Glycolic Acid – Kegunaan, Manfaat, dan Efek Sampingnya

G

Glycolic acid sangat terkenal sebagai salah satu bahan aktif produk skincare. Yuk kepoin glycolic asam dan kupas tuntas manfaat dan efek sampingnya bagi kulit.

Pasti Anda sering melihat kandungan glycolic acid atau AHA sebagai bahan aktif di berbagai produk skincare, khususnya untuk kulit berminyak dan berjerawat. Melihat kata “acid” memang tampaknya bahan aktif satu ini adalah salah satu bahan kimia yang katanya tidak aman untuk kulit. 

Namun benarkah bahan satu ini berbahaya? Sebenarnya bahan aktif acid banyak manfaatnya bagi kulit. Dari melawan jerawat, memudarkan bekas jerawat, hingga mencerahkan warna kulit. Mari kita kupas tuntas tentang glycolic acid, manfaat dan efek sampingnya.

Apa Itu Glycolic Asam?

Glycolic asam adalah salah satu golongan alpha hydroxy acid (AHA) yang banyak digunakan untuk skincare. Glycolic asam terdapat secara alami dalam tanaman tebu. Tetapi glycolic acid yang banyak digunakan untuk skincare diperoleh dari sintesis kimia.

Senyawa golongan AHA lainnya diantaranya adalah lactic acid, malic acid, dan citric acid. Namun yang paling banyak digunakan untuk skincare karena lebih efektif dan aman adalah glycolic asam dan lactic acid.

Glycolic asam memiliki ukuran molekul yang paling kecil jika dibandingkan dengan jenis AHA lainnya. Karena itu, glycolic asam dapat dengan mudah masuk ke dalam pori-pori kulit dan membersihkan sel kulit mati.

Karena sifatnya yang sangat mudah memasuki pori kulit, glycolic asam banyak digunakan untuk peeling wajah.

Produk yang mengandung glycolic asam dalam bentuk asam bebas umumnya memiliki pH 0,08 hingga 2,75. Semakin tinggi konsentrasinya maka akan semakin rendah pH nya.

Glycolic acid umumnya digunakan untuk chemical peeling.

Cara Kerja Glycolic Asam

Glycolic asam bekerja dengan menembus pori-pori kulit karena ukurannya yang sangat kecil. Glycolic asam akan membersihkan sumbatan sel kulit mati dan kotoran dari dalam pori kulit atau mengeksfoliasi kulit.

Karena ukurannya yang kecil ini, glycolic asam merupakan eksfolian yang paling baik jika dibandingkan dengan golongan AHA lainnya.

Glycolic asam juga bekerja dengan mempercepat regenerasi sel kulit. Glycolic asam membantu memutuskan ikatan antara sel kulit, sehingga sel kulit mati dapat terlepas dengan lebih cepat dari normal.

Glycolic asam juga dapat menstimulasi kulit untuk memproduksi lebih banyak kolagen. Kolagen merupakan protein yang penting untuk menjaga kelembaban, kekencangan, dan elastisitas kulit. Kadar kolagen dalam kulit kita akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. Kolagen dalam kulit juga dapat rusak karena sinar UV. Memakai skincare dengan glycolic asam dapat memperlambat rusaknya kolagen dalam kulit.

Seorang ahli kulit dari New York, Dr. Kenneth Howe, mengatakan bahwa glycolic asam dapat melarutkan sel kulit mati dan menstimulasi pembentukan fibroblas di lapisan dalam kulit untuk memproduksi lebih banyak kolagen.

Jenis Kulit yang Cocok Menggunakan Glycolic Asam

Meskipun glycolic asam memiliki efek yang luar biasa untuk kulit, namun ternyata tidak semua jenis kulit akan cocok menggunakan glycolic asam sebagai bagian dari skincare routine

Menurut ahli kulit, glycolic acid baik digunakan pada kulit normal, berminyak, dan kulit kombinasi. Produk skincare dengan glycolic acid tidak cocok digunakan pada kulit yang kering dan sensitif, karena akan menimbulkan iritasi.

Anda yang memiliki kulit kering dan sensitif sebaiknya menghindari skincare apapun yang mengandung glycolic acid, meskipun dalam kadar yang rendah.

Faktor iklim dan cuaca juga mempengaruhi efek penggunaan glycolic asam. Glycolic asam akan membuat kulit lebih sensitif terhadap efek sinar UV. Karena itu, memakai glycolic asam pada cuaca panas dapat menambah resiko rusaknya kulit karena sinar UV. Karena itu, pemakaian glycolic asam sebaiknya diimbangi dengan pemakaian sunscreen yang kuat di siang hari.

Manfaat Glycolic Acid Bagi Kulit

Menggunakan glycolic asam sebagai bagian dari skincare routine atau perawatan lanjutan ternyata memberi banyak manfaat bagi kulit.

Manfaat Glycolic Acid Bagi Kulit

Kegunaan glycolic acid untuk kulit diantaranya:

1. Mengobati jerawat

Sebuah riset menemukan bahwa glycolic asam memiliki efek anti bakteri dan anti oksidan yang sangat efektif untuk mengatasi jerawat.

Glycolic asam juga dapat menghilangkan komedo dan kotoran yang menyumbat pori yang dapat menyebabkan jerawat.

Skincare untuk kulit berjerawat yang mengandung glycolic asam diantaranya:

  • Toner

Menggunakan toner yang mengandung glycolic acid dapat mempercepat regenerasi sel kulit, mengecilkan pori, dan membantu memudarkan bekas jerawat. Toner yang efektif untuk mengatasi kulit berjerawat mengandung glycolic asam dengan kadar hingga 7%.

Kadang toner yang mengandung glycolic asam dengan kadar rendah dikombinasikan dengan bahan aktif salicylic acid atau BHA.

  • Spot treatment

Glycolic acid juga baik digunakan untuk spot treatment untuk mengatasi jerawat. Sebagai spot treatment, glycolic asam umumnya dikombinasikan dengan bahan aktif lain seperti BPO atau BHA. Kadar glycolic acid yang ditambahkan pada spot treatment jerawat umumnya adalah 1 – 10%.

  • Serum

Serum glycolic acid juga baik digunakan pada kulit yang berminyak dan berjerawat. Serum dengan kadar glycolic asam 5 – 20% efektif untuk mengatasi dan mencegah jerawat serta membersihkan pori kulit secara mendalam.

2. Mengeksfoliasi kulit

Fungsi utama glycolic asam pada kulit adalah membantu proses pengelupasan kulit atau eksfoliasi. 

Eksfoliasi kulit secara teratur sangat penting untuk menghilangkan sel kulit mati dan kotoran yang menyumbat pori kulit.

Proses eksfoliasi kulit yang teratur juga dapat memudarkan kerutan dan garis halus, memudarkan noda pada wajah, dan membantu mempercepat penyembuhan jerawat.

Eksfoliasi dengan glycolic acid dapat dilakukan 1 – 2 kali dalam seminggu. Sebaiknya frekuensi eksfoliasi dengan glycolic asam tidak lebih dari itu, karena penggunaan exfoliant glycolic acid yang terlalu sering dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan lebih sensitif.

Skincare untuk eksfoliasi umumnya mengandung glycolic acid dengan kadar 30% dan kadang dikombinasikan dengan asam lainnya seperti salicylic acid.

3. Untuk chemical peeling

Produk glycolic acid dengan konsentrasi yang lebih tinggi dapat digunakan untuk proses chemical peeling yang dilakukan di klinik. Peeling dengan glycolic acid memiliki manfaat anti inflamasi, anti oksidan, dan keratolitik.

Efek ini tentu akan bermanfaat untuk mengurangi jerawat dan mengatasi bekas jerawat, serta memudarkan tanda-tanda penuaan.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa chemical peeling dengan glycolic acid 30 – 50% tiap 3 minggu sekali selama 10 minggu terbukti dapat mengurangi komedo, mencerahkan kulit, dan mengecilkan pori.

Glycolic acid untuk chemical peeling juga tersedia dalam konsentrasi 70% yang terbukti efektif untuk mengatasi jerawat meradang.

Penelitian lain menunjukkan bahwa chemical peeling dengan glycolic acid 35% tiap 2 minggu selama 12 minggu dapat mengurangi jerawat hingga 70,55%.

4. Mengatasi noda hitam pada kulit

Glycolic acid dapat menghilangkan sel kulit mati dan mempercepat regenerasi sel, sehingga terbentuk sel kulit baru yang lebih cerah. Karena itu, glycolic acid dapat digunakan untuk mencerahkan kulit dan mengatasi hiperpigmentasi.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2019 menunjukkan bahwa penggunaan glycolic acid 35% setiap 2 minggu dalam waktu 3 bulan terbukti dapat menurunkan indeks hiperpigmentasi pada bekas jerawat.

5. Efek anti aging

Glycolic acid juga banyak digunakan untuk melawan tanda-tanda penuaan. Glycolic acid dapat menstimulasi produksi kolagen dalam kulit dan mencegah kerusakan kulit akibat sinar UV.

Sebagai bahan aktif anti-aging, glycolic acid dapat memudarkan kerutan, meningkatkan elastisitas kulit, dan memudarkan noda hitam karena proses penuaan.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan serum glycolic acid 20% dua kali sehari selama 3 bulan terbukti dapat meningkatkan kadar kolagen dan hyaluronic acid dalam kulit.

6. Membuat kulit terlihat lebih cerah

Glycolic acid dapat melancarkan peredaran darah di bawah kulit, sehingga kulit akan terlihat lebih cerah dan tidak pucat. Peredaran darah yang lebih lancar juga akan melancarkan distribusi nutrisi di dalam kulit.

Glycolic acid juga menghilangkan sel kulit mati yang membuat kulit terlihat kusam, sehingga kulit akan tampak lebih cerah.

Efek Samping Glycolic Acid

Asam glikolat adalah asam grup AHA yang aman. Namun penggunaan glycolic acid tetap dapat menimbulkan efek samping diantaranya berupa rasa gatal dan panas pada kulit, dan bengkak.

Penggunaan glycolic acid pada kulit kering dapat menyebabkan iritasi kulit.

Saat menggunakan produk glycolic acid, kulit juga menjadi lebih sensitif terhadap sinar UV. Pastikan Anda selalu menggunakan sunscreen dengan SPF minimal 30 pada siang hari. Kurangnya perlindungan kulit dari sinar matahari dapat menyebabkan kulit lebih mudah mengalami kerusakan.

Setelah melakukan treatment chemical peeling dengan glycolic acid, kulit biasanya akan lebih sensitif terhadap cahaya paling tidak selama satu minggu.

Peringatan Pada Penggunaan Glycolic Acid

Menggunakan produk yang mengandung glycolic acid harus ekstra hati-hati, agar tidak terjadi efek yang tidak diinginkan.

  • Gunakan secara bertahap

Jika Anda baru mencoba menggunakan skincare yang mengandung glycolic acid, gunakan secara bertahap. Misalnya dengan menggunakan skincare harian sebanyak 2 – 3 kali seminggu dulu. Jika kulit tidak menjadi kemerahan, tingkatkan frekuensi penggunaan perlahan hingga kulit terbiasa dengan produk. Jika kulit menjadi kemerahan dan iritasi, kurangi kembali frekuensi penggunaannya.

  • Awali dengan dosis yang rendah

Banyak serum yang mengandung glycolic acid dengan kadar cukup tinggi. Jangan beranggapan bahwa dosis yang kuat akan lebih baik untuk kulit. Kenali dulu ketahanan kulitmu. Mulailah dengan dosis yang rendah dulu. Jika tidak terjadi iritasi, konsentrasi glycolic acid dapat ditingkatkan.

  • Jangan digunakan pada kulit yang luka dan iritasi

Pemakaian glycolic acid harus dihindari pada bagian kulit yang luka, atau kulit yang baru saja mengalami proses shaving, dan kulit yang mengalami gangguan psoriasis, rosacea, dan eksim.

  • Konsultasikan dengan dokter jika menggunakan glycolic acid dengan kadar tinggi

Pemakaian produk glycolic acid dengan konsentrasi 40% ke atas harus dilakukan atas pengawasan dokter. Jangan lakukan perawatan sendiri dengan glycolic dosis tinggi ini. Dokter akan memperhitungkan berapa lama glycolic acid harus menempel pada kulit dan akan mengevaluasi apakah jenis kulit Anda cocok untuk penggunaan glycolic acid.

  • Jangan digunakan bersama retinoid

Jangan menggunakan produk glycolic acid jika Anda sedang menggunakan skincare atau treatment dengan kandungan retinoid seperti tretinoin, isotretinoin, atau adapalene. Bahan-bahan ini dapat mengeksfoliasi kulit dengan cepat. Penggunaan glycolic acid akan membuat kulit sensitif dan iritasi jika digunakan bersamaan dengan retinoid ini.

  • Penggunaan pada wanita hamil dan menyusui harus atas saran dokter

Untuk wanita hamil dan menyusui, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum Anda menggunakan produk yang mengandung glycolic acid.

Glycolic Acid Vs Salicylic Acid

Manakah yang lebih baik: glycolic acid atau salicylic acid? Glycolic acid merupakan alpha hydroxy acid (AHA), sedangkan salicylic acid merupakan beta hydroxy acid (BHA). AHA dapat larut dalam air, sehingga saat efeknya dapat dinetralkan dengan pencucian atau penyemprotan dengan air.

BHA dapat larut dalam minyak, sehingga dapat masuk ke dalam sumbatan minyak pada pori kulit dan membersihkannya. BHA lebih cocok digunakan untuk kulit yang sangat berminyak dan berkomedo. Kedua asam ini sama-sama efektif digunakan untuk melawan jerawat.

Glycolic Acid Vs Hyaluronic Acid

Kedua asam ini sama-sama baik untuk digunakan sebagai bahan aktif anti aging. Glycolic acid dapat meningkatkan produksi kolagen kulit, sementara hyaluronic acid dapat menghidrasi kulit sehingga kulit menjadi lebih segar dan halus. Bedanya, hyaluronic acid tidak memiliki sifat eksfoliasi seperti glycolic acid.

Menggunakan hyaluronic acid bersamaan dengan glycolic acid dapat menurunkan penyerapan hyaluronic acid oleh sel kulit. Oleh karena itu, jika Anda menggunakan produk yang mengandung hyaluronic acid dan glycolic acid, sebaiknya gunakan hyaluronic acid di pagi hari dan gunakan glycolic acid di malam hari. Kedua asam ini tidak untuk digunakan bersamaan.

Kesimpulan

Glycolic acid merupakan senyawa asam (AHA) yang memiliki banyak sekali manfaat bagi kulit, diantaranya untuk melawan jerawat dan komedo, mengatasi bekas jerawat, mencerahkan kulit, memudarkan kerutan, menghilangkan timbunan sel kulit mati, dan mengecilkan pori kulit.

Glycolic acid tersedia dalam berbagai produk skincare, diantaranya toner, serum, spot treatment untuk jerawat, home peeling, dan chemical peeling. Skicare yang mengandung glycolic acid cocok untuk kulit normal, berminyak, atau kombinasi.

Penggunaan glycolic acid harus dengan hati-hati, karena memiliki efek samping berupa rasa gatal dan panas, serta kulit dapat menjadi bengkak, iritasi dan kemerahan, terutama jika penggunaannya tidak sesuai dengan rekomendasi dokter.

Referensi:

  1. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Glycolic-acid
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6017965/
  3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3875240
  4. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11359487/

About the author

Tuty Alawiyah (BS Chemistry)

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.