Apa Itu Salicylic Acid? Kegunaan dan Manfaat Salicylic Acid Bagi Kulit

A

Namun sebenarnya dengan dosis dan formula yang tepat, manfaat salicylic acid sangat banyak dari membersihkan pori secara mendalam, mengurangi komedo, hingga mencerahkan kulit.

Agar lebih tahu tentang salicylic acid dan berbagai manfaatnya yang bisa Anda rasakan bagi kulit, mari kita kupas lebih dalam bahan aktif satu ini.

Apa Itu Salicylic Acid?

Salicylic acid merupakan beta hydroxy acid (BHA), yaitu senyawa asam organik yang secara alami terkandung dalam kulit pohon willow, atau dapat juga dihasilkan secara sintetik. Salicylic acid dapat larut dalam lemak dan dapat masuk ke dalam pori-pori kulit untuk menghilangkan kotoran. Salicylic acid memiliki efek anti bakteri, anti radang, dan eksfoliasi kulit mati.

Seorang dermatologis dari San Fransisco, Dr. Caren Campbell menjelaskan bahwa salicylic acid adalah BHA yang larut dalam lemak dan dapat masuk ke dalam pori kulit untuk mengurangi minyak berlebih dan sel kulit mati. Dr. Campbell menyatakan bahwa 

Salicylic acid bekerja dengan memutuskan ikatan antar sel kulit untuk mengeksfoliasi sel kulit mati serta menurunkan sekresi minyak pada kulit

Dr. Campbell

Anda pasti sering melihat bahan aktif yang satu ini pada komposisi skincare. Salicylic acid memang banyak digunakan pada produk perawatan kulit, terutama produk yang berfungsi untuk mengurangi kulit kusam dan jerawat. Banyak yang berpikir bahwa produk yang mengandung salicylic acid hanya efektif untuk mengobati jerawat pada remaja, atau produk tersebut dapat menyebabkan iritasi, kulit mengelupas, atau merah-merah. 

Menurut Dr. Ted Lain, seorang dermatologis dari Texas, karena adanya minyak atau sebum di permukaan kulit yang disekresi oleh folikel yang banyak mengandung lemak, maka salicylic acid mampu memasuki pori kulit lebih dalam daripada alpha hydroxy acid seperti glycolic acid atau lactic acid.

Produk perawatan kulit yang mengandung salicylic acid memiliki kadar yang bermacam-macam. Untuk perawatan sehari-hari umumnya salicylic acid terkandung dalam konsentrasi rendah hingga 2%. 

Produk salicylic acid yang digunakan untuk pengelupasan lapisan luar kulit umumnya memiliki kadar yang lebih tinggi, yaitu 30-40%.

Manfaat dan Kegunaan Salicylic Acid untuk kulit

Salicylic acid memiliki berbagai macam manfaat untuk kulit karena sifat eksfoliasi dan anti bakteri yang dimilikinya. Penggunaan salicylic acid pada produk perawatan kulit umumnya memiliki kegunaan sebagai berikut:

1. Mengobati jerawat

Salicylic acid efektif dan banyak digunakan untuk mengobati jerawat. Obat jerawat yang mengandung salicylic acid umumnya dapat Anda beli dengan bebas di apotik atau toko kosmetik. Salicylic acid efektif mengurangi jerawat karena memiliki sifat anti bakteri dan anti inflamasi.

Berikut adalah jenis produk obat jerawat yang mengandung salicylic acid berikut dengan konsentrasi dan frekuensi pemakaiannya:

Bentuk produk Konsentrasi salicylic acidBanyaknya pemakaian dalam sehari
Losion / Serum1 – 2 %1 – 3 kali
Larutan0,5 – 2%1 – 3 kali
Ointment3 – 6%Kapan pun saat diperlukan
Gel0,5 – 5%1 kali
Sabun0,5 – 5%Kapan pun saat diperlukan

2. Mengurangi komedo

Salicylic acid juga memiliki efek menghilangkan komedo, baik itu whitehead dan blackhead. Produk yang mengandung salicylic acid untuk mengatasi komedo umumnya berbentuk facial cleanser atau toner.

Sebuah studi menunjukkan bahwa facial cleanser yang mengandung salicylic acid 2% terbukti dapat mengurangi komedo pada wajah secara signifikan pada pemakaian yang teratur. Kadar salicylic acid pada toner yang efektif untuk mengurangi komedo umumnya adalah 1%.

3. Mencerahkan kulit

Produk perawatan kulit sehari-hari yang mengandung salicylic acid dalam kadar rendah yaitu 0,5 hingga 2% juga efektif untuk menghilangkan sel kulit mati dan kelebihan minyak pada wajah yang menyebabkan kulit terlihat kusam. Hasilnya, dengan pemakaian yang teratur, skincare yang mengandung salicylic acid kadar rendah dapat membantu mencerahkan kulit.

4. Mengurangi minyak pada wajah

Jika jenis kulit wajah Anda termasuk jenis kulit berminyak, maka menggunakan produk perawatan yang mengandung salicylic acid tepat bagi Anda, karena salicylic acid juga dapat mengurangi sekresi minyak pada kulit, sehingga kadar minyak pada wajah berkurang. Umumnya, skincare yang menggunakan salicylic acid untuk mengurangi kadar minyak memiliki kadar salicylic acid sebesar 2%.

5. Mengatasi hiperpigmentasi

Salicylic acid pada dosis tinggi dapat digunakan untuk perawatan chemical peel yang dilakukan di klinik oleh dokter kulit atau ahli kecantikan, yang memiliki manfaat memudarkan noda atau hiperpigmentasi pada kulit yang disebabkan oleh bekas jerawat, tanda penuaan, atau melasma. Konsentrasi salicylic acid yang digunakan untuk chemical peeling umumnya 10 hingga 30%. Sebuah studi menunjukkan bahwa salicylic acid dengan kadar 30% yang digunakan untuk chemical peel terbukti efektif memutihkan hiperpigmentasi pada kulit pasien Asia.

6. Menghilangkan kutil

Gangguan kulit yang satu ini juga dapat diatasi dengan produk yang mengandung salicylic acid. Salicylic acid memiliki sifat keratolitik atau dapat mengelupas timbunan sel sehingga efektif untuk mengatasi gangguan kutil. Umumnya obat kutil mengandung 5 hingga 27% salicylic acid dalam bentuk gel atau larutan yang dioleskan pada kulit.

Efek Samping Salicylic Acid

Seperti bahan lain pada umumnya, pemakaian salicylic pada kulit juga dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Efek samping salicylic acid antara lain:

  • Iritasi kulit.
  • Kulit terasa kering.
  • Kulit terasa cekit-cekit dan panas.
  • Gatal.
  • Kulit mengelupas.
  • Timbul bentol pada kulit.

Umumnya efek samping ini tergolong ringan dan tidak memerlukan pertolongan dokter untuk mengatasinya. Beberapa efek samping tersebut akan hilang sendirinya atau semakin ringan saat tubuh telah beradaptasi atau terbiasa dengan penggunaan salicylic acid.

Jika efek samping karena salicylic acid ini terasa sangat mengganggu, konsultasikanlah dengan dokter kulit Anda bagaimana caranya untuk mencegah atau mengurangi efek samping tersebut. 

Dan jika iritasi serta rasa cekit-cekit pada kulit tidak juga dalam waktu yang lama, segera konsultasikan dengan dokter kulit Anda.

Pemakaian produk yang mengandung salicylic acid pada dosis tinggi atau pemakaian yang terlalu berlebihan juga dapat menimbulkan efek over dosis. Gejala over dosis salicylic acid diantaranya:

  • Pusing.
  • Diare.
  • Nafas menjadi lebih cepat.
  • Hilangnya pendengaran.
  • Telinga berdengung.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit perut.

Jika Anda mengalami hal ini setelah pemakaian produk salicylic acid, segeralah konsultasikan ke dokter.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menggunakan Salicylic Acid

Meskipun telah terbukti banyak manfaatnya, penggunaan salicylic acid harus hati-hati agar tidak menimbulkan efek yang tidak diinginkan seperti di atas.

Sebelum menggunakan produk yang mengandung salicylic acid, perhatikan hal berikut ini atau konsultasikan hal berikut dengan dokter Anda:

  1. Alergi. Perhatikan apakah Anda pernah mengalami alergi karena penggunaan produk yang mengandung salicylic acid sebelumnya.
  1. Penggunaan pada anak-anak. Salicylic acid sebaiknya tidak digunakan oleh anak-anak di bawah usia 2 tahun. Hal ini disebabkan kulit anak-anak lebih mudah mengalami iritasi daripada kulit dewasa, karena kulit anak-anak dapat menyerap salicylic acid lebih banyak daripada kulit dewasa.
  1. Pemakaian produk perawatan lain. Konsultasikan dengan dokter Anda produk perawatan kulit apa saja yang sedang Anda gunakan, karena salicylic acid dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan saat digunakan bersamaan dengan bahan tertentu. Kecuali atas saran dokter, hindari penggunaan salicylic acid bersamaan dengan produk berikut ini:
    • Face cleanser atau sabun yang abrasif.Produk yang mengandung alkohol.
    • Produk lain yang dapat mengelupas lapisan kulit misalnya resorcinol, tretionin, benzoyl peroxide, dan sulfur.
    • Kosmetika atau sabun yang dapat membuat kulit kering.
    • Obat kulit lainnya.
    • Produk yang mengandung alkohol.
  1. Penggunaan pada wanita hamil dan menyusui. Meskipun salicylic acid aman bagi wanita hamil dan menyusui, dan sebuah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan salicylic acid pada wanita menyusui tidak diserap dan mempengaruhi ASI, namun sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum Anda menggunakan salicylic acid saat sedang hamil atau menyusui.

Konsultasikan juga terlebih dahulu dengan dokter sebelum Anda menggunakan produk yang mengandung salicylic acid jika Anda mengalami penyakit berikut:

  • Penyakit yang berhubungan dengan aliran darah.
  • Diabetes. Penggunaan salicylic acid pada pasien diabetes dapat menyebabkan iritasi atau luka.
  • Infeksi atau radang kulit. Penggunaan salicylic acid pada kulit yang meradang dapat menambah iritasi.
  • Influenza.
  • Cacar air.
  • Sakit ginjal.
  • Sakit liver.

Peringatan pada Penggunaan Salicylic Acid

Untuk menghindari efek yang tidak diinginkan, selain memperhatikan hal-hal di atas sebelum menggunakan salicylic acid, saat Anda memutuskan untuk menggunakan produk yang mengandung salicylic acid perhatikanlah hal-hal berikut ini:

  • Produk yang mengandung salicylic acid hanya dapat digunakan untuk kulit. Jika terkena mata, hidung, atau mulut segeralah cuci dengan air mengalir selama 15 menit.
  • Gunakan produk yang mengandung salicylic acid sesuai dengan petunjuk penggunaan produk atau anjuran dokter. Jangan menggunakan produk lebih banyak atau lebih sering dari petunjuk yang disarankan, kecuali di bawah pengawasan dokter.
  • Saat menggunakan obat jerawat yang mengandung salicylic acid, cobalah gunakan pada sebagian kecil dulu selama 3 hari. Jika tidak terjadi efek yang tidak diinginkan, baru lanjutkan pemakaian pada semua bagian yang memerlukan.
  • Sebaiknya tidak digunakan untuk jangka waktu yang lama.

Jenis Kulit Apa yang Cocok Menggunakan Salicylic Acid?

Produk perawatan kulit yang mengandung salicylic acid cocok digunakan untuk jenis kulit berminyak dan berjerawat. Penggunaan skincare yang mengandung salicylic acid akan mengurangi kadar minyak wajah dan mengurangi komedo, sehingga dapat mencegah dan mengobati jerawat.

Namun, bagi yang berkulit kering pun dapat menggunakan produk salicylic acid jika diperlukan. Misalnya untuk mengobati jerawat. Tetapi penggunaannya harus lebih hati-hati, karena pemakaian salicylic acid dapat menyebabkan kulit semakin kering atau bahkan teriritasi.

Jika jenis kulit Anda kering atau sensitif, sebaiknya penggunaan dimulai dengan menggunakan sabun yang mengandung salicylic acid. Dengan begitu waktu kontak salicylic acid dengan kulit akan lebih singkat karena langsung dibilas. Dan gunakan produk dengan kadar salicylic acid yang rendah, yaitu 0,5 – 1%. Perhatikan reaksi kulit Anda, kemudian dosis dapat dinaikkan secara bertahap.

Salicylic Acid untuk Perawatan Kulit Rutin

Salicylic acid pada kadar rendah sangat baik digunakan untuk perawatan kulit rutin. Beberapa skincare rutin yang mengandung salicylic acid diantaranya:

  1. Eksfolian untuk mengatasi kulit kusam dan komedo. Salicylic acid sebagai eksfolian umumnya memiliki kadar 2%. Pemakaian salicylic dengan kadar ini juga dapat mengatasi garis halus pada wajah dan mencerahkan kulit. Eksfolian dengan salicylic acid 2% (tanpa zat eksfolian lain) dapat digunakan 1-2 kali sehari setelah membersihkan wajah.
  2. Serum. Bagi Anda yang memiliki masalah pori-pori besar atau ingin memudarkan tanda-tanda penuaan, Anda dapat menambahkan serum salicylic acid 4% pada skincare rutin Anda. Untuk komedo yang membandel atau kulit yang mudah mengalami milia, dapat menggunakan serum dengan salicylic acid 9%. Serum kuat ini dapat digunakan 3-4 kali seminggu pada malam hari.
  3. Home peeling. Salicylic acid juga dapat digunakan untuk home peel yang dapat Anda lakukan seminggu sekali atau 2 minggu sekali. Umumnya produk home peeling mengandung 2% salicylic acid dan 25% AHA. Penggunaan home peeling salicylic acid secara teratur dapat memperbaiki tekstur kulit, mencerahkan, dan mengurangi komedo.

Kesimpulan

Salicylic acid memiliki berbagai manfaat baik untuk kulit, yaitu dapat mengobati jerawat, mengurangi komedo, mencerahkan kulit, memperbaiki tekstur kulit, memudarkan tanda-tanda penuaan, dan memudarkan bekas jerawat atau melasma. Pemakaian produk salicylic acid harus hati-hati dan tidak berlebihan agar tidak terjadi efek samping yang tidak diinginkan. 

Produk salicylic acid dalam dosis rendah (1 – 5%) umumnya dapat dijual bebas, sementara produk salicylic acid dengan kadar lebih tinggi (10 – 30%) digunakan untuk chemical peeling dan merupakan tindakan yang dilakukan oleh dokter atau ahli kulit. Produk salicylic acid dosis rendah juga dapat digunakan untuk perawatan kulit rutin sebagai eksfolian, serum, atau untuk home peeling.

Referensi

  1. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/2525420/
  2. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16640681/
  3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK500675/

About the author

Tuty Alawiyah (BS Chemistry)

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.