Apakah Krim Pemutih Aman? Perbedaan Pemutih dan Pencerah Kulit

A

Ingin kulit lebih putih tetapi takut efeknya buruk bagi kesehatan kulit? Aman nggak sih krim pemutih kulit itu? Mari kita simak fakta tentang pemutih kulit! Hampir semua wanita di Asia menginginkan warna kulit yang lebih putih dan cerah. Karena itu memakai krim pemutih atau whitening cream sudah menjadi hal yang sangat umum. Namun, tak jarang efek yang dihasilkan tidak seperti yang diharapkan.

Ada juga yang mengatakan bahwa memakai krim pemutih itu berbahaya bagi kulit. Apakah benar bahwa semua produk pemutih itu berbahaya? Bahan pemutih apa saja yang aman bagi kulit dan bagaimana caranya memutihkan kulit dengan aman dan efektif? Simak berbagai fakta tentang pemutih kulit berikut ini, dan juga ketahui perbedaan antara bahan aktif pemutih dan pencerah kulit ini.

Apa Itu Krim Pemutih?

Krim pemutih kulit dapat diartikan sebagai krim yang memiliki bahan aktif yang dapat memutihkan warna kulit dengan cara menurunkan kadar melanin dalam kulit. Produk pemutih kulit telah banyak digunakan di seluruh dunia, dan Asia merupakan pasar terbesar untuk pemutih kulit.  Bahan pemutih kulit ditemukan pada tahun 1960-an secara tidak sengaja. Pada masa itu ditemukan bahwa hidrokuinon memiliki efek memutihkan kulit pada pekerja pabrik karet yang berkulit hitam di Amerika yang terpapar hidroquinon untuk kepentingan produksi pabrik tersebut.

Penggunaan krim pemutih kulit kemudian semakin booming sejak tahun 1980-an. Sejak itu (hingga saat ini), kulit yang putih diidentikkan sebagai kulit yang sehat, muda, dan cantik.  Umumnya wanita di Asia (termasuk kita juga) menginginkan warna kulit yang lebih putih dibandingkan kulit bawaan lahir kita. Karena itu, krim pemutih merupakan salah satu produk perawatan kulit yang paling best-selling di Asia.

Selain digunakan oleh wanita yang ingin kulitnya lebih putih, krim pemutih juga banyak digunakan untuk mengatasi hiperpigmentasi atau bintik hitam pada kulit yang salah satunya disebabkan oleh paparan sinar UV, sehingga warna kulit lebih merata. Krim pemutih juga digunakan untuk memudarkan bekas jerawat atau bekas luka pada kulit.

Krim pemutih juga disebutkan dapat mengatasi melasma atau noda hitam pada kulit yang disebabkan oleh perubahan hormon.  Krim pemutih dapat memutihkan warna kulit yang gelap hingga hingga sama putihnya dengan lengan atas bagian dalam kita. Jika Anda ingin mengetahui warna putih alami kulit Anda, lihatlah kulit lengan bagian dalam Anda.

Penggunaan krim pemutih telah menjadi sebuah kontroversi, terutama karena bahan aktif pemutih kulit umumnya adalah zat kimia yang dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya. Agar lebih aman, penggunaan krim pemutih sebaiknya harus dengan rekomendasi dan pengawasan dokter.

Cara Kerja Krim Pemutih

Bahan aktif pada krim pemutih kulit umumnya bekerja dengan cara menghambat pembentukan melanin atau pigmen hitam pada kulit. Untuk mengetahui cara krim pemutih bekerja, mari kita ketahui dulu bagaimana melanin dapat terbentuk pada kulit. Warna kulit yang tampak gelap atau menghitam disebabkan karena kadar melanin yang tinggi pada area kulit tersebut.

Proses pembentukan melanin atau disebut juga dengan melanogenesis, terjadi pada lapisan basal epidermis kulit. Pada lapisan ini, terdapat sel yang disebut sebagai melanosit yang di dalamnya terdapat melanosome, yaitu sel yang mengandung melanin. Produksi melanin di dalam melanosit dipengaruhi oleh enzim tirosinase. Semakin tinggi aktivitas enzim tirosinase, maka melanin yang terbentuk akan semakin banyak. Saat pembentukan melanin pada kulit sangat tinggi, terjadilah hiperpigmentasi pada kulit.

Bahan aktif pemutih kulit bekerja dengan menghambat aktivitas enzim tirosinase. Tanpa enzim tirosinase, melanin tidak akan dapat terbentuk. Karena itu kulit akan semakin berwarna terang dengan berkurangnya produksi pigmen kulit. 

Dengan cara ini, krim pemutih kulit dapat mengatasi noda hitam atau warna kulit yang tidak merata. Krim pemutih kulit dapat bekerja secara lokal pada bagian tertentu pada kulit untuk mengatasi noda hitam atau bekas jerawat. Mekanisme kerja krim pemutih bersifat lokal hanya pada area kulit yang dioleskan.

Bagi wanita yang sudah memiliki kulit yang terang, pemakaian krim pemutih kulit dapat mencegah terjadinya hiperpigmentasi atau kulit menjadi gelap karena sinar UV. Pemakaian krim pemutih yang mengandung bahan aktif tertentu seperti hidrokuinon sebaiknya tidak dilakukan dalam jangka panjang.

Pemutih Kulit Vs Pencerah Kulit: Apa Bedanya?

Setelah menyimak tentang krim pemutih kulit atau juga disebut sebagai whitening cream atau lightening cream, lalu apa bedanya dengan pencerah kulit? Banyak produk perawatan kulit yang mengklaim sebagai pemutih kulit, namun ada juga produk perawatan yang merupakan pencerah kulit atau brightening cream atau skin brightener. Apakah bahan pencerah kulit sama saja dengan pemutih kulit? Ternyata kedua istilah ini memiliki beberapa perbedaan.

Pertama, dilihat dari fungsinya, bahan aktif pemutih kulit bekerja secara spesifik untuk mengatasi warna kulit yang tidak merata atau bagian kulit yang menghitam karena bekas jerawat, bekas luka, atau sebab lainnya. Sedangkan bahan aktif pencerah kulit memiliki fungsi untuk membuat kulit terlihat lebih cerah dan bercahaya secara keseluruhan, jadi tidak terbatas pada warna kulit yang lebih terang.

Kedua, dari cara kerjanya, bahan pemutih kulit bekerja dengan mengurangi produksi melanin sehingga warna kulit menjadi lebih terang. Sedangkan bahan pencerah kulit umumnya bekerja dengan menghilangkan sel kulit mati yang menyebabkan kulit tampak lebih kusam. Dengan terangkatnya sel kulit mati, maka kulit akan tampak lebih cerah dan glowing. Bahan pencerah kulit juga dapat mengembalikan cahaya alami kulit. Kulit yang cerah juga artinya terlihat lebih segar dan lebih muda. Karena itu, bahan pencerah kulit banyak digunakan juga untuk produk perawatan anti aging.

Perbedaan berikutnya adalah pada keamanan penggunaannya. Bahan pemutih kulit umumnya tidak dianjurkan untuk digunakan dalam jangka waktu lama, karena akan menimbulkan efek samping tertentu. Sedangkan bahan pencerah kulit umumnya aman untuk digunakan dalam jangka panjang. Bahan aktif yang banyak digunakan sebagai pemutih kulit diantaranya adalah hidroquinon, kojic acid, dan arbutin. Bahan aktif yang berfungsi sebagai pencerah kulit diantaranya adalah salicylic acid dan glycolic acid.

Beberapa bahan aktif seperti vitamin C dan retinol memiliki dua fungsi sebagai pemutih dan pencerah kulit. Kedua bahan ini memiliki efek menghambat pembentukan melanin (meskipun tidak sekuat hidroquinon atau kojic acid), dan juga memiliki fungsi mencerahkan atau membuat kulit lebih bercahaya. Kedua bahan ini juga aman untuk penggunaan dalam jangka panjang.

Hidrokuinon Sebagai Pemutih Kulit: Apakah Berbahaya?

Saat ini, hidroquinon merupakan salah satu bahan pemutih kulit yang kuat dan banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa bahan aktif satu ini efektif untuk mengatasi hiperpigmentasi pada kulit. Hidrokinon efektif memutihkan kulit dengan cara menghambat kerja enzim tirosinase sehingga pigmen kulit melanin tidak terbentuk.

Hidrokuinon merupakan zat oksidator yang tidak hanya menghambat pembentukan melanin pada sel melanosit, tetapi juga mempengaruhi struktur membran melanosit sehingga akhirnya dapat merusak sel melanosit.Hidrokuinon banyak digunakan untuk mengatasi hiperpigmentasi dan terbukti efektif mengatasi melasma. Krim dengan bahan aktif hidrokuinon 2% ke bawah dapat dibeli dengan bebas tanpa resep dokter.

Namun dokter dapat memberikan resep hidrokuinon dengan kadar yang lebih tinggi hingga 6% jika diperlukan.Hidrokuinon telah digunakan sebagai bahan pemutih kulit selama lebih dari 50 tahun. Namun, pada tahun 1996 mulai ditemukan bahwa penggunaan jangka panjang hidrokuinon memiliki efek karsinogenik atau dapat menyebabkan kanker. Sejak awal tahun 2000-an, penggunaan hidrokuinon telah dilarang di beberapa negara di Eropa.

Hidrokuinon kini masih digunakan sebagai bahan pemutih kulit di beberapa negara, termasuk Indonesia, namun dengan peringatan keras dan sebaiknya atas rekomendasi dokter kulit. Pada pemakaian jangka pendek pun, hidrokuinon dapat menyebabkan beberapa efek samping seperti iritasi kulit, milia koloid, rasa menyengat, dan reaksi alergi.

Arbutin: Pemutih Kulit yang Lebih Aman

Dengan berbagai efek samping yang dimilikinya, hidrokuinon tidak dianjurkan untuk digunakan secara bebas sebagai pemutih kulit. Namun, senyawa turunan hidrokuinon yaitu arbutin, telah terbukti efektif untuk memutihkan kulit dan juga lebih aman. Arbutin secara alami terdapat dalam tanaman blueberry, cranberry, bearberry, dan pohon pir.

Arbutin bekerja dengan cara menghambat kerja enzim tirosinase untuk mencegah pembentukan melanin. Berbeda dengan hidrokuinon, arbutin tidak bersifat toksik terhadap sel melanosit. Pada dosis rendah, arbutin lebih aman untuk digunakan jika dibandingkan dengan hidrokuinon. Sebuah studi menunjukkan bahwa pemakaian arbutin 1% selama satu bulan telah menyebabkan penurunan kadar melanin yang signifikan pada kulit.

Kojic Acid

Kojic acid merupakan salah satu bahan aktif yang banyak digunakan dalam krim pemutih kulit. Kojic acid adalah molekul yang terdapat dalam produk makanan fermentasi dari Jepang seperti sake, miso, dan shoyu. Kojic acid dapat menghambat pembentukan melanin pada kulit dengan cara menghambat enzim tirosinase.

Kojic acid telah terbukti efektif untuk mengatasi melasma dan bentuk hiperpigmentasi lainnya, dan aman digunakan untuk kulit pada kadar di bawah 2%. Namun, pada beberapa orang kojic acid dalam kadar rendah pun dapat menyebabkan efek samping seperti kulit kemerahan, iritasi, rasa gatal, dan bengkak. Penggunaan kojic acid dalam jangka panjang dapat mengakibatkan kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari.

Krim Pemutih Kulit yang Berbahaya

Mungkin Anda pernah mendengar bahwa krim pemutih yang mengandung merkuri itu berbahaya. Namun, seberapa berbahayakah jika Anda memakai merkuri sebagai pemutih kulit? Merkuri memang adalah bahan aktif yang kuat untuk memutihkan kulit. Merkuri dapat menghambat pembentukan melanin dengan hasil yang signifikan dalam waktu yang cepat.

Memakai krim pemutih yang mengandung merkuri dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal Anda. Merkuri juga dapat merusak saraf yang dapat menyebabkan rasa kebas pada tangan, kaki, dan sekitar mulut. Jika Anda memakai krim yang mengandung merkuri, keluarga atau orang lain yang kontak langsung dengan Anda juga dapat mengalami keracunan.

Keracunan merkuri pada anak-anak dapat menyebabkan gangguan perkembangan otak. Pada orang dewasa, keracunan merkuri dapat menyebabkan gangguan pada penglihatan dan pendengaran. Meskipun penggunaan merkuri telah dilarang di Indonesia, nyatanya masih banyak krim perawatan yang mengandung merkuri. Karena itu, kita harus ekstra hati-hati dalam memilih produk pemutih kulit. Jangan tergiur dengan harga yang murah atau hasil yang instan.

Vitamin C: Memutihkan Sekaligus Mencerahkan Kulit

Vitamin C merupakan bahan aktif yang dapat berfungsi ganda, yaitu dapat memutihkan dan mencerahkan kulit. Vitamin C merupakan zat antioksidan yang dapat menghambat kerja enzim tirosinase. Karena itu, vitamin C dapat mencegah pembentukan melanin sehingga dapat mengurangi pigmentasi atau memutihkan kulit. Vitamin C juga melindungi kulit dari radikal bebas dan memicu pembentukan kolagen pada kulit, sehingga kulit tampak lebih segar dan cerah. Karena itu vitamin C juga memiliki fungsi untuk mencerahkan kulit.

Meskipun sebuah penelitian menunjukkan bahwa efek vitamin C dalam memutihkan kulit lebih ringan jika dibandingkan dengan hidrokuinon, namun vitamin C tetap menjadi pilihan utama karena lebih aman dan lembut bagi kulit, dan dapat digunakan untuk pemakaian jangka panjang. Krim vitamin C dengan kadar 10% terbukti efektif untuk mencerahkan kulit.

AHA dan BHA: Bahan Pencerah Kulit

Inilah bedanya bahan aktif yang berfungsi untuk mencerahkan kulit dengan yang memutihkan kulit. Contoh zat aktif pencerah kulit adalah salicylic acid (BHA) dan glycolic acid (AHA).  Kedua bahan ini dapat mencerahkan kulit dengan cara menghilangkan sel kulit mati yang membuat kulit terlihat kusam. Hasilnya, kulit terlihat lebih cerah dan glowing. Namun, kedua bahan ini tidak menghambat pembentukan pigmen kulit.

AHA dan BHA memang dapat digunakan untuk mengatasi hiperpigmentasi dengan cara mengeksfoliasi lapisan kulit terluar sehingga terbentuk sel kulit baru yang lebih sehat. AHA dan BHA dapat digunakan untuk memudarkan bekas jerawat, bekas luka, atau bentuk hiperpigmentasi lainnya, namun tidak untuk membuat warna kulit menjadi lebih putih secara menyeluruh. Konsentrasi BHA dalam krim pencerah umumnya adalah 1 hingga 2%, dan konsentrasi AHA umumnya hingga 10%.

Kesimpulan

Krim pemutih kulit memang banyak digunakan untuk perawatan kulit, namun penggunaannya harus dengan hati-hati. Penggunaan bahan aktif pemutih kulit yang kuat seperti hidrokuinon sebaiknya atas rekomendasi dokter. Bahan aktif lain yang lebih aman diantaranya kojic acid dan arbutin, namun sebaiknya penggunaannya tidak untuk jangka waktu yang lama.

Berbeda dengan pemutih kulit, bahan pencerah kulit umumnya lebih aman. Pencerah kulit bekerja dengan cara menghilangkan kulit kusam sehingga kulit tampak lebih glowing. Beberapa bahan aktif seperti vitamin C dan retinol memiliki fungsi ganda yang dapat memutihkan kulit sekaligus mencerahkannya. Kedua bahan ini lebih aman untuk penggunaan dalam jangka panjang.

Referensi:

  1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2807702/
  2. https://www.researchgate.net/publication/227749622
  3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3663177/
  4. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5742931/

About the author

Tuty Alawiyah (BS Chemistry)

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.