Niacinamide (niacinamida) dan Retinol – Manfaat, Resiko, dan Cara Pemakaian

N

Niacinamide atau kerap kali dikenal sebagai Niacinamida dalam Bahasa Indonesia, biasa digunakan berdampingan dengan produk perawatan kulit (skincare) lainnya. Seperti missal, niacinamida kadang digunakan bersama dengan AHA/BHA atau mungkin dengan vitamin C karena kandungan antioksidan di dalamnya. Kamu bisa membaca lebih lanjut soal tersebut di sini. Selain dengan dua bahan yang sudah disebutkan di atas, niacinamida atau niacinamida juga sering dikombinasikan dengan retinol. Banyak yang menyukai penggabungan dua produk ini bila dibandingkan dengan kombinasi niacinamide (niacinamida) dengan vitamin C maupun asam seperti AHA/BHA. Artikel ini akan membahas manfaatnya menggunakan kombinasi niacinamide (niacinamida) dengan retinol, cara pemakaian, serta resikonya. 

Niacinamide (niacinamida) dan retinol – Mengapa banyak orang suka kombinasi ini?

Alasan kenapa niacinamide (niacinamida) sangat digandrungi oleh kaum wanita adalah karena efeknya yang serbaguna. Produk ini dikenal bisa memberikan manfaat bagi kulit wajah seperti mencegah penuaan dini dan memudarkan garis-garis halus tanda penuaan, mengurangi masalah pigmentasi, melawan jerawat, merawat kulit yang kemerahan, dan menghidrasi kulit. 

Tips:

Efek niacinamide yang menghidrasi kulit sangat cocok digabungkan dengan retinol. Karena riset penelitian menunjukkan bahwa retinol juga memiliki manfaat dalam menghidrasi kulit. Namun sayangnya, retinol memiliki efek samping yang membuat kulit iritasi dan kulit wajah menjadi kemerahan. Di situlah peranan niacinamide atau niacinamida akan terasa. 

Retinol sendiri memiliki efek yang hampir sama dengan AHA/BHA yang bagus untuk eksfoliasi sel-sel kulit mati yang menumpuk pada lapisan kulit. Zat satu ini bisa membantu kulit untuk lebih cepat mengelupas sel kulit mati pada lapisan kulit wajah dan memudarkan tanda-tanda pigmentasi maupun garis-garis halus tanda penuaaun. Melalui riset, peneliti setuju bahwa retinol termasuk agen anti-aging yang bagus. Namun sayangnya, retinol memiliki efek samping yang bisa membuat wajah menjadi kemerahan karena iritasi dan kehilangan hidrasi dalam kulit yang dikarenakan rusaknya pelindung alami pada kulit. 

Pemakaian bersamaan dengan niacinamida atau yang juga dikenal sebagai niacinamida bisa mengatasi masalah tersebut. Pasalnya, niacinamide (niacinamida) bisa menstabilkan lapisan kulit wajah, mengurangi tingkat air yang keluar atau menguap dari kulit, dan meningkatkan hidrasi kulit secara keseluruhan. 

Tips:
Niacinamide (niacinamida) mendaptakan efek hidrasi bisa jadi dari manfaatnya yang meningkatkan lipds alami dalam kelenjar stratum corneum (Lapisan terluar kulit yang bekerja sebagai pelindung yang melindungi kulit dari efek lingkungan yang merusak). Struktur dari stratum corneum ini mirip seperti batu bata sedangkan lipid bekerja sebagai semen yang menutupi lapisan sel kulit tadi sehingga terciptalah pelindung kulit. 

Para peneliti mengatakan bahwa memakai niacinamida atau niacinamida pada kulit wajah sebelum menggunakan retinol bisa meningkatkan toleransi kulit terhadap retinol dan bisa mengurangi resiko terjadinya iritasi dan kemerahan. Ada studi klinis yan gpernah dilakukan seputar pemakain niacinamide (niacinamida) bersamaan dengan retinol. Dalam uji klinis itu, peserta menggunakan pelembab yang mengandung niacinamida (niacinamide) pada separuh wajahnya dan separuhnya lagi hanya menggunakan pelembab biasa. Hal ini dilakukan dua kali sehari selama dua minggu. Di akhir uji klinis, peserta diberikan tretitonin 0,025% (sejenis retinol) unutk diaplikasikan pada wajah. Hasilnya, kulit wajah yang mengandung niacinamide (niacinamida) lebih bisa mentoleransi penggunaan retinol ketimbang kulit wajah yang hanya menggunakan pelembab biasa. 

Selain mencegah kemerahan dan iritasi, penggunaan niacinamide (niacinamida) bisa meningkatkan kinerja retinol dalam mengelupas sel kulit mati yang lengket. Struktur lengket ini bisa dihancurkan oleh enzim yang bernama ‘proteases’. Nah, enzim ini bekerja dengan baik atau tidak bergantung pada kadar air atau tingkat hidrasi dalam kulit. Dari hasil studi di atas, hasilnya jelas bahwa penggunaan niacinamide (niacinamida) bersama dengan retinol bisa memberikan efek yang maksimal unutk kulit yang cerah, tampak muda, dan sehat

Bagaimana caranya menggunakan niacinamide (niacinamida) dan retinol secara bersamaan?

Seperti yang tadi sudah dibahas di uji klinis, tidak perlu menggunakan niacinamide (niacinamida) dengan retinol di waktu bersamaan. Kamu bisa menggunakan niacinamida atau niacinamida selama beberapa minggu sebelum pemakaian retinol untuk memberikan pelindung pada kulit wajah sehingga bisa mencegah atau mengurangi resiko iritasi dan kemerahan. 

Tips:

Perlu diingat, pH dari retinol adalah sekitar 5.5-6.0, sedangkan pH dari niacinamide atau niacinamida agar bekerja dengan efektif adalah pH 5.0-7.0

Untuk pengaplikasiaannya, kamu bisa memberikan jarak durasi 5 menit setelah pemakaian. Selain itu, niacinamida (niacinamide) memiliki teksturnya yang water-based sedangkan retinol memiliki tekstur yang oil-based. Jadi ada baiknya mengaplikasikan, niacinamide (niacinamida) terlebih dahulu dan baru setelah 5 menit atau saat sudah terserap di dalam kulit, bisa dilanjutkan dengan pemakaian retinol. 

Tips:

Water-based produk lebih cepat terserap di dalam kulit bilad dibandingkan dengan oil-based produk. Namun riset penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan niacinamida (niacinamide) setelah retinol sebenarnya juga efektif. Asalkan, niacinamide atau niacinamida nya ada dalam bentuk pelembab atau moisturizer. 

Intinya, mana yang lebih dulu dipakai bergantung pada jenis produk niacinamida atau niacinamida yang akan digunakan karena niacinamida atau niacinamida ini ada dalam bentuk produk berbeda. Ada yang dalam bentuk serum, ada yang dalam bentuk pelembab, ada yang dalam bentuk krim wajah, dan seterusnya.

 Semisal niacinamida (niacinamide) yang dipakai dalam bentuk serum, lebih baik gunakan sebelum retinol. Namun bila niacinamide (niacinamida) nya berbentuk pelembab atau moisturizer, aplikasikan setelah pemakaian retinol. Hal ini dikarenakan water-based produk tentunya bisa lebih cepat diserap oleh kulit ketimbang pil-based produk. Serum sendiri termasuk water-based produk jadi bila niacinamida atau sering disebut juga niacinamida yang akan digunakan dalam bentuk serum, pastikan diaplikasikan terlebih dahulu. Bila diaplikasikan belakangan, tentunya serum tidak akan terserap kulit yang sudah tertutup oleh retinol yang notabenenya memiliki tekstur oil-based atau lebih pekat dari water-based. 

Niacinamide (niacinamida) dan retinol – resiko pemakaian

Seperti yang sudah dibahas di atas, retinol termasuk zat yang keras (setara dengan AHA/BHA). Ini tidak mengherankan karena sifatnya memang untuk mengelupas sel kulit mati yang lengket. Seperti semua produk AHA/BHA, pemakaian retinol juga bisa memberikan efek kemerahan pada kulit dan bahkan iritasi. Tapi, hal ini justru bisa diatasi dengan menggunakan niacinamida atau juga kerap kali disebut niacinamida. 

Penggunaan niacinamida atau niacinamide pada kulit wajah, baik sebelum ataupun sesudah, bisa menjaga agar lapisan pelindung kulit tetap ada dan kulit wajah tetap terhidrasi dengan baik sehingga masalah iritasi dan kemerahan bisa dihindari. 

Kesimpulan

Niacinamide atau sering juga dikenal sebagai niacinamida dalah Bahasa Indonesia termasuk salah satu zat yang serbaguna. Bahan satu ini kerap kali digunakan bersamaan dengan bahan-bahan lainnya seperti AHA/BHA, vitamin C, dan bahkan retinol. Banyak mitos mengatakan bahwan pemakain niacinamide (niacinamida) dengan bahan-bahan ini bisa saling mengalahkan dan bahkan bisa merusak. Tapi hasil dari uji klinis maupun riset penelitian menunjukkan hasil yang berbeda. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemakaian niacinamide (niacinamida) bila digabungkan dengan retinol justru bisa memberikan manfaat lebih dalam membuat kulit wajah tetap nampak muda dan sehat. Memang retinol sendiri bisa memberikan efek iritasi dan kemerahan pada kulit, tapi niacinamide (niacinamida) bisa membantu mengatasi masalah tersebut. 

Cara kerja dari niacinamide atau niacinamida ini dengan cara tetap menghidrasi kulit. Karena retinol bekerja dengan cara mengelupas, tentunya kadar air dalam kulit jadia berkurang lalu pelindung kulit juga jadi rusak. Pemakaian niacinamide atau niacinamida bisa mengurangi resiko tersebut. Bergantung dengan bentuk produk perawatan (skincare) yang dipakai, niacinamide (niacinamida) bisa digunakan sebelum maupun sesudah pengaplikasiaan retinol. 

Semisal, niacinamide atau niacinamida yang akan digunakan dalam bentuk serum, bisa digunakan sebelum memakai retinol. Bila niacinamide (niacinamida yang akan dipakai dalam bentuk moisturizer atau pelembab, bisa digunakan setelah memakai retinol. Hal ini dikarenakan serum memiliki water-based tekstur sehingga lebih mudah terserap dalam kulit bila dibandingkan dengan retinol yang oil-based. Karena moisturizer atau pelembab termasuk oil-based, kamu bisa mengaplikasikannya sesudah pemakaian retinol. Niacinamide dalam pelembab tersebut akan membantu kulit agar tetap terhidrasi dan memperbaiki pelindung kulit yang rusak karena efek retinol. 

About the author

Viona Villarica

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.