Charcoal Mask: Manfaat, Kegunaan, dan Resikonya Untuk Wajah

C

Jika sedang mencari mask dengan bahan alami yang cukup powerful, cobalah charcoal masker yang saat ini semakin ngetrend. Simak berbagai manfaat dan resikonya. Memakai produk skincare alami sekarang memang sedang trend. Salah satu skincare berbahan alami yang sedang naik daun adalah mask charcoal atau charcoal masker.

Charcoal masker dipercaya dapat digunakan untuk detoksifikasi kulit. Apa itu maksudnya? Apa saja manfaat charcoal masker bagi kulit wajah dan apa efek sampingnya? Mari simak berbagai manfaat dan resiko charcoal masker berikut ini.

Apa Itu Charcoal?

Sebelum kita bahas lebih dalam tentang charcoal masker, mari kenali dulu bahan dasar dalam pembuatan charcoal masker. Ya, tentu saja bahan dasarnya adalah charcoal atau arang. Namun, arang seperti apa yang dapat dipakai sebagai bahan dasar mask?

Arang merupakan sisa pembakaran zat organik. Jenis arang yang digunakan untuk skincare, termasuk charcoal masker, adalah arang aktif atau activated charcoal. Activated charcoal dibuat dengan memproses arang alami dengan suatu gas atau bahan anorganik agar strukturnya lebih terbuka dan memiliki pori. Karena adanya pori ini, arang aktif memiliki daya serap yang tinggi dan dapat digunakan untuk menyerap zat kimia dan toksin.

Dalam dunia medis, activated charcoal digunakan untuk mengobati keracunan, infeksi saluran pencernaan, dan rasa mual. Activated charcoal dalam produk perawatan kulit biasanya digunakan dalam mask, sabun wajah, exfoliating sponge, deodoran, dan produk perawatan kulit kepala.

Bagaimana Cara Kerja Charcoal Masker Untuk Kulit?

Activated charcoal dalam charcoal masker memiliki daya absorpsi yang kuat terhadap kotoran dan polutan pada kulit. Arang aktif ini memiliki sifat ‘lengket’ terhadap kotoran dan toksin. Jadi, charcoal masker dapat mendetoksifikasi kulit dengan cara menyerap kotoran.

Karena kotoran dan polutan akan melekat pada charcoal (sehingga charcoal perlu dibilas untuk menghilangkan kotoran pada kulit), maka charcoal umumnya digunakan untuk produk perawatan kulit yang perlu dibilas seperti mask atau pembersih wajah. Mask dan pembersih wajah yang mengandung charcoal biasanya cocok digunakan untuk kulit berminyak dan mudah berjerawat.

Umumnya charcoal masker selain mengandung activated charcoal juga dikombinasikan dengan bahan aktif lain yang efektif untuk mengatasi minyak dan jerawat seperti AHA dan BHA yang merupakan bahan aktif yang dapat melarutkan minyak dari dalam pori, atau kaolin yang dapat mengikat minyak berlebih, atau ekstrak buah-buahan. Activated charcoal umumnya digunakan sebagai bahan aktif tambahan untuk menunjang bahan aktif lain yang memiliki efek eksfolian dan mengontrol minyak.

Manfaat Charcoal Masker Untuk Kulit

Charcoal mask memberikan berbagai manfaat untuk kulit. Jika Anda sedang mencari bahan alami untuk mengatasi masalah kulit dari jerawat hingga kulit kusam, mungkin charcoal masker adalah jawabannya.

Inilah beberapa manfaat charcoal masker bagi kulit wajah:

  1. Mendetoksifikasi kulit

Mengapa kulit kita perlu detoksifikasi? Setiap hari kulit kita terpapar oleh berbagai polutan berupa udara yang tidak bersih yang dapat disebabkan oleh asap kendaraan, asap rokok, atau asap sisa proses industri. Menurut sebuah studi yang dipublikasikan pada tahun 2017 oleh MDPI, polutan lingkungan baik yang berupa sisa pembakaran, ozon, atau radikal bebas dapat menimbulkan berbagai masalah kulit seperti kulit menjadi kering atau menjadi berminyak dan berjerawat, kusam, pori-pori membesar, keriput, dan lain-lain.

Riset ini juga menyebutkan bahwa activated charcoal dalam charcoal masker dapat menarik toksin karena polusi dari kulit. Charcoal merupakan salah satu bahan anti polutan yang disarankan untuk menghilangkan kotoran dan polutan dari kulit, sehingga dapat melindungi kulit dari kerusakan.

  1. Mengurangi minyak berlebih pada kulit

Charcoal masker sangat cocok untuk digunakan oleh jenis kulit berminyak atau kombinasi. Struktur activated charcoal yang berpori dapat menarik dan mengikat minyak dari permukaan kulit dan pori-pori. Activated charcoal bersifat ‘lengket’ terhadap minyak dan kotoran, sehingga dapat membersihkan wajah dari minyak dengan lebih mendalam.

  1. Mencerahkan kulit

Charcoal mask dapat membersihkan pori kulit dengan lebih kuat dan menarik kotoran dari dalam pori. Saat Anda membilas mask, semua kotoran akan terangkat dan hasilnya kulit tampak lebih cerah seketika.

  1. Mengangkat sel kulit mati

Sebuah studi tentang charcoal masker telah membuktikan bahwa penggunaan mask peel off dengan bahan aktif charcoal 1% dapat mengangkat sel kulit mati dengan efektif. Kulit yang bebas dari sel kulit mati akan terlihat lebih cerah dan bebas kusam.

  1. Mengatasi dan mencegah jerawat

Berbagai riset telah membuktikan bahwa charcoal efektif untuk menyerap bakteri dan toksin dari tubuh. Charcoal masker juga dapat mengangkat bakteri penyebab jerawat dan sel kulit mati serta minyak wajah yang juga dapat menjadi penyebab jerawat. Karena itu, charcoal mask baik sekali untuk digunakan pada kulit yang mudah berjerawat atau acne prone.

  1. Mengatasi efek radikal bebas

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan pada tahun 2018 menemukan bahwa activated charcoal efektif untuk mengurangi efek radikal bebas. Radikal bebas pada kulit dapat menyebabkan berbagai masalah seperti kerusakan sel kulit dan penuaan dini. Jadi, memakai charcoal mask dapat melindungi Anda dari masalah ini.

  1. Mengatasi gigitan serangga

Kulit yang digigit serangga dapat mengalami iritasi, gatal, kemerahan, atau bengkak. Charcoal telah teruji dapat menyerap toksin, karena itu charcoal mask juga efektif untuk menyerap toksin atau venom yang berasal dari gigitan serangga.

Resiko Memakai Charcoal Mask

Charcoal mask memang memiliki bahan aktif activated charcoal yang alami dan relatif aman. Namun bukan penggunaan charcoal mask ini tanpa resiko. Berikut adalah resiko dan peringatan yang perlu diperhatikan saat memakai charcoal mask:

  • Tidak cocok untuk jenis kulit kering

Charcoal mask bekerja dengan cara menyerap minyak dan kotoran dari dalam pori kulit. Karena itu, jika digunakan oleh jenis kulit berminyak atau kombinasi, charcoal mask akan membantu kelebihan minyak sehingga kulit lebih cerah dan bebas kusam.

Tetapi, jika digunakan pada kulit kering, charcoal mask akan membuat kulit menjadi semakin kering. Charcoal mask tidak memiliki sifat menghidrasi kulit. Jadi, charcoal mask tidak cocok untuk digunakan oleh Anda yang memiliki jenis kulit kering.

  • Jangan digunakan terlalu sering

Charcoal mask dapat membersihkan sebum pada wajah secara mendalam. Namun, kulit wajah juga secara alami masih membutuhkan minyak untuk melembabkan. Dan kulit yang terganggu kelembabannya dapat menimbulkan masalah, diantaranya kulit menjadi kering. Gunakan charcoal mask satu atau dua kali seminggu, agar minyak wajah tetap terkontrol namun kelembaban kulit pun masih dapat terjaga.

  • Hati-hati dengan reaksi alergi

Selalu lakukan patch test sebelum Anda mencoba bahan aktif baru atau jenis produk skincare baru, termasuk charcoal masker. Gunakan charcoal masker pada bagian kulit selain wajah dulu, misalnya punggung telapak tangan. Amati apakah Anda mengalami reaksi alergi seperti kulit menjadi kemerahan, gatal, terasa panas, atau bengkak. Jika terjadi gejala ini, kemungkinan besar kulit Anda alergi terhadap charcoal dan charcoal mask serta semua produk perawatan kulit yang mengandung charcoal mungkin tidak tepat untuk Anda.

  • Dapat menimbulkan iritasi pada mata

Saat memakai charcoal masker, hindari penggunaan di area kulit sekitar mata. Activated charcoal memiliki tekstur kasar yang dapat mengiritasi mata.

Jenis-jenis Charcoal Mask

Charcoal masker tersedia dalam berbagai jenis yang dapat Anda pilih sesuai dengan kondisi kulit Anda. Jenis-jenis charcoal masker diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Charcoal peel off mask

Charcoal masker yang berjenis peel off telah menjadi viral di sosial media. Beberapa video menunjukkan masker ini dapat mengangkat bersih semua komedo saat diangkat atau dikelupas setelah mengering. Namun beberapa video juga menunjukkan efek charcoal peel off mask tidak seefektif itu. Bahkan ada video yang menunjukkan proses pengelupasan masker menjadi sangat menyakitkan dan menyebabkan iritasi kulit.

Faktanya, masker jenis peel off dapat dapat mengikis lapisan dermis kulit. Apalagi jika digunakan terlalu sering atau dibiarkan terlalu lama menempel ke kulit. Namun, sebuah studi telah menunjukkan sebuah formulasi charcoal peel off mask yang tidak menyebabkan iritasi kulit.

Jadi, saat tertarik untuk mencoba charcoal peel off mask, perhatikan hal-hal berikut:

  1. Pilihlah produk yang jelas informasi formulanya. Amati komposisinya, pastikan produk charcoal peel off mask ini mengandung bahan smoothing agent seperti glycerin.
  2. Gunakan hanya satu atau dua kali dalam seminggu. Penggunaan yang terlalu sering dapat merusak lapisan terluar kulit dan iritasi.
  3. Jangan dibiarkan terlalu lama menempel di kulit.
  • Charcoal sheet mask

Jenis masker ini lebih praktis. Cocok bagi Anda yang sibuk dan menyukai masker yang praktis. Cukup dengan memakai masker siap pakai selama 30 menit, lalu meratakan cairan yang tertinggal pada kulit tanpa dibilas.

Namun, penggunaan charcoal sheet mask sendiri menuai kontroversi. Kain pada masker sheet mask terbuat dari bahan cotton, rayon, atau bahan sintetik lain yang tidak dapat terurai secara alami. Maka charcoal sheet mask dinilai tidak ramah lingkungan.

Selain itu, efek charcoal sebagai anti polutan sebenarnya lebih efektif jika dalam pemakaiannya meliputi proses pembilasan. Charcoal mengikat kotoran, minyak, dan polutan lainnya secara fisik. Jadi perlu dihilangkan atau dibilas untuk melepas kotoran yang terikat charcoal dari kulit.

  • Charcoal mask with clay

Charcoal masker yang dikombinasikan dengan clay dapat membersihkan kulit dengan lebih efektif. Clay akan membantu penyerapan minyak berlebih pada wajah, sehingga kombinasi ini tepat untuk digunakan kulit berminyak. Charcoal masker dengan kombinasi clay biasanya tersedia dalam tipe wash off. Masker ini biasanya mudah dicuci dengan air dan dapat membuat kulit wajah lebih cerah dan halus.

  • Charcoal mask dalam bentuk gel atau krim

Charcoal masker juga tersedia dalam bentuk gel atau krim yang umumnya lebih aman untuk digunakan kulit normal atau kering. Charcoal masker yang berbentuk gel atau krim biasanya telah dikombinasikan dengan bahan aktif lainnya seperti hyaluronic acid, vitamin C, atau BHA untuk menambah efektivitas fungsinya.

  • Charcoal sleeping mask

Untuk Anda yang kadang terlalu lelah untuk mencuci masker, dapat memakai sleeping mask dengan bahan aktif charcoal. Biasanya charcoal sleeping mask dikombinasikan dengan bahan pelembab dan zat aktif lainnya untuk merawat kulit sepanjang malam. Ingatlah untuk segera membilas charcoal sleeping mask di pagi harinya.

Cara Memakai Charcoal Mask Dalam Skincare Routine

Charcoal masker dapat menjadi salah satu skincare routine yang dapat Anda gunakan satu hingga dua kali dalam seminggu. Cara pemakaian charcoal masker dalam skincare routine adalah sebagai berikut.

  1. Bersihkan wajah

Membersihkan wajah sebelum memakai masker akan membuat zat aktif pada masker lebih mudah menembus pori kulit. Dengan begitu, activated charcoal dalam masker akan lebih mudah mengangkat minyak dan kotoran dari dalam pori yang tidak dapat dibersihkan dengan pembersih wajah.

  1. Gunakan masker dengan merata

Gunakan kuas atau spatula untuk meratakan masker pada seluruh area wajah seperti dahi, pipi, dagu, dan hidung. Hindari area sekitar mata, karena charcoal dapat menyebabkan iritasi pada mata.

  1. Diamkan masker hingga mengering

Atau diamkan masker sesuai dengan petunjuk pada informasi produk. Jenis masker yang berbeda kadang memerlukan waktu kontak dengan kulit yang berbeda pula. Kecuali untuk sleeping mask yang dibiarkan semalaman dan dibilas di pagi harinya. Amati dengan teliti berapa lama waktu yang dianjurkan untuk mendiamkan masker.

Jika tidak dicantumkan, saat masker telah mengering merata segera bilas dengan air tanpa ditunda. Bila perlu hindari multitasking saat menunggu masker mengering. Atau atur alarm pada HP. Masker yang terlalu lama menempel pada kulit dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan seperti iritasi atau kulit kemerahan.

  1. Bilas dengan air hangat

Untuk masker tipe wash off, mencuci masker dengan air hangat akan membuat masker lebih mudah dan cepat dibersihkan. Tidak perlu menggunakan sabun saat mencuci masker.

  1. Gunakan moisturizer sesudahnya

Setelah mencuci masker, keringkan wajah dengan lembut dan oleskan moisturizer. Charcoal mask efektif mengangkat sebum pada kulit. Namun kulit tetap memerlukan sebum atau kelembaban alaminya untuk menjaga keseimbangan fungsi kulit. Jagalah kelembaban kulit dengan memakai moisturizer setelah memakai charcoal masker.

Kesimpulan

Charcoal masker merupakan produk perawatan kulit dengan bahan aktif alami activated charcoal yang dapat mendetoksifikasi kulit. Manfaatnya untuk kulit yang telah teruji diantaranya untuk menyerap kotoran dan minyak, mengatasi jerawat, dan mencerahkan kulit kusam.

Charcoal masker cocok digunakan untuk jenis kulit berminyak dan mudah jerawat. Namun tersedia juga produk charcoal masker yang mengandung bahan pelembab sehingga tidak membuat kulit kering. Charcoal masker akan memberikan hasil yang optimal jika digunakan sesuai aturan, yaitu dipakai 1-2 kali seminggu dan gunakan moisturizer sesudahnya.

Referensi:

  1. http://www.ijccts.org/ijprt/fulltext/17-1558929589.pdf
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25455049
  3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/29979036 

About the author

Tuty Alawiyah (BS Chemistry)

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.