AHA, BHA, dan PHA – Mana yang Paling Efektif Sebagai Agen Eksfoliasi?

A

Yang sering melakukan proses eksfoliasi, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah AHA (Alpha Hydroxy Acid), BHA (Beta Hydroxy Acid), dan PHA (Polyhydroxy Acid). Banyak yang berkata AHA lebih efektif, yang lain berkata BHA atau PHA yang lebih baik bagi kulit wajah. Sebenarnya apa itu AHA, BHA, dan PHA? Dan mana yang lebih baik sebagai agen eksfoliasi? 

AHA (Alpha Hydroxy Acid) – apa itu?

Alfa hidroksi atau AHA ini bekerjeanya pada lapisan terluar kulit. Fungsinya untuk mengangkat sel-sel kulit mati, menyamarkan keruta di wajah, mengatasi rosacea, dan bahkan unutk memudarkan bekas jerawat atau luka

Bila digunakan pada kulit berjerawat, efeknya baru bisa dirasakan setelah pemakaian 2-3 bulan secara rutin. Kandungan AHA sebenarnya juga didapat dari tanaman ataupun hewan dan umumnya dijumpai dalam bentuk: 

  • Citric acid (berasal dari jeruk)
  • Hydroxyl Caproic acid (berasal dari royal jelly)
  • Glycolic acid (dari tebu)
  • Malic acid (berasal dari buah-buahan) 
  • Tartaric acid (berasal dari anggur) 
  • Lactic acid ( dari milk)
  • Hydroxyl Caprylic acid (berasal dari hewan) 
Tips: 
Dari semua jenis yang disebutkan di atas, glycolic acid dan lactic acid yang paling umum digunakan dan terdapat dalam banyak produk kecantikan ataupun produk perawatan kulit (skincare) karena jarang menyebabkan iritasi. Untuk menghindari iritasi, disarankan untuk menggunakan produk kecantikan yang kandungan AHA nya <10%

Pemakaian konsentrat AHA yang tinggi, sebaiknya dilakukan bersama dokter ahli kulit di klinik kecantikan. Bila kamu ingin tahu lebih banyak info mengenai zat AHA di atas dan manfaatnya bagi kulit wajah serta cara pemakaiannya, kamu bisa back lebih lanjut di sini dan di sini

BHA (Beta Hydroxy Acid) – apa itu?

Berbeda dengan AHA, beta-hydroxy acids atau kepanjangan dari BHA ini cocok dipakai unutk orang yang tipe kulitnya berminyak, khususnya yang rentan berjerawat, memiliki komedo, dan milia. BHA atau beta hidroksi memiliki tekstur yang oil-soluble, sehingga BHA bisa meresap masuk sampai ke dalam pori-pori kulit dan membersihkan kandungan minyak yang dapat menyumbat pori-pori kulit. BHA juga bisa mengeksfoliasi sel-sel kulit mati di permukaan luar kulit wajah. 

Tips:
Jenis BHA yang paling popular digunakan adalah salicylic acid atau asam salisetat dan banyak terdapat dalam obat jerawat yang dijual di toko. Selain itu, asam salisetat juga berfungsi sebagai anti-imflammatory yang bisa meredakan peradangan dan kemerahan yang disebabkan oleh jerawat. Bila akan membeli produk berkandungan BHA, pastikan memiliki yang kandungan konsentratnya sekiatar 0.5-2% agar hasil maksimal bisa diraih. 

BHA memang tergolong lebih ringan bila dibandingkan dengan AHA karena itulah lebih banyak produk kecantikan atau perawat kulit (skincare) yang dijual di toko, lebih banyak yang memiliki kandungan BHA daripad AHA. Kamu bisa membaca lebih lanjut mengenai BHA dan asam salisetat serta mana yang lebih baik dipakai AHA atau BHA dan beserta cara pengaplikasiaannya  di sini dan di sini

PHA (Polyhydroxy Acid) – apa itu? 

Istilah PHA atau polyhydroxy acid ini terdengar lebih asing dibandingkan dengan AHA (alfa hidroksi) maupuna BHA (beta hidroksi). Jadi apa itu PHA atau singkatan dari polyhydroxy acid? Singkatnya, PHA itu fungsinya hampir sama dengan AHA maupun BHA, namun PHA sendiri lebih cenderung sama dengan AHA. 

Bedanya terletak di ukuran molekul senyawa ini. Molekul yang terdapat pada PHA, ukurannya lebih besar daripada molekul yang ada di AHA. Berhubung ukuran molekulnya yang besar, tentunya PHA atau poly-hidroksi, tidak bisa bekerja sampai menembus dalam ke pori-pori kulit jika dibandingkan dengan AHA dan BHA yang ukuran molekulnya jauh lebih kecil dan bisa melakukan penegelupasa sampai ke lapisan kulit (epidermis).

Tips:
Jenis PHA atau polyhydroxy acid yang mudah ditemukan dalam produk kecantikan adalah gluconolactone, galactose, dan lactobionic acid

PHA (Polyhydroxy Acid) – Manfaatnya? 

Namun dibanding dua zat di atas, keunggulan PHA ini juga tidak kalah. Menurut suatu riset penelitian, PHA bisa untuk merawat masalah kulit tertentu sampai dengan memudarkan tanda –tanda penuaan pada kulit wajah. Mari kita lihat apa saja manfaat pemakaian PHA ini dibandingkan dengan penggunaan AHA dan BHA sebagai agen eksfoliasi:

  • Tidak terlalu bersifat iritasi

Dua zat yang disebutkan di atas tergolong keras dan tentunya bisa membuat iritasi terjadi pada kulit wajah setelah pengaplikasiaan. Namun, tidak sama halnya dengan PHA. Pasalnya, PHA bisa meminimalizir timbulnya iritasi pada permukaan kulit karena sifatnya yang lebih ringan ketimbang AHA atau BHA

Sudah budkan rahasia umum lagi kalau BHA dan AHA yang digunakan unutk proses eksfoliasi atau pengangkatan dan pembersihan sel-sel kulit mati, bisa membuat kulit wjaah berasa kering. Tapi tidak demikian dengan PHA. Karena konsentratnya lebih ringan dibandingkan dengan dua agen eksfoliasi yang disebutkan sebelumnya, PHA ini tidak membuat kulit wajah menjadi kering. 

  • Tidak membuat kulit jadi sensitif terhadap sinar matahari

Pemakaian BHA atau AHA biasanya disarankan saat malam hari sebelum tidur, dan alasannya karena kedua senyawa ini memang membuat kulitmu jadi lebih sensitif atau rentan terhadap sengatan matahari. Hal ini sangat berbeda dengan PHA yang tidak memiliki efek samping seperti itu. 

  • Cocok untuk kulit wajah yang sensitif

Jika kamu memiliki tipe kulit wajah yang sensitif dan ternyata pernah memakai AHA ataupun BHA, tapi tidak cocok, jangan khawatir. Kamu bisa menggunakan alternatif lain yaitu, PHA atau singkatan dari polyhydroxy acid. Hal ini dikarenakan PHA tidak sekeras AHA maupun BHA dank arena proses bekerja tidak sampai meresap di dalam, jadi iritasi atau kemerahan bisa diminimalisir. 

  • Bisa merawat masalah kulit tertentu

Selain sebagai agen eksfoliasi, PHA juga memiliki manfaat lain dalam mengatasi masalah kulit tertentu seperti rosacea maupun eczema. 

  • Mencegah proses penuaan dini

PHA sendiri memiliki kandungan anti-oksidan di dalamnya, yang di mana anti-oksidan ini akan membantu produksi kolagen pada permukaan kulit wajah. Bila kulitmu kaya akan anti-oksidan dan kolagen, tentunya wajah tetap nampak cerah, sehat, dan goresan-goresan halus atau keriput tanda penuaan pasti berkurang banyak. Bahkan suatu studi ilmiah menemukan PHA lebih efektif mencegah penuaan dini ketimbang AHA

Memang PHA tidak bekerja sampai meresap ke dalam permukaan kulit seperti BHA, dan tidak sekeras dan semapun AHA, tapi bukan berarti PHA tidak berguna. Seperti yang dilansir di atas, PHA cocok untuk orang yang memiliki kulit sensitif atau yang tidak cocok menggunkan produk berbahan AHA dan BHA. Pemakaian yang teratur tentunya akan memberikan hasil yang maksimal. 

Tips:
Produk PHA yang biasa dipakai unutk eksfoliasi umumnya ada dalam bentuk toner dan serum. Cara pakainya juga mudah, bersihkan wajah terlebih dahulu lalu cukup teteskan ke kapas sedikit lalu usapkan ke kulit wajah secara merata (jauhi area sensitif seperti bibir, area sekitar mata, dan hidung bagian dalam). Pengaplikasian bisa dilakukan pagi dan malam hari. 

Apakah AHA, BHA, dan PHA bisa dipakai bersamaan?

AHA dan BHA sebaiknya tidka digunakan secara bersamaan. Bila ingin memakai keduanya, bisa gunakan AHA pada pagi hari dan mungkin BHA pada malam hari. Untuk lebih jelasnya bisa baca di sini. Bagaimana dengan PHA? 

PHA bisa digunakan bersamaan dengan AHA maupun BHA. Menurut penjelasan seorang dermatologis asal New York Dr. Hadley King, menggunakan PHA bersamaan dengan AHA atau BHA tidak memberikan efek yang membahayakan, hanya saja manfaat dari PHA akan berkurang. Alasanya PHA ini sifatnya lebih lembut daripada AHA dan BHA.  

Kesimpulan

Baik BHA, AHA, maupun PHA semuanya ada baik dan buruknya. Sebenarnya pemakaian ditentukan dari jenis kulitmu dan apakah kulitmu bisa menerima senyawa tersebut. Semisal kamu memiliki kulit normal, kering, atau kombinasi, biasanya tipe jenis ini menggunakan AHA. Sedangkan kalau kulit berminyak, rentan berjerawat dan berkomedo, jenis kulit tersebut cocok menggunakan asam salisetat.

Tapi bila tipe kulitmu sensitif dan sangat kering, kamu akan merasakan manfaat lebih dari memakai PHA ketimbang memakai AHA ataupun BHA. Mengapa? Karena dua senyawa tersebut bisa membuat iritasi dan kemerahan dan bila kulitmu tipe yang sensitif, tentunya efek samping ini bertambah parah. Karena itulah untuk kulit yang sangat kering ataupun sensitif, disarankan untuk menggunakan PHA. 

Referensi:

  1. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15002656/
  2. https://www.researchgate.net/publication/6264982

About the author

Viona Villarica

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.