Apakah Hiperpigmentasi Itu? Inilah Penyebab dan Cara Mengatasi Hiperpigmentasi

A

Pernahkah Anda mengalami masalah kulit berupa timbulnya noda-noda hitam yang sulit hilang? Noda hitam pada kulit baik berupa bekas jerawat, bekas luka, atau noda yang timbul karena paparan sinar matahari disebut sebagai hiperpigmentasi.

Hampir semua wanita wanita dari usia remaja hingga dewasa pernah mengalami masalah kulit yang satu ini. Tentunya saat mengalami hiperpigmentasi, kita akan melakukan segala cara agar noda hitam ini cepat hilang. Namun, perawatan yang kurang tepat kadang justru membuat noda hitam semakin parah. Sebelum mencoba-coba perawatan terbaik untuk hiperpigmentasi, mari kita ketahui lebih dalam tentang hiperpigmentasi pada kulit dan simak cara terbaik untuk mengatasinya.

Selain metode perawatan yang telah teruji beserta efek sampingnya, kami juga akan membahas bahan-bahan botani dan bahan alami yang terkenal sebagai pilihan produk alternatif untuk mengatasi hiperpigmentasi beserta metode dan teknologi terbarunya.

Apa Itu Hiperpigmentasi?

Hiperpigmentasi adalah istilah medis untuk noda hitam pada kulit yang timbul karena produksi melanin atau pigmen kulit yang berlebih. Hal ini dapat disebabkan oleh jerawat yang telah sembuh, bekas luka, sinar matahari, atau dapat juga karena hormonal. 

Hiperpigmentasi adalah kondisi umum yang dapat dialami siapa saja. Apapun jenis kulit Anda, Anda dapat mengalami hiperpigmentasi karena berbagai sebab. Hiperpigmentasi umumnya tidak berbahaya, namun cukup mengganggu penampilan, khususnya jika hiperpigmentasi timbul pada area wajah. 

Jenis-jenis Hiperpigmentasi

Ada berbagai tipe hiperpigmentasi, diantaranya:

  • Hiperpigmentasi post-inflamasi: hiperpigmentasi ini berupa noda hitam pada kulit yang timbul setelah kulit mengalami jerawat atau luka. Ini adalah hiperpigmentasi yang paling umum dan dapat dialami oleh segala usia.
  • Melasma: melasma berupa noda hitam yang timbul melebar pada kulit yang biasanya timbul karena penyebab hormonal. Melasma umumnya timbul pada area wajah terutama dahi.  Melasma biasanya dialami oleh wanita hamil atau wanita yang mengkonsumsi pil KB.
  • Noda hitam karena tanda penuaan (age spots): age spots adalah bagian kulit yang menggelap menjadi kecoklatan atau menghitam karena proses penuaan atau karena kulit terlalu lama berada di bawah sinar matahari. Hiperpigmentasi ini biasanya timbul pada area wajah, tangan, atau bagian tubuh lain yang terpapar sinar matahari.

Penyebab Hiperpigmentasi

Hiperpigmentasi dapat disebabkan oleh berbagai hal tergantung dari jenisnya. Penyebab hiperpigmentasi diantaranya adalah:

  • Sinar matahari

Saat berada di bawah sinar matahari dalam waktu yang cukup lama, kulit Anda akan memproduksi melanin yang berlebih untuk melindungi kulit dari sinar matahari. Produksi melanin ini akan menyebabkan timbulnya noda atau bercak hitam pada kulit.

  • Jerawat atau luka

Jerawat, luka, atau eksim pada kulit akan meninggalkan bekas noda hitam setelah sembuh, yang kadang sulit dihilangkan. Umumnya, orang yang berkulit gelap lebih rentan mengalami hiperpigmentasi karena jerawat atau luka ini.

  • Perubahan hormon

Kondisi hormon tubuh yang berubah karena kehamilan atau karena mengkonsumsi pil KB, dapat menyebabkan timbulnya melasma, atau bercak hitam pada kulit yang melebar dan rata dengan permukaan kulit.

  • Efek samping obat

Sebuah studi menunjukkan bahwa obat malaria dapat memiliki efek menyebabkan hiperpigmentasi pada kulit . Obat lain yang memiliki efek samping hiperpigmentasi adalah antidepresan trisiklik. 

Beberapa bahan kimia yang terkandung pada krim atau obat oles juga dapat memiliki efek samping hiperpigmentasi.

  • Karena penyakit

Penyakit yang dapat menyebabkan hiperpigmentasi diantaranya adalah penyakit Addison, yaitu penyakit langka berupa kellainan pada kelenjar endokrin dan hemochromatosis, yaitu penyakit dimana kadar zat besi dalam tubuh terlalu tinggi.

Metode untuk Mengatasi Hiperpigmentasi Dengan Harga

Superficial peeling dengan asam dan bahan aktif pencerah kulit seperti retinol, niacinamide, kojic acid, dan lainnya telah terbukti secara klinis sebagai terapi utama untuk mengatasi hiperpigmentasi. Sedangkan laser dan chemical peeling (yang dilakukan di klinik) merupakan terapi sekunder untuk mengatasi hiperpigmentasi yang dalam dan membandel.

Metode untuk Mengatasi Hiperpigmentasi Dengan Harga

Penting bagi Anda untuk mengetahui metode yang mana yang tepat untuk Anda. Kami juga telah melakukan riset pada bahan aktif dan metode terbaru yang layak untuk dipertimbangkan. Meskipun studi tentang metode terbaru ini belum terlalu banyak, namun metode baru ini patut untuk dipertimbangkan dan dicoba.

Berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi hiperpigmentasi:

Bahan aktif pencerah kulit

Memakai krim pemutih dapat membantu menipiskan noda hitam. Krim pemutih yang kuat dan aman biasanya diperoleh dari resep dan rekomendasi dokter kulit. Krim pemutih umumnya dipakai dua kali sehari pada bagian kulit yang menghitam.

Bahan aktif yang terkandung dalam krim pemutih diantaranya:

  • Hidrokinon

Hidrokinon adalah salah satu bahan aktif terbaik untuk mengatasi hiperpigmentasi yang biasanya lebih efektif dipakai dalam bentuk serum. Penggunaan 2% hidrokinon untuk hiperpigmentasi dengan resep dan pengawasan dokter cukup aman tanpa efek samping meskipun digunakan dalam jangka waktu yang lama. Namun hati-hati, penggunaan hidrokinon tanpa pengawasan dokter dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan pada kulit Anda . Saat Anda berkonsultasi dengan dokter, mintalah hidrokinon dalam serum berbahan dasar air karena akan lebih mudah diserap oleh kulit dan memberikan efek yang lebih optimal.

Pemakaian hidrokinon umumnya tidak dianjurkan untuk jangka waktu yang lama di atas 5 bulan, meskipun tidak ada bukti nyata bahwa bahan ini bersifat karsinogen.

  • Ekstrak liquorice

Ekstrak liquorice adalah bahan alami yang dapat mengurangi noda hitam pada kulit dengan cara menghambat kerja enzim yang menyebabkan penggelapan kulit. Ekstrak liquorice umumnya cukup aman digunakan dan tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Produk yang mengandung ekstrak liquorice umumnya dapat dibeli dengan mudah tanpa resep dokter. Kadar liquorice yang efektif untuk mengatasi hiperpigmentasi adalah 10% ke atas.

  • Glucosamine

Glucosamine telah teruji dapat menghambat produksi melanin . Studi membuktikan bahwa 2% glucosamine topikal dapat mengurangi hiperpigmentasi pada wajah. Biasanya glucosamine dikombinasikan dengan zat lain seperti niacinamide.

  • Niacinamide (vitamin B3)

Niacinamide atau vitamin B3 telah terbukti efektif untuk mencerahkan kulit dengan menghambat pembentukan melanin.  Zat ini telah teruji secara klinis dapat mengurangi hiperpigmentasi dan mencerahkan warna kulit dalam 4 minggu . Niacinamide pada kadar 10% efektif untuk mengatasi hiperpigmentasi. Efek niacinamide menjadi lebih baik jika dikombinasikan dengan zinc pada konsentrasi 0,5 – 1%.

  • Kojic Acid

Kojic acid dapat menekan pembentukan melanin dengan cara menghambat kerja enzim tirosin. Kojic acid dapat terkandung dalam serum dengan kadar 1% untuk mencerahkan warna kulit.

2. Superficial peeling atau asam langsung

Superficial peeling adalah peeling yang lebih lembut yang dapat dilakukan sendiri di rumah dengan memakai asam langsung seperti glycolic acid 10% atau peeling solutions yang mengandung AHA 30% dan BHA 2%. Senyawa asam ini dapat menipiskan noda hitam pada kulit dengan cara mengeksfoliasi atau mengelupas lapisan luar kulit. Proses pengelupasan ini akan menghilangkan sel kulit mati dan menggantinya dengan sel kulit yang baru. Hasilnya, kulit menjadi semakin cerah dan halus.

Umumnya produk perawatan dengan zat asam dapat Anda peroleh dengan mudah tanpa resep dokter. Zat asam yang sering terkandung dalam produk perawatan kulit untuk menipiskan noda hitam diantaranya:

  • Alpha Hydroxy Acid (AHA), yang termasuk dalam golongan AHA diantaranya adalah glycolic acid, malic acid, citric acid, lactic acid, dan lain-lain. AHA efektif untuk superficial peeling pada konsentrasi 10%.
  • Azelaic acid, yang juga efektif untuk mengobati jerawat yang masih meradang. Azelaic acid pada kadar 10% efektif digunakan untuk superficial peeling.
  • Salicylic acid (BHA), yang efektif untuk superficial peeling pada kadar 2%.
  • Vitamin C pada konsentrasi 15 -20%, yang juga dapat mencerahkan warna kulit dan menghaluskan.
Waspada matahari:
Gunakan selalu tabir surya dengan minimal SPF 30 saat menggunakan asam wajah atau mengaktifkan pencerah kulit

3. Chemical peeling

Chemical peeling adalah proses pengelupasan lapisan epidermis kulit dengan menggunakan zat asam pada konsentrasi tinggi. Meskipun kini produk chemical peel bisa Anda dapatkan dengan mudah tanpa resep dokter, sebaiknya proses chemical peeling dilakukan oleh dokter atau ahli kulit. 

Proses chemical peeling lebih kuat daripada penggunaan krim pemutih dan hasilnya pun lebih cepat terlihat. Namun karena menggunakan asam berkadar tinggi, melakukan chemical peeling tanpa bantuan profesional dapat menyebabkan efek samping yaitu kulit menjadi kemerahan, iritasi, atau bahkan terluka. 

Chemical peeling kurang cocok bagi Anda yang sering beraktivitas di luar ruangan. Kulit yang dirawat dengan chemical peeling akan lebih sensitif terhadap sinar matahari. Jadi, jika terpapar sinar matahari terlalu lama tanpa sunscreen yang kuat, hiperpigmentasi dapat menjadi semakin parah. 

Chemical peeling sangat efektif untuk melasma, age spots, dan noda hitam karena sinar matahari.

Biaya untuk melakukan chemical peeling di klinik kecantikan cukup terjangkau yaitu sekitar Rp. 200 hingga Rp. 500 ribu.

4. Laser

Salah satu cara untuk mengatasi hiperpigmentasi adalah dengan perawatan laser peeling. Perawatan laser dilakukan di klinik oleh dokter dengan menggunakan mesin khusus.

Sinar laser memiliki panjang gelombang tertentu sesuai dengan efek yang ditargetkan. Perawatan laser bekerja dengan cara menghilangkan lapisan terluar kulit, agar terbentuk lapisan kulit baru yang lebih cerah dan lebih halus. Perawatan laser termasuk perawatan yang bersifat keras untuk kulit, sehingga dapat menyebabkan efek samping seperti kulit yang teriritasi jika tidak dilakukan sesuai prosedur.

Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk melakukan perawatan laser untuk mengatasi masalah kulit Anda.

Harga perawatan laser cukup mahal dan tergantung dari mesin laser yang digunakan, umumnya berkisar antara Rp. 500 ribu hingga di atas 1 juta rupiah untuk satu kali perawatan.

5. IPL (Intense Pulsed Light)

Apakah IPL sama dengan perawatan laser? Kedua jenis perawatan kulit ini sama-sama menggunakan energi cahaya, namun sebenarnya berbeda. Pertama, biaya perawatan IPL di klinik umumnya lebih terjangkau daripada perawatan laser. Harga perawatan IPL berkisar antara Rp. 250 hingga Rp. 800 ribu. Lalu, jika perawatan laser menggunakan panjang gelombang tertentu atau sinar monokromatik, maka IPL menggunakan cahaya polikromatik atau memiliki banyak panjang gelombang. Jika perawatan laser bekerja dengan menipiskan lapisan epidermis kulit, maka IPL bekerja dengan menembus lapisan dermis yang lebih dalam dan menargetkan pada melanin tanpa merusak lapisan kulit terluar. IPL juga dapat menstimulasi pembentukan kolagen, sehingga selain untuk mengatasi hiperpigmentasi perawatan ini juga dapat mengatasi kerutan dan garis halus. Perawatan IPL dapat bekerja dengan lebih efektif untuk mengatasi hiperpigmentasi yang rata dengan permukaan kulit, misalnya untuk melasma.

6. Mikrodermabrasi

Mikrodermabrasi dapat dilakukan untuk mengatasi hiperpigmentasi dengan cara pengelupasan lapisan kulit terluar secara fisik. Metode mikrodermabrasi dilakukan oleh dokter atau ahli kulit dengan menggunakan alat khusus untuk mengelupas lapisan terluar kulit yang akan mengangkat sel kulit mati sehingga dapat menipiskan noda hitam dan mempercepat pembentukan sel kulit baru.

Karena hanya menargetkan lapisan luar kulit, mikrodermabrasi lebih efektif untuk hiperpigmentasi karena bekas luka atau jerawat. Namun jika Anda melakukan prosedur perawatan ini, pastikan jerawat sudah sembuh, karena jika dilakukan mikrodermabrasi pada jerawat yang masih meradang, jerawat akan semakin parah dan lama sembuhnya.

Prosedur mikrodermabrasi lebih ringan daripada laser dan tidak memerlukan anestesi. Untuk mengatasi hiperpigmentasi, mikrodermabrasi umumnya dikombinasikan dengan perawatan lainnya. Sebuah studi menunjukkan bahwa mikrodermabrasi yang dikombinasikan dengan laser dapat lebih efektif mengatasi melasma (7). Mikrodermabrasi juga dapat dikombinasikan dengan penggunaan vitamin C atau produk yang mengandung asam pada kulit.

7. Penelitian terbaru

Meskipun bukti risetnya masih sedikit, beberapa bahan alami telah terbukti efektif mengatasi hiperpigmentasi, diantaranya kedelai, lignin peroxidase, ascorbic acid iontophoresis, arbutin, dan mulberry. Arbutin adalah salah satu yang paling populer.

Arbutin merupakan molekul yang diekstraksi dari tanaman bearberry dan dapat mencegah pembentukan melanin, sehingga dapat mencegah hiperpigmentasi. Efeknya hampir sama dengan kojic acid, namun dengan efek iritasi yang lebih ringan. Arbutin termasuk bahan aktif yang baru dan tidak sepopuler kojic acid, namun banyak produk perawatan yang memakai bahan ini untuk mencerahkan kulit. Layak untuk dicari.

Perawatan Hiperpigmentasi Mana yang Paling Tepat Untuk Kulit Anda?

Dari berbagai cara mengatasi hiperpigmentasi di atas, tentunya Anda harus memilih mana yang paling tepat untuk mengatasi masalah kulit Anda. Kondisi kulit yang berbeda akan memerlukan perawatan yang berbeda pula untuk hasil yang terbaik. Namun perlu diingat juga menipiskan noda hitam adalah proses yang perlu waktu yang lama.

Memilih cara yang tepat untuk merawat hiperpigmentasi dilihat dari warna kulit. Umumnya, warna kulit yang terang dapat merespon semua cara perawatan di atas dengan baik. Sebaliknya, warna kulit gelap akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengatasi hiperpigmentasi.

Untuk Anda yang berkulit sawo matang atau jika kulit Anda dapat mudah menjadi gelap sebaiknya hindari perawatan laser dan IPL.

Untuk yang berkulit kuning langsat, metode chemical peeling atau mikrodermabrasi akan memiliki efek yang bagus untuk kulit Anda.

Untuk Anda yang berkulit sawo matang, pilihan terbaik adalah menggunakan krim pemutih atau produk yang mengandung glycolic atau kojic acid. Jika Anda ingin melakukan prosedur perawatan, Anda dapat melakukan mikrodermabrasi atau chemical peeling dengan kadar lebih rendah. Jika Anda ingin melakukan laser, pastikan untuk melakukannya pada intensitas yang rendah.

Cara Mencegah Hiperpigmentasi

Hiperpigmentasi dapat diatasi dengan banyak cara seperti yang telah disebutkan di atas. Namun mencegah timbulnya hiperpigmentasi dan mencegah hiperpigmentasi menjadi semakin parah juga tak kalah pentingnya. Cara untuk mencegah dan merawat hiperpigmentasi adalah:

  • Lindungi kulit dari sinar matahari: gunakan selalu tabir surya dengan minimal SPF 30 setiap Anda keluar rumah untuk menghentikan proses penggelapan kulit pada hiperpigmentasi dan agar noda pada kulit tidak menjadi semakin menghitam.
  • Jangan mengelupas bekas luka: bagi Anda yang mengalami hiperpigmentasi karena jerawat atau luka, rasanya gatal ingin mengelupas bekas luka yang telah mengering. Mengelupas luka yang telah kering dapat menyebabkan hiperpigmentasi yang semakin susah hilang.
  • Eksfoliasi kulit setiap hari: memakai eksfolian untuk kulit setiap hari penting untuk mencegah timbulnya noda hitam, khususnya untuk hiperpigmentasi yang disebabkan oleh jerawat atau penuaan.
  • Memakai serum anti-pigmentasi: pakailah serum yang mengandung kojic acid atau vitamin C setiap hari, yang selain untuk anti aging, juga dapat mencegah hiperpigmentasi dengan menekan produksi melanin.

Kesimpulan

Hiperpigmentasi merupakan noda hitam pada kulit yang dapat diatasi dengan perawatan yang tepat. Noda hitam ini dapat disebabkan oleh bekas jerawat atau luka, hormonal, atau proses penuaan.

Perawatan untuk hiperpigmentasi meliputi pemakaian krim pemutih dan produk perawatan kulit yang mengandung asam, serta prosedur perawatan kulit yang dilakukan oleh dokter yaitu chemical peeling, laser, IPL, dan mikrodermabrasi.

Cara perawatan yang tepat untuk hiperpigmentasi tergantung dari warna kulit Anda, dan selalu konsultasikan ke dokter kulit terlebih dahulu sebelum melakukan prosedur perawatan kulit untuk mengatasi hiperpigmentasi. Hiperpigmentasi dapat menjadi semakin parah jika proses penggelapan kulit tidak dicegah. Karena itu selalu gunakan sunscreen dengan SPF 30 ke atas untuk mencegah penggelapan kulit.

Rerefensi

  1. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20950247/
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3636818/
  3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4142815/
  4. https://www.google.com/url?q=https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18027166/&sa=D&ust=1596592638644000&usg=AFQjCNEd4DyxLxcmnDpXntlHAvq7gJmpfA
  5. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17348991/
  6. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12100180/
  7. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22334295/

About the author

Tuty Alawiyah (BS Chemistry)

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.