Asam Kojic – Rahasia Kaum Wanita Untuk Mendapatkan Kulit yang Cerah

A

Biasanya asam kojic atau kojic acid sering ditemui pada produk pencerah kulit seperti serum, sabun mandi, maupun krim atau lotion. Wanita kerap kali menggunakan produk berbahan ini untuk mencerahkan kulit, apalagi di Indonesia yang sengatan mataharinya terik dan kerap kali membuat seseorang mengalami hiper-pigmentasi. Namun tahukan kamu apa itu sebenarnya asam kojic? Mari kita telaah lebih dalam apa saja manfaat asam kojic atau sering juga dikenal sebagai kojic acid beserta efek samping penggunaannya. 

Asam Kojic

Kalau kamu sering membaca artikel soal kecantikan atau perawatan kulit, pasti tidak asing mendengar nama kojic acid atau kojic acid. Sebenarnya, senyawa satu ini terdiri dari krystal-krystal kecil yang asalnya dari beberapa jenis jamur tertentu.

Zat ini berwarna putih menyerupai tepung dan merupakan produk sampingan dari proses fermentasi kecap dan minuman beralkohol tradisional Jepang, sake. Kojic acid juga sering digunakan dalam industry makanan sebagai bahan pengawet.

Mulai dari tahun 1989, asam kojic mulai digunakan dalam produk perawatan kulit dan kecantikan atau skincare. Melalui riset penelitian, para ahli setuju bahwa kojic acid memang bisa mencerahkan dan memutihkan kulit.

Dewasa ini, kamu juga bisa menemukan di toko, berbagai macam produk perawatan kulit seperti sabun mandi, seru, ataupun krim dan lotion yang bersifat “whitening” yang memiliki kandungan kojic acid (KA) di dalamnya.  

Tips:
Dr. Alaina J. James dari University of Pennsylvania Medical Center mengatakan bahwa cara kerja dari asam kojic atau kocid acid ini adalah dengan mencegah fungsi protein tirosinase spesifik yaitu, chatecolase. Enzim chatecolase ini berperan dalam membuat senyawa melanin yang dikenal juga sebagai pigmen warna. Melanin jugalah yang mempengaruhi warna dari rambut, mata, dan kulit kita. Senyawa ini juga yang berperan aktif dalam membuat kulit megalami hiper-pigmentasi. Kojic acid menghambat kerja protein tirosinase, jadi pertumbuhan hiper-pigmentasi bisa diperlambat dan kulit bisa tampak lebih cerah 

Dalam produk perawatan kulit atau kecantikan yang memiliki sifat “whitening”, kandungan konsentrasi asam kojic atau kojic acid (KA) yang diperbolehkan biasanya hanya 2% atau bahkan kurang dari itu. Bahan ini biasanya sering ada pada serum, sabun mandi, krim atau lotion, maupun cleanser.

Produk seperti sabun mandi atau cleanser, biasanya disarankan untuk segera dibilas setelah digunakan, sedangkan krim atau serum didesain sedemikian rupa agar terserap dalam permukaan kulit karena kojic acid sendiri memang memiliki tingkat serapan yang rendah. 

Ada juga produk masker wajah yang mengandung kojic acid (KA), namun hanya digunakan di beberapa kesempatan saja. Berbeda dengan sabum mandi, krim, serum, ataupun cleanser yang bisa digunakan sebagai rutin harian. Karena perbedaan pemakaian inilah tingkat konsentratnya juga pasti berbeda, tingkat konsentrasi asam kojic pada masing-masing produk sudah disesuaikan sehingga aman untuk dipakai.

Umumnya produk berbahan kojic acid dipakai untuk penggunaan luar seperti pada wajah dan tangan. Selain bisa mencerahkan kulit, asam kojic juga memiliki banyak manfaat lainnya seperti mengatasi infeksi jamur dan bersifat anti-bakteri. 

Asam kojic – Manfaat lainnya? 

Kocij acid (KA) memang fungsi utamanya untuk mencerahkan atau memutihkan kulit. Namun, jangan salah, mafaatnya tidak sampai di situ saja. Ada khasiat lainnya yang bisa didapat dari senyawa yang asalnya dari jamur ini. Berikut manfaat lainnya yang bisa didapat dari menggunakan kojic acid atau kojic acid (KA):

1. Memudarkan bekas luka

Karena bisa mencerahkan dan bersifat anti-aging, tidak usah heran bila salah satu manfaat dari asam kojic juga untuk memudarkan bekas luka. Memang asam kojic tidak mengurangi ketebalan jaringan parut yang terbentuk dari luka, tapi kojic acid (KA) diyakini bisa memurdarkan noda hitam, bekas dari luka yang ada. 

2. Menangani melasma

Salah satu hiper-pigmentasi yang sering ditemui adalah melasma. Kondisi ini meyebabkan kulit berwarna gelap di bagian tertentu sehingga pigmen pada kulit tampak tidak merata dari bagian satu ke bagian lainnya. Melasma sendiri umumnya banyak terjadi pada kaum wanita daripada pada pria. Melalui riset, peneliti menemukan penggunaan kojic acid selain bisa membantu menangani melasma, juga bersifat anti-radang, dan melegakan rasa sakit. 

3. Mengatasi infeksi jamur

Mungkin terdengar aneh bila asam kojic yang berasal dari jamur, ternyata memiliki sifat anti-fungi atau anti-jamur. Penggunaan luar kojic acid (KA) bisa mencegah timbulnya infeksi jamur jenis tertentu pada permukaan kulit

4. Bersifat anti-bakteri

Selain bisa mengatasi infeksi jamur, asam kojic juga bisa mengatasi infeksi karena bakteri tertentu atau memiliki sifat anti-bakteri. Penggunaan luar bisa juga untuk mencegah timbulnya masalah bakteri pada permukaan kulit. 

Itulah manfaat-manfaat dari asam kojic. Memang khasiat utamanya tetaplah mencerahkan dan memutihkan kulit, menghambat hiper-pigmentasi, dan tentunya sebgai agen anti-aging pada kulit. 

Asam kojic – penggunaan dan efek samping

Banyak yang bertanya apakah aman menggunakan asam kojic sebagai penggunaan obat luar pada kulit. Menurut sebuah jurnal penelitian international, Journal of Toxicology: The Cosmetic Ingredient Review Expert Panel mengatakan bahwa konsentrasi kojic acid dalam produk aman dipakai hanya bila konsentrasi mencapai 2% atau bahkan dibawah itu.

Saat akan membeli produk berbahan asam kojic atau kojic acid (KA) pastikan membeli yang sudah dilisensi oleh BPOM. Lebih baik lagi bila kamu berkonsultasi dulu dengan ahli dermatologimu sebelum memutuskan untuk menggunakan produk perawatan kulit (skincare) yang mengandung asam kojic. 

Asam kojic sendiri terbilang sebagai senyawa yang sifatnya tidak stabil bila digunakan pada produk kecantikan seperti kosmetik, jadi zat satu ini pasti banyak dikombinasikan dengan bahan lainnya dan tidak pernah dipakai sebagai bahan tunggal dalam produk perawatan kulit. Untuk mencerahkan kulit akibat hiper-pigmentasi, umumnya kojic acid (KA) yang berbentuk krim digunakan bersamaan dengan asam glikonat.

Bila untuk meringankan penggelapan kulit yang disebabkan oleh melasma, produk kosemtik yang digunakan biasanya mengandung asam kojic yang dikombinasikan dengan asam glikonat, dan ditambahkan hydroquinone

Ada juga turunan dari asam kojic yang namanya, kojic dipalmitate. Zat ini lebih stabil bila digunakan dalam produk kosmetik disbanding kojic acid (KA) namun tidak ada bukti bahwa senyawa ini efektif dalam mencerahkan kulit.  

Tips:
Umumnya asam kojic memberikan efeknya 2-6 minggu setelah pemakaian. Tapi tentunya hal itu juga bergantung pada kondisi masing-masing orang. Untuk dosis dan cara pemakaian yang tepat, bisa dikonsultasikan lebih dahulu dengan ahli dermatologi, karena penggunaan yang berlebihan bisa memberikan efek samping negatif. Bila ingin mengaplikasikan kojic acid (KA) pada kulit wajah, ada baiknya lakukan patch test terlebih dahulu, bila tidak ada reaksi alergi, bbisa digunakan pada kulit wajah yang bermasalah

Efek samping

Seperti yang sudah disebutkan di atas, asam kojic sendiri termasuk zat yang tidak stabil. Biarpun sudah dikombinasikan dengan bahan lainnya dan untuk kebanyakan orang aman dipakai, kamu tetap perlu hati-hati dalam memakai. Berikut efek samping yang biasa keluar saat penggunaan asam kojic sebagai penggunaan obat luar:

1. Kulit rentan terhadap sengatan sinar matahari

Biasanya orang yang menggunakan kojic acid (KA), kulitnya akan rentan terhadap sunburn. Kondisi ini adalah keadaan kulit yang berubah menjadi kemerahan dan agak bengkak serta berasa perih yang terjadi karena sengatan sinar matahari. Hal ini terjadi karena fungsi dari asam kojic adalah mencegah produksi melanin. Sedangkan melanin sendiri adalah zat yang melindungi kulit dari kerusakan karena sengatan sinar matahari. 

2. Dermatitis kontak

Kondisi ini terjadi bila permukaan kulit mengalami suatu reaksi saat kontak dengan zat tertentu. Kulit akan berubah menjadi ruam kemerahan, gatal, kering, dan kadang terasa sakit. Produk berbahan asam kojic atau kojic acid (KA) bisa memberikan efek ini apabila digunakan dengan kadar konsentrat yang tinggi, melebihi dosis yang disarankan atau diperbolehkan. 

Untuk mengatasi efek samping di atas, ada baiknya menggunakan produk berbahan asam kojic saat malam hari saja, sewaktu mau tidur. Selain itu, sangat disarankan bila ingin menggunakan bahan satu ini, ada baiknya konsultasikan dulu pada dokter ahli kulit sehingga kamu bisa mendapatkan dosis dan penanganan yang tepat. 

Kesimpulan

Kojic acid atau kocij acid (KA) memang sudah dibuktikan bisa mencerahkan dan memutihkan kulit, serta memiliki sifat anti-aging yang bisa memudarkan kerutan dan noda-noda hitam pada kulit. Selain itu, senyawa satu ini juga memiliki manfaat lain seperti anti-bakteri, anti-jamur, dan bisa mengatasi masalah kulit seperti hiper-pigmentasi dan melasma. 

Penggunaan luar kojic acid terbilang aman. Namun, ada baiknya tetap dikonsultasikan terlebih dahulu dengan ahli dermatologi sebelum memutuskan untuk menggunakan produk berbahan kojic acid. Umumnya kojic acid memberikan reaksi positif pada kulit 2-6 minggu setelah pemakaian. Masing-masing orang bisa jadi memiliki waktu yang berbeda bergantung pada kondisi kulit yang dimiliki. 

Efek samping dari kojic acid (KA) membuat kulitmu rentan terkena sunburn. Maka dari itu, bila memang ingin menggunakan produk perawatan kulit (skincare) yang mengandung kojic acid, bisa diaplikasikan saat malam hari saja sewaktu ingin tidur.

Karena ada beberapa orang yang bsia jadi mengalami reaksi alergi pada bahan ini, lakukan patch test terlebih dahulu dan pastikan bahwa kulitmu bisa menerima zat tersebut. Bila ternyata reaksi alergi muncul, segera hentikan pemakaian dan kunjungi dokter ahli kulit. 

Para ahli setuju bahwa tingkat konsentrat kojic acid yang aman digunakan pada produk kosmetik adalah sebesar 2% atau bahkan kuran dari itu. Bila menggunakan lebih dari itu, kemungkinan kulit mengalami masalah reaksi alergi juga bertambah besar. 

Referensi:

  1. https://www.researchgate.net/publication/330181181
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3657227/
  3. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21164073/
  4. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7147621/

About the author

Viona Villarica

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.