Cleanser Kulit Berminyak dan Berjerawat – Rekomendasi Para Ahli

C

Salah pilih cleanser dapat menyebabkan masalah jerawat pada kulit berminyak. Simak dulu pembersih untuk kulit berminyak dan berjerawat rekomendasi ahli kulit. Membersihkan wajah merupakan langkah awal yang sangat penting dalam skincare routine kita. Memilih cleanser yang baik untuk kulit wajah kita harus super hati-hati. Apalagi bagi kulit berminyak dan mudah berjerawat. Salah memilih cleanser dapat membuat kulit semakin berminyak. Akibatnya, pori-pori menjadi semakin mudah tersumbat dan akhirnya timbul komedo dan jerawat.

Cleanser untuk kulit berminyak dan berjerawat umumnya memiliki kandungan bahan aktif untuk mengatasi minyak berlebih, namun juga lembut untuk kulit. Mau tahu bahan aktif dalam pembersih wajah untuk kulit berminyak dan mudah berjerawat yang telah teruji dan direkomendasikan para ahli kulit dunia? Mari kita simak apa kata ahli kulit berikut ini.

Kulit Berminyak dan Acne Prone Itu Apa?

Kulit kita memiliki kelenjar sebasea yang berfungsi untuk memproduksi minyak untuk menjaga kelembaban alami kulit. Pada kulit yang normal, produksi minyak dalam jumlah yang cukup akan melindungi kulit dari kekeringan. Namun pada kulit berminyak, minyak yang diproduksi oleh kelenjar sebasea terlalu banyak. Karena itu kulit menjadi tampak mengkilap dan jika minyak yang berlebihan ini tidak dikendalikan, maka akan dapat menyumbat pori kulit bersama kotoran. Pori-pori yang tersumbat dapat menimbulkan komedo dan jerawat.

Seorang ahli kulit, Dr. Yoram Harth, mengatakan, “Minyak pada kulit dengan kadar yang tepat akan melindungi kulit dari zat toksik dari luar. Tetapi, minyak yang berlebihan pada kulit dapat membuat kulit mengkilap, menyumbat pori, dan menyebabkan jerawat.”

Jadi, kondisi kulit berminyak dapat menjadi salah satu penyebab kulit menjadi berjerawat. Anda tidak dapat mengendalikan kelenjar sebasea untuk tidak memproduksi minyak dalam jumlah yang berlebih. Namun, minyak yang berlebihan pada wajah dapat dikontrol dengan bahan aktif khusus untuk kulit berminyak.

Lalu apa itu kulit acne prone? Kulit acne prone adalah jenis kulit yang rawan mengalami komedo dan jerawat. Jika kulit Anda mudah dan sering mengalami jerawat, artinya Anda memiliki tipe kulit acne prone atau rawan jerawat. Timbulnya jerawat umumnya disebabkan oleh kelebihan minyak yang memicu tersumbatnya pori-pori. Kulit acne prone banyak dialami oleh remaja yang diakibatkan oleh perubahan hormonal yang dapat memicu produksi minyak berlebih pada kulit.

Yakin Kulitmu Berminyak?

Sebelum memilih pembersih yang diformulasikan khusus untuk kulit berminyak, Anda harus yakin dulu apakah Anda memiliki jenis kulit berminyak. Ada 3 cara untuk mengetahui jenis kulitmu:

  1. Amati kulit di siang atau sore hari

Seorang dokter kulit dan ahli bedah plastik, Dr. Melanie Palm, merekomendasikan cara mudah untuk menentukan jenis kulit: “Cara termudah untuk mengetahui jenis kulit adalah mengamati kondisi kulit saat pagi hingga sore pada hari-hari biasa.”

Yang dimaksud dengan hari-hari biasa adalah saat Anda tidak melakukan aktivitas ekstrim yang tidak biasanya, misalnya olahraga berat atau berada di terik matahari selama berjam-jam. Karena aktivitas fisik yang berat dan sinar matahari yang terik dapat membuat kulit yang normal pun jadi tampak berminyak.

Amati kondisi kulit Anda pada siang atau sore hari setelah beraktivitas biasa dan perhatikan hal-hal berikut:

  • Jika kulit terasa lengket dan terlihat mengkilap, artinya Anda memiliki kulit berminyak.
  • Jika yang terlihat mengkilap hanya pada area T, yaitu sekitar hidung dan dahi, artinya Anda memiliki jenis kulit kombinasi.
  • Jika terlihat ada sedikit minyak atau kulit kemerahan, artinya Anda memiliki kulit normal.
  • Jika kulit terasa seperti tertarik dan bersisik, artinya Anda memiliki jenis kulit kering.
  • Jika kulit terasa gatal dan memerah, artinya kulit Anda sensitif.
  1. Amati setelah membersihkan wajah

Caranya, bersihkan wajah dengan pembersih yang lembut. Tunggu selama 30 menit dan jangan mengaplikasikan apapun pada kulit. Tempelkan tissue pada kulit wajah sambil ditekan, amati apakah ada noda minyak. Kulit Anda termasuk jenis kulit berminyak jika terdapat noda minyak yang merata dari semua bagian wajah.

  1. Ke dokter kulit

Cara yang ketiga untuk memastikan jenis kulit Anda adalah dengan memeriksakan jenis kulit ke dokter kulit atau klinik kecantikan. Biasanya dokter akan memotret wajah Anda dan akan menganalisa jenis kulit Anda.

Mengapa Memakai Cleanser Itu Penting Bagi Kulit Berminyak dan Mudah Berjerawat?

Memakai cleanser atau membersihkan wajah adalah langkah pertama dalam skincare routine harian kita. Fungsi utama cleanser adalah untuk membersihkan kotoran, minyak, dan sisa make up dari wajah. Kotoran dan minyak ini tidak dapat larut dalam air, sehingga tidak dapat dibersihkan hanya dengan mencuci muka dengan air saja.

Pembersih wajah umumnya mengandung bahan yang dapat melarutkan kotoran dan minyak seperti emulsifier, sabun, atau surfaktan. Bahan surfaktan strukturnya memiliki bagian hidrofil (larut air) pada bagian kepala dan hidrofob (larut minyak) pada bagian ekor.

Saat cleanser digunakan, bagian ekor yang hidrofob akan bercampur dengan minyak dan kotoran, sementara bagian hidrofil akan bercampur dengan air. Hasilnya, minyak, kotoran, dan sel kulit mati akan larut membentuk campuran dengan cleanser dan lepas dari kulit.

Para ahli kulit merekomendasikan kulit berminyak dan acne prone untuk memakai cleanser 2 kali sehari dan setelah berolahraga. Membersihkan wajah terlalu sering juga tidak baik untuk kulit, karena akan menghilangkan kelembaban alami kulit sehingga kulit menjadi kering.

Pembersih wajah yang ideal untuk kulit berminyak dan acne prone adalah yang dapat membersihkan kotoran dan minyak secara mendalam namun tidak merusak atau mengiritasi kulit. Sebaliknya, pembersih wajah yang baik seharusnya dapat menjaga kelembaban kulit berminyak. 

Saran Ahli Kulit: Pembersih yang Lembut Itu Baik

Saat kulit terasa berminyak setelah seharian beraktivitas, rasanya kita ingin membersihkan wajah sampai semua minyak di wajah benar-benar hilang. Tetapi saran dari dermatologis Dr. Michelle Park dari Washington Square Dermatology: “Penting untuk diingat bahwa Anda perlu memperlakukan kulit berminyak dengan lembut.” Dr. Park menambahkan, “Tujuan membersihkan wajah bukan untuk menghilangkan semua minyak di kulit. Jika Anda melakukan itu, justru akan membuat jerawat dan kondisi kulit semakin parah. Karena kondisi kulit yang kering akan memberikan sinyal kepada kulit untuk membuat lebih banyak minyak untuk mengimbanginya, sehingga kulit malah menjadi lebih berminyak.”

Bahan Aktif pada Cleanser untuk Kulit Berminyak dan Acne Prone

Pembersih wajah yang baik untuk kulit berminyak dan mudah berjerawat sebaiknya mengandung bahan aktif yang dapat membersihkan pori-pori kulit dari minyak dan kotoran secara mendalam. Bahan aktif yang sebaiknya terkandung dalam cleanser untuk kulit berminyak dan rawan jerawat diantaranya:

  1. Benzoyl peroxide

Benzoyl peroxide merupakan bahan aktif yang banyak digunakan untuk mengatasi masalah minyak berlebih dan jerawat. Sebuah jurnal menyebutkan bahwa benzoyl peroxide telah terbukti efektif mengatasi minyak berlebih pada wajah dengan lembut, serta efektif mengatasi komedo. Benzoyl peroxide juga dapat menghilangkan bakteri penyebab jerawat. Konsentrasi benzoyl peroxide yang efektif pada cleanser umumnya adalah 2,5 – 5%. Jika Anda baru pertama kali menggunakan benzoyl peroxide, mulailah dengan konsentrasi yang kecil terlebih dahulu, lalu naikkan konsentrasi yang digunakan secara bertahap.

  1. Salicylic acid

Salicylic acid atau beta hydroxy acid (BHA) dalam cleanser selain dapat membersihkan minyak dan kotoran pada permukaan kulit, tetapi juga dapat mengatasi sumbatan pada pori kulit. Salicylic acid dapat menghilangkan sel kulit mati dan memiliki efek anti iritasi.

Cleanser yang mengandung salicylic acid banyak direkomendasikan oleh ahli kulit untuk kulit berminyak dan mudah berjerawat. Dr. Michelle Park merekomendasikan cleanser yang mengandung salicylic acid sebagai pilihan untuk kulit berminyak dan berjerawat.

“Salicylic acid dapat mengeksfoliasi kulit dengan lembut untuk menghilangkan kotoran dan minyak dan tidak bersifat terlalu keras bagi kulit,” jelas Dr. Park. Kadar salicylic acid yang efektif dalam cleanser umumnya adalah 1 – 2%.

  1. Glycolic acid

Glycolic acid merupakan golongan alpha hydroxy acid (AHA) yang banyak digunakan pada produk skincare seperti cleanser, toner, atau cairan peeling. Glycolic acid memiliki kemampuan menembus pori kulit dan membersihkan kotoran dalam pori. Glycolic acid telah terbukti dapat mengatasi sumbatan pada pori yang dapat menyebabkan jerawat. Glycolic acid juga merupakan eksfoliator yang baik yang dapat menghilangkan timbunan sel kulit mati.

Glycolic acid juga banyak direkomendasikan oleh ahli kulit sebagai bahan aktif cleanser untuk kulit berminyak dan mudah berjerawat. Seorang ahli kulit, Dr. Jennifer MacGregor mengatakan, “Untuk kulit berminyak yang mudah mengalami penyumbatan pori, saya menyarankan cleanser yang mengandung glycolic acid. Gunakan pada pagi hari sebelum memakai moisturizer.” Kadar glycolic acid dalam cleanser umumnya sekitar 8 hingga 10%.

  1. Niacinamide

Niacinamide atau vitamin B3 adalah salah satu bahan aktif untuk cleanser yang dapat mengurangi produksi minyak pada wajah dengan lembut. Niacinamide juga dapat mengecilkan pori kulit dan menjaga kelembaban kulit. Sebuah studi telah membuktikan bahwa niacinamide dengan kadar 2% efektif untuk mengurangi produksi sebum pada kulit wajah.

  1. Tea tree oil

Tea tree oil merupakan bahan alami yang lembut dan aman untuk kulit, namun juga terbukti efektif untuk mengurangi minyak pada wajah. Tea tree oil juga memiliki efek anti inflamasi yang dapat mengurangi peradangan pada kulit berjerawat.

  1. Clay

Cleanser yang mengandung clay dapat membersihkan kulit dengan lebih sempurna. Clay bersifat lengket pada kulit dan dapat menarik kotoran dari dalam pori dengan kuat. Clay juga alami dan aman bagi kulit karena tidak menimbulkan iritasi. Karena itu cleanser yang mengandung clay cocok digunakan bagi kulit berminyak dan sensitif.

  1. Aloe vera

Aloe vera adalah bahan aktif yang perlu Anda cari saat Anda memerlukan cleanser yang dapat meredakan peradangan pada kulit karena jerawat. Aloe vera juga dapat mengatasi kulit yang iritasi. Aloe vera juga dapat menjaga kelembaban kulit tanpa membuat kulit menjadi berminyak.

Memilih Cleanser Untuk Kulit Berminyak dan Rawan Jerawat

Selain mengandung bahan aktif di atas, dalam memilih cleanser untuk kulit berminyak dan mudah berjerawat sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut ini:

  • Berlabel oil-free

Pastikan cleanser yang Anda pilih bebas minyak. Carilah label oil-free pada kemasannya, atau amati komposisinya dan pastikan tidak mengandung minyak yang berat dan dapat menyumbat pori seperti coconut oil atau mineral oil.

  • Non-comedogenic

Kulit berminyak dan acne prone sangat mudah mengalami penyumbatan pori yang akhirnya menimbulkan komedo dan jerawat. Pastikan cleanser yang Anda gunakan tidak menambah resiko komedo.

  • Lembut bagi kulit

Para ahli kulit merekomendasikan pembersih wajah yang lembut untuk kulit berminyak dan berjerawat dan tidak menyebabkan iritasi kulit.

  • Memiliki pH seimbang

Sebuah studi menunjukkan bahwa pH kulit yang terlalu tinggi dapat menyebabkan timbulnya jerawat dan menyebabkan jerawat datang kembali. Karena itu, untuk kulit berminyak dan berjerawat sebaiknya memiliki cleanser dengan pH yang seimbang dengan pH kulit, yaitu dengan pH 5.

  • Bebas pewangi

Kandungan pewangi atau parfum dalam cleanser dapat menimbulkan iritasi pada kulit, terutama bagi kulit sensitif. Kulit yang teriritasi akan lebih mudah mengalami infeksi jerawat.

Tips Membersihkan Wajah untuk Kulit Berminyak dan Mudah Berjerawat

Agar kulit berminyak lebih bersih dan untuk meminimalisir resiko timbulnya jerawat, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini:

  • Jangan terlalu sering membersihkan wajah. Para ahli kulit menyarankan kulit berminyak dan acne prone untuk membersihkan wajah maksimal 2 kali sehari, atau segera setelah berkeringat banyak. Terlalu sering membersihkan wajah dapat membuat kulit kering yang akhirnya memicu produksi sebum yang berlebihan.
  • Jangan menggosok kulit terlalu keras. Sebaiknya bersihkan wajah dengan gerakan yang lembut dan tidak menggosok kulit wajah, karena dapat menyebabkan iritasi.
  • Gunakan moisturizer setelah memakai cleanser. Kulit berminyak dan acne prone perlu selalu menjaga kelembaban kulit. Agar kulit tidak menjadi kering, segera aplikasikan moisturizer pada wajah yang telah dibersihkan.
  • Jangan sering menyentuh wajah, karena tangan kita dapat membawa kotoran dan bakteri yang dapat menjadi penyebab timbulnya jerawat.

Kesimpulan

Memakai pembersih wajah yang tepat adalah penting untuk kulit berminyak dan mudah berjerawat. Menurut pada ahli kulit dan hasil riset terpercaya, cleanser yang baik untuk kulit berminyak sebaiknya lembut bagi kulit namun mampu membersihkan pori kulit dengan efektif. Bahan aktif yang dicari diantaranya salicylic acid, glycolic acid, niacinamide, benzoyl peroxide, dan bahan-bahan alami seperti aloe vera dan tea tree oil. Pastikan memilih cleanser yang bebas minyak, non-comedogenic, lembut untuk kulit, dan memiliki pH seimbang. 

Referensi:

  1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5605215/
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3088928/
  3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537220/
  4. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3875240/
  5. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16766489/
  6. https://clinmedjournals.org/articles/ijdrt/journal-of-dermatology-research-and-therapy-ijdrt-2-032.php?jid=ijdrt 

About the author

Tuty Alawiyah (BS Chemistry)

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.