Jerawat di Dagu: Penyebab dan Treatment Yang Telah Teruji

J

Jerawat di dagu memang bikin galau! Jangan panik, kenali penyebabnya dan simak cara yang telah terbukti efektif untuk mengatasi jerawat di dagu berikut ini.

Jerawat memang dapat muncul di bagian tubuh mana pun. Di punggung, dahi, pipi, atau area T pada wajah yang merupakan bagian paling berminyak. Namun, pernahkah Anda mengalami jerawat di dagu? Rasanya cukup menyebalkan, kan.

Jerawat di dagu biasanya lebih keras, tidak seperti jerawat biasa pada bagian tubuh lainnya. Yuk kita kenali dulu apa penyebab jerawat di dagu dan cara efektif untuk mengatasinya. Karena jika salah mengatasinya, bisa-bisa jerawat semakin parah dan meninggalkan bekas luka yang permanen.

Apa Penyebab Jerawat di Dagu?

Jerawat dapat muncul karena pori-pori kulit tertutup oleh minyak dan sel kulit mati. Normalnya, minyak pada wajah atau sebum disekresi oleh kelenjar sebasea untuk melembabkan dan melindungi kulit. Namun, sekresi sebum yang berlebih bercampur dengan sel kulit yang mati dapat membuat pori-pori tersumbat. Bakteri dapat tumbuh pada sumbatan ini, lalu akhirnya menyebabkan infeksi jerawat.

Faktor penyebab timbulnya jerawat diantaranya:

  • Perubahan hormonal.
  • Stress.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu, misalnya pil kontrasepsi dan antidepresan.

Jerawat dapat timbul di area kulit mana saja, termasuk dagu. Jerawat pada bagian tubuh yang berbeda dapat memiliki penyebab yang berbeda pula. 

Penyebab timbulnya jerawat di dagu diantaranya:

1. Perubahan hormon

Hasil riset menunjukkan bahwa jerawat di dagu umumnya disebabkan oleh kondisi hormonal, khususnya pada wanita.

Hormon yang berpengaruh pada produksi sebum adalah androgen. Jumlah hormon androgen yang fluktuatif dalam tubuh dapat menyebabkan jerawat di dagu datang dan pergi.

Karena disebabkan oleh kondisi hormonal, jerawat di dagu sangat umum dialami para remaja atau wanita menjelang masa menstruasi.

2. Bakteri pada pisau cukur

Jerawat di dagu juga dapat dialami oleh para pria. Biasanya jerawat di dagu pada pria disebabkan proses shaving atau bercukur. Pisau cukur yang kurang bersih dapat membuat kulit terinfeksi bakteri yang akhirnya dapat menyebabkan jerawat.

3. Rambut ingrown

Ingrown adalah kondisi dimana rambut yang seharusnya tumbuh ke atas justru malah tumbuh ke dalam permukaan kulit. Kondisi ingrown dapat dialami siapa saja, namun ingrown di dagu umumnya dialami pria. Kondisi ingrown dapat membuat kulit merah dan meradang dan terbentuk nanah.

4. Krim shaving

Krim shaving yang biasa digunakan pria untuk bercukur umumnya mengandung minyak yang jika tidak dibersihkan dengan baik dapat menyumbat pori dan akhirnya menyebabkan jerawat.

5. Strap helm yang tidak bersih

Bagi Anda yang sering memakai helm, hal yang satu ini kadang terlewatkan. Namun usahakan untuk menjaga strap helm Anda yang menempel pada bagian wajah dan dagu. Strap helm yang kurang bersih dapat mengandung bakteri yang dapat menginfeksi kulit.

6. Sering menyentuh dagu

Anjuran untuk tidak sering menyentuh wajah ada manfaatnya juga untuk mencegah timbulnya jerawat. Sering menyentuh dagu dapat memindahkan bakteri di jari atau tangan ke dagu Anda. Karena kulit dagu lebih sensitif, bakteri ini akhirnya menimbulkan infeksi jerawat.

7. Make up yang berat

Dagu adalah salah satu bagian wajah yang paling banyak berkeringat dan berminyak. Memakai make up yang tidak cocok akan dapat menyumbat pori kulit sehingga keringat dan minyak tertahan di dalam kulit. Akibatnya akan terjadi timbunan minyak di dalam pori yang dapat menyebabkan jerawat.

Treatment Efektif Untuk Mengatasi Jerawat di Dagu

Ada banyak cara untuk mengatasi jerawat di dagu. Tentunya tidak semua cara akan cocok bagi setiap orang. Berikut adalah treatment yang telah terbukti efektif untuk menghilangkan jerawat di dagu:

1. Spot treatment (obat oles)

Spot treatment adalah obat jerawat untuk dioleskan hanya pada area kulit yang berjerawat, yang dapat berbentuk gel, krim, atau cairan. Spot treatment mengatasi jerawat dengan cara menghilangkan bakteri penyebab jerawat, mengurangi minyak, dan membersihkan sumbatan pada pori kulit.

Bahan aktif yang terbukti efektif digunakan sebagai spot treatment diantaranya:

  • Benzoyl peroxide (BPO)

Berbagai riset yang membuktikan efektivitas benzoyl peroxide atau BPO sebagai spot treatment untuk jerawat telah dilakukan selama lebih dari 30 tahun. BPO memiliki efek anti inflamasi, dan keratolitik, serta dapat mengontrol pertumbuhan bakteri penyebab jerawat P. acnes. BPO juga dapat menghilangkan komedo.

Konsentrasi BPO yang digunakan sebagai spot treatment adalah 2% hingga 10%, tergantung dari tingkat keparahan jerawat.

Penggunaan BPO pada kulit dapat menimbulkan efek samping diantaranya berupa iritasi kulit dan kulit menjadi kering.

BPO dalam sediaan gel berbahan dasar air umumnya lebih stabil dan aktif, serta lebih ringan sifat iritasinya ke kulit jika dibandingkan dengan yang berbentuk krim atau lotion.

  • Retinoid

Senyawa retinoid juga telah digunakan sebagai obat oles jerawat selama puluhan tahun. Retinoid bekerja dengan menghilangkan timbunan komedo penyebab jerawat. Karena itu, retinoid efektif untuk digunakan sebagai spot treatment untuk komedo dan jerawat yang meradang.

Senyawa golongan retinoid yang telah banyak digunakan untuk mengatasi jerawat diantaranya adalah tretinoin, isotretinoin, motretinida, tazarotene, dan lain-lain.

Retinoid sebagai spot treatment biasanya terkandung dalam konsentrasi kecil, misalnya tretinoin 0,1% dalam gel yang terbukti efektif untuk mengatasi jerawat.

Retinoid juga memiliki efek samping berupa iritasi kulit dan rasa panas pada kulit. Efek samping ini tergantung dari dosis pemakaian, jenis kulit, dan sensitivitas kulit.

  • Antibiotik topikal

Antibiotik juga terbukti efektif sebagai spot treatment untuk mengatasi jerawat di dagu. Krim antibiotik dapat mencegah pertumbuhan P. acnes dan mengurangi peradangan jerawat. Antibiotika yang telah terbukti efektif untuk jerawat diantaranya adalah eritromisin dan klindamisin dalam konsentrasi 1 – 4%. 

Pemakaian antibiotika sebagai spot treatment memiliki efek samping seperti rasa gatal, panas, serta kulit kering dan mengelupas. Efek samping lainnya adalah dapat terjadi resistensi bakteri, sehingga seringkali spot treatment antibiotik dikombinasikan dengan treatment lainnya.

  • Salicylic acid

Salicylic acid memiliki efek keratolitik dan menghilangkan komedo sehingga efektif digunakan sebagai spot treatment untuk mengatasi jerawat di dagu. Namun efek salicylic acid untuk menghilangkan jerawat lebih lemah jika dibandingkan dengan retinoid.

Konsentrasi salicylic acid yang digunakan sebagai spot treatment adalah 0.5 – 2%.

  • Azelaic acid

Krim azelaic acid pada konsentrasi 10 – 20% juga telah terbukti efektif untuk mengatasi komedo dan jerawat yang meradang.

  • Tea tree oil

Meskipun efeknya lebih lemah dan hasilnya dapat terlihat dalam waktu yang lebih lama, tea tree oil adalah salah satu pilihan aman untuk obat jerawat. Tea tree oil tidak menimbulkan iritasi seperti bahan aktif yang lainnya. Uji klinis menunjukkan bahwa tea tree oil 5% efektif mengatasi jerawat meskipun kerjanya lebih lambat.

2. Obat minum untuk mengatasi jerawat

Kadang spot treatment saja tidak cukup untuk mengatasi jerawat. Atau jika Anda ingin jerawat lebih cepat hilang, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter kulit untuk dapat mengkonsumsi obat berikut ini:

  • Antibiotik sistemik

Mengkonsumsi antibiotik oral dapat membantu menghilangkan bakteri penyebab jerawat. Antibiotik sistemik yang terbukti efektif untuk menghilangkan jerawat diantaranya adalah tetrasiklin (500 mg – 1 g per hari), doksisiklin (50 – 200 mg per hari), minosiklin (50 – 200 mg per hari), dan eritromisin (500 mg – 1 g per hari).

Terapi dengan antibiotik sistemik tidak dianjurkan untuk jangka waktu yang lama, karena dapat menyebabkan resistensi bakteri dan berbagai efek samping lainnya.

  • Pil kontrasepsi

Pil kontrasepsi atau pil KB juga dapat digunakan untuk mengatasi jerawat, karena dapat menurunkan kadar hormon androgen dalam tubuh. Tingginya hormon androgen dalam tubuh adalah salah satu faktor pemicu timbulnya jerawat di dagu.

  • Spironolactone

Spironolactone merupakan steroid yang dapat mengontrol hormon androgen. Konsumsi spironolactone dapat menyebabkan efek samping berupa siklus haid yang tidak teratur.

  • Isotretinoin oral

Selain digunakan sebagai spot treatment, isotretinoin juga dapat dikonsumsi secara oral untuk membantu mengatasi jerawat. Obat ini biasanya diberikan pada jerawat yang parah, atau jerawat yang berpotensi menyebabkan bekas luka bopeng. 

Dosis isotretinoin oral umumnya adalah 0.5 – 2 mg/kg berat badan per hari, yang dikonsumsi dalam jangka waktu 20 hari.

3. Ekstraksi jerawat

Jerawat di dagu yang membandel juga dapat diatasi dengan ekstraksi, yaitu dengan membuka jerawat secara fisik dengan jarum dan mengeluarkan isi jerawat. Lakukan ekstraksi jerawat hanya dengan kondisi steril dan dilakukan oleh dokter kulit. Jangan melakukan ekstraksi jerawat sendiri.

4. Perawatan laser

Perawatan dengan sinar laser terbukti efektif untuk mengurangi bakteri penyebab jerawat. Perawatan dengan laser juga dapat menipiskan bekas jerawat.

5. Chemical peeling

Lakukan chemical peeling di klinik dengan dokter kulit. Chemical peeling dapat mengurangi komedo dan jerawat serta menipiskan bekas jerawat. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa chemical peeling efektif untuk mengatasi jerawat. Chemical peeling umumnya menggunakan AHA (30 – 50%) dan BHA (30% ke atas).

Cara Mencegah Timbulnya Jerawat di Dagu

Mengobati jerawat di dagu memang penting, namun mencegah agar jerawat tidak timbul kembali juga sama pentingnya.

Berikut adalah tips untuk mencegah timbulnya jerawat di dagu:

Cara Mencegah Timbulnya Jerawat di Dagu

1. Membersihkan wajah secara teratur

Bersihkan wajah secara teratur 2 kali sehari dan setelah Anda berkeringat. Menjaga kulit agar tetap bersih dapat mencegah penumpukan sel kulit mati dan mengurangi bakteri penyebab jerawat.

Gunakan pembersih wajah yang lembut dan gunakan air hangat untuk membilasnya. Keringkan wajah dengan cara menepuk-nepuk dengan handuk dan jangan menggosoknya.

2. Jangan sering menyentuh wajah

Hindari kebiasaan sering menyentuh dagu. Tangan dan jari tangan dapat membawa bakteri yang dapat berpindah saat Anda menyentuh kulit wajah. Cucilah tangan terlebih dahulu sebelum Anda menyentuh dagu.

3. Gunakan make up yang berlabel non-comedogenic

Jangan biarkan make up menyumbat pori pada dagu dan menimbulkan jerawat. Pilih make up dan skincare yang tidak menyumbat pori, yaitu yang berlabel non-comedogenic.

4. Jangan memakai strap helm terlalu kencang

Strap helm yang menempel pada dagu dapat memiliki bakteri yang menyebabkan jerawat. Jadi hindari memakai strap helm yang terlalu kencang, apalagi jika Anda memakai helm pinjaman. Jika memang Anda terpaksa harus memakai helm dengan strap dagu yang kencang, segera bersihkan wajah setelah memakai helm.

5. Jangan memencet jerawat

Bukan hanya jerawat di dagu, hindari memencet jerawat di bagian kulit mana pun. Memencet jerawat sendiri dapat membuat jerawat semakin parah. Jika memang jerawat perlu diekstraksi atau dikeluarkan isinya, lakukan di klinik kulit dengan dokter kulit.

6. Menghindari stress

Stress adalah salah satu pemicu timbulnya jerawat. Memang dengan kesibukan dan tuntutan sehari-hari rasanya tidak mungkin untuk terhindar dari stress. Namun setidaknya lakukan usaha untuk mengendalikan stress, misalnya dengan meditasi atau yoga.

7. Hati-hati saat bercukur

Bagi para pria, perhatikan beberapa hal berikut ini saat bercukur agar terhindar dari jerawat di dagu:

  • Gunakan shaving cream yang ringan dan melembabkan.
  • Gunakan pisau cukur yang tajam, atau gunakan alat cukur yang lebih ringan untuk kulit seperti pisau cukur listrik.
  • Jika tidak ada shaving cream, basahi dagu atau gunakan sabun sebelum bercukur.

8. Ganti sprei dan sarung bantal dengan teratur

Selalu gunakan sprei dan sarung bantal yang bersih dan gantilah secara teratur, misalnya seminggu sekali. Kulit wajah kita menempel pada sprei dan sarung bantal dalam waktu yang lama saat kita tidur. Sprei yang kotor dapat menjadi sumber bakteri yang dapat menyebabkan infeksi jerawat.

9. Jangan menggunakan produk skincare yang mengiritasi kulit

Hindari produk skincare yang dapat menyebabkan iritasi kulit, misalnya toner dengan kadar alkohol yang cukup tinggi. Kulit yang teriritasi akan lebih mudah berjerawat tanpa tonor.

10. Perhatikan diet Anda

Timbulnya jerawat juga dapat dipengaruhi oleh makanan yang kita konsumsi. Untuk mencegah timbulnya jerawat, kurangi makanan yang banyak mengandung lemak dan gula.

Kesimpulan

Jerawat di dagu dapat menjadi sangat mengganggu, namun dapat dikendalikan. Kenali faktor penyebabnya, yaitu diantaranya adalah perubahan hormonal pada wanita, dan faktor luar seperti tersumbatnya komedo oleh kosmetik. Proses shaving pada pria juga dapat menyebabkan jerawat di dagu.

Treatment yang terbukti efektif untuk mengatasi jerawat di dagu diantaranya adalah spot treatment dengan bahan aktif tretinoin, BPO, atau lainnya, terapi oral dengan antibiotik atau pil kontrasepsi, dan treatment di klinik berupa ekstraksi, laser, atau chemical peeling.

Selain treatment, perhatikan juga cara untuk mencegah jerawat datang kembali, diantaranya adalah dengan menjaga kebersihan wajah, memilih kosmetik yang tidak menyumbat pori, dan mengatur pola makan.

Referensi:

  1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5015761/
  2. https://clinicaltrials.gov/ct2/show/NCT02698436
  3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3088940/
  4. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6122508/

About the author

Tuty Alawiyah (BS Chemistry)

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.