  • Oil-free atau bebas minyak
  • Non-comedogenic 
  • Tidak menyumbat pori-pori
Tips:
Penting untuk memilih pelembab yang memenuhi kriteria di atas karena pemilihan pelembab yang salah malah bisa membuat tipe kulit bemrinyak menjadi lebih berminyak dan membuat jerawat tambah banyak karena banyaknya minyak malah menyumbat pori-pori kulit. 

Saat akan membeli pelembab, pastikan kamu memastikan jenis pelembab yang kamu beli sesuai dengan kriteri di atas agar jerawat tidak bertambah banyak. Pasalnya, minyak di wajah yang berlebih bisa menyumbat pori-pori dan bila pori-pori tersumbat, maka bakteri penumbuh jerawat bisa tumbuh subur.

Alhasil, jerawat di kulit wajah jadi tambah banyak. Selain kriteri di atas, kamu juga harus hati-hati saat melihat komposisi atau kandungan yan ada pada suatu pelembab. Apa saja bahan yang harus dihindari dari produk pelelbab unutk kulit berjerawat?

Kandungan bahan yang harus dijauhi oleh kulit berjerawat

Jerawat sendiri umumnya memang disebabkan oleh banyak hal, bisa melalui hormon, pori-pori yang tersumbat, stress, diet makan yang salah, dan bisa juga karena kurang menjaga kebersihan kulit. Tapi tahukan kamu ada juga sebenarnya bahan-bahan yang bisa membuat kulit jadi lebih mudah terkena jerawat. Karena hal inilah, kamu harus hati-hati saat akan membeli produk pelembab.

Jangan lupa untuk mengecek komposisi atau kandungan pada produk pelembab yang akan kamu beli dan hindari bahan-bahan yang tidak cocok digunakan oleh tipe jenis kulit berjerawat. Berikut bahan-bahan yang sebaiknya kamu hindari saat akan memli produk pelembab bagi kulit yang rentan berjerawat:

1. Parfum sintetis

Ada pelembab yang mengandung parfum dan pewangi yang biasanya terdiri dari beberapa macam campuran bahan kimia. Biasanya kulit yang berjerawat tidak tahan terhadap parfum atau pewangi seperti ini. Pasalnya, bergantung pada bahan yang pewangi atau parfum ini pakai, kandungan tersebut bisa memabut kulit mengalami iritasi dan radang kemerahan pada kulit. Kedua masalah kulit tersebut malah memperparah kondisi jerawat yang dialami. Karena hal inilah, tidak disarankkan bagi kulit rentan bejerawat untuk menggunakan pelembab yang mengandung pewangi. 

2. Minyak esential

Selain pewangi atau parfum, banyak pelembab juga terkadang mengandung minyak esential di dalamnya. Minyak esential memiliki tingkat konsentrat yang tinggi dan bila diaplikasikan langsung pada kulit wajah, bisa membuat iritasi. Apalagi kulit yang rentan bejerawat biasanya juga berminyak, pemakaian minyak esential dalam jumlah besar malah bisa menyumbat pori-pori dan membuat jerawat semakin bertambah banyak. 

Tips:
Bila ingin menggunakan minyak, gunakan minyak yang termasuk unsaturated fat atau mengandung lemak tidak jenuh seperti omega 6 dan omega 3. Keduanya tidak menyumbat pori-pori kulit atau membuat kulit berjerawat. 

3. Sodium lauryl sulfate

Sodium lauryl sulfate atau yang sering disebut SLS adalah bahan busa yang banyak terdapat pada sabun, pasta gigi, dan shampo. Memang jenis ini bisa membersihkan minyak dari wajah namun jangan salah, kulit wajah tetap butuh sebum. Bila kekurangan sebum, kulit malah bisa jadi iritasi dan menimbulkan masalah kulit lainnya. 

Tips:
Yang perlu diperhatikan dalam merawat kulit berminyak dan rentan berjerawat adalah bukan caranya menghilangkan minyak di wajah tapi lebih kepada bagaimana caranya mengontrol minyak berlebih pada wajah. 

4. Isopropyl myristate 

Bahan satu ini memang memiliki manfaat untuk memberikan efek menenangkan dan melembutkan kulit. Tapi senyawa satu ini sangat bersifat comedogenic dan menyebabkan jerawat karena isopropyl myristate ini termasuk emolien, pelembab super untuk kulit kering. Pemakaian yang berkelanjutan bisa menyumbat pori-pori dan menyebabkan iritasi dan jerawat. 

5. Minyak kelapa (coconut oil)

Bila kulitmu sangat kering, bahan satu ini pasti bisa menyelamatkan kulit keringmu Tapi bila kulitmu berminyak dan rentan berjerawat, coconut oil malah bisa memperparah kondisi jerawat. Pasalnya, konsistensi minyak kelapa sangat pekat dan bisa menyumbat pori-pori kulit. Jadi bagi kamu yang memiliki kulit rentan bejerawat, hindari penggunaan pelembab berbahan minyak kelapa atau coconut oil.

Tips:
Selain minyak kelapa, hindari juga penggunaan cocoa butter. Alasannya, coco butter juga termasuk dari golongan emolien. Bahan satu ini memang bagus digunakan untuk kulit kering tapi sangat tidak cocok digunakan oleh kulit berminyak dan rentan berjerawat. 

6. Ekstrak alga

Memang pemakaian ekstrak alga bisa mengatasi peradangan dan mengatur produksi minyak alami wajah, namun bahan satu ini juga bersifat comedogenic. Selain itu, ada banyak sekali ragam macam dari alga dan susah untuk mengetahui jenis mana yang aman digunakan. Sebisa mungkin, pemilik kulit bejerawat menghindari bahan satu ini. 

7. Lanolin

Masih satu golongan dengan emolien, lanolin diambil dari bulu domba. Lanolin memberikan efek lembut pada kulit. Kekurangannya, bahan satu ini menyumbat pori-pori kulit dan membuat jerawat bertambah banyak. Selain itu, pelembab yang mengandung lanolin, umumnya menggunakan lanolin sintesis. Bila kamu ingin tahu lebih banyak mengenali lanolin, kamu bisa baca di sini

8. Silikon

Umumnya kamu biasa menemukan bahan silicon pada produk perawatan wajah (skincare) seperti sunscreen. Banyak orang berpikir silicon bisa memberikan perlindungan pada kulit dan membuat kulit tampak halus dan licin. Tapi sedikit saja yang tahu bahwa silicon bisa membuat jerawat bertambah banyak pada kulit yang memang rentan berjerawat. Ada baiknya memilih pelembab yang tidak mengandung silicon untuk menghindari masalah jerawat yang dialami menjadi semakin parah. 

9. Alkohol

Fungsi utama alkohol memang untuk menghapus minyak dan mengeringkan kulit. Banyak yang berpikir bahan ini efeltif bagi kulit yang rentan berjerawat. Memang benar, alkohol bersifat anti-bakteri dan menghapus minyak tapi bila digunakan dalam skala banyak dan berlebih, bisa membuat kulit malah jadi iritasi. Alhasil, jerawat malah bisa tambah parah.

Ada baiknya tidak menggunakan produk pelembab yang mengandung alkohol karena selain membuat iritasi, alkohol juga memperbesar pori-pori kulit dan membuat bakteri penumbuh jerawat semakin masuk ke dalam kulit dan akhirnya membuat jerawat meradang dan bertambah banyak. Itu tadi beberapa bahan yang sebaiknya kamu hindari bila akan memilih pelembab bagi kulit yang rentan bejerawat. Ingat kembali kiat di atas yaitu, dalam memilih, pastikan pelembabnya bebas minyak, non-comedogenic, dan tidak menyumbat pori-pori kulit. 

Kesimpulan

Kulit yang bejerawat dan berminyak pun tetap memerlukan pelembab. Namun pelembab yang digunakan tentunya tidak memiliki komposisi yang sama dengan pelembab yang diformulakan untuk kulit kering, atau tipe jenis kulit lainnya. Karena hal itulah, perlu teliti dan cermat saat mengecek komposisi bahan di kemasan pelembab yang akan dipilih.

Moisturizer unutk kulit berminyak dan rentan bejerawat yang baik adalah yang tidak mengandung minyak atau oil-free, non-comedogenic, dan tentunya yang tidak mneyumbat pori-pori. Untuk itu, jangan memilih pelembab yang teksturnya kental dan mengandung emolien. Alasannya, bahan tersebut bagus digunakan untuk tipe kulit kering tapi tidak cocok digunakan untuk kulit berminyak dan rentan berjerawat. 

Selain itu, bahan-bahan seperti alkohol, silikon, minyak esential, pelembab yang memiliki kandungan pewangi, lanolin, ekstrak alga, minyak kelapa atau coconut oil, Isopropyl myristate,  Sodium lauryl sulfate, cocoa butter, dll, hendaknya dihindari saat akan memilih pelembab atau produk perawatan kulit (skincare) lainnya yang digunakan unutk kulit berminyak atau rentan berjerawat. Bahan-bahan di atas bukannya jelek, hanya saja tidak cocok digunakaan untuk kulit yang berminyak dan rentan berjerawat. 

Referensi:

  1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4025519/

About the author

Viona Villarica

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.