Cara Mengatasi Kulit Rusak Karena Matahari Dengan Vitamin C

C

Kadang karena pekerjaan kita harus berlama-lama berada di bawah sinar matahari langsung. Atau kadang kita lupa waktu saat bersantai menikmati pemandangan di luar ruangan. Apapun alasannya, sinar matahari yang mengenai kulit langsung tanpa perlindungan dapat membuat kulit menjadi rusak. Berikut cara merawat kulit rusak karena matahari secara efektif dengan vitamin C.

Kulit kemerahan, hiperpigmentasi, jerawat, dan keriput adalah contoh masalah kulit yang disebabkan oleh sinar matahari. Ternyata, kerusakan kulit akibat sinar matahari dapat diatasi secara efektif dengan vitamin C. Mari kita simak caranya.

Sinar UV Dapat Merusak Kulit

Sinar matahari mengandung UV A dan UV B yang keduanya dapat merusak kulit. Sinar UV A yang mengenai kulit dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kulit kehilangan elastin dan kolagen. Jika hal ini dibiarkan, kulit akan menjadi keriput dan kehilangan elastisitasnya. Berikut cara merawat kulit rusak karena matahari secara efektif dengan vitamin C.

Sinar UV A dapat menyebabkan kerusakan pada kulit di tiap lapisan, dari lapisan epidermis luar hingga lapisan dermis terdalam. Menurut sebuah studi, sinar UV A juga dapat menyebabkan kerusakan DNA pada kulit, sehingga dapat menyebabkan kanker kulit. Sinar UV B juga tak kalah berbahayanya bagi kulit. Sinar UV B dapat menimbulkan kerusakan pada lapisan terluar kulit.

Sinar UV B dapat menyebabkan hiperpigmentasi pada kulit dan juga bersifat karsinogen atau menyebabkan kanker. Sinar UV B juga dapat mempercepat proses penuaan pada kulit. Berikut cara merawat kulit rusak karena matahari secara efektif dengan vitamin C.

Kerusakan Kulit Akibat Sinar UV

Menurut sebuah riset, sinar UV merupakan penyebab 80% timbulnya tanda-tanda penuaan. Lalu kondisi kulit rusak seperti apa saja yang dapat diakibatkan oleh paparan sinar matahari? Ini dia jawabannya.

  • Sunburn

Sunburn adalah kondisi kulit yang terbakar oleh sinar matahari sehingga tampak kemerahan, dan kadang disertai dengan peradangan. Sunburn dapat terjadi saat kulit terpapar oleh sinar matahari dalam waktu yang cukup lama.

Parah atau tidaknya sunburn dipengaruhi seberapa lama dan kuat sinar UV mengenai kulit dan kondisi kulit itu sendiri. Melanin pada kulit dapat berfungsi untuk melindungi kulit terhadap sunburn. Karena itu, kulit yang berwarna terang akan lebih sensitif dan lebih mudah mengalami sunburn.

Kondisi sunburn yang dibiarkan atau jika paparan sinar matahari terjadi terus-menerus, maka dapat terjadi kerusakan fisik lainnya pada kulit seperti timbul kerutan atau bahkan kanker kulit.

  • Kulit kering

Kulit yang banyak terkena sinar matahari akan kehilangan kelembaban alaminya karena proses penguapan. Hal ini dapat menyebabkan kulit kering dan bersisik bahkan timbul kerutan meskipun pada usia muda.

  • Garis halus dan kerutan

Sinar UV dapat merusak kolagen dan elastin yang berfungsi menjaga kekenyalan dan elastisitas kulit. Akibatnya, timbul garis halus dan kerutan pada kulit.

  • Bintik hitam

Kulit kita memiliki pertahanan alami terhadap sinar UV, yaitu melanin atau zat warna kulit yang memberi warna gelap. Namun, paparan sinar UV yang terlalu lama dapat menyebabkan melanin terkumpul pada satu titik yang menyebabkan noda berwarna coklat atau kehitaman yang disebut bintik hitam atau age spot.

  • Melasma

Paparan sinar UV yang terlalu lama juga dapat menyebabkan melasma, yaitu area tertentu pada kulit yang berwarna kecoklatan. 

  • Actinic keratosis

Actinic keratosis adalah kondisi kulit yang menjadi menebal, kasar, dan bersisik yang diakibatkan terlalu sering terkena paparan sinar UV. Actinic keratosis dapat diawali dengan ukuran sebesar jerawat, yang pada akhirnya dapat melebar. Kulit yang terkena actinic keratosis dapat menjadi berwarna pink, kemerahan, atau kecoklatan.

Vitamin C: Antioksidan Kuat Untuk Mengatasi Photoaging

Vitamin C telah banyak digunakan untuk mengatasi kulit yang rusak karena sinar matahari. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa krim vitamin C 5% yang digunakan pada kulit selama 6 bulan berturut-turut dapat memperbaiki kondisi kulit yang mengalami penuaan karena paparan sinar matahari.

Mengenal Vitamin C Lebih Dekat

Vitamin C merupakan antioksidan kuat yang banyak terkandung dalam tubuh kita. Namun, tidak seperti hewan dan tumbuhan, tubuh manusia tidak dapat mensintesis vitamin C sendiri. Jadi, kita sepenuhnya mendapatkan asupan vitamin C dari makanan dan suplemen yang kita konsumsi.

Vitamin C tersedia dalam beberapa bentuk aktif, diantaranya:

  • L-ascorbic acid, merupakan bentuk vitamin C yang banyak digunakan dan paling banyak dipelajari. L-ascorbic acid  memiliki molekul yang bersifat tidak stabil dan hidrofil. Sifatnya yang tidak stabil dapat membuat produk yang L-ascorbic acid menjadi rusak pada penyimpanan yang lama atau tidak sesuai. Sifat hidrofilnya membuat L-ascorbic acid sulit menembus lapisan stratum korneum pada kulit. Stabilitas L-ascorbic acid dapat ditingkatkan dengan mengatur pH nya pada 3.5.
  • Magnesium ascorbyl palmitate (MAP), merupakan bentuk ester dari vitamin C yang lebih stabil dan bersifat lipofil. Karena itu, produk yang mengandung MAP lebih stabil pada penyimpanan dan lebih mudah diserap oleh kulit. MAP stabil pada kondisi pH netral. Namun, beberapa penelitian menyebutkan bahwa pemakaian MAP pada kulit tidak meningkatkan kadar ascorbic acid dalam kulit.
  • Bentuk ester vitamin C lainnya, seperti ascorbyl-6-palmitate, ascorbic acid sulphate, tetra isopalmytoil ascorbic acid, dan disodium isostrearyl 2-0 L-ascorbyl phospate.

Berapa Konsentrasi Vitamin C yang Baik Untuk Mengatasi Kulit Rusak?

Hasil yang optimal pada pemakaian vitamin C untuk mengatasi kulit yang rusak karena sinar matahari tergantung pada konsentrasi vitamin C yang terkandung dalam produk skincare yang digunakan.

Sebuah studi menyatakan bahwa konsentrasi terbaik dari vitamin C untuk memberikan hasil yang optimal untuk mengatasi kulit rusak adalah 10 – 20%.

Konsentrasi vitamin C di bawah 10% tidak akan memberikan hasil yang optimal. Sedangkan kadar vitamin C di atas 20% tidak akan membuat efeknya semakin baik, justru akan menimbulkan iritasi pada kulit.

Vitamin C Dapat Mengatasi Garis Halus dan Kerutan

Salah satu tanda-tanda penuaan dini yang muncul akibat paparan sinar matahari adalah munculnya garis halus atau kerutan pada wajah. Vitamin C telah teruji efektivitasnya untuk mengatasi hal ini.

Sebuah studi menyebutkan bahwa vitamin C berperan aktif dalam pembentukan kolagen kulit. Vitamin C juga dapat mencegah kerusakan kolagen dan elastin oleh sinar UV.

Vitamin C Dapat Mengatasi Hiperpigmentasi

Vitamin C juga telah terbukti aman dan efektif untuk mengatasi kulit yang menggelap atau noda hitam karena sinar matahari.

Sebuah studi menyebutkan bahwa vitamin C merupakan bahan pencerah kulit yang efektif mencegah pembentukan melanin atau pigmen hitam kulit.

Sebagai bahan pencerah kulit, vitamin C relatif aman jika dibandingkan dengan bahan pencerah kulit lainnya seperti hidrokinon.

Uji klinis menunjukkan bahwa vitamin C pada konsentrasi 10% terbukti efektif untuk memudarkan pigmentasi yang disebabkan oleh sinar UV. 

Apa Kata Ahli Kulit Tentang Vitamin C Untuk Mengatasi Kulit Rusak

Dr. Kim Chang, seorang ahli kulit dari Baylor College of Medicine, mengatakan bahwa vitamin C sangat baik digunakan untuk mengatasi kulit rusak karena sinar matahari.

“Memakai sunscreen dengan vitamin C akan melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV,” ujarnya.

Dr. Chang mengatakan bahwa vitamin C akan menambah perlindungan terhadap kulit dari sinar UV.

“Sunscreen memang dapat melindungi kulit dari sinar matahari,” katanya. “Namun, jika ditambah dengan vitamin C, perlindungan kulit akan semakin kuat.”

Dr. Chang juga menjelaskan bahwa vitamin C merupakan antioksidan kuat yang dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat oksidasi. Kerusakan kulit akibat oksidasi diantaranya adalah timbulnya garis halus dan kerutan.

“Karena vitamin C adalah antioksidan kuat, jadi dapat mengatasi kerusakan kulit karena proses oksidasi.”

Untuk memilih produk vitamin C yang terbaik, Dr. Chang menyarankan untuk memilih produk yang tidak mengandung banyak zat tambahan, memiliki pH 3.5, dan memiliki kadar 10 – 20%.

“Banyak sekali pilihan produk vitamin C yang dapat digunakan, namun saya menyarankan untuk menggunakan vitamin C dalam bentuk yang paling murni,” ujarnya.

Memilih Produk Vitamin C yang Tepat

Setelah mengetahui manfaat vitamin C untuk mengatasi kulit rusak, Anda juga harus tahu produk vitamin C mana yang paling baik untuk digunakan.

Perhatikan hal berikut saat memilih produk vitamin C:

  • Pilihlah vitamin C dalam bentuk murni dengan pH 3.5 karena akan lebih mudah diserap oleh kulit.
  • Memiliki konsentrasi 10 – 20%. Kadar vitamin C yang terlalu rendah (di bawah 8%) tidak akan memberikan hasil yang optimal, dan kadar yang terlalu tinggi dapat menyebabkan iritasi kulit.
  • Pilihlah dalam bentuk serum. Produk vitamin C ada bermacam-macam, dari yang berbentuk krim hingga berbentuk gel. Namun, yang paling efektif untuk mengatasi kulit rusak adalah yang berbentuk serum. Serum umumnya memiliki konsentrasi yang lebih pekat dan lebih mudah diserap oleh kulit sehingga hasilnya lebih efektif.

Cara Memakai Vitamin C

Gunakan vitamin C setelah membersihkan wajah dan memakai toner. Jika Anda menggunakan serum vitamin C, pakailah pada urutan pertama sebelum memakai krim atau produk lainnya, agar penyerapannya lebih optimal.

Gunakan vitamin C pada pagi dan malam hari dalam skincare routine pagi dan malam Anda. Selalu gunakan sunscreen pada pagi dan siang harinya.

Hati-hati Menggunakan Vitamin C Pada Kulit yang Sensitif

Vitamin C memang relatif aman jika dibandingkan dengan bahan aktif lain yang dapat menimbulkan iritasi pada kulit. Namun, vitamin C (khususnya dalam bentuk murni) bersifat asam dan memiliki pH rendah, jadi untuk yang memiliki kulit yang sensitif sebaiknya hati-hati dalam menggunakannya.

Jika kulit Anda sensitif, Anda dapat memakai vitamin C pada bagian yang tersembunyi dulu, dan tunggu hingga 24 jam. Jika kulit mengalami gatal atau perih karena iritasi, sebaiknya hentikan pemakaian.

Untuk kulit sensitif juga dapat mencoba memakai serum vitamin C tiap 2 hari sekali pada awalnya. Amati efeknya pada kulit, apakah kulit mengalami reaksi yang tidak diinginkan. Jika kulit dapat mentolerir vitamin C ini, pemakaiannya dapat Anda tingkatkan secara bertahap menjadi sehari sekali, lalu menjadi 2 kali sehari.

Cara Mencegah Kulit Rusak Akibat Sinar Matahari

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Meskipun terlihat repot untuk dilakukan, melakukan pencegahan agar kulit tidak menjadi rusak oleh sinar uv jauh lebih mudah dilakukan daripada mengatasinya.

Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah kulit rusak akibat sinar matahari:

  • Memakai sunscreen

Pakailah selalu sunscreen pada pagi dan siang hari, baik saat Anda berada di luar maupun di dalam ruangan. Gunakan sunscreen dengan SPF minimal 30 dan gunakan yang sesuai dengan jenis kulit Anda.

Untuk yang memiliki jenis kulit berminyak dan mudah berjerawat, sebaiknya memilih sunscreen yang non-comedogenic dan bebas minyak. Untuk kulit kering atau normal, pilihlah sunscreen yang mengandung pelembab.

  • Memakai lipstik atau lip balm yang mengandung SPF

Bukan hanya kulit, bibir juga memerlukan perlindungan terhadap sinar matahari. Bibir yang terpapar sinar matahari langsung dalam waktu yang lama dapat menjadi kering dan pecah-pecah.

Untuk melindungi bibir dari sinar UV, pakailah lipstik atau pelembab bibir dengan minimal SPF 20.

  • Jangan berada di luar ruangan terlalu lama

Jika memungkinkan, hindari berada di luar terlalu lama, khususnya pada jam-jam saat matahari sedang terik-teriknya, misalnya antara jam 10 pagi hingga jam 3 sore.

  • Memakai sunglasses

Mata dan area kulit sekitar mata memerlukan perlindungan ekstra dari sinar matahari. Kulit di sekitar mata merupakan area yang sensitif yang lebih mudah mengalami kerusakan berupa kerutan dan pigmentasi karena sinar matahari. Karena itu, lindungi area mata secara ekstra dengan memakai sunglasses saat keluar ruangan pada siang hari terik.

  • Memakai pakaian lengan panjang dan topi saat keluar

Lindungi kulit tubuh Anda dari sinar matahari dengan memakai baju lengan panjang dan celana panjang saat keluar. Memakai topi juga dapat memberikan perlindungan ekstra bagi wajah dari sinar matahari saat berada di luar ruangan.

Kesimpulan

Terpapar sinar matahari dalam waktu yang cukup lama dan berulang-ulang dapat menimbulkan kerusakan pada kulit yang dapat berupa penuaan dini, timbulnya garis halus dan kerutan, pigmentasi kulit, serta kulit kering dan kasar. Merawat kulit rusak matahari dengan akibat sinar matahari secara efektif dengan vitamin C.

Vitamin C telah terbukti efektif dan relatif aman untuk mengatasi kulit rusak akibat sinar matahari. Vitamin C dapat membantu pembentukan kolagen sehingga dapat mengatasi kerutan, dan menghambat pembentukan melanin sehingga dapat mengatasi pigmentasi. Pilihlah produk vitamin C dalam bentuk murni dengan pH 3.5 pada konsentrasi 10 hingga 20%.

Referensi:

  1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3543289/
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3790843/
  3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3789494/
  4. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5605218/
  5. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6415704/

About the author

Tuty Alawiyah (BS Chemistry)

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.