Cara Ampuh Untuk Menghilangkan bekas Jerawat yang Membandel

C

Memiliki jerawat pada kulit wajah saja pastinya sudah tidak menyenangkan, karena jerawat pastinya merusak penampilan. Apalagi bila setelah jerawat sembuh, timbul bekas luka yang lama hilang. Bekas hitam di kulit wajah karena jerawat ini bisa sangat lama hilang, bisa berminggu-minggu sampai berbulan-bulan. Sekalipun bila kamu merawat kulitmu dengan baik, ada kalanya bekas jerawat membandel. Ada baiknya kalau melakukan perawatan untuk menghilangkan jerawat, mencari yang tidak menimbulkan bekas luka. Namun bila jerawat sudah terlanjur membekas, jangan khawatir ada cara ampuh yang bisa menghilangkan bekas hitam akibat jerawat yang membandel pada kulit wajah. Mari kita cari tahu apa yang menyebabkan jerawat sampai menimbulkan bekas.

Bekas jerawat – Penyebab

Umumnya jerawat bisa menimbulkan bekas bergantung pada jenis jerawatnya. Jerawat seperti kistik, papula, dan jerawat bernanah (pustules). Menurut seorang pakar dermatologis dari North Dallas Dermatology Associates, Yunyoung Claire Chang, bekas jerawat bisa terjadi karena masalah genetik. Bila di keluargamu ada kecenderungan untuk memiliki bekas jerawat, ada kemungkinan kamu pun memiliki resiko yang sama. 

Tips:
Selain karena masalah genetik, Dr. Chang, juga mengatakan bahwa tipe kulit juga berperan dalam menentukan apakah jerawat yang timbul di kulit wajah akan menimbulkan bekas. Semisal, warna kulitmu tipe yang terang, umumnya jerawat akan cenderung meninggalkan bekas merah-merah sedangkan bila kulitmu berwarna gelap, ada kemungkinan jerawat akan menimbulkan bekas noda hitam. 

Faktor lainnya yang membuat jerawat membekas adalah karena faktor eksternal. Kebanyakan orang senang menyentuh jerawat mereka. Ini tidak baik. Mengapa? Karena sentuhan kita bisa memperparah radang dari jerawat yang sudah ada dan bisa memberikan trauma pada kulit sehingga besar kemungkinan jerawat nantinya akan membekas. Dr. Chang menyarankan agar orang yang memiliki jerawat untuk menjauhi scrubs atau produk perawatan kulit (skincare) lainnya yang bisa mengiritasi kulit. Hentikan juga kebiasaan unutk memencet jerawat karena bisa membuat peradangan bertambah parah dan menyebar. Penting juga untuk menggunakan tabir surya berlabel broad-spectrum SPF 30+ bila akan beraktifitas di luar ruangan. 

Bekas jerawat – macam jenisnya

Kebanyakan dari kita tidak tahu bila bekas jerawat ada macamnya. Menurut seorang dermatologis dan pendiri dari Dr. Dennis Gross Skincare dan Dr. Dennis Gross Dermatology, Dennis Gross, ada 4 macam jenis bekas jerawat yang orang-orang sering alami yaitu, ice pick, rolling, boxcar, dan hypertrophic. Berikut di bawah ini unutk lebih jelasnya:

  • Ice pick

Bekas jerawat satu ini bentuknya kecil, sempit dan masuk ke dalam kulit. Mirip seperti bekas tusukan pemecah es. Bekas jerawat ini terbentuk karena jerawat kistik yang terinfeksi berhasil masuk ke dalam dan merusak jaringan kulit. 

  • Rolling

Bentuk jerawat satu ini bentuknya seperti gelombang, lebar dan agak cekung ke dalam. Jenis bekas jerawat satu ini terjadi saat ifeksi pada jerawat sudah agak sembuh, bagina epidermis (bagian terluar kulit) dan hypodermis (bagian terdalam kulit) menyatu dan membentuk bentuk gelombang

  • Boxcar

Tampil dalam bentuk sisi yang keras disekelilingnya. Saat infeksi pada jerawat pecah dan merusak kolagen di kulit wajah, kulit kehilangan sebagian jaringannya sehingga mengakibatkan adanya area yang menikuk ke dalam.

  • Hypertrophic 

Bila kamu memiliki bekas jerawat yang menggembung keluar, itu tandanya bekas jerawatmu termasuk bekas jerawat hypertrophic. Hal ini terjadi karena kulit tidak menyadari bahwa lukanya sudah sembuh dan terus memproduksi kolagen secara berlebih untuk menutup luka

Penting untuk tahu bekas jerawat yang kamu derita itu termasuk yang mana. Bila kamu sudah tahu, akan lebih mudah untuk mendapatkan treatment yang tepat dalam menghilangkan bekas jerawat yang membandel. 

Perawatan terbaik dalam menghilangkan bekas jerawat

Cara terbaik untuk menghilangkan bekas jerawat adalah melalui eksofoliasi kimia (chemical peeling). Ada dua mcam eksfoliasi, yaitu eksfoliasi kimia dan eksfoliasi fisik (scrubs). Kamu bisa baca di sini, di sini, dan di sini untuk mengetahui lebih banyak mengenai dua jenis eksfoliasi di atas. Di antara kedua jenis eksfoliasi tersebut, eksfoliasi kimialah yang memberikan hasil yang maksimal. 

Tips:
Dr.Gross mengatakan bahwa eksfoliasi kimia dengan bahan yang lembut seperti kombinasi AHA dan BHA sangat efektif dalam mengeksfoliasi kulit mati dan bekas-bekas noda hitam sambil menstimulasi pertumbuhan kolagen. Untuk serum, beliau menganjurkan produk yang memiliki fungsi sebagai anti-radang dan pencerah kulit seperti vitamin C, andtioksidan, dan vitamin E. Ketiga zat di atas bisa membantu meningkatkan tekstur kulit dan meregenerasi tumbuhnya sel kulit baru. 

Bila kamu memiliki bekas jerawat icepick, rolling, atau boxcars, Dr. Gross menyarankan unutk menggunakan perawatan kulit (skincare) yang meningkatkan kolagen atau collagen-bossting treatment seperti misalnya, perawatan laser di klinik kecantikan. Proses treatment satu ini membuat produksi kolagen lebih cepat jadi kolagen yang terbentuk nantinya bisa membuat kulit yang tadinya memiliki tekstur yang tidak rata karena bekas jerawat, bisa perlahan-lahan akan naik dan rata lagi dengan area kulit lainnya. 

Untuk bekas jerawat hypertrophic, cara penangannya berbeda dengan beekas jerawat lainnya. Bila jerawat lainnnya bisa dihilangkan dengan menstimulasi pertumbuhan kolagen, bekas jerawat hypertrophich malah sebaliknya. Kunci keberhasilan treatment untuk bekas jerawat satu ini yaitu dengan cara mengurangi kolagen. Baik Dr. Chang maupun Dr. Gross setuju untuk jenis jerawat satu ini treatment yang cocok adalah silicone gel, injeksi steroid, dan laser. 

Caranya mencegah jerawat agar tidak membekas

Tentunya lebih baik mencegah daripada mengobati. Hal ini berlaku juga saat kulit kita mulai berjerawat. Salah satu cara utama dan terpenting agar jerawat tidak membekas adalah dengan cara merawat jerawat sedini mungkin. Kamu bisa menggunaka benzoyl peroksida (benzoyl peroxide) atau asam salisetat (salicylic acid) yang biasa dijual di toko. Tapi bila sudah beberapa saat kamu pakai tapi jerawat masih tidak juga sembuh, jangan menunda untuk menemui ahli dermatologis. Kebanyakan mereka akan meresepkan retinol, aczone, atau spironolactone.  

Tips:
Kamu juga bisa merawat dan menjaga kulitmu dari jerawat dengan menggunakan home remedies yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah. Salah satunya adalah madu Manuka mentah. Madu jenis ini bersifat anti-radang jadi cock untuk mendinginkan jerawat radang yang merah. Jerawat radang yang memerah bila tidak segera diobati, bisa meninggalkan bekas jerawat hitam. Selain anti-radang, madu manuka mentah juga bersifat anti-bakteri. Selain madu manuka, kamu juga bisa menggunakan gula tebu atau sari buah-buahan. Pasalnya, asam glikolat (glycolic acid) yang sering digunakan oleh ahli dermatologis untuk mengatasi masalah jerawat mengandung dua bahan di atas.  

Kesimpulan

Untuk mendapatkan treatment yang tepat dalam mengatasi masalah bekas jerawat, kamu perlu tahu jenis bekas jerawatmu dulu. Bekas jerawat ada 4 macamnya mulai dari ice pick, rolling, boxcars, dan hypertrophic. Keempatnya bisa jadi menggunakan treatment yang berbeda tergantung tingkat keparahan, jenis kulit, dan warna kulitmu. Sejauh ini, treatment yang paling efektif dalam menghilangkan bekas jerawat bahkan yang membandel sekalipun adalah dengan eksfoliasi kimia atau chemical peeling dan dengan metode laser. Namun keduanya tidak bisa kamu lakukan sendiri di rumah, kamu harus melakukannya bersama dengan ahli dermatologis. 

Bekas jerawat sebenarnya bisa dicegah dengan cara merawat jerawat terutama jerawat meradang merah sedini mungkin. Kamu bisa membeli dan menggunakan benzoyl peroksida (benzoyl perozide) atau asam salisetat (salicylic acid) yang dijual di toko. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan bahan-bahan alami yang bisa kamu dapat di dapurmu (home remedies) untuk merawat dan mencegah pertumbuhan jerawat seperti madu manuka mentah, gula tebu, maupun sari buah-buahan. 

Semisal setelah melakukan semua itu tapi jerawat tetap mebandel dan tidak membaik, jangan menunda unutk menemui dokter ahli kulit. Kemungkinan dokter akan mecari tahu lebih detail alasan mengapa jerawat tidak juga sembuh, melihat apakah ada faktor lainnya yang harus dipertimbangkan seperti faktor gen. Patut diingat, bekas jerawat kebanyakan terjadi karena jerawat meradang terlalu lama dibiarkan, atau bisa jadi terlalu sering disentuh atau malah dipencet sehingga jaringan kulit mengalami trauma dan meninggalkan bekas. Maka dari itu, bila kamu mempunya jerawat yang sudah lama kamu obati sendiri tapi tidak membaik, segera ke ahli dermatologis sehingga jerawat nantinya bila sembuh tidak menimbulkan bekas hitam.

About the author

Viona Villarica

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.