Cara Efektif Menghilangkan dan Mencegah Bopeng Bekas Jerawat

C

Jerawat sudah sembuh tetapi timbul bopeng yang mengganggu penampilan? Simak cara efektif menghilangkan dan mencegah bopeng bekas jerawat berikut ini. Munculnya jerawat yang besar dan meradang saja sudah bisa membuat kita repot. Setelah memakai krim obat jerawat dan perawatan intensif hingga akhirnya akhirnya jerawat bisa sembuh, masalah karena jerawat belum selesai juga. Setelah sembuh, jerawat yang besar dan meradang kadang meninggalkan bekas cekung pada kulit yang disebut sebagai bopeng jerawat. Jadi semakin repot kan? Tetapi, bopeng bekas jerawat juga dapat dihilangkan dan dicegah. Bagaimana caranya?

Apa Itu Bopeng Bekas Jerawat?

Jerawat merupakan masalah kulit yang paling umum dan paling banyak dialami oleh remaja dan juga dewasa. Masalah jerawat dialami oleh 90% remaja dan 12 hingga 14% orang dewasa. Jerawat terbagi menjadi 2 jenis, yaitu jerawat meradang dan jerawat tidak meradang. Jerawat yang tidak meradang disebut juga dengan komedo, yaitu masalah kulit yang timbul karena tersumbatnya pori kulit oleh kotoran dan minyak. Jenis jerawat ini tidak disertai dengan peradangan dan infeksi bakteri.

Namun seringkali terjadi jerawat yang meradang yang disertai dengan peradangan dan infeksi. Jenis jerawat inilah yang setelah sembuh biasanya dapat meninggalkan bopeng jerawat. Bopeng jerawat dapat berupa cekungan pada area kulit yang sebelumnya berjerawat. Tingkat keparahan bopeng jerawat akan tergantung dari bagaimana sebelumnya jerawat diatasi.

Jika jerawat diatasi dengan tepat dan segera, maka kemungkinan akan timbul bopeng jerawat akan semakin rendah. Menurut sebuah riset yang dipublikasikan pada jurnal Dermatology Research and Practice pada tahun 2010, sebanyak 1% dari populasi umum orang yang berusia 18 hingga 70 tahun memiliki bopeng jerawat dengan tingkat keparahan yang bervariatif. Namun dari orang yang mengalami bopeng jerawat, hanya sekitar 14% saja yang memiliki bopeng bekas jerawat yang parah hingga mengganggu penampilan dan juga mempengaruhi psikologis dan kehidupan sosial.

Bopeng bekas jerawat terbagi atas 2 macam, yaitu atropik atau cekung karena hilangnya kolagen, dan ada juga yang bersifat hipertropik atau keloid dimana pada bekas jerawat terbentuk timbunan kolagen sehingga kulit lebih menonjol. Sebagian besar bopeng bekas jerawat adalah cekung atau atropik. Sekitar 80 – 90% bopeng bekas jerawat berbentuk cekungan pada kulit, dan hanya sedikit saja yang mengalami keloid. Bopeng bekas jerawat yang cekung umumnya memiliki kedalaman 0,1 – 0,5 mm dari permukaan kulit normal, dengan diameter 2 hingga 4 mm.

Untuk mengembalikan permukaan kulit yang cekung menjadi normal kembali tentunya memerlukan perawatan yang intensif, baik di rumah maupun treatment oleh tenaga profesional di klinik. Meskipun bopeng jerawat bersifat permanen jika tidak diatasi, namun sebenarnya bopeng ini dapat dipudarkan dengan perawatan yang tepat.

Bagaimana Jerawat Dapat Meninggalkan Bopeng?

Sebuah riset menyebutkan bahwa pasien yang memiliki bopeng bekas jerawat sebelumnya telah mengalami peradangan jerawat yang lebih lama daripada yang tidak memiliki bopeng. Jadi, timbulnya bopeng bekas jerawat erat kaitannya dengan tingkat keparahan radang pada jerawat dan lamanya waktu penyembuhan jerawat. Peradangan pada jerawat yang terinfeksi dapat menembus hingga lapisan kulit yang dalam dan menyebabkan kerusakan jaringan di dalam kulit. Pada saat penyembuhan, tubuh kita akan secara alami mengatasi kerusakan jaringan kulit ini.

Untuk mengatasi jaringan kulit yang rusak, tubuh akan memproduksi kolagen untuk mengisi jaringan yang rusak ini. Pada proses pembentukan kolagen inilah bopeng bekas jerawat dapat terbentuk. Pada saat memperbaiki jaringan kulit yang rusak akibat jerawat, tubuh kita dapat memproduksi kolagen dalam jumlah yang terlalu sedikit, atau sebaliknya, kolagen dapat diproduksi secara berlebihan.

Jika produksi kolagen terlalu sedikit, akibatnya jaringan kulit yang mengalami proses penyembuhan akan menjadi lebih cekung dibandingkan dengan permukaan kulit yang normal. Dan jika produksi kolagen terlalu berlebihan, makan dapat terjadi penumpukan kolagen pada bagian yang mengalami luka yang akibatnya permukaan kulit menjadi lebih timbul daripada permukaan kulit yang normal.

Inilah Faktor Penyebab Timbulnya Bopeng Jerawat

Meskipun hampir semua orang pernah mengalami jerawat, faktanya tidak semua orang mengalami bopeng bekas jerawat. Atau saat kita mengalami jerawat, ada yang meninggalkan bopeng dan ada juga jerawat yang tidak meninggalkan bopeng. Jadi faktor apa saja yang dapat menyebabkan timbulnya bopeng bekas jerawat? Inilah beberapa faktor yang dapat menyebabkan tingginya resiko terbentuk bopeng bekas jerawat.

  • Jerawat yang meradang

Infeksi jerawat yang disertai dengan peradangan, jerawat yang membesar, kemerahan dan terasa nyeri umumnya dapat menembus hingga ke dalam kulit dan dapat merusak jaringan kulit. Akibatnya dapat timbul bopeng jerawat.

  • Menunda pengobatan atau tidak mengobati jerawat

Adakah yang beranggapan bahwa jerawat meskipun tidak diobati akan sembuh dengan sendirinya? Memang tubuh kita memiliki sistem pertahanan yang dapat melawan infeksi jerawat. Namun jika tidak dibantu dengan pengobatan dari luar, proses penyembuhan dapat berlangsung lebih lama. Dan jika peradangan pada jerawat terjadi lebih lama, maka resiko terbentuk bopeng akan semakin besar. Jadi, sebaiknya jangan tunda pengobatan jerawat.

  • Memencet jerawat

Kebiasaan ini memang sulit untuk dihindari. Saat sedang berjerawat rasanya gatal ingin memencetnya. Atau saat jerawat mulai kering, rasanya ingin mengelupas bekas luka yang telah mengering. Namun, kebiasaan memencet jerawat justru dapat membuat jerawat semakin meradang dan peradangannya dapat menjadi semakin dalam. Akibatnya, resiko timbul bopeng yang dalam pun akan semakin besar.

  • Faktor genetik

Timbulnya bopeng jerawat juga tergantung dari kemampuan alami tubuh untuk memproduksi kolagen. Dan hal ini sangat dipengaruhi oleh kondisi genetika kita. Jadi, jika kita memiliki anggota keluarga yang mudah mengalami bopeng jerawat, besar kemungkinan kita juga dapat mengalami hal yang sama.

Step 1: Menghilangkan Bopeng Jerawat: Krim dengan Bahan Aktif yang Efektif

Menghilangkan bopeng bekas jerawat memang memerlukan perawatan yang intensif dalam waktu yang lama. Namun jika dilakukan dengan tepat secara teratur, beberapa bahan aktif dan metode treatment telah terbukti efektif untuk menghilangkan bopeng bekas jerawat. Langkah awal untuk menghilangkan bopeng jerawat adalah dengan memakai krim atau gel yang mengandung bahan aktif yang efektif untuk menghilangkan bopeng.

Sebaiknya gunakan krim dengan bahan aktif berikut ini saat jerawat mulai meradang, jangan tunggu sampai peradangannya bertambah parah. Memakai krim atau gel dengan bahan aktif ini dapat mencegah timbulnya bopeng. Namun jika sudah terlanjur terbentuk bopeng jerawat, pemakaian krim dengan bahan aktif ini secara teratur dapat membantu mengurangi bopeng dan menghaluskan kulit.

Inilah beberapa bahan aktif yang perlu dicari:

  1. Retinoid

Bahan aktif yang merupakan senyawa turunan vitamin A telah terbukti efektif untuk mengatasi peradangan jerawat sekaligus mencegah dan mengatasi bopeng jerawat. Sebuah studi yang dipublikasikan pada tahun 2017 menyebutkan bahwa retinoid telah terbukti efektif untuk mengatasi peradangan, mengobati jerawat, dan meningkatkan regenerasi sel kulit. Selain itu retinoid juga dapat meningkatkan produksi kolagen. 

Senyawa retinoid yang banyak digunakan untuk mengatasi jerawat dan bopeng jerawat adalah adapalene 0.3% atau tretinoin 0.1%. Sebaiknya sebelum memakai krim retinoid konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kulit. Pemakaian retinoid dapat menimbulkan efek samping diantaranya berupa iritasi kulit, kulit perih dan kemerahan, serta reaksi alergi.

  1. Salicylic acid

Salicylic acid banyak digunakan sebagai bahan aktif pada obat jerawat. Namun bahan aktif satu ini juga efektif untuk mengatasi bopeng bekas jerawat, baik yang berjenis atropik atau cekung maupun yang berjenis keloid. Salicylic acid dapat membersihkan sel kulit mati dan kotoran lainnya dalam pori-pori kulit. Salicylic acid juga dapat meredakan peradangan pada jerawat sehingga dapat mencegah timbulnya bopeng jerawat.

Salicylic acid baik untuk digunakan sebagai skincare routine harian bagi yang memiliki kulit berjerawat. Kadar salicylic acid dalam krim atau gel umumnya adalah 0,5 hingga 5%. Salicylic acid dapat menyebabkan iritasi dan membuat kulit menjadi lebih kering. Penggunaannya harus lebih hati-hati bagi kulit yang sensitif. Lakukan patch test terlebih dahulu sebelum memakai salicylic acid untuk wajah.

  1. Lactic acid

Lactic acid merupakan salah satu bahan aktif yang bersifat keratolitik seperti salicylic acid, namun lebih lembut jika digunakan untuk kulit yang sensitif. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2010 telah membuktikan bahwa lactic acid dapat memperbaiki tekstur kulit dan mencerahkan kulit yang mengalami bopeng bekas jerawat. Lactic acid untuk pemakaian sehari-hari dapat berupa toner, krim, atau serum. Kadar lactic acid pada produk skincare sangat bervariatif, yaitu antara 5 hingga 30%.

  1. AHA

AHA atau alpha hydroxy acid juga merupakan bahan aktif yang dapat membantu menghilangkan bopeng bekas jerawat. Seperti dua bahan asam yang telah disebutkan sebelumnya, AHA juga bersifat mengeksfoliasi lapisan terluar kulit sehingga dapat membuat kulit lebih halus. Pemakaian AHA juga dianjurkan saat mulai terjadi peradangan pada jerawat.

Selain membantu penyembuhan jerawat, pemakaian AHA sejak awal juga dapat mencegah timbulnya bopeng jerawat. Senyawa golongan AHA yang paling banyak digunakan pada produk skincare adalah glycolic acid. Kadar glycolic acid dalam produk skincare untuk jerawat dan bekas jerawat umumnya adalah 5 hingga 10%.

Step 2: Perawatan Lanjutan Untuk Menghilangkan Bopeng Jerawat

Untuk hasil yang lebih maksimal, pemakaian produk skincare dengan bahan aktif di atas dapat dikombinasikan dengan treatment yang dilakukan di klinik dengan tenaga ahli. Beberapa treatment yang efektif untuk mengatasi bopeng bekas jerawat diantaranya:

  1. Chemical peeling

Chemical peeling merupakan prosedur perawatan yang dilakukan dengan mengoleskan senyawa asam pada kulit untuk menghilangkan lapisan luar kulit yang rusak sehingga dapat digantikan oleh sel kulit baru yang sehat, sehingga dapat memperbaiki tekstur kulit dan memudarkan bopeng.

Menurut sebuah studi, chemical peeling yang memberikan hasil terbaik untuk mengurangi bopeng jerawat adalah dengan menggunakan glycolic acid 70% yang dilakukan setiap 2 minggu sebanyak 5 kali treatment. Bahan lain yang juga efektif digunakan untuk chemical peeling diantaranya adalah trichloroacetic acid (TCA) 10 – 35%, dan salicylic acid 30%.

  1. Dermabrasi dan mikrodermabrasi

Prosedur perawatan ini efektif untuk mengatasi bopeng bekas jerawat yang membandel. Dermabrasi dengan mikrodermabrasi dilakukan dengan menggunakan instrumen khusus untuk menghilangkan lapisan luar kulit secara fisik. Prosedur dermabrasi akan menghilangkan seluruh lapisan epidermis kulit, sedangkan mikrodermabrasi bersifat lebih ringan dan hanya menghilangkan lapisan terluar dari epidermis.

  1. Laser

Treatment laser untuk mengatasi bopeng jerawat umumnya disebut laser resurfacing. Seperti halnya dermabrasi, laser resurfacing akan menghilangkan lapisan terluar kulit agar terbentuk lapisan yang baru. Treatment laser efektif untuk bopeng yang cekung, dan memiliki efek samping dapat meningkatkan resiko terjadinya keloid.

  1. Microneedling

Treatment microneedling disebut juga dengan dermaroller, yaitu treatment dengan menggunakan alat dengan jarum berukuran mikro untuk menstimulasi pembentukan kolagen pada kulit. Sebuah riset membuktikan bahwa treatment ini efektif untuk mengurangi kedalaman bopeng jerawat hingga 50%.

  1. Injeksi steroid

Injeksi steroid merupakan salah satu treatment untuk bekas jerawat yang menonjol atau keloid. Injeksi ini akan membantu melunakkan dan menipiskan keloid.

  1. Filler

Bopeng bekas jerawat dapat juga dihilangkan dengan treatment filler. Pada prosedur ini, cairan filler akan diinjeksikan pada permukaan kulit yang mengalami bopeng yang cekung sehingga permukaan kulit menjadi lebih rata dan halus. Cairan filler dapat terbuat dari kolagen atau hyaluronic acid. Filler ini tidak bersifat permanen dan efeknya akan hilang setelah 6 hingga 18 bulan. Setelah efeknya hilang, maka dapat dilakukan pengulangan.

  1. Botox

Injeksi botox pada sekitar kulit yang mengalami bopeng bekas jerawat juga dapat memudarkan bopeng dan menghaluskan tekstur kulit. Efek botox tidak bersifat permanen dan dapat diperlukan pengulangan untuk mempertahankan efeknya.

Kesimpulan

Bopeng bekas jerawat memang kadang sulit dihilangkan, namun dengan produk dan treatment yang tepat, bopeng bekas jerawat dapat diatasi. Bopeng jerawat dapat terbentuk setelah proses penyembuhan jerawat yang meradang. Hal ini disebabkan oleh kerusakan jaringan kulit saat terjadi jerawat meradang. Bopeng bekas jerawat dapat terlihat cekung atau atropik, atau dapat juga menonjol yang juga disebut sebagai keloid.

Bopeng bekas jerawat dapat diatasi dengan pemakaian produk yang mengandung bahan aktif yang telah terbukti efektif, diantaranya adalah salicylic acid (0,5 – 5%), glycolic acid (5 – 10%), lactic acid (5 – 30%), dan retinoid seperti adapalene (0,3%) dan tretinoin (0,1%). Untuk hasil yang maksimal, kombinasikan dengan treatment lanjutan yang dapat berupa mikrodermabrasi, microneedling, chemical peeling, filler, dan injeksi steroid.

Referensi:

  1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2958495/
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5574737/
  3. https://doi.org/10.1111/j.1473-2165.2010.00513.x
  4. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4445894/
  5. https://doi.org/10.1016/j.ijwd.2015.03.004 

About the author

Tuty Alawiyah (BS Chemistry)

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.