Memakai Salicylic Acid Tidak Boleh Dicampur dengan Apa, ya?

M

Memakai salicylic acid memiliki banyak manfaat untuk kulit kita. Bahan aktif apa saja yang boleh dan tidak boleh dicampur dengan salicylic acid?

Salicylic acid adalah bahan aktif pilihan untuk merawat kulit, terutama kulit yang berminyak dan berjerawat. Tetapi, dalam skincare routine kita, kita juga pastinya menggunakan produk dengan bahan aktif yang lain juga selain salicylic acid. Meskipun salicylic acid itu banyak manfaatnya bagi kulit kita, amankah jika pemakaian salicylic acid dikombinasikan dengan bahan aktif lain? Ternyata salicylic acid tidak boleh dicampur dengan bahan aktif tertentu, tetapi juga ada bahan-bahan tertentu yang akan memberikan efek yang lebih maksimal jika pemakaiannya dikombinasikan dengan salicylic acid. Penasaran, kan? Yuk lebih pintar lagi memilih dan mengkombinasikan produk skincare yang kita pakai. Mari kita mulai dengan mempelajari lebih lanjut tentang salicylic acid.

Mengenal Salicylic Acid

Dulu mendengar salicylic acid atau asam salisilat sebagai komposisi skincare rasanya ngeri, karena kata ‘asam’ cenderung mengarah ke bahan kimia yang berbahaya bagi kulit. Tetapi, sebenarnya salicylic acid ini adalah bahan aktif yang cukup aman untuk digunakan di rumah dan dapat dibeli bebas tanpa resep dokter.

Salicylic acid juga sebenarnya merupakan salah satu bahan yang terdapat di alam. Salicylic acid banyak terkandung dalam kulit pohon willow. Kulit pohon willow telah digunakan untuk mengobati berbagai masalah kulit sejak lebih dari 2.000 tahun yang lalu. Kemudian salicylic acid akhirnya dapat diekstraksi dari kulit pohon willow pada abad ke-19.

Secara struktur kimia, salicylic acid adalah golongan beta hydroxy acid atau BHA. BHA merupakan jenis senyawa asam yang larut dalam lemak. Karena itu, salicylic acid dapat dengan mudah menembus lapisan lipid pada kulit kita. Berbeda dengan golongan alpha hydroxy acid atau AHA yang larut dalam air, salicylic acid dapat menembus lapisan kulit lebih dalam. Karena itu, salicylic acid sangat efektif untuk membersihkan kulit hingga ke dalam pori. Jika AHA efektif bekerja dengan membersihkan sel kulit mati dan kotoran pada permukaan kulit, maka salicylic acid atau BHA dapat menembus pori dan menghilangkan sumbatan pada pori kulit.

Meskipun fungsi utama salicylic acid adalah untuk mengeksfoliasi kulit, namun kini produk skincare yang mengandung salicylic acid tidak hanya terbatas pada produk eksfolian dengan kadar salicylic acid yang cukup tinggi. Salicylic acid juga banyak digunakan pada konsentrasi rendah pada pembersih wajah, toner, serum, serta krim atau gel yang biasanya digunakan untuk mengobati jerawat. Pembersih dan toner yang mengandung salicylic acid selain dapat membantu mengatasi jerawat, juga baik digunakan pada kulit berminyak untuk membantu mengatasi sebum yang berlebih pada kulit wajah.

Apa Saja Manfaat Memakai Salicylic Acid?

Dengan sifat unik yang dimilikinya, salicylic acid memiliki banyak manfaat bagi kulit kita. Kunci dari manfaat salicylic acid adalah menggunakannya pada konsentrasi yang tepat. Konsentrasi salicylic acid yang berbeda dalam suatu skincare dapat memberikan hasil dan efek yang sangat berbeda. Karena itu jika ingin merasakan manfaat yang optimal dari skincare yang mengandung salicylic acid, perhatikan terlebih dahulu konsentrasinya.

Beberapa manfaat memakai salicylic acid untuk kulit wajah diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Mengeksfoliasi sel kulit mati

Fungsi utama salicylic acid untuk kulit wajah adalah untuk mengeksfoliasi atau menghilangkan sel kulit mati. Tingkat kedalaman eksfoliasi tergantung dari kadar salicylic acid yang digunakan. Umumnya pembersih wajah dan toner yang mengandung 0,5 – 2% salicylic acid memiliki fungsi eksfoliasi ringan dan dapat digunakan setiap hari untuk kulit wajah yang lebih cerah dan bebas sel kulit mati yang dapat menyumbat pori kulit. Sementara kadar yang lebih tinggi yaitu antara 4 – 9% memiliki efek eksfoliasi yang lebih kuat, dan efektif untuk mengatasi masalah kulit yang membandel seperti pori-pori yang membesar dan garis halus. Salicylic acid pada kadar ini biasanya terdapat pada produk home peel dan dipakai 1 – 2 kali seminggu.

Dan penggunaan salicylic acid sebagai eksfoliator dalam kadar yang lebih tinggi (di atas 10%), sebaiknya dilakukan atas pengawasan dokter.

Menurut sebuah review yang dipublikasikan oleh Dove Medical Press, salicylic acid bekerja sebagai eksfolian dengan cara menurunkan daya adhesi sel kulit mati pada permukaan kulit sehingga sel kulit mati dapat mengelupas.

  1. Menghilangkan komedo

Salicylic acid juga memiliki efek komedolitik atau menghilangkan komedo. Salicylic acid dapat larut dalam lipid sehingga dapat menembus ke dalam pori dan membersihkan sebum serta menghilangkan komedo yang menyumbat pori. Pemakaian pembersih wajah atau toner yang mengandung salicylic acid dalam kadar ringan (0,5 – 2%) secara teratur dapat memberikan efek yang optimal untuk mengatasi komedo.

  1. Mengurangi minyak berlebih pada wajah

Salicylic acid juga telah terbukti dapat mengurangi produksi minyak pada wajah. Jadi pemakaian salicylic acid sangat dianjurkan bagi kulit berminyak untuk mengontrol sebum pada kulit wajah. Sebuah riset telah membuktikan efektivitas salicylic acid dalam menurunkan produksi minyak wajah. Pada riset yang dipublikasikan pada tahun 2014 ini, peneliti membandingkan tingkat produksi minyak wajah pada pasien yang menjalani perawatan dengan salicylic acid, dibandingkan dengan pasien yang menjalani perawatan bukan dengan salicylic acid. Hasilnya, pengukuran kuantitas sebum wajah menunjukkan bahwa pasien yang menjalani perawatan dengan salicylic acid mengalami penurunan produksi sebum yang signifikan.

  1. Mengurangi peradangan pada jerawat

Salicylic acid juga memiliki efek anti inflamasi sehingga dapat membantu penyembuhan jerawat yang meradang. Salicylic acid akan membantu membersihkan sumbatan pada pori yang dapat menjadi penyebab jerawat dan komedo. Namun untuk jerawat yang disertai infeksi yang lebih dalam, sebaiknya pemakaian salicylic acid dikombinasikan dengan antibiotika oral untuk menghilangkan bakteri penyebab jerawat dari dalam. Sebuah riset membuktikan bahwa pemakaian gel salicylic acid 2% yang dikombinasikan dengan konsumsi antibiotika oral dapat secara efektif mengurangi jerawat yang meradang secara signifikan.

  1. Mencerahkan warna kulit

Kadar minyak yang terkontrol dan hilangnya sel kulit mati pada permukaan kulit akan membuat kulit menjadi terlihat lebih cerah. Menurut sebuah riset, pemakaian gel salicylic acid 2% pada pasien selama 12 minggu menunjukkan perubahan yang signifikan pada tingkat kecerahan wajah.

Salicylic Acid Tidak Boleh Dicampur dengan Bahan Aktif Ini

Meskipun memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan kecantikan kulit yang telah teruji oleh riset dan uji klinis, pemakaian salicylic acid juga harus hati-hati. Salicylic acid merupakan asam dengan pH rendah, dan dapat menimbulkan efek iritasi pada kulit. Saat dipakai bersamaan dengan bahan aktif tertentu, efek iritasi ini dapat menjadi semakin kuat. Atau karena pH nya yang rendah, beberapa bahan aktif menjadi tidak dapat bekerja dengan maksimal. Itulah sebabnya salicylic acid tidak boleh dicampur dengan bahan-bahan berikut ini.

  • Retinoid

Retinoid merupakan senyawa turunan vitamin A yang memiliki banyak manfaat bagi kulit, diantaranya untuk mengatasi jerawat, mencerahkan kulit, dan efektif untuk mengurangi tanda-tanda penuaan garis halus dan kerutan. Senyawa retinoid yang banyak digunakan diantaranya adalah retinol, tretinoin, dan adapalene.

Manfaat retinoid untuk kulit sebenarnya mirip dengan manfaat salicylic acid. Apakah dengan mengkombinasi kedua bahan ini maka efeknya akan semakin bagus? Jika mencampur salicylic acid dengan retinol untuk mengobati jerawat apakah akan semakin cepat sembuh? Jika itu yang Anda harapkan, makan yang akan terjadi jika anda mencampur salicylic acid dan retinol atau memakai kedua bahan ini dalam waktu bersamaan atau pada hari yang sama, justru akan memberikan efek yang tidak diinginkan pada kulit.

Salicylic acid dan retinol keduanya sama-sama memiliki efek samping dapat menimbulkan iritasi pada kulit. Memakai kedua bahan ini secara bersamaan menyebabkan tingkat iritasi yang terjadi menjadi 2 kali lipat. Campuran kedua bahan ini dapat menjadi terlalu keras bagi kulit, sehingga kulit dapat mengalami kemerahan atau iritasi yang parah. Mencampur retinol dengan salicylic acid juga dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan sensitif terhadap sinar matahari.

  • Benzoyl peroxide

Benzoyl peroxide merupakan bahan aktif yang banyak digunakan untuk mengatasi jerawat meradang. Bahan aktif ini dapat menimbulkan efek samping kulit menjadi kering dan mengalami iritasi. Karena itu, memakai salicylic acid tidak boleh dicampur dengan benzoyl peroxide, karena efek iritasi dan kulit kering yang ditimbulkan dapat menjadi semakin parah.

  • Vitamin C

Vitamin C dan salicylic acid sama-sama bersifat asam. Mencampur kedua bahan aktif ini akan menimbulkan efek iritasi pada kulit. Selain itu, vitamin C merupakan bahan aktif yang dapat menjadi tidak stabil saat bercampur dengan bahan aktif lain, dan kestabilan serta efeknya sangat dipengaruhi oleh pH. Karena itu mencampur salicylic acid dengan vitamin C dapat menurunkan efek vitamin C pada kulit.

  • Senyawa asam lain

Jika Anda memakai produk skincare yang memiliki formula kombinasi salicylic acid atau BHA dengan asam lain seperti AHA, maka campuran kedua bahan ini aman untuk digunakan. Namun sebaiknya Anda tidak mencampur sendiri pemakaian dua jenis asam yang berbeda, atau menggunakan beberapa produk yang mengandung asam yang berbeda sekaligus.

Apa Saja yang Boleh Dicampur dengan Salicylic Acid?

Memang salicylic acid tidak boleh dicampur dengan beberapa bahan aktif. Tetapi BHA ini justru akan memberikan manfaat yang optimal jika pemakaiannya dicampur dengan bahan-bahan berikut ini.

  • Hyaluronic acid

Meskipun termasuk jenis asam, namun hyaluronic acid tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Sebaliknya, hyaluronic acid dapat meningkatkan hidrasi kulit dan mencegah kulit menjadi kering. Sementara itu, salah satu efek samping dari pemakaian salicylic acid adalah kulit dapat menjadi kering. Jadi, memakai salicylic acid bersamaan dengan hyaluronic acid akan menekan efek iritasi dan mencegah kulit menjadi kering.

  • Ceramide

Ceramide merupakan salah satu bahan aktif yang dapat melembabkan kulit. Memakai ceramide dan salicylic acid akan membantu mengatasi efek kulit kering yang dapat ditimbulkan oleh salicylic acid.

  • Niacinamide

Niacinamide merupakan turunan vitamin B3 yang larut dalam air dan telah terbukti memiliki banyak manfaat bagi kulit, diantaranya adalah untuk memudarkan tanda-tanda penuaan dini, melindungi kulit dari efek buruk sinar UV, dan mencerahkan kulit. Niacinamide memiliki manfaat yang hampir sama dengan salicylic acid, meskipun dengan mekanisme kerja yang berbeda. Kedua bahan aktif ini akan memberikan manfaat yang maksimal jika digunakan bersamaan.

Seperti halnya niacinamide, salicylic acid juga memiliki manfaat untuk memudarkan tanda-tanda penuaan seperti garis halus, dan dapat melembutkan permukaan kulit serta mengecilkan pori-pori. Salicylic acid juga memiliki manfaat mencerahkan kulit seperti halnya niacinamide. Kedua bahan ini juga dapat mengurangi sebum pada wajah dengan mekanisme yang sedikit berbeda. Jika salicylic acid mengurangi sebum dari dalam pori kulit, maka niacinamide mengurangi sebum dan minyak pada permukaan kulit. Karena itu, kombinasi salicylic acid dan niacinamide akan memberikan efek yang lebih kuat, tanpa menaikkan resiko iritasi pada kulit.

  • Sunscreen

Bahan ini sangat baik untuk digunakan bersama salicylic acid. Bahkan pemakaian skincare yang mengandung salicylic acid wajib disertai dengan pemakaian sunscreen dengan minimal SPF 30. Pemakaian salicylic acid akan membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Karena itu, pakailah selalu sunscreen pada pagi dan siang hari, jangan sampai terlewatkan. Beberapa produk sunscreen juga mengandung salicylic acid pada kadar ringan (2%). Sunscreen yang mengandung salicylic acid umumnya telah diformulasi khusus untuk kulit berminyak atau berjerawat. Namun jika Anda memakai produk salicylic acid dan sunscreen secara terpisah, pastikan untuk memilih sunscreen yang bebas minyak dan non-komedogenik. Pilihlah jenis sunscreen yang sesuai dengan jenis kulit Anda, baik itu chemical sunscreen seperti oxybenzone atau avobenzone maupun physical sunscreen seperti zinc oxide dan titanium dioxide.

Kesimpulan

Salicylic acid atau BHA merupakan senyawa asam yang banyak sekali terdapat sebagai bahan aktif skincare dari mulai pembersih wajah, toner, serum, gel, atau home peeling. Salicylic acid dalam kadar tinggi juga digunakan untuk chemical peel yang dilakukan atas pengawasan dokter. Salicylic acid dapat menghilangkan sel kulit mati, mengatasi komedo dan jerawat, mengurangi minyak pada wajah, dan mencerahkan kulit. Saat memakai produk salicylic acid bersamaan dengan bahan aktif lain, sebaiknya berhati-hati karena salicylic acid tidak boleh dicampur dengan beberapa bahan aktif seperti retinoid, retinol, benzoyl peroxide, atau vitamin C. Sementara itu beberapa bahan lain seperti hyaluronic acid, ceramide, niacinamide, dan sunscreen dapat digunakan bersamaan dengan salicylic acid untuk dapat memberikan manfaat yang optimal bagi kulit.

About the author

Tuty Alawiyah (BS Chemistry)

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.