Cara Efektif Mengatasi Siku dan Lutut yang Menghitam

C

Kulit pada bagian siku dan lutut kadang terlihat lebih hitam dari bagian lainnya. Hal ini bisa membuat kurang percaya diri. Ini cara efektif untuk mengatasinya. Ingin memakai rok atau celana pendek atau baju tanpa lengan, tetapi tidak percaya diri gara-gara siku dan lutut menghitam? Saat berenang di tempat umum atau liburan ke pantai mungkin jadi saat yang tidak nyaman jika siku dan lutut kita menghitam. Bagaimana cara mengatasinya? Coba simak berbagai hal penting tentang siku dan lutut yang menghitam dan yang paling adalah tips dan cara efektif untuk mengatasinya.

Mengapa Siku dan Lutut dapat Menjadi Lebih Hitam dari Bagian Kulit Lainnya?

Kondisi kulit kita di setiap bagian tubuh tidaklah sama. Misalnya kulit di bawah mata lebih tipis sehingga lebih sensitif. Kulit di telapak kaki lebih tebal dan kasar. Sementara itu, kulit pada bagian siku dan lutut seringkali berwarna lebih gelap dari bagian tubuh lain, meskipun kita sudah rajin memakai lotion.

Siku dan lutut yang menghitam merupakan kondisi hiperpigmentasi, atau kondisi kulit yang memiliki pigmen melanin yang berlebih. Produksi melanin dalam kulit dapat meningkat karena paparan sinar matahari, luka setelah inflamasi atau karena penyakit kulit seperti eksim, karena gesekan, atau karena kulit terlalu kering. Menurut ahli kulit, Dr. Anna Palabyab-Rufino, kulit siku dan lutut sangat sering meregang saat kita bergerak sering bergesekan dengan sesuatu.

Karena itu, kulit siku dan lutut sangat mudah mengalami penebalan dan kekeringan yang disebabkan oleh gesekan. Kulit siku dan lutut juga mudah mengalami iritasi yang pada akhirnya menyebabkan hiperpigmentasi post-inflamasi. Pernyataan ini juga didukung oleh seorang ahli kulit dari Sutter Medical Foundation, Dr. Robert Peppercorn yang juga mengatakan bahwa siku dan lutut yang menghitam merupakan kondisi hiperpigmentasi post-inflamasi.

Menurut Dr. Peppercorn, kulit siku dan lutut yang menghitam berhubungan dengan menebalnya kulit di bagian tersebut. Dr. Peppercorn juga mengatakan bahwa kondisi post-inflamasi ini sering terjadi karena gesekan dengan pakaian atau karena tubuh sering bertumpu pada siku atau lutut dalam waktu yang lama. Hiperpigmentasi pada siku dan lutut umumnya banyak terjadi pada orang yang memiliki warna kulit gelap.

Sementara itu Dr. Miriam Hanson, seorang dermatologis dari Texas, mengatakan, “Pasien yang mengalami siku dan lutut yang menghitam umumnya disebabkan oleh menebalnya kulit di area tersebut.” Menurut Dr. Hanson sel kulit mati dapat terakumulasi di sekitar daerah sendi ini, dan terperangkap di lipatan dan kerutannya sehingga terbentuk lapisan tebal kulit yang gelap.

Meskipun tidak menimbulkan gangguan kesehatan, kulit yang menghitam di bagian siku dan lutut dapat menjadi kering dan kasar yang dapat membuat Anda semakin tidak percaya diri. Sedangkan pada sebuah studi yang dipublikasikan pada tahun 2005 tentang siku dan lutut yang menghitam, disimpulkan bahwa kondisi kulit siku dan lutut yang menghitam merupakan kondisi kulit yang menggelap karena gesekan, dan kondisi ini lebih mengarah ke hiperkeratosis daripada hiperpigmentasi.

Hiperkeratosis adalah penebalan lapisan luar kulit karena penumpukan keratin, sedangkan hiperpigmentasi merupakan bagian kulit yang menggelap karena penumpukan melanin. Pada studi ini disarankan cara efektif penanganan kulit siku dan lutut yang menggelap lebih mengarah ke keratolitik daripada pencerah kulit.

Apa yang Menyebabkan Orang Mengalami Siku dan Lutut yang Menghitam?

Kulit siku dan lutut dapat menjadi gelap karena beberapa faktor berikut, yaitu:

  • Akumulasi sel kulit mati

Sel kulit mati yang tidak dibersihkan atau dilepaskan dari kulit dapat membentuk lapisan keratin di permukaan luar kulit. Penumpukan sel kulit mati ini dapat terjadi karena area kulit siku atau lutut seringkali terlewatkan saat kita merawat atau membersihkan tubuh. Hal ini dapat juga terjadi karena karakteristik dari kulit siku dan lutut. Adanya lipatan dan kerutan alami pada kulit siku atau lutut dapat membuat sel kulit mati semakin mudah terperangkap dan akhirnya membentuk lapisan tebal yang gelap.

  • Gesekan kulit

Siku atau lutut merupakan bagian tubuh yang banyak mengalami gesekan dan tekanan, baik gesekan dengan pakaian maupun dengan benda lain misalnya lantai atau meja. Sebuah riset yang dipublikasikan di Indian Journal of Dermatology pada tahun 2007 juga menyebutkan hubungan antara kulit siku dan lutut yang hitam dengan kebiasaan yang menyebabkan gesekan pada area tersebut.

Pada riset yang melakukan pengamatan terhadap pasien dengan kulit siku dan lutut yang menghitam ini, teramati bahwa sebagian besar pasien bekerja dengan meja kerja dan memiliki kebiasaan menempelkan siku pada meja kerja. Ada juga yang memiliki kebiasaan menulis dengan berbaring di lantai dengan menempelkan siku di atas lantai, dan ada juga yang memiliki kebiasaan sering mengusap bagian siku dan lutut.

  • Warna kulit yang gelap

Orang yang memiliki warna dasar alami kulit yang gelap akan lebih mudah mengalami hiperpigmentasi, termasuk pada bagian siku dan lutut. Hal ini disebabkan pada orang yang memiliki kulit gelap, kulit memiliki kecenderungan untuk memproduksi lebih banyak melanin. Dengan dipicu penyebab lain misalnya gesekan atau sinar matahari, kulit yang berwarna gelap akan lebih mudah membentuk melanin yang berlebih sehingga menimbulkan noda hitam atau hiperpigmentasi pada area tertentu.

  • Faktor usia dan jenis kelamin

Pada sebuah studi ditemukan bahwa kulit siku dan lutut yang menghitam banyak dialami oleh wanita yang berusia 40 hingga 50 tahun. Dalam penelitian ini tidak ditemukan pasien anak-anak yang mengalami siku dan lutut yang menghitam. Karena itu dalam penelitian ini disimpulkan bahwa golongan yang rentan terhadap siku dan lutut yang menghitam adalah wanita berusia paruh baya.

  • Penyakit kulit misalnya psoriasis

Psoriasis merupakan penyakit kulit autoimun yang menyebabkan penumpukan sel kulit yang disertai dengan kulit kering dan mengelupas. Psoriasis banyak terjadi pada daerah sendi, terutama pada siku dan lutut. Kulit siku dan lutut yang mengalami psoriasis umumnya berwarna lebih gelap dari bagian tubuh yang lainnya. Kulit akan terasa tebal dan kasar dan kadang mengelupas.

  • Faktor-faktor yang lain yang dapat menyebabkan hiperpigmentasi

Siku dan lutut yang menghitam merupakan salah satu bentuk hiperpigmentasi pada kulit. Kondisi hiperpigmentasi sendiri adalah penumpukan melanin pada area kulit tertentu yang disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah paparan sinar UV dalam waktu yang lama, pemakaian pil kontrasepsi, perubahan hormonal, atau karena proses penuaan kulit.

  • Faktor keturunan

Dalam sebuah studi ditemukan bahwa 20% pasien yang mengalami siku dan lutut yang menghitam memiliki anggota keluarga yang juga positif mengalami kondisi yang sama. Hal ini membuktikan bahwa kulit siku dan lutut yang menghitam juga salah satunya dipengaruhi oleh faktor keturunan.

Cara Efektif Mengatasi Siku dan Lutut yang Menghitam

Kulit siku dan lutut yang menghitam umumnya tidak membahayakan kesehatan. Namun, hal ini dapat membuat kita kurang percaya diri saat tampil di depan umum. Kondisi kulit yang menebal dan menghitam ini umumnya sulit untuk dihilangkan secara total, namun beberapa bahan aktif dan prosedur klinis telah terbukti efektif untuk memudarkan dan mengurangi gejala siku dan lutut yang menggelap.

Berikut adalah bahan aktif dan treatment untuk mengatasi kulit siku dan lutut yang menghitam:

  1. Retinoid

Retinoid merupakan senyawa turunan vitamin A yang banyak dipakai untuk mengatasi hiperpigmentasi. Sebuah riset yang dipublikasikan di Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology tahun 2010 menyatakan bahwa retinoid merupakan salah satu bahan aktif yang efektif mengatasi hiperpigmentasi post-inflamasi. Retinoid merupakan salah satu bahan pencerah kulit yang dapat menghambat pembentukan melanin dan juga dapat mempercepat regenerasi sel kulit.

Pemakaian retinoid untuk mengatasi kulit siku dan lutut yang menghitam juga direkomendasikan oleh ahli kulit. Retinoid yang sering dipakai untuk mengatasi hiperpigmentasi post-inflamasi adalah tretinoin dalam konsentrasi 0.01 hingga 0.1%. Retinoid lainnya yang terbukti efektif untuk mengatasi hiperpigmentasi post-inflamasi adalah adapalene dengan konsentrasi 0.1 hingga 0.3% dan tazarotene dengan konsentrasi 0.05 hingga 0.1%.

Retinoid umumnya berbentuk krim atau gel yang dipakai pada area kulit yang bermasalah di malam hari. Pada siang harinya gunakan sunscreen untuk melindungi kulit dari sinar UV. Pemakaian retinoid dapat menimbulkan iritasi pada kulit. Karena itu sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum memakai krim retinoid.

  1. Lactic acid

Lactic acid merupakan bahan aktif asam yang termasuk dalam golongan alpha hydroxy acid (AHA). Lactic acid memiliki efek keratolitik yaitu dapat melepaskan lapisan terluar kulit secara lembut, sehingga banyak digunakan untuk mengatasi hiperpigmentasi dan untuk mengatasi efek penuaan.

Lactic acid efektif untuk mengatasi kulit siku dan lutut karena efek keratolitiknya untuk menipiskan tumpukan keratin pada area tersebut. Lactic acid juga memiliki efek mencerahkan sehingga dapat mengatasi hiperpigmentasi pada area siku dan lutut.

Efektivitas lactic acid untuk mengatasi siku dan lutut yang menghitam juga telah teruji secara klinis. Sebuah riset menunjukkan bahwa pemakaian krim lactic acid 12% selama 3 hingga 4 bulan dapat memudarkan kulit siku dan lutut yang menghitam. Sementara itu pemakaian krim lactic acid setiap hari dalam jangka panjang selama 3 tahun dapat memudarkan siku dan lutut yang menghitam hingga 75 sampai 80%.

  1. Glycolic acid

Pemakaian glycolic acid sebagai bahan chemical peeling untuk memudarkan siku dan lutut yang menghitam juga banyak direkomendasikan oleh ahli kulit. Glycolic acid merupakan bahan aktif yang bersifat keratolitik yang dapat menipiskan tumpukan sel kulit mati dan mencerahkan kulit, serta memperbaiki tekstur kulit sehingga lebih halus. Glycolic acid yang digunakan untuk chemical peeling umumnya memiliki konsentrasi 20%.

  1. Salicylic acid

Salicylic acid merupakan salah satu bahan aktif yang dapat melepaskan timbunan sel kulit mati pada kulit. Salicylic acid dapat digunakan untuk mengatasi siku dan lutut yang menghitam dengan cara efektif melarutkan timbunan keratin sehingga akan memperbaiki tekstur kulit dan mencerahkan. Salicylic acid pada konsentrasi 30% telah terbukti sebagai peeling agent yang efektif yang dapat menembus epidermis kulit dan menghilangkan sel kulit mati.

  1. TCA

TCA atau trichloroacetic acid juga merupakan salah satu bahan aktif yang dapat melepaskan timbunan sel kulit mati. TCA untuk chemical peeling banyak direkomendasikan ahli kulit sebagai cara efektif untuk mengatasi siku dan lutut yang menghitam. TCA sebagai peeling agent umumnya digunakan pada konsentrasi 50%. 

  1. Urea

Urea dalam bentuk krim juga terbukti efektif untuk mengatasi kulit siku dan lutut yang menghitam. Urea merupakan bahan aktif yang efektif untuk mengatasi penyakit kulit yang melibatkan penebalan keratin seperti psoriasis dan kapalan.

Urea dapat melarutkan tumpukan keratin pada permukaan kulit sehingga membuat kulit lebih lembut dan lembab. Karena masalah siku dan lutut yang menghitam juga umumnya disebabkan adanya penumpukan keratin atau sel kulit mati, maka krim urea adalah salah satu cara efektif yang efektif untuk mengatasi masalah kulit ini.

Sebuah studi membuktikan bahwa pemakaian krim urea 40% pada siku dan lutut yang menghitam 2 kali sehari setiap hari selama 3 hingga 4 bulan dapat memperbaiki permukaan kulit dan memudarkan noda hitam pada siku dan lutut dengan efektif.

Cara Alami untuk Mengatasi Siku dan Lutut yang Menghitam

Jika Anda tidak ingin memakai bahan kimia yang dapat menyebabkan iritasi untuk merawat kulit siku dan lutut yang menghitam, Anda dapat memakai bahan-bahan alami berikut ini yang telah teruji dapat memudarkan hiperpigmentasi atau mengeksfoliasi kulit dengan lembut. Bahan-bahan alami tersebut diantaranya adalah:

  • Baking soda. Bahan ini dapat berfungsi sebagai scrub alami yang dapat mengeksfoliasi siku dan lutut.
  • Aloe vera. Memakai aloe vera secara teratur pada siku dan lutut dapat mengatasi kulit yang kering, menghaluskan, dan mencerahkan kulit.
  • Green tea. Ekstrak green tea banyak digunakan sebagai bahan alami pencerah kulit. 

Kesimpulan

Kulit siku dan lutut yang menghitam tidak mengganggu kesehatan, namun dapat mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri. Siku dan lutut yang menghitam merupakan salah satu bentuk hiperpigmentasi post-inflamasi yang disertai dengan penumpukan keratin yang disebabkan oleh sel kulit mati pada area tersebut.

Bahan aktif yang terbukti efektif untuk mengatasi siku dan lutut yang menghitam umumnya adalah yang memiliki efek keratolitik dan dapat mengatasi hiperpigmentasi post-inflamasi, diantaranya adalah lactic acid, retinoid, glycolic acid, salicylic acid, TCA, dan urea. Beberapa bahan alami juga dapat digunakan untuk membantu memudarkan siku dan lutut yang menghitam, diantaranya adalah baking soda, aloe vera, dan ekstrak green tea.

Referensi:

  1. https://www.e-ijd.org/text.asp?2007/52/3/141/35093 
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2921758/
  3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6122508/

About the author

Tuty Alawiyah (BS Chemistry)

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.