Kenali Kulit Wajahmu dan Temukan Perawatan Yang Tepat

K

Manusia memiliki tipe kulit yang berbeda. Ada banyak faktor mengapa setiap orang memiliki jenis kulit wajahmu yang berbeda. Oleh karenanya, untuk perawatan tentu membutuhkan perlakuan dan kandungan produk yang berbeda. Karena, bila salah menggunakan produk maka akan berdampak pada kulit wajahmu kamu. Tanpa perlu berlama-lama, mari kita identifikasi jenis kulit kamu dan produk khusus apasam azelaica yang cocok untuk kulit kamu.

Jenis Kulit Umum Dan Perawatan Kulit Yang Cocok Untuk Kamu

Di bawah permukaan terdapat kelenjar sebaceous (kelenjar minyak) yang memproduksi minyak. Tentunya untuk menjaga agar kulit tetap lembab dan terlindungi. Sebum (minyak) ini disekresikan ke permukaan kulit melalui pori-pori.

Dari produksi minyak saja, kita bisa mengidentifikasi jenis kulit seseorang. Bila produksi sebum seseorang sangat tinggi maka jenis kulit wajahmu dia adalah kulit berminyak. Bila sebaliknya, maka kulit orang tersebut berjenis kulit kering. Untuk lebih mengenalnya lebih dalam, mari baca artikel di bawah ini:

Kulit Normal

Jenis kulit ini memiliki produksi sebum (minyak alami) yang seimbang di kulit kamu. Ciri-ciri umumnya yakni kulit kamu memiliki tekstur halus, tampak tidak berminyak dan pori-pori juga tidak tampak. Banyak orang mendambakan kulit jenis ini, jadi beruntunglah kamu yang memiliki kulit normal.

Kulit normal memang tampak sempurna, namun bukan berarti kamu tidak merawatnya. Bahan yang cocok untuk menutrisi kulit normal adalah bahan seperti ceramide, peptida, antioksidan seperti vitamin C dan E, exfoliant seperti AHA, humektan seperti gliserin, asam hialuronat, dan bahan anti penuaan seperti retinoid dan niacinamide.

Sedang bahan yang harus dihindari adalah bahan perusak kelembaban kulit seperti alkohol yang mengeringkan dan sulfat. Formulasi yang ideal untuk perawatan kulit normal adalah krim, serum, pelembab water/gel-based, dan essense.

Kulit Kering

Jenis kulit wajahmu ini menghasilkan kurang dari jumlah sebum yang dibutuhkan untuk menjaga kelembaban kulit. Pori-pori jenis kulit kering ini bisa jadi halus atau bahkan besar. Kulit ini tampak lebih kering, terasa kencang dan kurang bercahaya. Jenis kulit kering rentan terhadap kerutan dan garis halus. Untuk kulit kering bahan dalam produk yang perlu diperhatikan adalah bahan-bahan yang memberikan hidrasi pada kulit serta mampu menghaluskan kerutan dan garis halus.

Bahan yang paling ideal adalah pelembab seperti oatmeal, koloid, dan asam hialuronat. Untuk exfoliant, pilih AHA ringan seperti asam laktat yang mampu menghidrasi kulit dan mendorong pergantian sel. Kamu juga bisa menggunakan asam polihidroksi (PHA) yang lebih lembut dari AHA. Serta pilih bahan yang menutrisi kulit seperti minyak biji wijen, shea butter. Pilih juga bahan yang memulihkan kulit seperti ceramide, gliserin. Tak ketinggalan bahan pelindung seperti mineral oil dan lanolin serta bahan anti aging seperti retinoid.

Bahan yang harus dihindari adalah BHA seperti asam salisilat, sulfat keras dalam pembersih, hati-hati juga dengan alkohol, exfoliant seperti asam glikolat, dan bahan yang mengandung banyak wewangian. Formulasi ideal untuk kulit kering adalah bahan-bahan melembabkan yang berbasis minyak. Krim, essence (campuran antara toner dan serum yang mampu menyeimbangkan pH). Serta bahan pelembab lainnya.

Kulit Berminyak

Kalau kulit kering menghasilkan sedikit sebum, kebalikannya dengan kulit berminyak. Jenis ini menghasilkan banyak sebum sehingga seringkali wajah tampak berminyak. Pori-pori untuk jenis kulit ini cukup besar dan terlihat. Untuk seorang yang memiliki jenis kulit berminyak, kebanyakan mereka rentan terkena jerawat.

Ada dua jenis kulit berminyak yakni kulit berminyak normal dan kulit berminyak sensitif. Kulit berminyak-normal adalah kulit berjenis normal namun produksi minyaknya banyak dan ramah terhadap beberapa produk. Untuk kulit berminyak-sensitif ialah kulit berminyak yang memiliki reaksi cepat terhadap produk dan rentan terkena iritasi.

Kulit Sensitif

Kulit sensitif, seperti namanya kulit ini sangat sensitif terhadap produk. Kulit ini sangat sensitif terhadap wewangian, exfoliant yang keras, sulfat yang keras. Reaksi yang ditimbulkan biasanya berupa radang, kemerahan, dan ruam. Bahan yang harus diperhatikan untuk merawat kulit sensitif ialah mencari bahan yang dapat menenangkan seperti oatmeal koloid, lidah buaya (aloe vera), thermal spring water.

Selain itu, bahan yang menutrisi dan menghidrasi kulit seperti minyak jojoba juga sangat membantu. Untuk bahan anti penuaan bisa menggunakan seperti niacinamide sebagai alternatif dari retinoid. Kemudian, bahan antibakteri ringan seperti asam azelaic, exfoliant lembut seperti PHA (polihidroksi) dan bahan asam laktat patut untuk dicoba.

Terakhir, bahan antioksidan non-iritasi seperti melatonin bagus memperbaiki kulit. Untuk bahan yang harus dihindari ialah bahan-bahan yang sangat kuat seperti retinol, asam salisilat, benzoil peroksida, asam alfa, hidroksi (AHA), vitamin E. hidrokuinon. Dan hindari bahan yang membuat iritasi seperti kandungan wewangian, essence, dan alkohol. Formulasi ideal untuk kulit sensitif adalah bahan-bahan yang ramah kulit. Selalu perhatikan formula dan komposisi produk. Hindari bahan wewangian.

Kulit Kombinasi

Jenis kulit ini merupakan campuran dari dua jenis kulit. T-zone (kulit di dahi, hidung dan dagu) cenderung berminyak, sedang kulit di area pipi cenderung kering, atau normal atau bahkan sensitif. Jenis kulit kombinasi ini agak sulit dalam melakukan perawatan. Karena ada perbedaan dalam memilih jenis produk. Misal untuk area T-zone menggunakan bahan khusus kulit berminyak, sedang area lain menyesuaikan jenis kulit.

Bahan yang harus diperhatikan adalah untuk area T-zone yang berminyak dan rawan berjerawat, komedo putih dan hitam. Maka gunakan produk yang mengandung asam salisilat atau benzoyl peroxide. Jika kulit berminyak dan sensitif maka pilih bahan yang lebih lembut seperti asam azelaic. Untuk bagian normal atau kering pilih bahan yang menutrisi, melembabkan dan menenangkan kulit seperti asam hialuronat, dan antioksidan seperti vitamin C, vitamin E, dan niacinamide, gliserin. 

Para dokter kecantikan sangat menyarankan untuk mengenali jenis kulit yang kamu. Sebab hal itu adalah kunci untuk perawatan yang tepat. Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter kecantikan untuk mengetahui jenis kulitmu. Selain itu, selalu perhatikan tanda-tanda wajah kamu saat memulai menggunakan produk atau mengganti produk.

Referensi:

  1. https://www.researchgate.net/publication/5300732
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2895702/
  3. https://www.corneotherapy.org/articles/261-cosmetic-skin-types-a-myth-or-chaos

About the author

Bertha S.

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.