Cara Memilih Moisturizer Untuk Kulit Rawan Jerawat

C

Ingin pakai moisturizer tapi takut jerawat makin parah? Ada caranya lho untuk memilih moisturizer yang aman untuk kulit acne prone atau mudah berjerawat. Katanya, memakai moisturizer itu berbahaya buat kulit acne prone. Bisa membuat jerawat semakin banyak dan parah. Siapa bilang?! Itu hanya mitos. Para ahli kulit di dunia sepakat bahwa kulit acne prone memang perlu memakai moisturizer. Ada cara memilih moisturizer untuk kulit rawan jerawat atau berjerawat.

Apalagi jika sedang memakai produk treatment untuk jerawat yang dapat membuat kulit lebih kering. Pemakaian moisturizer mutlak diperlukan untuk tetap menjaga kelembaban kulit. Tetapi, Anda juga perlu teliti dalam memilih moisturizer yang tepat. Jika salah pilih moisturizer, bisa-bisa jerawat bisa menjadi bertambah parah. Baca dulu tips berikut ini untuk memilih moisturizer bagi kulit acne prone.

Apa Itu Kulit Acne Prone?

Jerawat adalah kondisi umum yang hampir semua orang mengalaminya. Saat kita stress atau sedang mengalami ketidakseimbangan hormonal, atau pada kondisi kulit yang sangat berminyak, jerawat dapat sering muncul. Jerawat timbul karena adanya infeksi pada kelenjar sebasea yang disebabkan oleh tersumbatnya pori kulit oleh minyak berlebih atau kotoran.

Ada sebagian orang yang kulitnya lebih peka untuk mengalami jerawat. Kondisi kulit seperti inilah yang disebut dengan kulit acne prone atau mudah berjerawat. Kulit acne prone tidak hanya dapat dialami oleh jenis kulit berminyak, tetapi kulit kering atau normal juga dapat sensitif dan mudah mengalami jerawat.

Kulit berminyak memang mudah mengalami jerawat, karena minyak berlebih pada wajah telah terbukti sebagai salah satu penyebab timbulnya jerawat. Namun kulit kering juga dapat mengalami jerawat karena penyebab tertentu, misalnya faktor lingkungan atau penggunaan skincare yang dapat menyebabkan tersumbatnya pori kulit.

Jadi, acne prone tidak sepenuhnya tergantung dari berminyak atau tidaknya kulit, tetapi memang kondisi kulitnya yang sensitif untuk mengalami jerawat. Karena itu, memilih moisturizer yang tepat untuk kulit acne prone juga salah satunya tergantung pada jenis kulit. Ada cara memilih moisturizer untuk kulit rawan jerawat atau berjerawat.

Apa Saja Penyebab Timbulnya Jerawat?

Timbulnya jerawat pada kulit dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya:

  • Faktor genetik

Kode genetika kita menentukan warna kulit, jenis kulit, juga kecenderungan kulit untuk lebih reaktif atau lebih sensitif pada jerawat. Sebuah riset menunjukkan bahwa 81% penyebab jerawat adalah karena faktor genetika, dan sisanya adalah faktor lingkungan.

  • Faktor hormonal

Jerawat dapat disebabkan oleh perubahan hormonal. Tingginya tingkat hormonal dapat memicu kelenjar sebasea untuk memproduksi lebih banyak minyak.

  • Obat-obatan tertentu

Menurut sebuah riset, penggunaan obat-obat tertentu yang mengandung bahan kimia seperti dioxin, iodida, bromida, lithium, dan obat-obat kortikosteroid dapat memicu timbulnya jerawat.

  • Pil kontrasepsi

Mengkonsumsi pil kontrasepsi akan mempengaruhi keseimbangan hormonal dalam tubuh. Karena itu, pil kontrasepsi juga dapat menjadi salah satu penyebab timbulnya jerawat.

  • Stress

Kondisi stres juga dapat memicu keluarnya minyak yang berlebihan pada wajah, sehingga dapat memicu timbulnya jerawat.

  • Pola makan

Sering mengkonsumsi makanan yang memiliki indeks glikemik yang tinggi seperti beras putih, soda, atau cake, dapat menyebabkan jerawat lebih gampang muncul.

Susu dan bahan olahannya seperti keju juga dapat menyebabkan timbulnya jerawat.

  • Merokok

Kebiasaan merokok dapat menyebabkan oxidative stress pada kulit yang akhirnya memicu tingginya produksi sebum yang dapat menyebabkan jerawat.

  • Pemakaian skincare atau kosmetik yang kurang tepat

Inginnya merawat kulit wajah agar semakin cantik tetapi hasilnya malah timbul jerawat? Mungkin skincare yang Anda pakai tidak cocok untuk kulit. Memakai pembersih wajah yang mengandung sabun atau memakai skincare dan kosmetik yang mengandung bahan dapat menyumbat pori adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya jerawat.

Kulit Acne Prone Juga Memerlukan Moisturizer

Kulit acne prone biasanya malas memakai moisturizer karena kadang terasa lengket dan berat di kulit. Akan tetapi, jika Anda memiliki kulit acne prone dan sedang menggunakan  treatment dengan salah satu bahan aktif berikut ini, Anda perlu memakai moisturizer agar kulit tidak menjadi kering:

  • Benzoyl peroxide.
  • Salicylic acid.
  • Tretinoin.
  • Isotretinoin dan retinoid lainnya.

Bahan aktif di atas yang banyak terkandung dalam obat jerawat memiliki efek samping menyebabkan kulit kering. Untuk mengimbanginya, Anda perlu memakai moisturizer khusus untuk kulit acne prone.

Seorang dermatologis dari Yale School of Medicine, Dr. Cook Suozzi, merekomendasikan penggunaan moisturizer pada kulit yang acne prone dua kali sehari untuk mengimbangi efek obat jerawat yang dapat membuat kulit menjadi kering.

Hal ini juga didukung oleh sebuah riset yang dipublikasikan pada tahun 2014 yang menyatakan bahwa pemakaian moisturizer pada kulit berjerawat terbukti dapat meringankan gejala jerawat, dan meredakan iritasi yang dapat ditimbulkan oleh bahan aktif yang terkandung dalam obat jerawat.

Cara Memilih Moisturizer Untuk Kulit Acne Prone

Kulit acne prone memang memerlukan moisturizer. Tetapi tidak semua moisturizer aman digunakan untuk kulit acne prone. Meskipun Anda harus lebih teliti dan selektif memilih moisturizer, hasilnya worth it kok. Karena kulit yang terhidrasi dengan baik akan mengurangi timbulnya jerawat baru.

Berikut ini adalah tips untuk memilih moisturizer untuk kulit acne prone:

  1. Pilih moisturizer yang oil-free atau water-based

Langkah awal untuk memilih moisturizer bagi kulit acne prone adalah pastikan berlabel oil-free atau water-based. Kulit yang berminyak dan acne prone sudah jelas tidak membutuhkan ekstra minyak lagi dari moisturizer.

Apalagi minyak yang berlebih adalah salah satu penyebab jerawat, karena dapat menyumbat pori.  Untuk memastikan moisturizer yang Anda pilih bebas minyak atau oil-free, amati juga komposisinya. Pastikan komposisi moisturizer bebas dari bahan berminyak seperti mineral oil atau coconut oil.

  1. Pastikan berlabel non-comedogenic atau non-acnegenic

Langkah kedua adalah carilah moisturizer yang berlabel non-comedogenic atau non-acnegenic. Kedua istilah ini memiliki arti yang sama, yaitu moisturizer ini tidak akan menyumbat pori atau menyebabkan komedo atau jerawat. Sebuah riset mengenai moisturizer juga menyatakan bahwa moisturizer yang bersifat non-comedogenic tidak menyumbat pori dan tidak menyebabkan jerawat.

  1. Carilah yang mengandung bahan eksfolian atau antiacne

Bahan aktif anti acne seperti salicylic acid, benzoyl peroxide, glycolic acid, dan retinol memiliki efek dapat menimbulkan kulit menjadi kering. Formula moisturizer yang mengandung bahan aktif anti acne ini akan mencegah efek kulit kering ini dan juga pemakaian obat jerawat menjadi lebih nyaman.

Namun jika Anda sedang menggunakan obat jerawat yang mengandung salah satu bahan aktif ini, sebaiknya pilihlah moisturizer yang tidak mengandung bahan aktif anti acne. Memakai dobel bahan aktif dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan bersisik.

Bahan aktif anti acne atau eksfolian yang dapat terkandung dalam moisturizer diantaranya:

  • Salicylic acid. Merupakan bahan aktif yang bersifat keratolitik sehingga dapat menghilangkan sumbatan pori penyebab jerawat. Salicylic acid moisturizer umumnya memiliki kadar 1 hingga 2%.
  • Benzoyl peroxide. Merupakan salah satu bahan aktif yang efektif untuk mengatasi jerawat dengan membunuh bakteri penyebab jerawat dan menghilangkan sumbatan pada pori kulit. Benzoyl peroxide dalam moisturizer umumnya memiliki kadar 2,5 hingga 5%.
  • Glycolic acid. Merupakan salah satu bahan eksfolian yang juga efektif untuk mengurangi minyak berlebih pada wajah. Glycolic acid dapat membersihkan sumbatan dan sel kulit mati yang menutup pori kulit. Kadar glycolic acid yang ditambahkan pada moisturizer umumnya adalah 3 hingga 10%.
  • Retinol. Pemakaian retinol pada kulit acne prone dapat membantu menghilangkan sumbatan pada pori kulit yang dapat menyebabkan timbulnya jerawat. Retinol pada moisturizer untuk kulit acne prone umumnya memiliki kadar yang cukup ringan, yaitu 0,1 – 0,2%.
  1. Berbahan dasar gel atau lotion ringan

Sebaiknya pilih moisturizer yang berbahan dasar gel atau lotion yang ringan dibandingkan dengan moisturizer yang berbahan dasar krim. Moisturizer yang berbentuk krim biasanya memiliki kandungan lipid yang lebih banyak, sehingga dapat membuat kulit lebih berminyak dan resiko pori menjadi tersumbat lebih besar.

Moisturizer berbentuk gel atau lotion lebih ringan untuk kulit, namun tetap dapat memberikan efek hidrasi yang baik. Jika kulit Anda sangat kering, Anda dapat menggunakan moisturizer dengan bahan dasar yang lebih berat, namun pastikan moisturizer tersebut non-comedogenic.

  1. Pilih yang hypoallergenic

Label yang satu ini memang agak sulit dicari pada produk moisturizer. Namun jika memungkinkan, pilihlah moisturizer yang memiliki label hypoallergenic. Label hypoallergenic pada moisturizer artinya moisturizer tersebut bebas dari bahan yang berpotensi dapat menimbulkan reaksi alergi. Jadi, produk skincare hypoallergenic aman bagi kulit sensitif dan acne prone.

  1.  Bebas pewangi

Parfum atau pewangi pada produk kosmetik dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Kulit acne prone yang sedang melakukan treatment anti acne umumnya telah mengalami kulit yang lebih kering dan iritasi yang disebabkan oleh bahan aktif anti acne itu sendiri. Memakai moisturizer atau produk skincare lainnya yang mengandung pewangi dapat membuat kulit semakin iritasi dan terasa perih.

  1. Mengandung SPF

Melindungi kulit dari sinar UV adalah langkah penting bagi kulit acne prone agar kulit terhindar dari efek sinar UV yang merugikan. Beberapa bahan aktif untuk treatment jerawat juga memiliki efek samping meningkatkan photosensitivity, yaitu kulit menjadi lebih sensitif terhadap efek sinar UV. Memakai moisturizer yang mengandung SPF akan menghemat langkah skincare routine Anda, dan kulit tidak menjadi terasa berat karena memakai skincare moisturizer dan sunscreen secara terpisah. Saat memilih moisturizer yang mengandung SPF, carilah SPF 30 ke atas untuk perlindungan yang lebih optimal.

  1. Mengandung glycerin atau hyaluronic acid untuk menghidrasi kulit

Glycerin telah disebutkan dalam sebuah riset sebagai bahan yang paling efektif untuk meningkatkan hidrasi pada lapisan stratum corneum kulit. Glycerin dapat meningkatkan hidrasi pada kulit dengan dua cara. Pertama, glycerin dapat menarik kelembaban dari lapisan dermis kulit ke lapisan epidermis, sehingga meningkatkan kadar air pada lapisan luar (epidermis) kulit. Kedua, glycerin menarik kelembaban dari udara ke lapisan epidermis kulit.

Glycerin umumnya digunakan pada moisturizer dalam kadar 5%. Kadar glycerin yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kulit terasa lengket. Hyaluronic acid juga merupakan bahan pelembab yang baik untuk kulit acne prone. Hyaluronic acid tidak membuat pori tersumbat dan tidak membuat kulit terasa berminyak. Hyaluronic acid dapat mengikat air 1000 kali dari beratnya, sehingga baik sekali untuk menghidrasi kulit. Konsentrasi hyaluronic acid yang digunakan pada moisturizer umumnya adalah 0.2 – 0.4%.

  1. Bahan alami untuk efek anti iritasi

Moisturizer untuk kulit acne prone kadang mengandung bahan alami yang ditambahkan untuk memberikan efek menenangkan kulit dan anti iritasi. Efek ini akan baik sekali untuk menekan peradangan jerawat dan mencegah timbulnya iritasi pada kulit acne prone. Bahan alami yang baik pada moisturizer untuk kulit acne prone diantaranya adalah aloe vera, witch hazel, green tea, dan ginkgo biloba.

  1. Zinc aman untuk kulit acne prone

Berbagai data riset telah membuktikan bahwa zinc memiliki efek anti inflamasi yang baik untuk mempercepat penyembuhan luka. Pada kulit acne prone, memakai moisturizer yang mengandung zinc akan membantu penyembuhan jerawat. Moisturizer yang mengandung zinc oxide sebagai sunscreen akan lebih aman digunakan untuk kulit acne prone. Gunakan moisturizer untuk kulit rawan jerawat.

  1. Hindari petrolatum

Hindari moisturizer yang mengandung bahan aktif pelembab yang dapat menutup pori seperti petrolatum, mineral oil, lanolin, dan beeswax. Meskipun dapat melembabkan kulit dengan baik, bahan-bahan ini dapat membuat kulit terasa berminyak dan dapat menyebabkan tersumbatnya pori kulit.

Cara Memakai Moisturizer Bagi Kulit Acne Prone

Gunakan moisturizer yang aman bagi kulit acne prone sebagai bagian dari skincare routine pagi dan malam. Gunakan moisturizer segera setelah membersihkan kulit, sebelum memakai obat treatment anti acne. Pakailah moisturizer secara teratur setiap hari. Jangan lupa selalu gunakan sunscreen di pagi dan siang hari.

Kesimpulan

Kulit acne prone merupakan kondisi kulit yang sensitif dan mudah berjerawat, yang dapat dialami oleh kulit berminyak, normal, ataupun kulit kering. Kulit acne prone perlu menggunakan moisturizer, tetapi harus jenis moisturizer yang aman, tidak menyebabkan jerawat dan tidak membuat jerawat semakin parah. Pilihlah moisturizer yang oil-free, non-comedogenic atau non-acnegenic, mengandung bahan aktif anti acne, anti iritasi, bebas pewangi, dan memiliki bahan aktif pelembab yang aman bagi kulit acne prone seperti glycerin dan hyaluronic acid. Gunakan moisturizer untuk kulit rawan jerawat.

Beberapa bahan alami yang memiliki efek anti iritasi seperti aloe vera, witch hazel, ginkgo biloba, dan green tea juga baik untuk dimiliki moisturizer bagi kulit acne prone. Kulit acne prone sebaiknya memakai moisturizer 2 kali sehari setiap hari dan selalu gunakan sunscreen dengan SPF 30 ke atas pada pagi dan siang hari.

Referensi:

  1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4025519/
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5605215/
  3. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0022202X15301019
  4. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2585707/

About the author

Tuty Alawiyah (BS Chemistry)

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.