Panduan Menggunakan Retinol Untuk Wajah Lebih Muda

P

Retinol belakangan ini menjadi perbincangan di dunia kecantikan, yaitu merawat kulit. Retinol dipercaya mampu meremajakan kulit agar terlihat lebih muda dan memenuhi segala kebutuhan kulit anda. Retinol juga telah diuji oleh peneliti, ahli kecantikan, dan juga para pecinta skincare sebagai ‘pahlawan yang mampu melawan garis-garis halus kerutan’. Bahkan beberapa orang mengaku tidak ada bahan yang lebih baik untuk melawan kerutan selain retinol. Temukan lebih lanjut tentang itu juga temukan panduan menggunakan retinol.

Mungkin kamu bertanya-tanya seberapa ampuh bahan ini? Dan mengapa ini menjadi bahan perbincangan yang hangat di kalangan pecinta skincare? Dan apakah retinol harus dimasukan kedalam daftar perawatan kecantikanmu? Kami punya jawabannya!

Retinoid merupakan kelompok senyawa besar. Dan penjelasan panjang tentang senyawa besar tentu akan membingungkan. Anda tidak perlu khawatir, karena kami hadir untuk memandu anda mengetahui lebih lanjut tentang retinol

Berikut ini adalah panduan untuk memahami retinol. Penjelasan ini akan mencakup manfaat, kegunaan, efek samping, dan fakta-fakta mengenai retinol. Semuanya akan di bahas di bawah ini!

Sejarah Singkat Retinol

Pada 1970, retinol dikembangkan untuk mengobati jerawat. Sedang sifat anti-penuaannya ditemukan secara tidak sengaja. Saat itu, pasien yang diberi resep retinol mengalami perubahan kulit yang drastis. Kulit dia menjadi lebih sehat, kerutan berkurang, wajah menjadi cerah dan halus.

Penemuan secara tidak sengaja, memicu perkembangan di industri perawatan kulit. Sejak saat, mulai viral beberapa peneliti menguji retinol sebagai bahan anti-penuaan. Mereka mengujinya berkali-kali. Temukan lebih lanjut tentang itu juga temukan panduan menggunakan retinol.

Apa Itu Retinol?

Dalam istilah ilmiah, Retinol merupakan obat oles (topikal) yang banyak mengandung vitamin A. Retinoid merupakan nutrisi penting yang dapat merawat mata, reproduksi, dan kekebalan tubuh. Retinoid dapat merangsang produksi kolagen dan bekerja pada pembaruan sel kulit. Karenanya, dia dapat bertindak sebagai bahan anti-penuaan yang sangat baik. Serta dapat meremajakan kulit dan mengenyalkan kulit.

Banyak orang tidak mengetahui ada banyak macam retinoid di pasaran. Di sebagian besar negara, retinol bahkan bisa dibeli tanpa menggunakan resep dokter. Namun, jenis retinoid lain seperti asam Retinoic acid atau Tretinoin masih memerlukan resep dokter.

Kini, para ahli kulit dan kecantikan mengembangkan retinol sebagai bahan anti penuaan. Mereka sering menyebut retinol sebagai bahan anti-penuaan yang sangat berkualitas, istilahnya ‘gold-standard’. Mereka sudah membuktikannya keefektifannya selama puluhan tahun. Temukan lebih lanjut tentang itu juga temukan panduan menggunakan retinol.

Bagaimana Cara Kerja Retinol Untuk Kulit?

Studi menunjukkan bahwa aplikasi retinol secara signifikan mempengaruhi sifat sel epidermis dan dermis. Dia meningkatkan ketebalan epidermis dan meningkatkan produksi kolagen di kulit. Kedua bahan ini merupakan bahan fundamental untuk kulit yang awet muda dan mengurangi kerutan wajah secara signifikan.

Menurut ahli Dermatologis dari Stanford, Zakia Rahman, MD mengatakan bahwa baik Retinol dan Retinoid yang merupakan keturunan dari Vitamin A dibutuhkan untuk berbagai macam fungsi tubuh. Keduanya ampuh untuk digunakan kulit, terutama untuk mengurangi kerutan, meningkatkan produksi kolagen, dan mengobati jerawat, seperti dikutip dari Stanford Edu.

Penggunaan retinol dalam jangka panjang, membantu merestrukturisasi kulit. Selain itu, membantu proliferasi sel, dan memudarkan pigmentasi berlebih, pengurangan garis halus. Sehingga membuat menjadi lebih halus, cerah, dan sehat. Temukan lebih lanjut tentang itu juga temukan panduan menggunakan retinol.

Tidak disangkal lagi, bahwa Retinol sangat bermanfaat untuk kulit. Mari kita lihat manfaat lainnya, di bawah ini:

Manfaat Retinol Untuk Kulit

Retinol merupakan bahan yang ajaib! Dia ampuh menghaluskan kerutan, garis-garis dengan merangsang produksi kolagen, dan meningkatkan elastisitas kulit.

Dia merangsang proliferasi sel kulit, dengan mengembalikan ketebalan kulit, menghasilkan tekstur kulit lebih kencang dan halus.

Dapat mempercepat pergantian sel dan membuka jaringan sel baru. Serta menurunkan pigmentasi berlebih (hiperpigmentasi), memudarkan kantung hitam dan bintik mata hari. Mampu mencerahkan kulit kusam, dan menghasilkan kulit cerah bercahaya.

Retinol adalah bahan yang terbukti mengobati jerawat, dengan membuka pori-pori tersumbat. Kemudian juga membatasi produksi sebum yang berlebih.

Retinol juga mengurangi pembesaran pori-pori, meningkatkan ketahanan kulit. Sifat antioksidannya mampu mengurangi efek kerusakan kulit akibat sinar UV.

Setelah mendengar manfaat retinoid, jangan terburu-buru untuk membeli krim dan serum yang mengandung retinol. Kamu mengenali formulasinya dulu, sebab kamu bisa saja mendapatkan formulasi yang salah. Temukan lebih lanjut tentang itu juga temukan panduan menggunakan retinol.

Bagaimana Cara Memilih Retinol yang Tepat Untuk Kulit?

Saat mencari retinol tepat, pilihlah yang sesuai dengan jenis kulit kamu. Pastikan bahan retinol yang kamu pilih mudah diserap kulit (misalkan saja serum, atau krim).

Selain itu kamu harus memperhatikan penggunaannya. Secara klinis, retinol murni memiliki ketidakstabilan fotokimia yang mampu menyebabkan iritasi kulit. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa retinol perlu diubah menjadi asam retinoat agar efektif untuk kulitmu. Nah, proses ini yang sering menyebabkan iritasi bagi sebagian orang.

Sebenarnya, ada kandungan lain yang lebih ringan seperti Retinyl Palmitate atau Retinyl Acetate yang tidak menyebabkan iritasi kulit. Namun, penggunaanya kurang manjur dibanding Retinol.

Persentase Konsentrasi dan Efeknya:

Konsentrasi 0,01% lebih pada Retinol terbukti efisien dalam mengurangi beberapa tanda penuaan, sepert memudarnya jerawat, hiperpigmentasi, dan peremajaan kulit secara keseluruhan. Semakin tinggi dosisnya, semakin tinggi keefektifannya.

Kamu akan mendapat manfaat yang signifikan ketika menggunakan setidaknya 2% Retinol yang mengandung serum atau Retinoid Derivatif. 

Tips untuk pemula, mulailah dengan konsentrasi yang rendah. Kemudian tingkat secara bertahap, dan sesuaikan dengan kebutuhan kulit kamu.

Mana yang paling baik? Serum Retinol atau Krim Retinol?

Karena menggunakan serum terasa lebih ringan dan memiliki persentase senyawa aktif yang lebih tinggi, maka serum adalah pilihan terbaik daripada krim retinol topikal. Selain itu, serum lebih mudah diserap oleh kulit karena mengandung molekul-molekul halus.

Sedangkan molekul krim lebih besar dan berat dan tidak bisa menembus ke kulit dalam. Krim sebenarnya dapat bermanfaat untuk kulit yang dehidrasi. Karena krim wajah mengandung bahan yang menghidrasi kulit.

Bagaimana Cara Mengaplikasikan Retinol Untuk Perawatan Wajah Sehari-hari?

Retinol dapat dimasukan ke dalam rangkaian perawatan kulit. Mereka yang menghadapi masalah kerutan wajah, mungkin harus mempertimbangkan untuk menambah Retinol ke produk kecantikan mereka.

Bagaimana Cara Menggunakan Serum Retinol?

1. Pakailah di malam hari, teteskan Retinol seukuran biji jagung di ujung jari. Jangan terlalu banyak, karena penggunaan retinol yang berlebih bisa membuat iritasi.

2. Bubuhkan di area wajah dan leher kamu. Hindari area mata, termasuk kelopak mata dan sudut mata, serta bibir. Pijat dengan lembut hingga terasa meresap ke dalam kulit.

3. Untuk hasil yang lebih baik, biarkan serum retinol itu sebentar hingga meresap. Sebelum mengaplikasikan krim malam atau pelembab.

4. Perawatan menggunakan retinol membutuhkan waktu. Untuk hasil yang maksimal pakailah secara rutin dan konsisten selama 2-3 bulan.

Tambahan Tips:
Gunakan Retinol saat di malam hari saja untuk menghindari paparan sinar matahari. Ketika menggunakan siang hari, selalu pastikan menggunakan sunscreen saat siang hari.
Mulailah dengan mengaplikasikan Retinol selama 2-3 kali seminggu. Setelah itu kamu bisa meningkatan penggunaan Retinol, sesuai daya toleransi kulit kamu terhadap retinol. Pastikan juga menggunakan pelembab saat menggunakan Retinol.

Macam-macam Aturan Retinol

Asam Hialuronat yakni zat alami yang menjaga kelembaban kulit tidak boleh dehidrasi. Sedangkan Retinoid mengandung bahan aktif yang dapat membuat kulit kering. Oleh karenanya, kini sudah dikembangkan asam hialuronat untuk kecantikan. Ketika dalam skin care terdapat asam hialuronat 2%  maka dia mampu mengatasi masalah kulit kering kamu dan meningkatkan kinerja Retinol dalam mengurangi kerutan dan garis halus. Aplikasikan asam hialuronat sebelum mengaplikasikan serum Retinol.

Jangan menggunakan Benzoyl Peroxide secara bersamaan. Orang yang memiliki kulit kering dapat menggunakan Benzoyl Peroxide digunakan bergantian setiap hari. (Jangan menggabungkan Retinoid dan Benzoyl Peroxide).

Bahan Yang Tidak Cocok

Jangan gabungkan dengan formulasi yang mengandung bentuk Retinoid lain. Karena dapat menyebabkan iritasi kamu.

AHA dan BHA adalah asam (acid) favorit yang sering diincar pecinta skin care. Karena AHA dan BHA baik untuk merawat kulit berjerawat dan anti keriput. Namun, kedua bahan itu sipercaya tidak bisa bekerjasama dengan Retinol. Karena ada kandungan acid tertentu dalam AHA dan BHA.

Minimalist Tips:
Kami menyarankan kamu bisa menggunakan keduanya untuk rutinitas perawatan wajah. Bisa digunakan di pagi atau malam hari secara bergantian. Karena kedua bahan tersebut sangat ampuh untuk untuk diaplikasikan pada kulit.

Apa Efek Samping Retinol?

Retinol topikal umumnya dianggap aman untuk digunakan. Namun, penting untuk mengetahui cara, frekuensi, dan konsentrasinya saat ingin menggunakan.

Jika konsentrasi yang lebih tinggi menyebabkan iritasi kulit dan pengelupasan kulit (Ini membicarakan kandungan lebih dari 5%). Dengan menggunakan Retinol bisa lebih buruk atau lebih baik. Sama halnya dengan menggunakan bahan aktif lainnya. Retinol merupakan bahan aktif yang mendorong pergantian sel. 

Namun, itu semua hanya butuh waktu untuk beradaptasi. Biasanya 2-4 minggu adalah waktu dibutuhkan oleh kulitmu untuk beradaptasi. Jadi, jangan berhenti menggunakan Retinol sebelum 4 minggu. 

Tips ala Minimalist untuk Para Pemula:
Sabr, lakukanlah dengan rutin dan disiplin! Oleskan hanya pada malam hari dan hanya sekitar 2-3 kali seminggu. Setelah itu baru ditingkatkan penggunaannya secara bertahap. Jika kamu mengalami iritasi, beralihlah ke formulasi yang lebih encer dengan bahan aktif yang lebih rendah.

Pada Usia Berapa Sebaiknya Kamu Mulai Menggunakan Retinol?

Jangan gunakan untuk wanita hamil atau menyusui dan mereka yang berusia di bawah 18 tahun. Di luar itu semua, kamu bisa mulai menggunakan retinol. Biasanya mereka yang mulai menggunakan Retinol sudah menginjak usia 20 tahun ke atas atau awal 30 tahun.

Menurut beberapa ahli kulit, usia di atas 20 tahunan adalah usia yang tepat untuk mulai menggunakan Retinol. Meskipun pada usia ini sebenarnya belum menunjukkan tanda penuaan. 

Bagi kamu yang memiliki kulit hipersensitif harus melakukan uji tempel terlebih dahulu. Bila cocok dan kulitmu bisa menoleransi itu maka sebaiknya kamu mulai menggunakan Retinol. 

Catatan:
Konsultasi ke dokter kulit sangat penting ketika kamu sedang menyusui atau hamil.

Membongkar Beberapa Mitos Retinol

Sepertinya mitos mengenai Retinol tidak berdasarkan pada ilmu dermatologi. Kamu hanya mendengarnya dari mulut ke mulut tanpa mengetahui secara pasti. Ada beberapa mitos yang mungkin keliru dan membuat takut banyak orang.

1. Produk Retinol Dapat Menipiskan Kulit

Itu sama sekali tidak benar. Menurut ahli kulit, Retinol cenderung membuat kulit sedikit lebih tebal. Dia dengan merangsang produksi kolagen dan dapat menebalkan epidermis dan dermis secara signifikan. Serta mengurangi kerutan dan garis halus, membuat kulit tampak lebih muda.

2. Produk Retinol Meningkatkan Risiko Kanker Kulit

Retinol sama sekali tidak menyebabkan kanker kulit. Hipotesis ini sering dikaitkan dengan sifatnya yang membuat iritasi kulit dan cenderung peka terhadap paparan sinar UV. Namun, pada kenyataannya, produk Retinol cenderung memperlambat kanker kulit dan menurunkan kemungkinan risiko kanker kulit. 

3. Produk Retinol Tidak Bisa Digunakan Di Bawah Mata

Orang sering berpikiran bahwa Retinol dapat merusak area halus di sekitar mata. Namun, kenyataannya Retinol bisa diaplikasikan di bawah mata. Di mana tanda-tanda penuaan berkembang di sana. 

Apa Kebaikan Retinol dan Berapa Lama Retinol Menunjukan Hasilnya?

Retinol diakui sebagai bahan ajaib karena dapat menunjukan hasil yang signifikan. Namun, hasil itu hanya dapat terwujud dengan menggunakan secara konsisten. Kamu perlu menggunakannya secara teratur, dan lihat hasilnya dalam 3-4 bulan. Kamu akan merasakan perubahan kerutan yang berkurang. Tidak hanya itu, pori-pori menjadi lebih kecil, bintik penuaan lebih sedikit, dan kulit menjadi sehat. 

Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa Retinol merupakan bahan ajaib dalam menangani masalah penuaan. Orang-orang yang berusia 30-an tidak boleh melewatkan produk ajaib ini. Selalu ingat pilih formulasi Retinol yang tepat. Jika dalam 6-12 minggu kamu belum melihat tanda-tanda keajaibannya, konsultasikan dengan dokter kulit kamu.

Referensi:

  1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6791161/
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2699641/
  3. https://www.researchgate.net/publication/284172243_A_comparative_study_of_the_effects_of_retinol_and_retinoic_acid_on_histological_molecular_and_clinical_properties_of_human_skin

About the author

Tuty Alawiyah (BS Chemistry)

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.