Krim Terbaik Untuk Mengatasi Noda Hitam dan Bekas Jerawat

K

Krim apa yang terbaik untuk mengatasi noda hitam dan bekas jerawat yang sulit hilang? Bahan aktif apa saja yang harus dicari? Mari kita ketahui lebih jauh. Setiap wanita tentunya ingin memiliki kulit wajah yang mulus tanpa cela. Namun, kadang-kadang jerawat tidak dapat dihindari. Dan seringnya, meskipun saat jerawat cepat sembuhnya, jerawat meninggalkan bekas yang sulit sekali hilang.

Selain jerawat, kadang karena mengkonsumsi pil kontrasepsi atau karena terlalu lama berada di bawah sinar matahari, maka timbul noda-noda atau bintik hitam pada kulit. Noda hitam karena jerawat atau karena penyebab lainnya dapat disebut juga hiperpigmentasi. Jika tidak diatasi dengan baik, noda hitam dapat tinggal dan menodai wajah hingga bertahun-tahun lamanya.

Salah satu cara untuk mengatasi noda hitam dan bekas jerawat adalah dengan memakai krim perawatan. Namun Anda harus mengenal lebih jauh dulu bahan aktif apa yang terkandung dalam krim tersebut. Kenali sifat dan efektivitas bahan aktifnya. Untuk dapat mengatasi noda hitam dan bekas jerawat dengan krim yang tepat, simak dulu beberapa hal yang wajib Anda ketahui berikut ini.

Noda Hitam Adalah Kondisi Hiperpigmentasi

Memiliki bintik atau noda hitam pada wajah memang menyebalkan. Noda hitam pada wajah umumnya lama tampak orang dan membuat wajah terlihat lebih kusam. Noda hitam pada wajah merupakan suatu kondisi yang disebut hiperpigmentasi. Hiperpigmentasi merupakan bagian kulit yang menghitam atau warnanya lebih gelap karena adanya penumpukan pigmen melanin.

Hiperpigmentasi umumnya terbagi atas 3 tipe, yaitu:

  1. Melasma, merupakan noda hitam yang dapat timbul karena perubahan hormonal pada tubuh, misalnya pada masa kehamilan atau karena konsumsi obat hormon.
  2. Sun spot, adalah noda hitam yang timbul karena kulit terlalu lama terpapar sinar matahari.
  3. Hiperpigmentasi post-inflamasi, adalah noda hitam yang timbul setelah terjadi inflamasi pada kulit, misalnya noda bekas jerawat atau noda karena bekas luka.

Penyebab Timbulnya Noda Hitam

Timbulnya noda hitam pada wajah atau bagian tubuh lainnya dapat disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini:

  • Inflamasi pada kulit

Saat kulit mengalami inflamasi atau peradangan, melanosit yaitu sel yang memproduksi melanin akan memproduksi pigmen melanin dalam jumlah yang berlebihan sebagai respon imun. Inflamasi pada kulit dapat disebabkan oleh berbagai faktor, misalnya karena paparan sinar matahari yang terlalu lama, atau dapat juga disebabkan oleh jerawat dan trauma atau luka pada kulit.

  • Perubahan hormonal

Tingginya kadar hormon estrogen dan progesteron dapat menstimulasi melanosit untuk memproduksi melanin lebih banyak, sehingga timbul noda hitam pada bagian tertentu, terutama pada wajah. Tingginya kadar hormon ini dapat terjadi pada masa kehamilan atau saat mengkonsumsi pil kontrasepsi.

Noda Hitam Vs Bekas Jerawat

Saat jerawat telah sembuh, kadang noda hitam dan bekasnya yang lama dan susah pudar. Jerawat kadang tidak hanya meninggalkan noda hitam yang membandel, tetapi juga dapat menyebabkan bopeng. Apa bedanya? Noda hitam karena jerawat timbul karena penumpukan melanin, dan noda ini flat atau rata dengan permukaan kulit. Namun, kadang jerawat yang meradang dan disertai nanah jika tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan bekas cerukan pada kulit atau bopeng.

Cara mengatasi bekas luka jerawat seperti ini biasanya lebih lama. Jika merawat noda hitam cukup dengan krim yang dapat memudarkan hiperpigmentasi, maka penanganan bopeng karena jerawat lebih kompleks dari itu. Kita juga perlu memperbaiki struktur kulit yang rusak agar kembali rata dan halus. Berdasarkan studi yang dipublikasikan pada Indian Journal of Dermatology, orang yang berkulit gelap cenderung lebih mudah untuk mengalami noda hitam karena jerawat.

Disebutkan bahwa 47,4% pasien jerawat dari Asia mengalami noda hitam setelah jerawat sembuh. Noda hitam ini akan semakin parah jika jerawat dipencet tanpa penanganan medis. Noda hitam karena jerawat lebih mudah dihilangkan jika dibandingkan dengan bopeng karena jerawat. Namun, memudarkan noda hitam karena jerawat juga memerlukan perawatan yang teratur dan waktu yang cukup lama. Noda hitam karena jerawat umumnya dapat hilang secara total dalam waktu 3 bulan hingga 2 tahun.

Carilah Krim yang Mengandung Bahan Aktif Ini

Noda hitam karena jerawat atau penyebab lainnya dapat diatasi dengan memakai krim khusus untuk hiperpigmentasi secara teratur. Krim apa yang terbaik untuk mengatasi noda hitam? Amati dulu bahan aktif yang terkandung dalam krim tersebut dan berapa konsentrasinya. Bahan aktif yang telah terbukti efektif untuk memudarkan noda hitam pada kulit diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Hidrokuinon

Bahan aktif satu ini telah digunakan untuk mengatasi noda hitam pada kulit selama puluhan tahun. Hidrokuinon dapat memudarkan noda hitam dengan cara menghambat pembentukan melanin pada sel melanosit. Meskipun berbagai studi telah membuktikan efektivitas hidrokuinon untuk memudarkan noda hitam, namun hidrokuinon tidak disarankan untuk penggunaan jangka panjang dan memiliki sejumlah efek samping. Penggunaan hidrokuinon untuk krim perawatan juga telah dilarang di beberapa negara di Eropa.

Krim yang mengandung hidrokuinon 2% telah terbukti sangat efektif untuk mengurangi noda hitam. Hidrokuinon juga dapat digunakan dalam kadar yang lebih tinggi dengan rekomendasi dokter. Pemakaian hidrokuinon dapat menimbulkan beberapa efek samping seperti milia, iritasi kulit, dan reaksi alergi. Penggunaan hidrokuinon dalam jangka panjang juga terbukti dapat menyebabkan kerusakan DNA. Meskipun belum dibuktikan pada manusia, sebuah uji klinis juga menemukan bahwa hidrokuinon memiliki resiko karsinogen atau menyebabkan kanker.

  • Vitamin C

Krim wajah yang mengandung vitamin C sebagai bahan aktifnya juga dapat digunakan untuk mengatasi noda hitam. Vitamin C terbukti efektif untuk memudarkan noda hitam pada kulit dan lebih aman untuk penggunaan dalam jangka panjang. Vitamin C juga tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya seperti pada penggunaan hidrokuinon. Vitamin C dapat mengurangi noda hitam dengan cara menghambat pembentukan melanin pada kulit. Vitamin C dapat memberikan hasil yang signifikan untuk mengurangi noda hitam pada konsentrasi 10%.

  • Retinoid

Retinoid merupakan golongan senyawa turunan vitamin A yang juga efektif untuk mengatasi noda hitam pada kulit. Sebuah studi terbaru menyebutkan bahwa retinoid dapat memudarkan noda hitam dan mengatasi bopeng atau bekas jerawat. Retinoid dapat memudarkan noda hitam dan bekas jerawat dengan cara menghambat pembentukan pigmen melanin pada melanosit.

Retinoid juga dapat meningkatkan regenerasi sel kulit dari dalam, sehingga sel kulit yang gelap karena melanin dapat lebih cepat tergantikan dengan sel kulit baru yang sehat. Golongan retinoid yang paling banyak digunakan untuk mengatasi noda hitam adalah retinol dengan kadar 0,25 hingga 0,4% dan retinoic acid atau tretinoin dalam konsentrasi 0,1%. Retinoid umumnya dapat menimbulkan iritasi kulit, kulit kemerahan, atau kulit kering dan mengelupas.

Retinol umumnya bersifat lebih ringan jika dibandingkan dengan tretinoin dalam menimbulkan efek sampingnya. Bahkan retinol yang berbentuk ester seperti retinaldehyde cukup aman untuk digunakan pada kulit yang sensitif. Tetapi, efek yang dihasilkannya pun lebih ringan dan hasil yang signifikan dapat terlihat dalam waktu yang lebih lama. Tretinoin memiliki efek yang lebih kuat daripada retinol. Namun, penggunaannya harus lebih hati-hati dan sebaiknya digunakan atas rekomendasi dokter kulit.

  • Salicylic acid

Salicylic acid banyak terkandung dalam krim untuk kulit berjerawat. Selain untuk meredakan peradangan pada jerawat, salicylic acid juga merupakan salah satu bahan aktif terbaik untuk mengatasi bekas jerawat. Salicylic acid atau BHA (beta hydroxy acid) bersifat keratolitik atau menipiskan lapisan terluar kulit dengan menghilangkan timbunan sel kulit mati. Hasilnya, regenerasi kulit menjadi lebih cepat sehingga noda hitam dan bekas jerawat lebih cepat memudar.

Krim dengan bahan aktif salicylic acid dapat digunakan setiap hari sebagai bagian dari skincare routine Anda. Kadar salicylic acid dalam krim yang efektif untuk mengatasi noda hitam umumnya adalah 1 hingga 2%. Seperti halnya retinoid, salicylic acid juga memiliki efek samping dapat menimbulkan iritasi dan kulit kering. Jadi sebaiknya lakukan patch test terlebih dahulu sebelum menggunakan krim salicylic acid dalam skincare routine harian.

  • Glycolic acid

Seperti halnya salicylic acid, glycolic acid atau AHA (alpha hydroxy acid) juga merupakan asam yang dapat menghilangkan sel kulit mati dan mempercepat regenerasi kulit. Bedanya, jika BHA bekerja pada permukaan kulit terluar, maka glycolic acid dapat menembus pori kulit dan membersihkan sel kulit mati dari dalam pori. Glycolic acid dalam krim umumnya aman untuk digunakan setiap hari dalam skincare routine. Kadar glycolic acid yang efektif untuk mengurangi noda hitam dan bekas jerawat adalah sekitar 8 hingga 10%.

  • Vitamin E

Vitamin E atau tokoferol juga dapat menjadi pilihan sebagai bahan aktif dalam krim yang dapat membantu memudarkan noda hitam dan bekas jerawat. Vitamin E memiliki efek perlindungan terhadap efek buruk sinar UV, dan dapat mencegah terjadinya pigmentasi dengan cara menghambat aktivitas enzim tirosinase. Vitamin E dalam krim umumnya dikombinasikan dengan antioksidan lainnya seperti vitamin C.

Kombinasi antara vitamin E dan C yang digunakan pada kulit telah terbukti dapat memudarkan hiperpigmentasi. Kombinasi kedua vitamin ini terbukti memiliki efek yang lebih kuat jika dibandingkan dengan krim dengan bahan aktif salah satunya saja. Vitamin E dalam krim umumnya memiliki kadar hingga 5%. Vitamin E bersifat lembut dan aman bagi kulit. Efek samping vitamin E dapat berupa reaksi alergi, namun hal ini jarang terjadi.

Bahan Alami yang Dapat Mengatasi Noda Hitam

Jika Anda lebih tertarik untuk memakai bahan botani atau bahan alami untuk mengatasi noda hitam dan bekas jerawat, berikut adalah bahan-bahan alami yang telah teruji efektivitasnya:

  • Aloe vera

Selain dapat menenangkan kulit dan meredakan iritasi, sebuah studi juga menunjukkan bahwa aloe vera dapat menstabilkan kadar melanin dalam kulit. Aloesin yang terkandung dalam aloe vera juga dapat menghambat pembentukan melanin.

  • Ekstrak green tea

Green tea memiliki kandungan senyawa polifenol yang memiliki efek antioksidan, anti inflamasi, dan anti kanker. Sebuah studi juga menunjukkan bahwa ekstrak green tea dapat menghambat pembentukan melanin, sehingga dapat digunakan untuk mengatasi noda hitam.

  • Ekstrak grape seed

Ekstrak grape seed atau ekstrak biji anggur memiliki kandungan bahan anti oksidan yang kuat. Pemakaian ekstrak grape seed dalam waktu yang lama (6 bulan) telah terbukti dapat mengurangi noda hitam pada kulit.

  • Ekstrak licorice

Bahan alami lain yang sering dipakai sebagai bahan aktif krim adalah ekstrak licorice. Bahan ini dapat menghambat pembentukan melanin dan dapat mencegah pigmentasi yang disebabkan oleh sinar UV.

Cara Mencegah Timbulnya Noda Hitam dan Bekas Jerawat

Noda hitam dan bekas jerawat akan memakan waktu yang cukup lama untuk dapat pudar dengan total. Karena itu mencegah timbulnya noda hitam dan bekas jerawat penting untuk dilakukan. Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah timbulnya noda hitam dan bekas jerawat pada kulit:

  1. Selalu memakai sunscreen di siang pagi

Meskipun Anda tidak keluar rumah atau saat cuaca mendung, selalu gunakan sunscreen sebagai skincare routine Anda di pagi hari. Gunakan sunscreen dengan SPF 30 ke atas. Paparan sinar UV dapat menjadi salah satu penyebab timbulnya noda hitam, dan dapat menyebabkan noda hitam yang telah ada menjadi semakin gelap.

  1. Hindari memencet jerawat

Memencet jerawat sendiri dapat menyebabkan jerawat semakin meradang dan akibatnya akan timbul noda hitam atau bopeng setelah jerawat sembuh. Jika isi jerawat meradang memang perlu dikeluarkan, lakukanlah dengan pengawasan ahli kulit. Hindari juga mengopek atau mengelupas bekas luka jerawat yang mengering.

  1. Hindari panas terik matahari

Beberapa bahan aktif untuk memudarkan noda hitam dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Karena itu sebaiknya hindari berada di luar ruangan terlalu lama saat panas terik, yaitu antara jam 10 pagi sampai jam 4 sore.

Kesimpulan

Noda hitam yang disebabkan oleh jerawat atau penyebab lainnya adalah kondisi hiperpigmentasi pada kulit karena produksi melanin yang berlebih. Jika tidak diatasi, noda hitam dan bekas jerawat sangat sulit hilang. Noda hitam dan bekas jerawat dapat diatasi dengan krim yang mengandung bahan aktif yang dapat mencegah pembentukan melanin seperti hidrokinon, vitamin C, retinoid, atau vitamin E.

Salicylic acid dan glycolic acid juga dapat menipiskan noda hitam dengan menghilangkan lapisan sel kulit mati dan mempercepat regenerasi kulit. Untuk mencegah noda hitam bertambah parah, selalu gunakan sunscreen dengan SPF 30 ke atas pada siang hari, dan hindari memencet jerawat atau mengopek luka jerawat yang mengering.

Referensi:

  1. http://www.bioline.org.br/request?dv09248
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3663177/
  3. https://www.researchgate.net/publication/227749622
  4. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5574737/

About the author

Tuty Alawiyah (BS Chemistry)

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.