Eksfoliasi 101: Macam Metode Eksfoliasi Berdasarkan Tipe Kulitmu

E

Eksfoliasis termasuk salah satu rutin perawatan kulit (skincare) yang umum dilakukan oleh kaum wanita untuk menjaga agar kulit wajahnya tetap bersih, sehat, dan bebas jerawat. Eksfoliasi ada banyak macamnya dan bergantung jenis kulit yang dipunya, jenis eksfoliasis yang dipakai antar satu orang dengan yang lainnya bisa jadi berbeda. Apa sebenarnya eksfoliasi itu?

 Yang dimaksud Eksfoliasi

Eksfoliasi adalah proses pengelupasan sel kulit mati yang berada pada lapisa terluar kulit yaitu, epidermis. Umumnya, ada dua cara yang bisa dilakukan untuk eksfoliasi, ada yang dengan cara fisik (physical peel) yaitu dalam bentuk scrub. Ada juga yang secara kimia atau (chemical peel). Penting sekali untuk melakukan eksfoliasi karena bisa membersihkan kulit wajah dari kotoran ataupun sebum (minyak alami wajah) yang menyumbat pori-pori kulit. 

Proses dari eksfoliasis kulit dimulai dari lapisan terdalam epidermis di mana sel kulit yang baru tumbuh. Sel kulit baru yang masih lembut ini perlahan menuju ke lapisan lainnya kulit pada epidermis sampai dengan lapisan terluar kulit. Saat sel kulit baru ini sampai di lapisan terluar kulit, sel kulit ini akan mati dan siap dibuang seraya kulit menumbuhkan sel kulit baru lagi. Proses ini terus berulang. 

Tips:

Sebenarnya kulit wajah sendiri melakukan proses eksfoliasi alami. Sayangnya, seraya umur kita bertambah, proses ini semakin lambat dan semakin tidak maksimal. Proses alami eksfoliasi alaminya terjadi setiap 28 hari sekali. Namun seraya kita bertambah usia, proses ini menjadi 40-60 hari, atau bahkan lebih bila usia lebih tua. 

Seraya tua, proses eksfoliasi alami kulit jadi berkurang dan karena sel kulit mati pada wajah tidak cepat terangkat, inilah yang menyebabkan berbagai masalah pada wajah seperti jerawat, pori-pori yang tersumbat, kulit yang tampak kusam dan masih banyak lagi. Itu juga sebabnya sangat penting untuk membantu proses eksfoliasis alami kulit wajah dengan menggunakan eksfoliasi kimia (chemical peel). 

Eksfoliasi Kimia

Saat bicara soal eksfoliasi kimia, ada dua zat kimia yang sering digunakan yaitu AHA (alpha hydroxyl acids), BHA (beta hydroxyl acids), dan enzim buah. Tiga jenis zat asam tersebut yang paling umum digunakan dalam proses eksfoliasi kimia (chemical peel). Karena sel kulit mati memiliki tekstur yang lengket seperti lem, diperlukan zat kuat seperti asam untuk mengelupasnya. Jenis zat asam (acids) yang sering dipakai adalah sebagai berikut:

  • Glycolic acid (AHA)

Zat ini umumnya didapat dari tanaman seperti tanaman gula tebu dan buah-buahan yang berjenis jeruk (citrus)

  • Lactic acid (AHA)

Di antara jenis AHA, asam laktat atau lactic acid adalah yang paling lembut tapi efektif sebagai agen eksfoliasi. 

  • Salicylic acid (BHA)

Dibanding dengan AHA, tekstur BHA lebih oil-based atua lebih berminyak. Karena teksturnya yang lebih kental daripada AHA, salicylic acid bekerja tidka hanya di permukaan kulit saja namun juga meresap sampai ke dalam lapisan kulit dan membersihkan pori-pori yang tersumbat oleh kotoran maupun sebum (minyak alami wajah

  • Enzim buah-buahan

Enzim yang terdapat pada buah-buahan bisa menghancurkan protein keratin pada sel kulit mati sehingga sel kulit baru yang lebih cerah yang ada di lapisan kulit yang lebih dalam bisa lebih cepat tumbuh

Baik melakukan eksfoliasis di klinik kecantikan ataupun dilakukan sendiri di rumah, enzim di atas yang plaing sering digunakan. Hanya saja bila kamu melakukannya dengan ahli dermatologis, biasanya enzim di atas akan dikombinasikan dengan bahan lainnya. Bila kamu ingin tahu lebih banyak seputar eksfoliasi bserta enzim AHA dan BHA, kamu bisa klik di sini dan di sini. Unutk info lebih jelas mengenai glycolic acid, bisa baca di sini. Sedangkan unutk lactic acid, kamu bsia baca di sini

Metode eksfoliasi yang sesuai dengan kulitmu

Untuk metode eksfoliasi kimia (chemical peel) bisa kamu lakukan sendiri di rumah (kalau memang kamu sudah berpengalaman dalam mengaplikasikannya), namun untuk amannya, apalagi bila ini pertama kalinya kamu mencoba, kamu bisa melakukannya bersama dokter ahli kulit di klinik kecantikan. 

Sebelum mengaplikasikan, pastikan kamu tahu tipe kulitmu terlebih dahulu. Apakah kulitmu termasuk jenis yang normal ataukah berminyak? Atau mungkin tipe kulitmu termasuk tipe yang normal atua mungkin kombinasi? Agar bisa menggunakan eksfoliasi kimia yang efektif, itu hal penting pertama yang kamu perlu tahu. Berikut rekomendasi enzim asam yang bisa kamu gunakan pada tipe kulit tertentu:

  • Normal dan kombinasi (Glycolic acid)

Di antara semua produk AHA, glycolic acid memiliki bentuk molekul yang paling kecil. Ini berarti zat satu ini mudah diserap oleh kulit dan bekerja lebih cepat dari zat azam (acids) lainnya. Selain itu, glycolic acid juga bisa memperbaiki warna kulit yang tidak merata, memudarkan bekas jerawat dan garis-garis halus tanda penuaan, dan mengecilkan pori-pori kulit. 

  • Kering dan sensitif (Lactic acid)

Bila kamu memiliki kulit yang cenderung kering dan sensitif, kamu bisa menggunakan lactic acid atau juga dikenal sebagai asam laktat. Zat satu ini termasuk yang paling ringan dan lembut di antara zat AHA lainnya. Selain itu, lactic acid (asam laktat) juga bersifat lebih melembabkan daripada glycolic acid sembari memberishkan pori-pori kulit yang tersumbat sehingga kulit tampak lebih cerah dan lembut. 

  • Berminyak dan rentan berjerawat (Salicylic acid)

Salicylic acid cocok digunakan unutk kulit yang berminyak dan rentan berjerawat karena zat BHA satu ini bersifat anti-radang dan anti-bakteri. Untuk info lebih jelas mengenai manfaat lengkap salicylic acid, kamu bisa klik di sini. 

Eksfoliasi memang penting dilakukan, namun patut diingat bahwa peeling yang berlebihan malah bisa memberikan masalah kulit. Jadi ada baiknya kamu tahu seberapa sering sebaiknya eksfoliasi kimia (chemical peeling) dilakukan. Hal ini harus diketahui agar alih alih membuat kulit lebih bersih dan sehat, karena eksfoliasi yang berlebihan, kulit wajah malah jadi rusak. 

Seberapa sering eksfoliasi dilakukan?

Tiap orang memiliki kulit yang berbeda biarpun berada dalam satu kategori. Karena itu penting untuk mengetahui kapan kulitmu menujukkan tanda-tanda bahwa eksfoliasi ayng dilakukan sudah berlebihan.

Tips:

Kulit normal atuapun berminyak umumnya perlu melakukan eksfoliasi sebanyak 1-3 kali dalam seminggu. Itu pun bila jenis eksfoliasi kimia yang dilakukan sifatnya lembut atau terbuat dari ekstrak bahan-bahan natural. Bila yang digunakan adalah eksfoliasi kimia yang kuat, lakukan eksfoliasi sekali dalam seminggu saja. Unutk kulit yang sensitif, eksfoliasi kimia (chemical peel) ada baiknya dilakukan sekali seminggu saja dan dengan menggunakan zat yang lembut. 

Eksfoliasi berlebihan – apa bahayanya? 

Bila berlebihan, eksfoliasi bisa membuat kulit mengalami masalah. Tanda-tanda yang perlu kamu perhatikan adalah apakah ada timbul kemerahan dan rasa kering di kulit, seperti lapisan lilin. Bila ya, itu tandanya kamu menggunakan eksfoliasi kimia yang terlalu kuat atau terlalu sering. 

Eksfoliasi kimia yang beerlebihan akan merusak lapisan pelindung alami kulit. Jika lapisan alami kulit ini rusak, maka kulit akan kehilangan minyak alaminya (sebum). Hal ini akan membuat kulit jadi dehidrasi, lapisan pelindung kulit jadi rusak, dan membuat kulit jadi rentan terhadap jerawat.

Tips:

Selain permasalahan di atas, eksfoliasi yang berlebihan juga bisa mengubah jenis kulit menjadi sensitif. Produk perawatan kulit (skincare) yang awalnya tidak memberikan efek apa-apa pada kulitmu, bisa jadi akan memberikan efek negatif saat dipakai. Hal ini dikarenakan perubahan tekstur dan tipe kulit karena eksfoliasi berlebihan. 

Kesimpulan

Eksfoliasi sangatlah penting untuk dilakukan agar kulit wajah tetap sehat dan cerah. Ada beberapa cara eksfoliasi, namun eksfoliasi kimia yang plaing efektif. Chemical peel atau eksfoliasi kimia bisa kamu lakukan sendiri di rumah bila kamu sudah berpengalaman atau bisa kamu lakukan di klinik kecantikan bersama ahli dermatologis. Patut diingat, eksfoliasi yang belerbihan bukannya membuat kulit wajah jadi sehat, lembut, dan cerah, tapi malah bisa menimbulkan permasalahan kulit lainnya, seperti membuat kulit jadi kemerahan dan iritasi, mengubah jenis kulit jadi sensitif dan kering, kulit jadi dehidrasi, dan malah membuat kulit jadi lebih rentan terhadap jerawat. 

About the author

Viona Villarica

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.