Benzoyl Peroxide Vs Salicylic Acid: Mana yang Lebih Baik?

B

Mana yang lebih baik untuk jerawat, benzoyl peroxide atau salicylic acid? Baca dan kenali lebih lanjut tentang kedua bahan aktif ini dan tentukan pilihanmu! Jerawat adalah masalah kulit yang paling banyak dialami siapa saja. Skincare dan treatment yang mengklaim dapat mengurangi dan mencegah jerawat pun banyak jenisnya. Diantara banyak bahan aktif yang digunakan untuk obat jerawat, dua bahan ini adalah yang cukup sering digunakan dan terbukti efektif untuk mengatasi jerawat dan aman untuk kulit.

Ya, kedua bahan aktif tersebut adalah benzoyl peroxide dan salicylic acid. Keduanya telah teruji efektivitasnya dalam banyak riset, dan terbukti efektif untuk merawat kulit acne prone. Saat kamu harus memilih salah satu bahan ini, manakah yang lebih baik? Kalau masih bingung, kami akan membantu menjawab rasa ingin tahumu tentang kedua bahan aktif ini. Baca dan simak lebih dalam tentang benzoyl peroxide dan salicylic acid berikut ini. Kami juga akan mengupas tuntas mengenai cara kerja, manfaat, dan efek samping benzoyl peroxide dan salicylic acid.

Apa Itu Benzoyl Peroxide?

Benzoyl peroxide atau BPO merupakan salah satu bahan aktif yang banyak digunakan untuk melawan jerawat. BPO sering digunakan sebagai bahan aktif tunggal pada skincare untuk kulit berjerawat atau dikombinasikan dengan bahan aktif lainnya. BPO dapat terkandung dalam berbagai jenis skincare seperti cleanser, gel, krim, atau cairan obat oles untuk jerawat. Benzoyl peroxide telah digunakan untuk mengatasi jerawat selama lebih dari 50 tahun.

Skincare yang mengandung benzoyl peroxide dalam dosis rendah dapat dibeli dengan bebas di toko kosmetik atau apotik. Namun ada juga skincare dengan bahan aktif benzoyl peroxide dalam kadar yang lebih tinggi yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Benzoyl peroxide dalam obat jerawat kadang dikombinasikan dengan bahan aktif lain, misalnya klindamisin, salicylic acid, atau adapalene.

Bagaimana Benzoyl Peroxide Bekerja?

Benzoyl peroxide memiliki 3 mekanisme kerja pada kulit untuk melawan jerawat. Pertama adalah dengan mengontrol produksi minyak oleh kelenjar sebasea pada kulit. Efeknya kulit akan bebas dari minyak berlebih yang dapat menyebabkan jerawat. Kedua, benzoyl peroxide dapat menghilangkan sel kulit mati yang menyumbat pori. Hasilnya, kulit menjadi lebih bersih dan bebas komedo.

Ketiga, benzoyl peroxide dapat melawan bakteri penyebab jerawat, yaitu Propionibacterium acnes. Efektivitas benzoyl untuk melawan P. acnes telah teruji dalam berbagai riset. Berbeda dengan antibiotika yang umumnya bekerja dengan menghambat pertumbuhan atau metabolisme bakteri, benzoyl peroxide bersifat toksik secara langsung terhadap bakteri, dan berfungsi sebagai oksidator yang dapat membunuh bakteri secara langsung.

Apa Itu Salicylic Acid?

Sekarang mari kita kupas lebih dalam tentang salicylic acid. Salicylic acid atau yang biasa disebut juga BHA (beta hydroxy acid) banyak digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kulit seperti jerawat, ketombe, kutil, jamur, dan sebagainya. Salicylic acid sebagai skincare untuk merawat kulit berjerawat biasanya tersedia dalam bentuk cleanser, toner, serum, krim, atau gel.

Salicylic acid juga sering digunakan sebagai salah satu bahan aktif yang digunakan untuk pengobatan psoriasis, keratosis, dan seborrheic dermatitis. Salicylic acid dapat diperoleh secara alami dari kulit pohon willow, sweet birch, dan daun wintermelon. Salicylic acid juga dapat diperoleh secara sintetis.

Bagaimana Mekanisme Kerja Salicylic Acid?

Salicylic acid adalah senyawa yang larut dalam lemak. Karena itu, salicylic acid dapat bercampur dengan minyak pada permukaan kulit dan minyak pada kelenjar sebasea. Salicylic acid memiliki efek keratolitik yang dapat menipiskan lapisan terluar kulit, dan komedolitik, yang artinya dapat menghilangkan kotoran yang menyumbat pori dan mencegah terbentuknya sumbatan pada pori.

Dalam sebuah studi disebutkan juga bahwa salicylic acid terbukti dapat mengurangi produksi minyak pada kulit yang berjerawat. Salicylic acid juga memiliki efek anti inflamasi, sehingga dapat membantu mengurangi peradangan pada jerawat. Salicylic acid juga memiliki efek anti bakteri dan anti jamur. Efek anti bakteri ini tentu akan bermanfaat untuk mengatasi bakteri penyebab jerawat pada kulit.

Benzoyl Peroxide Vs Salicylic Acid

Meskipun keduanya telah terbukti efektif untuk mengatasi jerawat, namun benzoyl peroxide dan salicylic acid memiliki beberapa perbedaan, diantaranya:

  • Benzoyl peroxide tepat untuk mengatasi jerawat yang merah dan meradang, sedangkan salicylic acid lebih efektif untuk mengatasi jerawat yang tidak meradang atau komedo.
  • Salicylic acid lebih aman digunakan bagi kulit yang sensitif, sedangkan benzoyl peroxide tidak aman digunakan pada kulit sensitif karena efek iritasi terhadap kulitnya lebih kuat.
  • Keduanya memiliki efek samping dapat membuat kulit lebih kering, namun efek benzoyl peroxide untuk membuat kulit menjadi kering lebih kuat, bahkan dapat menimbulkan iritasi.

Mana yang Lebih Baik, Benzoyl Peroxide atau Salicylic Acid?

Saat harus memilih, manakah yang terbaik untuk masalah kulitmu: benzoyl peroxide atau salicylic acid? Setiap individu kadang akan merasakan efek yang berbeda dari satu produk dibandingkan dengan individu lainnya. Bahan aktif yang cocok dipakai orang lain belum tentu akan menghasilkan efek yang sama pada kita. Karena kondisi kulit dan jenis jerawat yang dialami setiap orang dapat berbeda pula. Berikut adalah hal yang perlu diperhatikan untuk membantu Anda memilih bahan aktif antara salicylic acid atau benzoyl peroxide:

  1. Perhatikan tipe jerawat

Jerawat secara garis besar terbagi atas 2 tipe, yaitu jerawat yang tidak meradang (non-inflamatory acne) dan jerawat yang meradang (inflamatory acne).

  • Non-inflamatory acne adalah tipe jerawat yang tidak memerah atau meradang, yang biasa disebut juga dengan komedo. Komedo sendiri terdiri atas 2 jenis, yaitu komedo terbuka (blackhead). Blackhead ditimbulkan oleh timbunan sel kulit mati dan minyak berlebih yang menyumbat pori, dan permukaan pori tetap terbuka sehingga menimbulkan titik hitam pada permukaan kulit. Jenis komedo yang lain adalah komedo tertutup (whitehead) yang juga terbentuk oleh sel kulit mati dan minyak. Namun, pada whitehead pori kulit tertutup. Sehingga sumbatan pori terlihat seperti jerawat kecil. Jika Anda mengalami non-inflamatory acne, maka bahan aktif yang tepat untuk Anda adalah salicylic acid. Salicylic acid memiliki efek keratolik dan komedolitik yang kuat, sehingga lebih tepat digunakan untuk mengatasi jerawat yang tidak meradang.
  • Inflamatory acne adalah jenis jerawat yang meradang, berwarna merah dan membesar. Selain disebabkan oleh sumbatan minyak dan sel kulit mati pada pori kulit, jerawat meradang juga disebabkan oleh adanya bakteri P. acnes. Untuk masalah jerawat meradang yang terlihat merah, besar, dan kadang disertai nanah, treatment yang lebih tepat adalah dengan menggunakan benzoyl peroxide. Benzoyl peroxide memiliki efek anti bakteri yang lebih kuat daripada salicylic acid, sehingga lebih efektif untuk mengatasi jerawat meradang dari sumber penyebabnya.
  1. Perhatikan jenis kulitmu

Memilih antara benzoyl peroxide atau salicylic acid sebagai obat jerawat juga harus memperhatikan jenis dan kondisi kulit. Benzoyl peroxide memiliki efek yang lebih keras dan dapat menimbulkan iritasi yang lebih kuat pada kulit. Karena itu, benzoyl peroxide cocok untuk digunakan pada jenis kulit berminyak.

Benzoyl peroxide memiliki efek sebolitik atau mengurangi minyak pada kulit, sehingga baik untuk mengontrol minyak berlebih pada kulit berminyak. Sedangkan untuk jerawat pada jenis kulit yang kering dan bersisik sebaiknya menggunakan treatment dengan bahan aktif salicylic acid. Salicylic acid memiliki efek keratolitik yang baik untuk mengelupas sel kulit mati pada kulit bersisik sehingga terbentuk sel kulit baru yang lebih halus.

  1. Apakah kulitmu sensitif?

Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan dalam memilih benzoyl peroxide atau salicylic acid adalah kondisi kulit yang sensitif atau tidak. Salicylic acid memiliki efek yang lebih ringan terhadap kulit. Sementara itu, benzoyl peroxide dapat menyebabkan iritasi jika digunakan pada kulit yang sensitif. Adanya iritasi kulit justru akan memperburuk kondisi jerawat. Jadi, untuk kulit yang sensitif sebaiknya memilih salicylic acid yang tidak menyebabkan kerusakan kulit atau iritasi.

Apakah Benzoyl Peroxide dan Salicylic Acid Dapat Dikombinasikan?

Meskipun kedua bahan aktif ini sepertinya memiliki sifat yang berbeda, namun benzoyl peroxide dan salicylic acid aman jika digunakan bersama-sama. Bahkan sebuah review studi yang dipublikasikan pada tahun 2010 menyimpulkan bahwa benzoyl peroxide 5% yang dikombinasikan dengan salicylic acid memiliki efek yang lebih signifikan untuk mengatasi jerawat yang meradang dan tidak meradang.

Dalam studi tersebut ditemukan bahwa penggunaan kombinasi benzoyl peroxide dengan salicylic acid selama 2 hingga 4 minggu dapat mengurangi jerawat meradang sebanyak 55,2% dan jerawat tidak meradang sebanyak 42,7%. Dibandingkan dengan treatment dengan hanya benzoyl peroxide pada studi tersebut, jerawat meradang dapat turun sebanyak 33,4% dan jerawat tidak meradang sebanyak 19,1%.

Kadar Benzoyl Peroxide dan Salicylic Acid yang Efektif Mengatasi Jerawat

Kadar benzoyl peroxide yang disarankan untuk mengatasi jerawat adalah 2%. Jika diperlukan, kadar benzoyl peroxide dapat dinaikkan atas rekomendasi dokter. Namun, sebuah studi menyatakan bahwa konsentrasi benzoyl peroxide 2.5% terbukti lebih efektif untuk mengurangi jerawat meradang jika dibandingkan dengan konsentrasi 5% dan 10%. Untuk salicylic acid, kadar yang efektif untuk digunakan sebagai serum, pembersih wajah, atau krim adalah antara 0.5% hingga 2%.

Cara Memakai Benzoyl Peroxide

Produk benzoyl peroxide seringkali dikombinasikan dengan bahan aktif lain seperti glycolic acid atau klindamisin.  Gunakan benzoyl peroxide satu kali sehari setelah memakai cleanser dan toner. Diamkan selama beberapa menit hingga produk terserap sempurna oleh kulit sebelum memakai serum atau krim lainnya.

Saat pertama kali memakai benzoyl peroxide, kulit Anda mungkin belum terbiasa dengan formulasinya. Mulailah dengan perlahan, misalnya dengan memakai benzoyl peroxide setiap 2 hari sekali terlebih dahulu, lalu dapat dinaikkan menjadi setiap hari setelah satu minggu pemakaian.

Benzoyl peroxide yang dikombinasikan dengan retinoid akan memberikan efek yang lebih baik untuk mengurangi jerawat meradang. Namun, memakai kedua produk ini secara bersamaan dapat membuat kulit semakin kering. Gunakan kedua bahan ini secara terpisah, misalnya retinoid di malam hari dan benzoyl peroxide di pagi hari.

Cara Memakai Salicylic Acid

Menggunakan serum atau krim salicylic acid secara teratur dapat merawat kulit yang mudah berjerawat. Salicylic acid sebaiknya digunakan 2 kali sehari pada pagi dan malam hari, setelah wajah dibersihkan dengan cleanser. Oleskan salicylic acid merata pada wajah dan leher, lalu diamkan selama beberapa menit sebelum memakai produk lainnya.

Sebaiknya jangan memakai krim yang berbahan dasar minyak sebelum memakai serum salicylic acid. Hal ini akan menghalangi efek salicylic acid pada kulit. Saat sedang memakai produk yang mengandung salicylic acid, selalu gunakan sunscreen dengan SPF 30 ke atas di pagi dan siang hari untuk melindungi sel kulit yang baru terbentuk.

Efek Samping Benzoyl Peroxide

Penggunaan benzoyl peroxide umumnya tidak berbahaya bagi kulit. Namun pada kondisi tertentu, benzoyl peroxide dapat menimbulkan efek samping, diantaranya:

  • Penggunaan dosis tinggi dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kulit menjadi kering, merah, mengelupas, gatal, dan iritasi.
  • Dapat menimbulkan reaksi alergi.
  • Tidak boleh digunakan pada kulit yang luka atau terbakar, atau pada kulit yang mengalami dermatitis dan eksim.
  • Dapat melunturkan warna cat rambut dan pakaian.

Efek Samping Salicylic Acid

Salicylic acid pada umumnya aman jika dipakai sesuai dengan kadar yang disarankan dan cara penggunaannya. Namun pemakaian salicylic acid dapat menimbulkan efek sebagai berikut:

  • Kulit mengalami pengelupasan yang berlebihan.
  • Dapat menyebabkan gatal dan iritasi pada kulit.
  • Menimbulkan bentol-bentol pada kulit.
  • Dapat menimbulkan efek panas atau rasa tersengat saat pemakaian.
  • Dapat menimbulkan reaksi alergi.
  • Penggunaan dalam jangka panjang dapat menimbulkan keracunan dengan gejala mual, muntah, lesu, sakit kepala, dan hilangnya pendengaran.

Kesimpulan

Benzoyl peroxide dan salicylic acid adalah bahan yang telah banyak digunakan untuk mengatasi jerawat dan terbukti efektif. Benzoyl peroxide lebih efektif untuk mengatasi jerawat yang meradang, dan cocok digunakan untuk kulit berminyak. Sedangkan salicylic acid efektif untuk mengurangi jerawat yang tidak meradang atau komedo, dan cocok untuk dipakai pada kulit kering dan sensitif.

Meskipun secara umum aman, pemakaian kedua bahan ini sebaiknya hati-hati, terutama pada penggunaan jangka panjang. Efek samping yang dapat ditimbulkan diantaranya adalah rasa gatal atau tersengat, iritasi kulit, reaksi alergi, hingga gejala keracunan. Benzoyl peroxide dan salicylic acid aman untuk digunakan bersama-sama, bahkan memberikan efek yang lebih kuat daripada jika digunakan sebagai bahan aktif tunggal.

Referensi:

  1. hpttps://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/iuPMC3016935/
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4554394/
  3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK78892/
  4. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/j.1365-4362.1986.tb04534.x

About the author

Tuty Alawiyah (BS Chemistry)

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.