Penyebab Dark Circle dan Cara Mengatasinya Menurut Para Ahli

P

Memiliki mata panda atau dark circle di bawah area mata bisa membuatmu terlihat lelah dan kusam. Ini dia penyebab dan cara menghilangkannya menurut para ahli kulit.

Memiliki dark circle di bawah mata dapat membuat kita kelihatan lelah dan kusam. Memang sih dark circle dapat ditutup dengan make up. Namun wajah kita tidak akan selalu tercover make up sepanjang waktu, kan. Saat kita harus tampil bare skin, lingkaran hitam di bawah mata pasti akan sangat mengganggu penampilan kita. Apa kata ahli tentang dark circle? Yuk kita simak.

Dark Circle

lingkaran gelap

Lingerkaran Gelap: Lingkaran Hitam di Bawah Mata

Lingerkaran gelap adalah warna kulit yang menggelap di area kelopak mata bagian bawah. Kondisi ini banyak dialami baik oleh wanita maupun pria.

Dark circle di bawah mata dapat tampak berwarna coklat gelap atau hitam, tergantung dari warna kulit seseorang. Lingerkaran gelap kadang disertai dengan terbentuknya kantung mata, dan hal ini dapat membuatmu kelihatan lebih tua dari usia yang sebenarnya.

Bagi sebagian orang Lingerkaran gelap dianggap tidak mengganggu, namun bagi sebagian yang lain dark circle sangat mengganggu penampilan.

Namun, menghilangkan dark circle di bawah mata bukanlah hal yang mudah.

Dark circle adalah kondisi yang umum pada seseorang yang:

  • Memasuki masa tua.
  • Memiliki faktor keturunan dengan dark circle.
  • Memiliki warna kulit gelap (warna kulit gelap lebih mudah mengalami hiperpigmentasi di sekitar area mata).

Sebuah studi menyatakan bahwa dark circle dapat dialami oleh seseorang mulai usia 16 tahun. Penelitian tersebut menemukan bahwa dark circle lebih banyak dialami wanita (81%) dibandingkan pria, dan sebagian besar wanita yang mengalaminya adalah ibu rumah tangga.

Apa Saja yang Menyebabkan Lingerkaran Gelap?

Dark circle di bawah mata dapat disebabkan oleh hal-hal berikut ini:

  1. Kelelahan dan kurang tidur

Dark circle dapat muncul ketika tubuh kita terlalu lelah atau saat kita tidur lebih larut dari waktu tidur normal.

Kurang tidur juga dapat menyebabkan cairan yang tertahan di bawah mata, sehingga mata menjadi terlihat bengkak, sembab, atau memiliki kantung mata.

  1. Tidur terlalu lama

Ternyata tak hanya kurang tidur, tetapi tidur yang berlebihan pun dapat menyebabkan lingerkaran gelap dan kantung mata. Karena itu, pastikan waktu tidur Anda cukup, tidak kurang dan tidak berlebihan.

  1. Proses penuaan

Proses penuaan yang terjadi secara alami adalah salah satu faktor umum penyebab timbulnya lingerkaran gelap. Saat usia kita menua, kulit menjadi semakin tipis. Kulit juga kehilangan lemak dan kolagen untuk menjaga elastisitasnya. Akibatnya, pembuluh darah di bawah kulit akan semakin tampak, dan timbul hiperpigmentasi di bawah area mata. Karena kulit juga kehilangan elastisitasnya, gejala dark circle ini sering disertai dengan timbulnya kantung mata.

  1. Mata lelah

Terlalu lama menatap layar komputer, handphone, atau TV dapat menimbulkan kelelahan pada mata. Kelelahan otot mata ini dapat menyebabkan pembuluh di sekitar mata melebar, sehingga kulit di sekitar mata menjadi lebih gelap.

  1. Alergi

Reaksi alergi juga dapat menyebabkan timbulnya lingerkaran gelap. Saat mengalami alergi, tubuh akan melepaskan histamin yang dapat menimbulkan berbagai efek pada tubuh, diantara rasa gatal, kemerahan pada kulit, dan kadang bengkak. Histamin juga dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah. Pembuluh yang melebar di area sekitar mata membuat lingkar mata terlihat gelap.

  1. Dehidrasi

Cukupi kebutuhan air minum harian Anda, karena dehidrasi dapat menyebabkan timbulnya lingerkaran gelap. Saat tubuh kekurangan air, bagian kulit di sekitar mata menjadi terlihat kusam dan cekung.

  1. Sinar matahari

Terlalu lama berada di bawah sinar matahari tanpa perlindungan yang cukup dapat membuat kulit semakin gelap karena tubuh memproduksi melanin secara berlebih. Begitu juga dengan area di bawah mata. Sinar matahari dapat menimbulkan pigmentasi di bawah mata sehingga terbentuk dark circle.

  1. Faktor genetika

Lingerkaran gelap juga disebabkan oleh faktor keturunan. Hasil riset menunjukkan bahwa jika seseorang memiliki dark circle, maka anggota keluarga yang lain juga memiliki keadaan yang sama.

  1. Sering mengucek mata

Area kulit di bawah mata adalah bagian kulit yang sangat tipis sehingga lebih sensitif. Sering mengucek mata dapat menyebabkan iritasi pada kulit di bawah mata, sehingga bagian di bawah mata menjadi menggelap.

  1. Anemia 

Kondisi anemia karena kekurangan zat besi juga dapat menjadi faktor penyebab timbulnya lingerkaran gelap. Sebuah riset menunjukkan bahwa 10% pasien dengan dark circle memiliki masalah anemia karena kekurangan zat besi.

  1. Kebiasaan merokok

Kebiasaan merokok dapat mempercepat proses kerusakan sel kulit oleh radikal bebas, dan menyebabkan hiperpigmentasi di bawah mata.

  1. Beberapa kondisi penyakit

Beberapa kondisi gangguan kesehatan seperti gangguan thyroid dan dermatitis dapat menyebabkan timbulnya lingerkaran gelap.

Penggunaan tetes mata untuk pengobatan glaukoma juga merupakan salah satu penyebab timbulnya dark circle.

Bahan Aktif Untuk Mengatasi Dark Circle Menurut Ahli Kulit

Setelah kita mengetahui penyebab dark circle, tentunya kita bisa menghindari faktor penyebabnya. Namun memang beberapa faktor penyebab dark circle tidak dapat dihindari, misalnya jika dark circle timbul karena faktor genetik.

Berikut adalah cara-cara untuk mengatasi dark circle berdasarkan referensi ahli kulit dunia:

  • Retinoid

Para ahli kulit dunia mengakui efektivitas retinoid untuk mengatasi dark circle yang disebabkan oleh kulit yang semakin menipis.

Dr. Rachel Nazarian, seorang dermatologis dari New York mengatakan, “Dengan penggunaan yang teratur, retinol dapat menstimulasi pembentukan kolagen untuk mengatasi kulit yang terlalu tipis, sehingga dark circle dapat memudar.”

Seorang ahli kulit Dr. Patricia Ceballos mengatakan, “Retinoid dapat membantu membentuk kembali kolagen kulit dan membantu melancarkan peredaran darah di bawah kulit serta membuat kulit di bawah mata lebih kencang.”

Senyawa retinoid merupakan salah satu terapi topikal untuk mengatasi dark circle. Krim retinoid untuk area sekitar mata umumnya memiliki kadar 1%.

  • Vitamin C

Dr. Nazarian menambahkan bahwa dark circle yang disebabkan oleh hiperpigmentasi, misalnya karena sering mengucek mata, dapat diatasi dengan bahan aktif pencerah kulit, misalnya vitamin C

“Bahan aktif ini dapat memudarkan hiperpigmentasi sehingga dapat mencerahkan area kulit di bawah mata,” ujarnya.

Sebuah riset juga mendukung hal ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lotion vitamin C dengan kadar 10% dapat memudarkan dark circle setelah pemakaian selama 6 bulan.

  • Kojic Acid

Ahli kulit Dr. Nazarian juga menambahkan bahwa kojic acid juga merupakan salah satu bahan aktif terbaik untuk memudarkan dark circle.

Sebuah riset juga membuktikan bahwa kojic acid 1 – 4% efektif untuk memudarkan dark circle.

  • Hidrokinon

Sebagai bahan aktif untuk mengatasi hiperpigmentasi, hidrokinon juga telah terbukti efektif mengatasi dark circle. Sebuah studi menunjukkan bahwa hidrokuinon dengan kadar 2 – 6% terbukti efektif untuk memudarkan dark circle di area bawah mata.

  • Vitamin K

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa vitamin K juga efektif untuk mengatasi dark circle. Penelitian ini menggunakan eye pad yang mengandung caffeine 3% dan vitamin K 1%. Pasien yang memakai eye pad ini selama 1 jam setiap hari selama 4 minggu menunjukkan adanya perbaikan pada kondisi dark circle.

Tips Dari Para Ahli Kulit Untuk Mengatasi Dark Circle

Selain menggunakan krim dengan bahan aktif di atas, para ahli kulit juga menyarankan hal-hal berikut untuk mengatasi lingerkaran gelap:

  • Selalu gunakan sunscreen

Pastikan area bawah mata Anda selalu terlindungi dari sinar matahari. Paparan sinar UV akan membuat dark circle semakin parah.

Dr. Rebecca Tung, seorang dermatologis, menyarankan, “Untuk mengatasi lingerkaran gelap, Anda harus memakai sunscreen. Gunakan sunscreen fisik yang bersifat broad spectrum yang mengandung zinc oxide dan titanium dioxide.”

  • Minum obat antihistamin

Menurut dermatologis Kavita Mariwalla, minum obat antihistamin di malam hari dapat membantu mengatasi lingerkaran gelap. “Banyak orang yang memiliki lingerkaran gelap karena alergi dan tidak menyadarinya. Obat antihistamin akan membantu memudarkan kondisi tersebut,” ujar Dr. Mariwalla.

  • Atur posisi tidur

Menurut Dr. Rebecca Tung, mengatur posisi tidur yang baik dapat mengatasi lingerkaran gelap dan kantung mata yang dialami saat bagun tidur. Dr. Tung mengatakan, “Sebaiknya tidur dengan posisi telentang dengan tambahan bantal ekstra, sehingga cairan tidak terkumpul pada area mata saat tidur. Pastikan bantal yang dipakai bebas dari penyebab alergi seperti debu dan tungau.”

  • Gunakan make up remover yang lembut

“Bayangkan area di bawah mata sebagai kulit yang sensitif, meskipun secara keseluruhan kulitmu bukan jenis kulit sensitif. Kulit di area bawah mata sangat tipis, sehingga mudah mengalami iritasi dan peradangan,” ujar Dr. Joshua Zeichner dari Mount Sinai Hospital New York.

Dr. Zeichner menyarankan untuk membersihkan area bawah mata dengan pelan dan lembut, dan gunakan make up remover yang bebas pewangi.

  • Gunakan teh celup

Menurut ahli kulit Dr. Karen Hammerman, teh celup dapat digunakan untuk mengatasi lingerkaran gelap.

“Teh mengandung tanin alami yang telah lama digunakan untuk merawat kulit sekitar mata,” ujarnya.

Caranya, rendam 2 teh celup dalam air hangat, lalu dinginkan teh celup di dalam kulkas selama beberapa menit. Setelah itu, kompres masing-masing mata dengan 1 teh celup selama 5 menit. Ini akan membuat mata Anda lebih segar dan cerah.

Treatment Dokter Untuk Mengatasi Dark Circle

Jika lingerkaran gelap tidak juga membaik dan justru membuat Anda semakin kesal, cobalah konsultasikan dengan dokter. Bila perlu, dokter dapat menyarankan untuk melakukan treatment sebagai berikut:

  • Chemical peeling

Chemical peeling dengan AHA seperti  glycolic acid 35% dapat memudarkan lingerkaran gelap. Pastikan Anda melakukan treatment ini dengan dokter kulit.

  • Terapi laser

Perawatan dengan laser juga terbukti efektif untuk mengatasi lingerkaran gelap. Treatment dengan laser diode umumnya lebih aman untuk kulit di bawah mata yang sensitif.

  • Filler

Injeksi filler dengan hyaluronic acid pada area bawah mata dapat membuat area mata terlihat lebih segar dan cerah. Sebuah studi juga membuktikan bahwa injeksi hyaluronic acid 15 mg/mL dapat mengatasi mata yang terlihat lelah secara instan.

  • Operasi

Untuk kasus lingerkaran gelap yang disertai dengan kantung mata yang timbul karena adanya timbunan lemak di bawah mata, tindakan operasi dapat dilakukan untuk mengangkat lemak dari area bawah mata.

Kata Ahli Kulit: Mencegah Dark Circle Lebih Baik Daripada Mengobati

Seorang dermatologis, Dr. Reagan Anderson, mengatakan dalam YouTube Channel Your Health University bahwa lingerkaran gelap adalah masalah kulit. 

“Dan masalah (kulit) ini sangat sangat sulit diatasi dengan treatment karena kulit di bagian ini (bawah mata) super tipis. Dan karena sangat tipis, kulit bawah mata dapat menampakkan pembuluh dengan lebih jelas daripada bagian kulit lain yang lebih tebal”, lanjutnya.

Menurut Dr. Anderson, pencegahan lingerkaran gelap itu jauh lebih baik daripada mengatasinya.

Dr. Anderson melanjutkan bahwa cara mencegah timbulnya lingerkaran gelap diantaranya:

  • Perhatikan pola makan

Pastikan makanan yang Anda konsumsi memiliki gizi yang seimbang. Tubuh yang kekurangan zat besi merupakan salah satu penyebab timbulnya lingerkaran gelap.

  • Pastikan tidur dengan cukup

Memiliki kebiasaan tidur yang cukup, 7 – 8 jam sehari, akan mencegah timbulnya lingerkaran gelap pada area mata.

  • Memakai krim mata

Memakai krim mata yang teratur sebagai bagian dari skincare routine dapat membuat area kulit bawah mata lebih cerah dan segar.

Gunakan krim mata yang dapat melembabkan area kulit sekitar mata dan mengurangi tanda-tanda penuaan. Bahan aktif yang efektif untuk krim mata diantaranya adalah kafein, aloe, hyaluronic acid, dan vitamin E.

  • Hindari rokok dan alkohol

Kebiasaan merokok dan minuman alkohol yang berlebihan dapat mempercepat terjadinya proses penuaan, termasuk menggelapnya area bawah mata. Menghindari kedua hal ini akan membantu mencegah timbulnya lingerkaran gelap.

Kesimpulan

Lingerkaran gelap merupakan area kulit yang menghitam di bawah mata yang disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya faktor keturunan, kelelahan, kurang tidur atau kelebihan tidur, alergi, dehidrasi, sinar matahari, dan karena proses alami penuaan.

Lingerkaran gelap dapat diatasi dengan pemakaian krim topikal yang mengandung bahan aktif pemutih atau pencerah kulit. Bila perlu, tindakan dokter seperti chemical peeling, laser, filler, dan operasi juga dapat dilakukan untuk mengatasi lingerkaran gelap.

Mencegah dark circle akan lebih baik daripada mengobatinya. Untuk mencegahnya, pastikan asupan nutrisi harian cukup, tidur yang cukup, dan rajin memakai krim mata. Cara lain untuk mengatasi lingerkaran gelap diantaranya adalah dengan mengatur posisi tidur agar kepala lebih tinggi dengan menambahkan bantal ekstra dan mengompres mata dengan teh celup yang telah digunakan.

Referensi:

  1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4756872/
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6536080/
  3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4300604/
  4. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6615388/ 

About the author

Tuty Alawiyah (BS Chemistry)

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.