Jerawat Meradang di Pipi, Hidung, Leher dan Cara Mengatasinya

J

Jerawat yang membesar, merah, dan terasa nyeri sering timbul di bagian ini: pipi, hidung, dan leher. Mengapa bisa demikian? Inilah cara jitu untuk mengatasinya. Jerawat yang meradang memang dapat timbul di bagian kulit manapun. Namun jerawat yang membesar dan lama sembuhnya ini sering sekali muncul di area pipi, hidung, dan leher.

Dan ternyata cara yang efektif untuk mengatasi jerawat di area kulit yang berbeda dapat menjadi berbeda pula, karena penyebab dan kondisi kulit di tiap bagian wajah dan tubuh kadang tidak sama. Mari kita bahas lebih lanjut tentang jerawat meradang di area pipi, hidung, dan leher serta cara ampuh untuk mengatasinya.

Apa Itu Jerawat Meradang?

Jerawat ada 2 macam, yaitu jerawat yang tidak meradang atau disebut juga sebagai komedo, dan jerawat yang meradang. Namun, pada dasarnya semua jenis jerawat itu timbul karena masalah yang sama: pori-pori yang tersumbat. Pori-pori kulit dapat menjadi tersumbat saat kulit memproduksi minyak dalam jumlah yang berlebih.

Timbunan sel kulit mati ditambah debu dan kotoran dari udara dan lainnya atau pemakaian produk kosmetik dapat menutupi pori-pori kulit. Saat kulit memproduksi minyak dengan jumlah yang berlebih, minyak akhirnya dapat tersumbat di dalam pori dan bercampur dengan sel kulit mati dan kotoran lainnya. Saat inilah timbul jerawat tidak meradang atau komedo. Komedo biasanya timbul lebih dekat dengan permukaan kulit dan tidak melibatkan infeksi bakteri.

Namun jika penumpukan minyak dan kotoran terjadi lebih dalam dan terjadi infeksi bakteri, maka timbullah jerawat meradang atau inflammatory acne. Jerawat meradang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri Propionibacterium acnes atau P. acnes pada sumbatan minyak, sel kulit mati, dan kotoran pada pori-pori kulit. Jerawat meradang umumnya disertai dengan pembengkakan (jerawat yang membesar), berwarna kemerahan, terasa nyeri, dan kadang disertai dengan nanah.

Jenis-jenis Jerawat Meradang

Jerawat meradang memiliki beberapa jenis yang berbeda. Kadang jenis jerawat meradang yang berbeda akan memerlukan pengobatan dan perawatan yang berbeda pula. Karena itu, penting untuk mengetahui apa jenis jerawatmu agar dapat diberikan pengobatan yang tepat.

Jenis-jenis jerawat yang membesar adalah sebagai berikut:

  • Komedo yang meradang

Awalnya hanya komedo kecil. Tetapi karena dipencet atau sering disentuh, akhirnya komedo tadi masuk semakin dalam ke lapisan kulit, dan akhirnya bertambah besar dan nyeri. Inilah yang disebut sebagai komedo yang meradang. Jadi, hati-hati dan hindari memencet komedo, karena hal ini dapat menyebabkan timbulnya jerawat yang membesar dapat menjadi semakin lama sembuhnya.

  • Papula

Papula adalah jerawat meradang yang berukuran kecil dan dekat dengan permukaan kulit. Papula terjadi karena infeksi bakteri pada sumbatan pori karena minyak berlebih, sel kulit mati, dan kotoran. Papula berwarna merah dan umumnya memiliki diameter 5 mm. Pada papula tidak nampak ujung putih yang berisi nanah. Tetapi, jika infeksi terus berlanjut, papula dapat menjadi terisi nanah dalam beberapa hari menjadi pustula.

  • Pustula

Pustula adalah jerawat meradang yang disertai nanah. Biasanya pustula terlihat merah dan besar dengan warna putih pada bagian tengahnya. Jerawat meradang berjenis pustula yang berisi nanah ini umumnya terjadi karena perubahan hormonal, misalnya pada remaja atau pada wanita menjelang masa menstruasi. Pustula juga dapat terjadi karena alergi.

  • Nodula

Adalah jerawat meradang berukuran kecil yang timbul di bawah permukaan kulit.

  • Cystic acne

Merupakan tipe jerawat yang membesar parah. Infeksi pada cystic acne terjadi pada lapisan kulit yang dalam. Cystic acne banyak dialami oleh yang memiliki kulit berminyak.

Ciri-ciri Jerawat Meradang

Kadang kita saat timbul jerawat, kita sulit membedakan apakah jerawat itu termasuk jerawat meradang atau tidak. Karena cara penanganan jerawat meradang dan tidak meradang itu berbeda, penting untuk mengetahui apakah jerawat termasuk jenis yang meradang atau tidak. Berikut adalah ciri-ciri jerawat yang meradang:

  • Terjadi pembengkakan pada pori (ukuran jerawat besar).
  • Jerawat berwarna kemerahan.
  • Kadang timbul warna putih (nanah) pada bagian tengahnya.
  • Terasa keras dan nyeri.
  • Infeksi terjadi jauh dari permukaan kulit (pada lapisan dalam kulit).
  • Timbul bopeng setelah jerawat sembuh (bandingkan dengan jerawat yang pernah timbul sebelumnya dan meninggalkan bopeng setelah sembuh).

Jerawat Meradang di Pipi dan Cara Mencegahnya

Area pipi merupakan bagian wajah yang paling sering mengalami infeksi jerawat. Menurut ahli kulit, Dr. Mara C. Weinstein, area pipi memang merupakan bagian wajah yang mudah mengalami jerawat meradang. Untuk jerawat meradang yang terjadi karena faktor genetika juga umumnya tumbuh di area pipi.

Menurut ahli kulit lainnya yaitu Dr. Baquerizo Nole, jerawat di pipi juga dapat timbul karena kebiasaan sehari-hari. Jadi pada umumnya, semua hal yang menempel pada pipi dalam waktu yang lama, dapat meninggalkan minyak, kotoran, dan bakteri pada pipi sehingga dapat menyebabkan jerawat.

Penyebab timbulnya jerawat di pipi antara lain adalah:

  • Sering menyentuh pipi, karena tangan dapat membawa bakteri yang dapat menginfeksi kulit pipi yang lebih sensitif. Menurut sebuah riset, seseorang dapat menyentuh wajah termasuk pipi ratusan kali dalam sehari. Hal ini dapat menyebabkan kulit pipi mengalami infeksi jerawat.
  • Sering menggunakan handphone yang menyentuh pipi (misalnya saat menelepon), dan handphone jarang dibersihkan.
  • Sarung bantal yang tidak bersih, saat kita tidur pipi sering bersentuhan dengan sarung bantal dalam waktu yang lama. Sarung bantal yang kotor atau jarang diganti dapat memiliki banyak bakteri yang akhirnya dapat menginfeksi kulit pipi.
  • Pemakaian makeup tertentu pada pipi, misalnya bedak atau blush on yang dapat menyumbat pori.

Cara mencegah jerawat meradang di pipi diantaranya:

  • Pastikan handphone selalu bersih saat menyentuh pipi, gunakan tissue desinfektan untuk membersihkan layar handphone secara teratur.
  • Jika kamu sangat sering memakai handphone untuk menelpon, pertimbangkan untuk memakai earphone agar kulit pipi tidak sering menyentuh HP.
  • Hindari membawa HP ke kamar mandi untuk mengurangi kontaminasi bakteri.
  • Ganti sarung bantal setidaknya seminggu sekali.
  • Jangan terlalu sering menyentuh pipi.

Jerawat Meradang di Hidung: Penyebab dan Cara Mencegahnya

Hidung merupakan salah satu bagian wajah yang paling banyak memproduksi minyak. Area hidung dan dahi juga biasa disebut dengan area T, dan umumnya tampak lebih berminyak dari area wajah yang lain. Hal ini disebabkan kulit di area hidung memiliki kelenjar sebasea yang lebih banyak, terutama bagi yang memiliki jenis kulit berminyak.

Karena itu, minyak pada wajah adalah penyebab utama timbulnya jerawat di hidung. Umumnya pada area hidung sering timbul komedo atau jerawat yang tidak meradang. Namun, terjadi infeksi yang dapat disebabkan oleh memencet komedo dan karena adanya bakteri, komedo pada hidung dapat menjadi jerawat meradang.

Jadi, penyebab jerawat meradang di hidung adalah:

  • Minyak yang berlebih pada wajah.
  • Memencet komedo.
  • Stress yang dapat memicu produksi minyak yang berlebih pada wajah.
  • Sering menyentuh hidung.

Cara mencegah timbulnya jerawat di hidung diantaranya:

  • Hindari memencet komedo di hidung, karena memencet komedo dapat menyebabkan pori kulit semakin besar, yang akibatnya dapat terjadi sumbatan minyak dan kotoran yang lebih banyak yang disertai dengan bakteri, sehingga komedo berubah menjadi jerawat meradang.
  • Eksfoliasi wajah terutama area T secara teratur dengan menggunakan eksfolian yang lembut seperti salicylic acid, glycolic acid, dan lactic acid.
  • Jika wajah sangat berminyak, gunakan skincare untuk mengontrol minyak pada wajah.

Jerawat Meradang Pada Leher: Penyebab dan Cara Mencegahnya

Jerawat yang meradang tidak hanya dapat muncul di area wajah, tetapi juga dapat timbul di kulit bagian tubuh yang lain seperti leher dan punggung. Jerawat meradang yang timbul pada leher juga merupakan akibat dari penumpukan minyak, sel kulit mati, dan kotoran pada pori kulit yang kemudian terinfeksi oleh bakteri P. acnes.

Yang dapat menyebabkan timbulnya jerawat meradang di area leher antara lain:

  • Tidak membersihkan leher secara teratur, terutama setelah berkeringat.
  • Memakai produk kosmetik yang dapat menyumbat pori pada leher, seperti moisturizer, makeup, atau sunscreen yang komedogenik.
  • Memiliki rambut yang menyentuh leher dan memakai produk perawatan rambut yang mengandung minyak.
  • Memakai baju yang tidak bersih yang menyentuh leher.

Cara mencegah timbulnya jerawat di leher antara lain:

  • Menjaga kebersihan kulit leher, salah satunya adalah dengan mandi dengan teratur, terutama setelah berkeringat.
  • Menjaga kebersihan rambut, terutama jika memiliki rambut yang menyentuh leher.
  • Hindari memakai pakaian yang menyentuh leher.
  • Selalu gunakan produk kosmetik yang non-comedogenic pada leher.

Faktor Lain yang Menyebabkan Jerawat Pada Pipi, Hidung, dan Leher

Bahan Aktif yang Efektif Untuk Mengatasi Jerawat Meradang Pada Pipi, Hidung, dan Leher

Di area kulit mana pun munculnya, jerawat meradang perlu untuk dirawat sesegera mungkin untuk mengurangi peradangan. Semakin menunda mengobati jerawat meradang, maka proses penyembuhannya dapat menjadi semakin lama. Selain itu, jerawat meradang dapat meninggalkan bekas dan bopeng yang semakin parah jika tidak segera diatasi.

Salah satu cara cepat mengatasi jerawat meradang pada pipi, hidung, dan leher adalah dengan memakai krim atau gel jerawat yang dapat kamu sediakan selalu di rumah agar begitu timbul jerawat yang meradang dapat langsung segera diobati. Carilah obat jerawat yang mengandung bahan aktif yang telah terbukti efektif berikut ini:

  1. Benzoyl peroxide

Benzoyl peroxide atau BPO merupakan bahan aktif yang telah banyak digunakan untuk mengatasi jerawat meradang selama bertahun-tahun. BPO memiliki efek meredakan peradangan pada jerawat, menghilangkan komedo, keratolitik, dan antibakteri yang efektif membunuh P. acnes penyebab jerawat meradang.  BPO umumnya tersedia dalam produk pembersih wajah, krim, lotion, dan gel dengan kadar 2.5 hingga 10%.

Menurut sebuah review yang dipublikasikan pada tahun 2011, BPO dapat membunuh bakteri dengan cepat dan dapat memberikan efek yang signifikan hanya dalam 5 hari pemakaian. Pemakaian BPO pada jerawat meradang yang direkomendasikan adalah 1 – 3 kali sehari setiap hari. Pemakaian BPO dapat menyebabkan efek samping berupa kulit menjadi kering, iritasi, dan dapat meninggalkan noda pada kain.

  1. Retinoid

Retinoid atau senyawa golongan turunan vitamin A telah digunakan untuk mengobati jerawat meradang selama lebih dari 30 tahun. Menurut sebuah penelitian, retinoid yang banyak digunakan dan terbukti efektif untuk mengobati jerawat meradang adalah tretinoin (0.025 – 0.1%) dan adapalene (0.1 – 0.3%).

Retinoid bersifat komedolitik dan memiliki efek anti inflamasi. Pemakaian retinoid dapat menyebabkan iritasi dan kulit menjadi kering. Kulit juga akan lebih peka terhadap sinar matahari. Karena itu, pakailah selalu sunscreen di siang hari saat sedang menggunakan retinoid.

  1. Salicylic acid

Salicylic acid juga banyak digunakan untuk melawan jerawat yang meradang. Efek samping cenderung lebih ringan jika dibandingkan dengan BPO atau retinoid. Salicylic acid sebagai obat jerawat tersedia dalam produk pembersih wajah, krim, atau gel dengan kadar antara 0,5% hingga 2%. Salicylic acid memiliki efek keratolitik dan anti inflamasi yang dapat membantu penyembuhan jerawat meradang.

Konsultasikan dengan Dokter Bila Perlu

Jika jerawat meradang tidak juga sembuh atau bahkan bertambah parah atau bertambah banyak setelah memakai obat jerawat, kamu perlu melakukan konsultasi dengan dokter kulit. Dokter kulit akan menyarankan prosedur treatment atau meresepkan obat minum untuk mempercepat penyembuhan jerawat, misalnya dengan antibiotik oral seperti doxycycline, erythromycin, atau azithromycin.

Selain antibiotik, dokter juga dapat meresepkan isotretinoin untuk diminum. Sebuah review menyebutkan bahwa isotretinoin oral dapat membantu menyembuhkan jerawat meradang yang sedang hingga parah, dan berbagai studi telah membuktikan bahwa isotretinoin oral dapat mengurangi produksi minyak dan mempercepat penyembuhan jerawat serta mencegah timbulnya bopeng bekas jerawat.

Kesimpulan

Jerawat meradang yang timbul pada area pipi, hidung, dan leher merupakan masalah kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri P. acnes pada pori-pori yang tersumbat oleh minyak, sel kulit mati, dan kotoran lainnya. Cara mencegah jerawat meradang pada pipi, hidung, dan leher diantaranya adalah dengan menjaga kebersihan wajah dan leher serta menghindari kontak dengan benda-benda yang tidak bersih, dan hindari terlalu sering menyentuh wajah.

Jerawat meradang pada area pipi, hidung, dan leher dapat diatasi dengan menggunakan krim, lotion, atau gel yang mengandung bahan aktif yang telah terbukti efektif untuk mengobati jerawat, diantaranya adalah benzoyl peroxide, golongan retinoid seperti adapalene dan tretinoin, dan salicylic acid. Bila perlu konsultasikan dengan dokter untuk penggunaan obat minum seperti antibiotik untuk mempercepat proses penyembuhan.

Referensi:

  1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18357546/
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3080563/
  3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3088940/
  4. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5986265/

About the author

Tuty Alawiyah (BS Chemistry)

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.