Hiperpigmentasi Karena Jerawat dan Cara Mengatasinya

H

Saat jerawat sudah sembuh, noda hitam yang ditimbulkan dapat tahan sampai hitungan tahun. Inilah cara efektif mengatasi hiperpigmentasi karena jerawat. Jerawat merupakan masalah kulit yang sangat umum. Hampir semua dari kita pernah mengalaminya. Dari mulai remaja hingga dewasa, semuanya pasti pernah mengalami jerawat. Masalah kulit karena jerawat belum berakhir saat jerawat mengering dan sembuh. Ada masalah lain yang muncul setelah jerawat dan biasanya lebih sulit dan lama dihilangkan dibandingkan dengan jerawat itu sendiri.

Ya, masalah ini adalah noda hitam atau hiperpigmentation karena jerawat. Setelah jerawat sembuh, biasanya di area kulit yang tadinya berjerawat akan berwarna lebih gelap. Warna gelap ini sulit dan lama pudar, bahkan bisa berbulan-bulan untuk dapat pudar. Bagaimana cara yang tepat mengatasi hiperpigmentasi karena jerawat? Ini dia caranya.

Apa Itu Hiperpigmentasi Karena Jerawat?

Apa itu hiperpigmentasi karena jerawat dan apa itu hiperpigmentasi post-inflamasi? Secara umum, hiperpigmentasi adalah menumpuknya pigmen melanin pada area kulit tertentu yang disebabkan kulit memproduksi melanin dalam jumlah yang berlebih. Saat kita mengalami jerawat, setelah jerawat sembuh umumnya akan timbul noda hitam pada bagian kulit yang berjerawat. Inilah yang disebut sebagai hiperpigmentasi karena jerawat.

Hiperpigmentasi karena jerawat dapat muncul pada pria dan wanita dengan semua jenis kulit. Tetapi umumnya orang yang memiliki warna kulit alami gelap cenderung lebih mudah mengalami hiperpigmentasi karena jerawat. Hiperpigmentasion karena jerawat tidak selalu berwarna hitam. Noda pada kulit ini juga dapat tampak berwarna coklat, kemerahan, atau merah muda.

Hiperpigmentasion karena jerawat juga disebut sebagai hiperpigmentasi post-inflamasi, atau hiperpigmentasi yang timbul setelah peradangan pada kulit. Menghilangkan hiperpigmentasi ini lebih sulit dari menghilangkan infeksi jerawat itu sendiri. Memudarkan noda hitam karena jerawat akan memerlukan waktu yang lama dan kadang lebih membuat stres daripada mengalami jerawat.

Apa Itu Hiperpigmentasi Post-inflamasi?

Kulit kita secara alami memiliki pigmen melanin yang berfungsi sebagai salah satu mekanisme pertahanan kulit saat kulit mengalami trauma. Trauma pada kulit dapat terjadi karena berbagai hal, misalnya karena lecet, tergaruk, atau luka dan peradangan lainnya yang timbul pada permukaan kulit, misalnya luka dan peradangan karena jerawat atau peradangan yang timbul karena paparan sinar matahari.

Sebagai respon dari trauma tersebut, kulit secara alami akan menstimulasi sel pembentuk melanin, yaitu melanosit, untuk melindungi kulit dari kerusakan lebih lanjut. Saat melanosit terstimulasi, sel-sel ini akan bergerak menuju permukaan kulit sehingga akan tampak sebagai bagian kulit yang menghitam atau noda hitam, atau yang disebut sebagai hiperpigmentasi post-inflamasi.

Mengapa Hiperpigmentasi Dapat Terjadi Setelah Kulit Mengalami Jerawat?

Hiperpigmentasi pada jerawat merupakan tahap akhir dari proses penyembuhan jerawat atau dapat juga terjadi setelah jerawat sembuh. Yang dimaksud sembuh di sini adalah meredanya peradangan dan infeksi pada jerawat. Jadi, jerawat yang tidak meradang atau komedo tidak mengalami proses penyembuhan. Komedo diatasi dengan dihilangkan atau dibersihkan, lalu pori-pori kulit akan mengecil seperti sebelumnya, dan tidak meninggalkan noda atau hiperpigmentasi.

Sementara pada jerawat yang meradang, infeksi dan peradangan akan mengalami proses penyembuhan. Saat itulah proses pigmentasi mulai terjadi. Pada proses penyembuhan jerawat terjadi, aliran darah akan menjadi lebih cepat pada area yang terinfeksi. Pada saat ini terjadi inflamasi pada jerawat, dan sel kulit yang meradang akan menstimulasi pembentukan melanin pada melanosit.

Semakin lama prose penyembuhan jerawat, maka akan semakin banyak melanin yang diproduksi. Akibatnya, kulit yang berjerawat akan semakin menggelap dan akhirnya timbullah noda hitam atau hiperpigmentasi. Menurut sebuah review yang dipublikasikan pada tahun 2011, infeksi jerawat dapat menembus hingga lapisan kulit bagian dalam atau lapisan dermis. Infeksi jerawat dapat menembus hingga folikel rambut dan kelenjar sebasea.

Infeksi inilah yang akhirnya memicu pembentukan melanin dan menyebabkan hiperpigmentasi. Sebenarnya sebagian besar jerawat yang tidak terlalu parah, bisa saja tidak terbentuk hiperpigmentasi. Tetapi, hiperpigmentasi terjadi karena memencet jerawat. Jadi, cara pertama untuk mengatasi hiperpigmentasi karena jerawat sebenarnya adalah tidak memencet jerawat.

Mengelupas kulit pada luka jerawat yang telah mengering juga merupakan salah satu penyebab timbulnya hiperpigmentasi. Sebuah riset yang melibatkan survey menujukkan bahwa 69% pasien yang mengalami hiperpigmentasi karena jerawat sebelumnya mengelupas luka jerawat yang telah mengering.  Selain itu, kulit berjerawat yang terkena sinar matahari langsung juga lebih mudah mengalami hiperpigmentasi karena sinar UV.

Berapa Lama Hiperpigmentasi Karena Jerawat Dapat Pudar?

Memudarkan hiperpigmentasion karena jerawat akan memakan waktu yang jauh lebih lama dibandingkan dengan mengobati infeksi jerawat itu sendiri. Sebuah review menyebutkan bahwa hiperpigmentasi karena jerawat dapat pudar dengan sendirinya dengan berlalunya waktu. Tetapi, untuk menunggu noda hitam karena jerawat pudar dengan sendirinya dapat memakan waktu selama 3 bulan hingga 2 tahun. Bahkan pada beberapa kasus jerawat yang parah dapat lebih lama dari itu.

Pada sebuah riset lainnya, ditemukan bahwa 52,6% pasien yang memiliki hiperpigmentasi karena jerawat telah mengalami hiperpigmentasi tersebut selama 1 tahun. Jadi, memudarkan noda hitam karena jerawat bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan dalam waktu singkat. Diperlukan pemakaian produk perawatan kulit dengan bahan aktif yang tepat atau perawatan secara teratur dalam waktu yang cukup lama. Memudarnya hiperpigmentasi karena jerawat juga umumnya berlangsung secara perlahan.

Bahan Aktif yang Efektif untuk Mengatasi Hiperpigmentasi Karena Jerawat

Salah satu cara yang paling mudah dan paling banyak dipakai untuk mengatasi hiperpigmentasi karena jerawat adalah dengan memakai produk perawatan kulit berupa serum, krim, atau lotion yang mengandung bahan aktif yang telah teruji dapat mengatasi hiperpigmentasi secara efektif. Perlu diingat bahwa memudarkan hiperpigmentasi karena jerawat bukanlah sesuatu yang dapat dicapai dalam satu malam. Diperlukan pemakaian bahan aktif secara rutin dalam waktu yang cukup lama, minimal 3 bulan.

Berikut ini adalah bahan aktif yang telah terbukti efektif mengatasi hiperpigmentasi post-inflamasi atau hiperpigmentasi karena jerawat:

  1. Hidrokuinon

Hidrokuinon merupakan salah satu bahan aktif untuk mengatasi hiperpigmentasi yang sering diresepkan oleh dokter kulit. Hidrokuinon bekerja dengan mencegah pembentukan melanin dengan cara menghambat aktivitas enzim tirosinase.

Sebuah riset yang dipublikasikan pada Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology menunjukkan bahwa pemakaian hidrokinon pada hiperpigmentasi post-inflamasi memberikan hasil yang efektif. Pada riset tersebut disebutkan bahwa pemakaian hidrokinon 4% pada selama 3 bulan dapat memudarkan hiperpigmentasi post-inflamasi hingga 81%.

Kadar hidrokuinon yang efektif untuk memudarkan hiperpigmentasi post-inflamasi umumnya adalah 2 hingga 4%. Hidrokuinon dalam krim atau lotion seringkali dikombinasikan dengan bahan aktif lain seperti retinoid, anti oksidan, glycolic acid, atau kortikosteroid untuk meningkatkan efeknya.

Pemakaian hidrokuinon dapat menyebabkan iritasi pada kulit, terutama pada pemakaian jangka panjang. Karena itu pemakaian hidrokuinon sebaiknya dengan pengawasan dokter. Untuk menurunkan efek iritasi ini, krim hidrokuinon kadang dikombinasikan dengan kortikosteroid seperti deksametason atau fluosinolon.

  1. Mequinol

Mequinol merupakan turunan dari hidrokuinon yang sama efektifnya dalam memudarkan hiperpigmentasi karena jerawat, tetapi efek iritasinya lebih kecil. Pemakaian mequinol 2% telah terbukti sama efektifnya dengan hidrokuinon dalam memudarkan hiperpigmentasi post-inflamasi.

  1. Retinoid

Retinoid sebenarnya bukanlah nama bahan aktif. Retinoid merupakan golongan senyawa turunan vitamin A yang telah terbukti efektif untuk mengatasi gangguan kulit, diantaranya adalah hiperpigmentasi. Retinoid yang sering digunakan untuk hiperpigmentasi post-inflamasi diantaranya adalah tretinoin dan retinol.

Sebuah riset menyebutkan bahwa retinoid terbukti efektif mengatasi hiperpigmentasi post-inflamasi baik sebagai bahan aktif tunggal maupun saat dikombinasikan dengan bahan aktif lainnya. Pada riset tersebut disebutkan bahwa tretinoin 0.1% terbukti efektif untuk mengatasi hiperpigmentasi post-inflamasi termasuk pada pasien yang berkulit gelap.

Selain untuk memudarkan hiperpigmentasi, retinoid juga dapat meredakan peradangan pada jerawat dan mempercepat regenerasi sel kulit. Karena itu selain efektif untuk mengatasi hiperpigmentasi karena jerawat, retinoid juga dapat membantu penyembuhan jerawat. Pemakaian retinoid dapat menimbulkan iritasi pada kulit. Karena itu sebaiknya pemakaian retinoid dilakukan dengan pengawasan dokter, terutama yang berkadar cukup tinggi.

  1. Vitamin C

Vitamin C atau ascorbic acid merupakan salah satu bahan aktif yang efektif untuk mengatasi hiperpigmentasi post-inflamasi dan juga lebih aman tanpa menimbulkan iritasi kulit. Vitamin C juga relatif aman tanpa efek samping pada penggunaan dalam jangka panjang. 

Selain dapat menghambat pembentukan melanin, vitamin C juga bersifat antioksidan dan dapat meredakan inflamasi. Konsentrasi vitamin C yang efektif untuk memudarkan hiperpigmentasi karena jerawat adalah 10%.

  1. Niacinamide

Niacinamide atau vitamin B3 juga merupakan salah satu bahan aktif yang banyak digunakan untuk memudarkan hiperpigmentasi. Menurut sebuah riset, niacinamide pada kadar 2 hingga 5% terbukti efektif memudarkan hiperpigmentasi post-inflamasi pada pasien yang berkulit terang dan pasien Asia, baik saat digunakan sebagai bahan aktif tunggal maupun saat dikombinasikan dengan N-acetyl glucosamine.

  1. Azelaic acid

Bahan aktif ini selain dapat membantu penyembuhan jerawat, juga terbukti efektif untuk memudarkan hiperpigmentasi karena jerawat. Azelaic acid dapat menghambat pembentukan melanin, sehingga dapat memudarkan hiperpigmentasi. Konsentrasi azelaic acid yang terbukti efektif mengatasi hiperpigmentasi adalah 20%.

Prosedur Klinis untuk Mengatasi Hiperpigmentasi Karena Jerawat

Selain dengan memakai krim atau lotion yang mengandung bahan aktif yang tepat pada kadar yang terbukti efektif, hiperpigmentasi karena jerawat juga dapat diatasi melalui beberapa perawatan atau prosedur klinis yang dilakukan oleh dokter, diataranya:

  1. Chemical peeling

Prosedur chemical peeling yang dilakukan dengan tepat telah terbukti efektif untuk mengatasi hiperpigmentasi post-inflamasi. Bahan aktif yang digunakan untuk chemical peeling diantaranya adalah glycolic acid (AHA) pada konsentrasi 20 – 70%, salicylic acid (BHA) pada konsentrasi 20 – 30%, dan trichloroacetic acid (TCA) pada konsentrasi 10 – 25%.

Untuk hasil yang signifikan, prosedur chemical peeling sebaiknya dilakukan dengan beberapa kali pengulangan dengan interval 2 minggu. Chemical peeling juga dapat dikombinasikan dengan pemakaian krim untuk hiperpigmentasi, misalnya dengan krim hidrokuinon.

  1. Laser

Terapi laser juga telah terbukti efektif mengatasi hiperpigmentasi post-inflamasi dengan hasil yang signifikan. Diskusikanlah dengan dokter mengenai jenis laser apa yang tepat untuk mengatasi masalah kulit Anda. Sebuah riset menyebutkan bahwa terapi laser dapat memudarkan hiperpigmentasi post-inflamasi sebanyak 50% sejak pertama kali treatment.

Cara Mencegah Hiperpigmentasi Karena Jerawat

Memudarkan hiperpigmentasi karena jerawat memerlukan waktu yang lama. Dan kadang perlu mengkombinasikan pemakaian krim dengan prosedur klinis yang mahal agar hasilnya dapat maksimal. Tetapi, hiperpigmentasi karena jerawat dapat dicegah. Simak beberapa caranya berikut ini:

  1. Segera atasi sejak awal

Jangan menunggu noda hitam telah tampak jelas dan menebal dulu, tetapi mulailah mengantisipasi noda hitam saat Anda masih mengobati jerawat. Lakukan penanganan hiperpigmentasi dengan bahan aktif yang efektif bersamaan dengan Anda mengobati jerawat. Ingat, proses penumpukan melanin mulai terjadi saat jerawat meradang. Semakin awal diatasi, maka noda hitam akan semakin mudah hilang, bahkan dapat dicegah.

  1. Memakai obat jerawat yang dapat mengatasi hiperpigmentasi sekaligus

Beberapa bahan aktif yang efektif untuk mengobati jerawat seperti tretinoin dan azelaic acid juga memiliki efek memudarkan hiperpigmentasi. Memakai bahan aktif ini saat mengobati jerawat dapat mencegah timbulnya noda hitam setelah jerawat sembuh.

  1. Tidak memencet atau mengelupas jerawat

Memencet atau mengelupas jerawat yang telah kering hanya akan menambah peradangan dan luka pada kulit. Akibatnya, timbul noda hitam yang lebih tebal dan sulit hilang.

  1. Memakai sunscreen

Salah satu hal yang penting untuk mencegah dan juga membantu mengatasi hiperpigmentasi post-inflamasi adalah dengan selalu melindungi kulit dari sinar UV. caranya adalah dengan memakai sunscreen dengan SPF minimal 30 di pagi dan siang hari. Sinar UV dapat membuat hiperpigmentasi semakin parah. Apalagi saat kulit sedang dalam pengobatan jerawat atau hiperpigmentasi, beberapa bahan aktifnya dapat membuat kulit semakin sensitif terhadap sinar UV.

Kesimpulan

Hiperpigmentasi karena jerawat merupakan hiperpigmentasi post-inflamasi, yaitu  penumpukan melanin pada area kulit yang berjerawat sebagai respon imun kulit terhadap peradangan. Hiperpigmentasi karena jerawat hanya terjadi pada jerawat yang meradang atau yang mengalami infeksi. Memudarkan hiperpigmentasion karena jerawat dapat dilakukan dengan memakai krim atau lotion dengan bahan aktif yang telah teruji efektif, diantaranya hidrokuinon 4%, tretinoin 0.1%, vitamin C 10%, atau niacinamide 5%.

Selain pemakaian produk perawatan, prosedur klinis juga dapat dilakukan untuk hasil yang lebih maksimal, diantaranya adalah dengan melakukan chemical peeling atau terapi laser. Memudarkan hiperpigmentasi karena jerawat perlu waktu yang cukup lama, yaitu 3 bulan hingga 2 tahun. Karena itu sebaiknya cegah timbulnya hiperpigmentasi karena jerawat dengan cara diatasi sejak dini, tidak memencet atau mengelupas jerawat, dan selalu memakai sunscreen di siang hari.

Referensi:

  1. https://www.researchgate.net/publication/236335341_Post_Acne_Hyperpigmentation_A_Brief_Review
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2921758/
  3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4142815/

About the author

Tuty Alawiyah (BS Chemistry)

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.