Penyebab Keriput di Dahi dan Cara Efektif Untuk Mengatasinya

P

Apakah Anda mulai khawatir dengan munculnya keriput di dahi? Bagaimana cara mencegahnya? Ketahui penyebab dan cara untuk mengatasi keriput di dahi berikut ini.

Saat Anda berusia 30 tahun ke atas, muncul satu kekhawatiran baru saat sedang memperhatikan wajah Anda di cermin: mulai timbul garis-garis halus di dahi. Jangan panik, karena Anda tidak sendirian! Masalah garis halus dan keriput di dahi adalah masalah umum bagi kita yang berusia 30 tahun ke atas. Keriput di dahi adalah hal yang biasa, tetapi bukan berarti boleh dibiarkan saja. Garis halus dan keriput di dahi dapat dicegah dan disamarkan dengan perawatan yang tepat. Anda dapat menjadwalkan konsultasi dengan dokter kulit Anda untuk mengetahui cara yang tepat untuk mengatasi keriput di dahi. Namun sementara itu, Anda dapat membaca artikel ini sampai selesai untuk mengetahui lebih jelas tentang keriput di dahi, penyebabnya, dan berbagai pilihan solusi untuk menyamarkan dan menghilangkan garis horizontal di dahi yang biasa disebut keriput di dahi ini.

Keriput Timbul Karena Proses Aging

Seperti sebagian besar masalah kulit pada umumnya, keriput di dahi timbulnya karena proses penuaan pada kulit. Kulit yang mengalami penuaan akan mengalami penurunan pada jumlah kolagen dan elastin yang diproduksi. Kolagen dan elastin ini adalah protein penting untuk mempertahankan struktur, kekencangan, elastisitas, dan kekencangan kulit. Tubuh kita memang dapat memproduksi kedua zat protein ini dengan jumlah yang cukup di masa muda. Tetapi mulai usia 30 ke atas, produksi kolagen dan elastin oleh tubuh akan semakin menurun seiring dengan menurunnya beberapa fungsi tubuh lainnya karena proses penuaan. Akibatnya, kulit menjadi kendur dan kehilangan elastisitasnya.

Saat kita menaikkan alis atau tersenyum, akan tampak kerutan di wajah kita karena ekspresi ini. Saat kulit kita memiliki elastisitas yang baik, kerutan ini akan hilang saat ekspresi wajah kita kembali seperti semula. Kerutan yang timbul karena ekspresi ini disebut sebagai kerutan dinamis. Tetapi, karena proses penuaan, kemampuan kulit kita untuk elastis atau kembali ke bentuk semula semakin menurun. Akibatnya, garis-garis ekspresi tetap terlihat meskipun saat wajah kita dalam kondisi rileks. Hal ini disebut sebagai kerutan statis atau keriput, yang paling sering terjadi di area dahi.

Faktor Penyebab Timbulnya Keriput di Dahi

Beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya keriput di dahi atau mempercepat proses aging pada kulit diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Sinar UV

Keriput dapat timbul karena kulit kita kekurangan kolagen. Kadar kolagen pada kulit memang secara alami akan menurun karena proses penuaan. Tetapi radiasi sinar UV dapat mempercepat terjadinya proses penuaan ini.

Sinar UV dapat menembus hingga lapisan dermis kulit dan menyebabkan terlepasnya enzim yang dapat mendegradasi kolagen. Jika kulit terpapar sinar UV terus-menerus, proses rusaknya kolagen ini juga akan terus berlanjut yang akhirnya menyebabkan timbulnya kerutan, termasuk keriput di dahi.

  • Radikal bebas

Radikal bebas adalah molekul yang tidak stabil yang dapat menimbulkan kerusakan sel yang disebut sebagai oxidative stress. Radikal bebas sangat reaktif dan menyebabkan terjadinya proses oksidasi dalam sel sehingga menimbulkan kerusakan. Radikal bebas dapat menyebabkan rusaknya kolagen pada kulit sehingga timbul keriput. Radikal bebas dapat ditimbulkan oleh paparan sinar UV yang terlalu lama dan polusi udara.

  • Terlalu banyak mengkonsumsi gula dan karbohidrat

Ternyata terlalu banyak mengkonsumsi gula dan karbohidrat terlalu banyak juga tidak baik untuk kesehatan kulit kita. Jadi Anda perlu mengontrol konsumsi makanan yang banyak mengandung gula dan karbohidrat seperti kue, cake, roti putih, dan sebagainya. Gula dan karbohidrat dalam tubuh akan dipecah menjadi glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Dalam sebuah jurnal disebutkan bahwa glukosa dan fruktosa dalam jumlah yang berlebihan dapat mengikat asam amino pada kolagen dan elastin, sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada 2 zat yang menyokong struktur kulit ini. Proses pengikatan kolagen ini akan semakin terstimulasi saat kulit terpapar sinar UV. Karena itu, konsumsi gula yang berlebihan merupakan salah satu faktor yang dapat menimbulkan keriput di dahi.

  • Kebiasaan merokok

Asap rokok mengandung radikal bebas yang dapat merusak kolagen pada kulit. Karena itu, kebiasaan merokok atau kulit yang sering terpapar asap rokok merupakan salah satu faktor yang menyebabkan timbulnya kerutan atau keriput.

  • Konsumsi kafein yang berlebihan

Terlalu banyak mengkonsumsi kafein, misalnya dengan minum kopi, ternyata tidak baik untuk kecantikan kulit. Kafein dapat menurunkan pembentukan kolagen pada kulit. Akibatnya kulit menjadi lebih mudah mengalami keriput.

Mengapa di Area Dahi Mudah Terjadi Kerutan?

Jika beberapa faktor di atas adalah penyebab utama timbulnya kerutan, lalu mengapa kerutan tersebut dapat mudah timbul di area dahi dan tidak di bagian tubuh atau wajah lainnya yang sama-sama terpapar sinar matahari?

Kondisi kulit dalam setiap bagian tubuh kita tidak sama. Kulit wajah merupakan bagian kulit yang paling tipis dan rapuh pada tubuh kita. Tiap bagian wajah seperti mata, bibir, atau dahi juga memiliki ketebalan kulit yang berbeda. Semakin tipis kulit, artinya jumlah kolagen yang terdapat secara alami pada bagian kulit tersebut semakin sedikit. Kulit pada area dahi cenderung lebih tipis jika dibandingkan dengan bagian wajah lainnya. Karena itu, area dahi lebih rawan untuk mengalami kerutan, baik kerutan statis maupun dinamis, dibandingkan dengan bagian lain dengan kulit yang lebih tebal, misalnya pipi. 

Apakah Keriput di Dahi Dapat Dihilangkan?

Keriput dapat dicegah, diperlambat, atau disamarkan dengan perawatan yang teratur. Namun jika keriput di dahi sudah terlalu dalam, sulit untuk menghilangkannya sama sekali. Untuk mencegah dan memperlambat terbentuknya kerutan di dahi, sebaiknya mulailah memakai produk perawatan anti aging dari usia 25 hingga 30 an, meskipun kerutan belum terlihat dengan jelas.

Bahan aktif skincare untuk mencegah dan memperlambat terjadinya kerutan diantaranya adalah zat antioksidan seperti vitamin C, atau bahan yang dapat menangkal efek radikal bebas seperti niacinamide.

Untuk menyamarkan garis halus dan kerutan yang telah terbentuk, hyaluronic acid, ceramide, atau retinol dapat menjadi pilihan untuk perawatan harian Anda.

Bahan Aktif yang Efektif Untuk Mengatasi Keriput di Dahi

Untuk mencegah, memperlambat, dan menyamarkan keriput di dahi, beberapa bahan aktif berikut ini dapat Anda cari sebagai pilihan untuk skincare routine harian Anda. Beberapa bahan aktif ini umumnya tersedia dalam produk pembersih wajah, toner, serum, dan krim. Namun kadang pembersih wajah dan toner saja tidak cukup. Untuk hasil yang maksimal sebaiknya pakailah serum atau krim yang mengandung bahan aktif berikut ini dalam konsentrasi yang dianjurkan.

  1. Vitamin C: antioksidan yang dapat mencegah dan mengurangi kerutan

Vitamin C merupakan antioksidan kuat yang dapat memperlambat proses aging. Vitamin C dalam bentuk serum efektif untuk mengurangi kerutan pada kadar 10 – 20%. Memakai serum vitamin C pada skincare routine Anda memiliki banyak manfaat untuk mengatasi masalah keriput di dahi. Vitamin C dapat melindungi kulit dari sinar UV dan radikal bebas yang merupakan 2 faktor utama penyebab terjadinya proses aging pada kulit. Vitamin C juga dapat meningkatkan produksi kolagen pada kulit, sehingga dapat mencegah dan menyamarkan kerutan di dahi.

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di Wiley Journal of Dermatology telah membuktikan bahwa pemakaian serum vitamin C 20% selama 8 minggu selain dapat meningkatkan elastisitas kulit, juga dapat mengurangi kerutan secara signifikan.

  1. Retinoid untuk menstimulasi pembentukan kolagen

Golongan retinoid atau turunan vitamin A ini telah banyak dibuktikan efektivitasnya dalam mengurangi kerutan. Ada beberapa bahan aktif yang termasuk dalam golongan retinoid, seperti retinol, adapalene, dan tretinoin. Retinol dan adapalene bersifat lebih lembut bagi kulit, sedangkan tretinoin memiliki sifat iritasi yang lebih kuat, dan umumnya hanya digunakan dengan resep dokter.

Sebuah studi telah membuktikan bahwa retinol dalam konsentrasi 0,4% memiliki efek anti aging yang luar biasa dan dapat memperbaiki struktur kulit secara signifikan serta aman bagi kulit.

Retinoid aman digunakan pada malam hari. Penggunaan pada pagi atau siang hari sebaiknya dihindari, karena retinoid dapat menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari.

  1. Hyaluronic acid membuat kulit lebih supel

Bahan aktif ini dapat mengikat air hingga 1.000 kali beratnya. Selain dapat menghidrasi kulit dengan baik, hyaluronic acid juga dapat menyamarkan garis halus dan kerutan pada wajah. Hyaluronic acid merupakan senyawa yang dapat diproduksi oleh tubuh secara alami. Karena itu pemakaian serum hyaluronic acid pada kulit lebih aman dan tidak menimbulkan iritasi.

Hyaluronic acid dapat mengatasi kerutan dengan sifatnya yang dapat mempertahankan kelembaban kulit. Dalam sebuah review disebutkan bahwa proses aging salah satunya disebabkan oleh hilangnya kelembaban alami kulit. Di sinilah hyaluronic acid berperan. Hyaluronic acid dapat mengembalikan kembali kelembaban kulit dengan mengikat air sehingga meningkatkan tingkat hidrasi kulit dan membuat kulit terlihat lebih supel dan kenyal. Konsentrasi serum hyaluronic acid yang efektif umumnya adalah 2%.

  1. Niacinamide: anti aging yang aman untuk semua jenis kulit

Niacinamide merupakan senyawa turunan vitamin B3 yang banyak digunakan untuk merawat kulit karena memiliki berbagai manfaat yang telah teruji secara klinis. Niacinamide dapat mengurangi garis halus dan kerutan, mengontrol minyak di wajah, mencerahkan kulit, dan mengurangi peradangan. Sebuah studi telah membuktikan bahwa pemakaian serum niacinamide 5% selama 12 minggu dapat meningkatkan elastisitas kulit serta kerutan dan garis halus.

Niacinamide juga aman untuk dipakai semua jenis kulit, dari kulit berminyak, rawan jerawat, kulit kering, hingga kulit sensitif. Pemakaian niacinamide tidak menimbulkan iritasi dan dapat menjaga kelembaban kulit. Niacinamide umumnya terkandung dalam kadar 2 – 5%.

  1. Ceramide 

Ceramide merupakan senyawa lipid yang secara alami terdapat pada lapisan luar kulit kita. Ceramide berfungsi untuk melindungi lapisan terluar kulit dengan menciptakan barrier yang akan mencegah hilangnya kelembaban alami kulit. Ceramide juga dapat melindungi kulit dari radikal bebas dan polusi. Karena itu, ceramide sangat baik digunakan untuk mencegah dan mengatasi kerutan pada wajah. 

  1. Peptida

Peptida merupakan penyusun protein yang dapat menstimulasi pertumbuhan sel baru dan mempercepat regenerasi sel. Peptida juga dapat menstimulasi pembentukan kolagen pada kulit. Karena itu, produk yang mengandung peptida baik untuk mengurangi kerutan dan garis halus pada dahi.

Cara Mencegah Timbulnya Keriput di Dahi

Selain memakai serum dengan bahan aktif di atas, penting juga untuk melakukan kebiasaan sehat yang dapat mengurangi resiko timbulnya kerutan pada dahi. Beberapa cara untuk mencegah timbulnya keriput di dahi adalah:

  • Mengelola stress

Saat kita sedang cemas atau stress, kadang tanpa kita sadari kita sering menaikkan alis. Hal ini dapat membuat dahi semakin mudah untuk mengalami keriput. Namun ekspresi wajah ini sulit untuk dicegah atau dikendalikan. Cara untuk menguranginya adalah dengan mencegah stress, misalnya dengan melakukan meditasi secara teratur.

  • Mengkonsumsi air minum yang cukup

Keriput salah satunya disebabkan karena kulit yang kering. Membuat kulit tetap terhidrasi dengan minum air putih yang cukup setiap hari dapat mencegah timbulnya keriput pada dahi.

  • Atur pola makan

Hindari makan makanan yang banyak mengandung gula dan kafein, karena hal ini dapat mengganggu elastisitas kulit kita. Perbanyak makanan yang mengandung vitamin C untuk meningkatkan produksi kolagen pada kulit.

  • Berhenti merokok

Tentu Anda sudah mengetahui bagaimana bahaya rokok bagi kesehatan. Kebiasaan merokok juga dapat merusak kolagen kulit sehingga kulit lebih mudah mengalami keriput. Karena itu, menghentikan kebiasaan merokok juga dapat mencegah timbulnya keriput di dahi.

Kesimpulan

Keriput di dahi merupakan kondisi kulit yang alami yang timbul sebagai bagian dari proses penuaan. Pada usia 30 tahun ke atas, kulit mulai mengalami penurunan kadar kolagen dan elastin yang menjaga elastisitas dan struktur kulit. Kulit area dahi merupakan bagian kulit yang tipis dan memiliki sedikit kolagen. Karena itu bagian dahi umumnya lebih cepat dan mudah mengalami keriput. Faktor penyebab timbulnya keriput di dahi antara lain adalah sinar UV, radikal bebas, kebiasaan merokok, mengkonsumsi banyak gula dan karbohidrat, dan mengkonsumsi kafein yang berlebihan. Untuk mengatasi keriput di dahi, sebaiknya mulailah memakai serum anti aging mulai usia 25 – 30 an, dan carilah bahan aktif yang telah terbukti efektif untuk mengurangi kerutan seperti vitamin C, retinoid, hyaluronic acid, niacinamide, ceramide, dan peptida.

About the author

Tuty Alawiyah (BS Chemistry)

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.