Penyebab Kulit Sensitif dan Produk yang Harus Dihindari

P

Memiliki kulit sensitif memang serba salah. Pakai ini iritasi, pakai itu malah timbul jerawat. Jadi, apa saja produk atau bahan aktif yang perlu dihindari? Anda pasti sudah mengetahui ada 5 jenis kulit yang masing-masing memerlukan perawatan dan produk skincare yang berbeda. Kelima jenis kulit ini adalah kulit kering, kulit berminyak, kulit normal, kulit kombinasi, dan kulit sensitive. Jenis kulit yang ke-5 ini yang akan kita bahas lebih dalam di sini. Kita akan mengetahui lebih lanjut tentang kulit sensitif, penyebab kulit sensitif, dan produk atau bahan aktif apa saja yang perlu dihindari oleh kulit sensitif.

Apa Itu Kulit Sensitif?

Ada yang mengatakan bahwa memiliki kulit sensitive itu artinya saat memakai produk skincare atau produk lainnya kulitnya menjadi perih, merah, gatal, atau kemerahan. Ada juga yang sebenarnya kulitnya tidak menunjukkan gejala apa-apa, tetapi merasa kulitnya ini sensitif karena terasa tidak nyaman saat memakai produk skincare tertentu. Lalu apa sebenarnya kulit sensitive itu?

Kulit sensitif bukanlah penyakit, melainkan gejala yang menunjukkan gangguan kulit. Menurut dermatologis, Dr. Jessie Cheung, kulit sensitive adalah kulit yang lebih reaktif dari jenis kulit lainnya. Kulit sensitive mudah teriritasi oleh berbagai hal, misalnya angin, suhu panas, sinar matahari, atau suhu dingin, dan dapat juga dipicu oleh pemakaian produk perawatan kulit.

Berdasarkan International Journal of Cosmetic Science, kulit sensitif adalah kulit yang memiliki reaktifitas yang tinggi dan toleransi yang rendah yang menyebabkan kulit lebih mudah mengalami alergi. Kulit sensitif umumnya terjadi pada kulit wajah. Namun dapat juga terjadi pada tangan, kaki, dan kulit kepala.

Tanda-tanda yang ditunjukkan kulit sensitive diantaranya adalah kulit yang sangat kering, timbul jerawat, atau peradangan pada kulit. Kulit sensitif juga dapat menjadi kemerahan dan gatal saat memakai produk skincare tertentu.

Menurut Dr. Jessie Chung, “Anda mungkin memiliki kulit yang sensitif jika setiap mencoba produk baru kulit Anda sering mengalami kulit kemerahan, bersisik, gatal, atau jerawat.” Menurut ahli kulit, kondisi kulit sensitif juga dapat merupakan gejala dari beberapa penyakit kulit seperti eksim, rosacea, atau alergi.

Jenis Kulit Sensitif

Menurut dermatologis, kulit sensitif dapat dibagi menjadi 4 jenis, yaitu:

  • Kulit sensitif secara alami, yaitu kulit sensitive yang berasal dari keturunan atau bawaan. Contohnya adalah penyakit kulit yang meradang seperti eksim, rosacea, atau psoriasis.
  • Kulit sensitif karena lingkungan, yaitu kulit sensitif yang dipicu oleh lingkungan luar, misalnya sinar matahari, asap rokok, atau polusi udara yang menyebabkan kulit menjadi perih atau iritasi.
  • Kulit yang reaktif, adalah kulit yang menjadi kemerahan saat memakai produk perawatan kulit tertentu. Kulit juga dapat menjadi terasa perih dan iritasi, dan kadang disertai dengan timbulnya jerawat.
  • Kulit yang menipis, yaitu kondisi kulit yang lebih mudah teriritasi karena kulit semakin menipis yang umumnya disebabkan karena penuaan.

Apa yang Dapat Menyebabkan Kulit Sensitif?

Mengapa kulit sensitif terasa kering dan bersisik dan mudah mengalami iritasi? Mengapa bahan aktif yang cukup aman bagi kulit normal tetapi saat dipakai pada kulit sensitif dapat menyebabkan kulit kering dan kemerahan? Bagi pemilik kulit sensitif tentu cukup kesal saat tidak dapat memakai bahan aktif yang cukup powerful untuk mengatasi masalah kulit karena dapat membuat kulit teriritasi. Jika Anda sering mengalami ini, mungkin masalahnya bukan hanya pada produk skincare yang Anda pakai, tetapi juga karena kondisi kulit Anda yang sensitif. Inilah beberapa penyebab kulit menjadi sensitif.

  1. Menurunnya aktivitas perlindungan kulit

Kulit memiliki barrier atau lapisan pelindung yang tersusun dari air, asam lemak, dan lipid pada permukaan kulit. Lapisan pelindung ini memiliki pH sekitar 5 dan berfungsi untuk melindungi kulit dari bakteri dan bahan aktif yang dapat mengiritasi kulit dengan cara menetralkannya dan membuat kulit tetap stabil.

Lapisan pelindung ini terdapat pada stratum corneum, dan lipid pada lapisan ini berfungsi seperti semen yang mengisi ruang antar sel sehingga lapisan ini juga mempengaruhi permeabilitas sel dengan mengatur keluar masuk cairan sel, sehingga sangat berperan dalam mempertahankan kelembaban atau kadar air dalam sel. Lapisan ini juga mengatur regenerasi sel kulit sehingga kulit terasa halus dan lembut.

Sebuah jurnal menyebutkan bahwa pada kulit sensitif, aktivitas perlindungan kulit ini lebih rendah dibandingkan dengan kulit normal. Hasilnya, sel kulit menjadi lebih mudah kehilangan air atau kelembaban alaminya dan zat yang dapat mengiritasi kulit dapat lebih mudah masuk ke dalam sel kulit.

  1. Meningkatnya pertumbuhan sel saraf pada kulit 

Sebuah studi yang mempelajari karakteristik kulit sensitif telah menemukan bahwa tingkat pertumbuhan semua jenis sel saraf pada kulit sensitif lebih tinggi jika dibandingkan dengan kulit yang tidak sensitif. Dari hal ini dapat disimpulkan bahwa reaksi alergi yang kerap dialami oleh kulit sensitif dipengaruhi oleh sistem saraf pada kulit. Hal ini didukung oleh seorang dermatologis, Dr. Amy B. Lewis, yang menyatakan, “Kulit menjadi sensitif karena ujung saraf pada kulit mengalami iritasi.”  

  1. Faktor usia

Meskipun kulit sensitif dapat dialami pada semua usia, tetapi umumnya kulit bayi dan kulit yang telah menua lebih rentan untuk menjadi sensitif. Kulit bayi 5x lebih tipis dari kulit dewasa dan belum memiliki fungsi perlindungan kulit yang optimal. Karena itu kulit bayi lebih sensitif terhadap zat kimia, mikroba, gangguan fisik, dan sinar matahari.

Sedangkan pada kulit yang telah menua, fungsi perlindungan kulit juga semakin menurun seiring dengan menurunnya proses metabolisme tubuh. Kulit yang telah mengalami penuaan semakin kekurangan lipid yang penting sebagai pelindung kulit, sehingga kulit menjadi lebih mudah mengalami iritasi.

  1. Perubahan hormonal

Perubahan hormon yang terjadi pada saat menjelang menstruasi, masa pubertas, kehamilan, dan menopause dapat mempengaruhi ketahanan kulit terhadap zat yang dapat menyebabkan iritasi. Sebuah studi yang dipublikasikan pada European Journal of Dermatology menunjukkan bahwa 42% wanita mengalami kulit sensitif menjelang dan saat menstruasi, dan 32% wanita post menopause mengalami kulit sensitif yang dipicu oleh pemakaian produk perawatan kulit.

  1. Stress dan kurang tidur yang berkepanjangan

Stress dan kurang tidur dapat menyebabkan tubuh bereaksi menjadi lebih sensitif dan reakstif sebagai respon imun. Saat kita mengalami stress, kulit juga dapat lebih mudah mengalami inflamasi atau peradangan. Seorang psikolog, Elaine Slater, menjelaskan hubungan stress dengan kondisi kulit.

“Saat kita stress, tubuh akan melepaskan beberapa hormon, salah satunya adalah kortisol. Kortisol yang berlebihan menyebabkan meningkatnya produksi minyak pada kulit, menyebabkan jerawat, dan membuat kulit menjadi lebih sensitif. Kortisol juga menyebabkan rusaknya kolagen dan elastin,” jelas Elaine.

  1. Kulit yang terlalu kering

Kulit yang kehilangan kadar air dan minyak dapat menjadi sangat kering dan menjadi lebih reaktif terhadap zat iritan. Kulit yang terlalu kering sangat mudah mengalami gatal, kulit bersisik, kulit kasar, mengelupas, dan kulit kemerahan.

  1. Penyakit kulit

Kondisi penyakit kulit seperti eksim kulit atau atopic eczema, rosacea, dan alergi dapat menurunkan pertahanan sel kulit terhadap zat iritan dan mikroba. Akibatnya, kulit dapat lebih mudah mengalami iritasi, kemerahan, atau perih saat memakai produk tertentu.

  1. Perubahan suhu

Suhu yang terlalu dingin dapat menurunkan sekresi lipid pada kulit, sehingga dapat menurunkan perlindungan pada kulit. Sedangkan suhu yang terlalu hangat dapat menyebabkan kulit berkeringat, sehingga kulit dapat kehilangan banyak air dan akibatnya kulit menjadi lebih kering. Kedua hal ini dapat menyebabkan kulit menjadi sensitif.

  1. Sinar UV dan polusi udara

Sinar UV dan polusi udara dapat menyebabkan menurunnya barrier kulit karena radikal bebas. Paparan sinar UV yang terlalu lama juga dapat menyebabkan kulit kehilangan kelembaban alaminya, sehingga kulit menjadi kering dan lebih mudah mengalami iritasi.

Bahan Skincare yang Harus Dihindari Oleh Kulit Sensitif

Beberapa bahan aktif atau komposisi produk perawatan kulit dapat menyebabkan reaksi pada kulit sensitif seperti menyebabkan kulit iritasi, kemerahan, gatal, atau timbul jerawat. Beberapa bahan yang harus dihindari oleh kulit sensitif diantaranya:

  1. Parfum atau pewangi

Adanya kandungan parfum atau pewangi dalam skincare dapat menyebabkan reaksi pada kulit sensitif. Hal ini tentunya sulit untuk dihindari, karena hampir semua produk perawatan kulit untuk kulit wajah dan tubuh serta deodoran mengandung pewangi. Namun, jika Anda memiliki kulit sensitif, sebisa mungkin hindari produk skincare yang mengandung pewangi. Sebuah riset telah membuktikan bahwa kulit yang sensitif terhadap pewangi akan lebih mudah mengalami iritasi.

  1. Minyak esensial

Saat ini banyak produk skincare yang mengandung minyak esensial seperti mint, citrus, lavender, atau tea tree oil. Sebuah riset menunjukkan bahwa lavender oil dapat menyebabkan reaksi alergi dan iritasi kulit. Tea tree oil cukup aman jika terkandung dalam kadar rendah, namun tea tree oil dalam kadar tinggi misalnya pada obat jerawat dapat membuat kulit menjadi kering dan iritasi.

  1. Chemical sunscreen

Bahan aktif sunscreen terdiri atas 2 jenis, yaitu chemical sunscreen dan mineral sunscreen. Chemical sunscreen dapat mengabsorbsi sinar UV namun akan melepaskan panas pada kulit sehingga dapat menimbulkan iritasi pada kulit sensitif. Contoh bahan aktif chemical sunscreen yang perlu dihindari oleh kulit sensitif diantaranya adalah oxybenzone, octysalate, homosalate, avobenzone, octocrylene, dan sebagainya. Untuk kulit sensitif pilihlah sunscreen dengan bahan aktif mineral sunscreen yaitu titanium dioxide dan zinc oxide yang melindungi kulit dari sinar UV secara fisik dan tidak menyebabkan iritasi.

  1. Eksfolian

Kulit memang memerlukan eksfolian untuk membersihkan sel kulit mati dan kotoran secara mendalam. Namun, bagi kulit sensitif pemakaian eksfolian baik itu eksfolian fisik seperti scrub atau eksfolian asam seperti AHA dan BHA dapat menyebabkan kulit mengalami iritasi dan perih. Gunakanlah eksfolian yang lebih lembut dan dengan frekuensi yang lebih jarang. Kuli sensitif dapat menggunakan lactic acid yang lebih lembut sebagai eksfolian.

  1. SLS

SLS atau sodium lauryl sulfate adalah bahan kimia yang banyak digunakan pada sabun dan shampo. SLS dapat mempengaruhi keseimbangan pH kulit, sehingga dapat menurunkan perlindungan alami kulit dan kulit menjadi kering. Efek SLS akan lebih terasa pada kulit sensitif. Kulit dapat menjadi terasa sangat kering dan iritasi. Untuk kulit sensitif gunakan pembersih wajah yang lembut dan pastikan tidak ada SLS dalam komposisinya.

  1. Alkohol

Produk toner umumnya mengandung alkohol yang ditambahkan sebagai pelarut dan untuk mengecilkan pori-pori kulit. Namun pada kulit sensitif, adanya komposisi alkohol dalam skincare dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan iritasi. Pilihlah produk perawatan kulit yang tidak mengandung alkohol, denaturated alcohol, atau isopropyl alcohol.

  1. Retinoid

Bahan aktif satu ini memang memiliki banyak sekali manfaat bagi kulit. Retinoid banyak digunakan sebagai obat jerawat, pencerah kulit, dan anti aging. Namun, untuk kulit sensitif sebaiknya hati-hati menggunakan bahan aktif ini, karena golongan retinoid umumnya dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Jika ingin merasakan manfaat retinoid, bagi yang memiliki kulit sensitif dapat memilih encapsulated retinol yang efeknya lebih lembut dan lebih aman untuk kulit sensitif.

Bahan yang Dicari Untuk Sensitif Kulit

Bagi Anda yang memiliki kulit sensitif, carilah produk perawatan kulit yang memiliki bahan aktif sebagai berikut:

  • Dexpanthenol, yaitu turunan vitamin B5 yang akan membantu melindungi kulit dari kekeringan dan mempercepat penyembuhan luka pada kulit. Dexpanthenol dapat membantu regenerasi kulit dan memperkuat pertahanan alami kulit sehingga kulit lebih sehat.
  • Glycerin, yaitu bahan humektan yang dapat mengikat air sehingga dapat mempertahankan kelembaban alami kulit.
  • Coenzyme Q10, merupakan zat antioksidan yang juga dapat memperkuat perlindungan sel kulit.
  • Biotin, atau vitamin B7, merupakan vitamin yang larut dalam air yang dapat meningkatkan produksi lipid kulit sehingga dapat meningkatkan pertahanan kulit.
  • Ceramide, merupakan bahan yang dapat melindungi kulit dari kekeringan dan meningkatkan pertahanan alami kulit.

Kesimpulan

Kulit sensitif dapat dengan mudah mengalami reaksi alergi dan iritasi karena pemakaian produk perawatan kulit yang mengandung bahan aktif atau komposisi tertentu. Kulit sensitif dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya barrier atau perlindungan kulit, faktor usia, sel saraf kulit, faktor hormonal, stres, penyakit kulit (atopic eczema, rosacea, alergi), dan faktor luar seperti sinar UV, perubahan suhu, dan polusi udara.

Bahan aktif atau komposisi skincare yang sebaiknya dihindari oleh kulit sensitif diantaranya adalah pewangi, minyak esensial, chemical sunscreen (oxybenzone, avobenzone, octocrylene, dan lain-lain), eksfolian (scrub, AHA, BHA), alkohol, dan retinoid.

Referensi:

  1. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/ics.12283
  2. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/27873738/
  3. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22435471/
  4. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5878871/

About the author

Tuty Alawiyah (BS Chemistry)

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.