Apakah Baby Oil Baik atau Buruk Untuk Wajah? Mitos Vs Fakta

A

Siapa yang tak kenal produk yang satu ini. Biasanya para ibu menggunakan baby oil untuk memijat bayi atau mengatasi ruam pada lipatan kulit bayi. Banyak juga yang menggunakan baby oil untuk membersihkan kotoran pada kulit atau digunakan sebagai pengganti krim shaving. Lalu apa lagi manfaat baby oil? Baby Oil Baik atau Buruk untuk Wajah?

Seorang public figure dunia lifestyle, Martha Stewart, mengaku selalu menyediakan baby oil di rumah. “Setiap malam saya harus membersihkan wajah dengan baik, karena saya memakai banyak make up. Memakai baby oil dengan waslap hangat adalah cara terbaik untuk menghapus make up tebal. Saya suka memakai baby oil karena membuat kulit saya lembab, dan tidak menyumbat pori,” ujarnya.

Sebagai bahan yang dapat digunakan untuk membersihkan dan melembabkan wajah, baby oil juga tentunya lebih murah dibandingkan produk skincare lain. Namun, apakah baby oil benar-benar aman untuk wajah?

Apakah Baby Oil Itu?

Baby oil adalah produk yang dibuat dari minyak mineral (kurang lebih 98%) dan pewangi (kurang lebih 2%). Jadi, komposisi utama baby oil adalah minyak mineral, yang juga biasa disebut petrolatum, mineral oil, petroleum oil, atau paraffin oil. 

Mineral oil merupakan cairan yang mengandung campuran senyawa organik yang dihasilkan dari petroleum. Mineral oil mulai banyak digunakan dalam produk kosmetika pada akhir abad ke-19 karena harganya yang murah dan mudah didapatkan.

Namun, pada awal abad ke-21, produk-produk alami dan gaya hidup “Back to Nature” semakin booming dan produk yang berasal dari bahan kimia sintetik seperti mineral oil dianggap berbahaya atau beracun. Baby Oil Baik atau Buruk untuk Wajah?

Namun, sebuah studi yang dipublikasikan pada tahun 2012 menyatakan bahwa baby oil terbukti efektif untuk melembabkan kulit serta mengatasi kulit kering dan pecah-pecah, dan tidak menimbulkan komedo.

Mitos Mengenai Baby Oil

Banyak mitos yang mengatakan bahwa baby oil itu berbahaya jika digunakan untuk wajah. Benarkah hanya mitos? Simak mitos dan fakta berdasarkan sains dan penelitian berikut.

Mitos 1: Baby Oil Dapat Menyebabkan Komedo

Banyak yang ragu-ragu menggunakan baby oil untuk kulit wajah karena takut akan menyumbat pori-pori dan menyebabkan komedo.

Faktanya, sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal of Cosmetic Dermatology pada tahun 2005 menemukan bahwa mineral oil yang merupakan kandungan utama dari baby oil tidak memiliki aktivitas komedogenik pada kulit manusia. Pada penelitian ini digunakan mineral oil pada konsentrasi 100% dan 30%, dan keduanya tidak memiliki aktivitas komedogenik, sehingga dapat disimpulkan bahwa baby oil tidak menyebabkan komedo.

Hal ini disebabkan ukuran partikel mineral oil dalam baby oil jauh lebih besar daripada ukuran pori kulit, sehingga baby oil tidak dapat masuk ke dalam pori dan menyumbat pori.

Tingkat komedogenik pada kosmetik dinyatakan dalam angka 0 – 5 (semakin tinggi angkanya maka semakin tinggi kemungkinan untuk menyumbat pori). Mineral oil memiliki aktivitas komedogenik 0. Dibandingkan dengan produk minyak pelembab lainnya seperti minyak kelapa murni, memiliki angka komedogenik 4. Tentunya hal ini menunjukkan bahwa minyak alami seperti minyak kelapa justru lebih berpotensi untuk menyumbat pori dan menimbulkan komedo jika dibandingkan dengan baby oil. Baby Oil Baik atau Buruk untuk Wajah?

Mitos 2: Baby Oil Hanya Menempel Saja di Kulit, Tidak Bisa Melembabkan

Banyak yang beranggapan bahwa baby oil tidak efektif untuk membuat kulit menjadi lembab, dan hanya dapat menempel di permukaan kulit saja, sehingga tidak mempengaruhi kelembaban kulit.

Faktanya, berbagai penelitian telah membuktikan bahwa mineral oil dalam baby oil dapat berfungsi sebagai pelembab oklusif, yaitu tipe pelembab yang menciptakan barrier pada permukaan kulit sehingga dapat mengurangi transepidermal water loss atau kehilangan kandungan air pada sel kulit karena penguapan. Hasilnya, karena kadar air dalam kulit terjaga, kulit menjadi semakin lembab dan terhidrasi dengan baik.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2016 telah membuktikan efektivitas mineral oil dalam melembabkan kulit. Setelah penggunaan mineral oil selama 3 minggu, tingkat hidrasi kulit semakin meningkat hingga 73,86%.

Mitos 3: Baby Oil Berasal dari Petroleum, Jadi Bisa Berbahaya Bagi Kulit

Minyak mineral dalam baby oil memang terbuat dari bahan awal petroleum atau minyak bumi. Yap, bahan yang sama yang menghasilkan bahan bakar minyak. Lalu apakah hal ini membuat baby oil berbahaya bagi kulit?

Petroleum atau minyak bumi memiliki berbagai kandungan di dalamnya, diantaranya adalah paraffin (30%), naphthene (30-60%), senyawa aromatik (3-30%), dan asphaltic (6%).

Untuk memisahkan berbagai bahan kandungannya ini, petroleum mengalami berbagai tahapan destilasi dan purifikasi. Jadi, mineral oil yang ada dalam baby oil sudah dalam bentuk murni, dan bebas dari bahan-bahan lain yang terkandung dalam petroleum.

Jika masih ragu-ragu, faktanya sebuah eksperimen yang dilakukan oleh badan kanker internasional, International Agency of Research on Cancer (IARC) yang merupakan bagian dari WHO, menunjukkan bahwa mineral oil yang digunakan untuk kosmetika terbukti tidak bersifat karsinogen atau menyebabkan kanker.

Mitos 4: Menggunakan Baby Oil Dapat Menyebabkan Kulit Kering dan Penuaan Dini

Hal ini tentu saja tidak benar. Faktanya, berbagai penelitian telah membuktikan bahwa baby oil dapat digunakan untuk memperbaiki kondisi kulit yang kering.

Mineral oil dalam baby oil terbukti efektif untuk melembabkan kulit secara oklusif dengan cara membentuk barrier pada permukaan kulit. Dengan begitu, baby oil akan mencegah penguapan air dari kulit sehingga kulit tetap lembab terhidrasi secara alami. 

Selain itu, baby oil juga terbukti memiliki fungsi emolien pada kulit, yaitu dapat melembutkan kulit. Jadi, mitos bahwa baby oil menyebabkan kulit kering dan penuaan dini tentu saja tidak benar.

Mitos 5: Baby Oil Dapat Mengganggu Penyerapan Serum pada Kulit Wajah

Wajar jika khawatir menggunakan baby oil akan mengganggu penyerapan zat aktif atau vitamin seperti retinol atau vitamin C pada kulit wajah.

Baby oil memang akan membentuk barrier yang melindungi kulit dari kekeringan dengan mencegah hilangnya air dari sel kulit. Namun barrier yang terbentuk bersifat hidrofobik. Kandungan air dalam sel memang tidak dapat keluar, namun vitamin dan zat aktif dari luar masih dapat terserap kulit. Memakai baby oil tidak akan mempengaruhi penyerapan zat aktif atau vitamin oleh kulit.

Mitos 6: Memakai Baby Oil dapat Mengganggu Penyerapan Kolagen

Mitos ini tentu saja tidak benar. Kolagen memiliki ukuran molekul yang sangat besar, jauh lebih besar dari ukuran pori kulit. Jadi, kolagen dalam serum atau skincare lainnya tidak diserap oleh kulit.

Kolagen pada serum atau skincare bekerja pada permukaan kulit dan membuat permukaan kulit lebih halus dan lembut.

Jadi, memakai baby oil tidak akan mempengaruhi efektivitas serum atau skincare yang mengandung kolagen.

Jadi, Memakai Baby Oil Untuk Wajah Itu Baik Atau Tidak?

Baby oil tidak berbahaya bagi kulit wajah, tidak mengiritasi, dan tidak menyebabkan komedo. Fungsi utamanya untuk wajah adalah untuk menghidrasi dan melembabkan kulit. 

Jadi, jika Anda menginginkan produk yang terjangkau dan mudah didapatkan, dapat melembabkan kulit dan aman untuk kulit sensitif, baby oil bisa menjadi pilihan yang baik untuk kulit Anda.

Tetapi, fungsi baby oil memang sebatas untuk melembabkan saja. Jika kita bandingkan dengan minyak lain seperti rosehip oil, rice bran oil, atau argan oil, selain dapat melembabkan kulit, minyak-minyak tersebut juga memiliki kandungan zat aktif lain seperti zat antioksidan yang dapat berfungsi sebagai anti-aging atau juga dapat mencerahkan kulit. Baby Oil Baik atau Buruk untuk Wajah?

Jadi, jika Anda menginginkan minyak yang multifungsi, baby oil tidak dapat memenuhi keinginan Anda.

Jika menggunakan baby oil sebagai moisturizer, Anda juga harus memakai serum atau bahan aktif lain untuk merawat kulit Anda.

Apakah Baby Oil Aman Bagi Kulit Wajah?

Ya, memakai baby oil telah terbukti aman bagi kulit wajah. Baby oil tidak berbahaya bagi kulit, dan tidak menyumbat pori kulit.

Bahkan, baby oil baik untuk digunakan pada kulit yang sensitif karena tidak menyebabkan iritasi pada kulit. 

Baby oil juga baik digunakan untuk kulit yang sangat kering, untuk membantu melembabkan dan melembutkan kulit.

Manfaat Baby Oil Lainnya Untuk Kecantikan

Selain untuk melembabkan, menghidrasi, dan mengatasi kulit kering dengan aman, baby oil juga dapat digunakan untuk:

  1. Membersihkan make up

Jika Anda memakai make up yang long lasting atau waterproof dan sulit dibersihkan hanya dengan menggunakan sabun muka, Anda dapat memakai baby oil dulu untuk menghapusnya.

Lipstik long lasting, eye liner, atau mascara, hapus saja dengan baby oil. Oleskan baby oil pada wajah sambil dipijat, lalu bersihkan dengan kapas atau waslap. Lalu, cucilah wajah dengan sabun muka. 

Baby oil juga dapat digunakan untuk mengoreksi make up. Teteskan baby oil pada cotton bud dan gunakan pada make up yang ingin dikoreksi.

  1. Mengatasi tumit pecah-pecah

Baby oil sangat baik untuk mengatasi kulit kering, termasuk kulit tumit kaki yang kadang dapat menjadi sangat kering hingga pecah-pecah. Gunakan baby oil pada tumit kaki setiap hari. Pakailah kaos kaki saat menggunakan baby oil untuk mencegah noda minyak pada lantai dan mencegah terpeleset.

  1. Perawatan kutikula kuku

Kutikula kuku yang kering dapat menjadi sangat mengganggu. Anda dapat merawat kutikula kuku dengan mudah menggunakan baby oil. Teteskan baby oil pada kapas dan usapkan pada kuku dan kutikula kuku sambil dipijat ringan.

Selain masalah kutikula teratasi, kuku Anda juga menjadi terlihat berkilau.

  1. Pengganti shaving cream

Memakai shaving cream kadang terasa tidak nyaman. Namun kita perlu bahan lain untuk mencegah iritasi kulit saat shaving. Anda dapat menggunakan baby oil saat shaving. Baby oil akan membuat kulit lebih lembab dan licin saat bercukur, dan juga mengurangi iritasi.

Anda juga dapat memakai baby oil setelah proses waxing, untuk membersihkan sisa wax pada kulit dan meredakan iritasi yang ditimbulkan proses waxing.

  1. Membantu mengurangi stretch mark

Bagi wanita hamil, mengoleskan baby oil pada trimester pertama dapat mengurangi resiko stretch mark. Hal ini dikonfirmasi oleh ahli kulit dari New York, Dr. Y. Claire Chang, yang menyatakan bahwa baby oil dapat berfungsi sebagai emolien yang dapat mencegah terjadinya stretch mark, meskipun data yang menunjukkan efektivitasnya dalam hal ini masih terbatas.

  1. Mengatasi masalah rambut

Baby oil juga dapat dipakai sebagai hair mask untuk mengatasi masalah rambut kering atau berketombe.

Oleskan baby oil pada rambut dan kulit kepala, lalu diamkan selama 1 jam. Sisirlah rambut, lalu bilas dengan shampo.

Memakai baby oil untuk masker rambut juga dapat membuat rambut lebih lembab dan bercahaya. Rambut yang lembab juga dapat mencegah timbulnya rambut bercabang.

Menggunakan baby oil pada rambut juga dapat membantu menguatkan rambut. Dengan memakai baby oil sebelum mencuci rambut, rambut akan lebih sedikit menyerap air sehingga tidak mudah rontok.

  1. Mengatasi gangguan kulit lainnya

Baby oil juga dapat digunakan untuk mengatasi gangguan kulit lain seperti psoriasis dan eksim. Baby oil akan menenangkan kulit yang meradang dan mengatasi kekeringan kulit yang ditimbulkan.

Apakah Baby Oil Memiliki Efek Samping Jika Digunakan untuk Wajah?

Baby oil bersifat sangat lembut, tidak mengiritasi, dan tidak menyumbat pori. Namun bukan berarti baby oil tidak memiliki efek samping sama sekali.

Penggunaan baby oil harus hati-hati pada kulit yang mudah berjerawat. Karena meskipun baby oil tidak menyumbat pori, produk ini bersifat sangat oklusif atau menutup permukaan kulit, sehingga dapat memicu timbulnya jerawat bagi kulit yang mudah berjerawat.

Jika Anda tetap ingin mencoba baby oil, lakukan patch test terlebih dahulu. Gunakan baby oil selama beberapa hari pada sedikit bagian wajah saja, dan amati efek yang ditimbulkan.

Jika terjadi efek yang tidak diinginkan, segera hentikan pemakaian.

Kesimpulan

Baby oil telah terbukti aman digunakan untuk kulit wajah. Baby oil dapat berfungsi sebagai moisturizer oklusif yang akan membentuk barrier atau pelindung pada permukaan kulit, sehingga dapat mempertahankan kelembaban alami kulit. Baby oil juga memiliki sifat emolien yang dapat melembutkan kulit.

Baby oil juga terbukti tidak menyumbat pori sehingga tidak menyebabkan timbulnya komedo. Baby oil aman digunakan untuk kulit yang sensitif karena tidak menyebabkan iritasi. Namun, baby oil tidak disarankan untuk digunakan pada kulit yang mudah berjerawat, karena sifat oklusifnya dapat memicu timbulnya jerawat.

Referensi

  1. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/j.1468-2494.2012.00752.x
  2. https://www.researchgate.net/publication/6665104_Is_mineral_oil_comedogenic
  3. https://pdfs.semanticscholar.org/b719/8fc1f2e590f8b84529b710e08084f65daeff.pdf
  4. http://www.inchem.org/documents/iarc/vol33/mineraloils.html

About the author

Tuty Alawiyah (BS Chemistry)

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.