Produk Perawatan Kulit Berpewangi – Apakah Memang Buruk Bagi Kulit Kita?

P

Banyak dari kita saat membeli produk perawatan kulit, baik untuk badan maupun untuk wajah, memilih barang yang memiliki bau yang wangi atau yang mengandung parfum di dalamnya. Hal ini wajar karena siapa sih yang mau memakai produk yang baunya tidak sedap. Namun, tentunya semua ada tempat dan waktunya. Wajah kita bukan tempat yang tepat untuk pemakaian parfum atau pewangi. Apalagi bila kamu memiliki kulit yang sensitif. Mari kita cari tahu lebih banyak alasan mengapa pemakaian produk perawatan kulit, seperti pelembab wajah, yang mengandung pewangi atau parfum tidak disarankan untuk pemakaian di kulit wajah. 

Apa itu pewangi?

Seperti yang kamu tahu, pewangi itu suatu esen yang memberikan suatu bau wangi yang menyenangkan. Pewangi bisa ditambahkan di banyak produk perawatan mulai sabun mandi sampai pelembab kulit wajah

Tips:
Menurut pakar kecantikan sendiri, mereka mengkategorikan pewangi dalam dua hal yaitu, 1) Bau wangi yang dibuat dari campuran minyak esential, bahan aromatic, solusi pengikat (fixatives), dan pelarut (solvents) yang memiliki fungsi untuk memberikan bau harum bila dipakai di badan 2) Bau wangi yang ditambahkan ke dalam produk perawatan kulit untuk menutupi atau menetralizir bau tidak sedap dari produk tersebut (biasanya pewangi kimia yang dimasukkan).

Kebanyakan produk perawatan kulit tentunya memakai atau menambahkan pewangi di dalam produk yang mereka miliki. Kalau ditanya alasannya kenapa? Ya tentu saja supaya orang tertarik membeli. Coba bayangkan kalau produk pelembab yang ingin kamu beli selain harganya mahal, baunya juga tidak sedap, yakin masih mau membeli produk tersebut? Tentunya tidak bukan. Kamu akan berpikir,” Sudah mahal, baunya tidak sedap pula. Ngapain dibeli?” Alasan lainnya adalah karena bau tertentu bisa memikat hatimu. Science sendiri sudah membuktikan kalau bau tertentu bisa merangsang otak kita, membuat kita mengasosiasikan bau tersebut dengan memori yang kita punya. Maka dari itu, terkadang saat kamu pergi ke Bath, Body & Wash dan mencium bau Vanilla Body Wash, pasti di benakmu, kamu seperti berasa di toko kue. Bau memang tidak hanya bisa membuat rileks dan tenang, tapi juga bisa mempengaruhi moodmu. Parfum atau pewangi memang tidak semata mata hanya memberikan bau yang menyenangkan namun juga memberikan pengalaman. 

Pewangi yang digunakan dalam produk perawatan kulit – apa saja tipenya? 

Umumnya kamu akan menemukan beberapa macam jenis pewangi dalam produk perawatan kulit. Tapi tipe pewangi yang sering digunakan, biasanya dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  • Pewangi sintesis

Biasnaya terbuat dari 20+ campuran bahan, yang umumnya mengandung petrokimia (petrochemical), ftalat (phthalates), benzene (benzene derivatives). Bahan-bahan ini bukan mengandung racun, namun bisa membuat iritasi pada kulit. Dalam produk kemasan, bahan yang disebutkan di atas dimasukkan dalam kategori parfum atau pewangi. 

  • Pewangi alami

Diambil dari ekstrak bahan-bahan alami, seperti dari buah berjenis citrus dan tanaman bunga. Proses pengekstrakan bisa melalui metode distilasi, fermentasi, atau cold-pressed. Hanya karena pewangi jenis ini diambil dari ekstrak bahan-bahan alami, jenis ini tidak lebih baik dari pewangi sintesis di atas. Pewangi alami masih tetap bisa menimbulkan reaksi negatif pada kulit yang sensitif. Dalam kemasan produk, bahan ini ditambahkan sebagai pewangi alami, dengan alergennya (apakah dari buah berjenis citrus atau tanaman bunga) akan disebutkan secara terpisah. 

  • Minyak esential

Pewangi jenis ini adalah pewangi yang paling buruk dari ketiganya untuk dipakai pada kulit wajah. Didapat dari bahan-bahan seperti tanaman bunga, biji-bijian, daun-daunan dari tanaman tertentu. Pewangi dari minyak esential sudah menjadi rahasia umum bisa menimbulkan reaksi alergi pada kulit (apalagi bila dosis yang digunakan tinggi atau digunakan berbarengan dengan minyak esential jenis lainnya). Sama seperti pewangi di atas, bahan ini ditambahkan dalam produk kemasan beserta nama alergennya secara terpisah. Seperti misal, lavandula angustifolia oil, citronellol, limonene, dan sebagainya. 

Terlepas apakah pewangi yang digunakan alami ataupun sintesis, semua jenis pewangi tidak cocok digunakan pada kulit wajah apalagi bila kamu memiliki kulit yang sensitif. Karena pada dasarnya, penggunaan pewangi memang tidak diperuntukkan bagi kulit wajah. Apalagi bila pewangi dalam produk perawatan tersebut sangat kuat wanginya. 

Apakah pewangi dalam produk perawatan kulit memang buruk? 

Dalam produk perawatan kulit, pewangi ini adalah bahan yang memang paling bersifat iritasi pada kulit. Tapi bagaimana bila kulitmu bukan tipe yang sensitif dan tidak memiliki masalah pada pewangi? Menurut seorang pakar kecantikan, Paula Begoun, pewangi bisa merusak dari dalam kulit biarpun tampak luar sepertinya kulit tidak mengalami masalah. Itulah alasannya beliau tidak merekomendasikan penggunaan pewangi dalam produk perawatan biarpun seseorang kemungkinan tidka memiliki masalah dengan pewangi atau tidak memiliki kulit sensitif. 

Tips:
Seorang ahli dermatologis dan pendiri dari Visha Skincare, Purvisha Patel, MD, juga mengatakan bahwa penggunaan parfum, baik sintesis ataupun pewangi, bisa dalam dosis tinggi bisa membuat iritasi dan menimbulkan ruam pada kulit, terutama bagi mereka yang memiliki kulit yang sensitif. 

Penggunaan pewangi dalam dosis tinggi pada produk perawatan memang sudah dibuktikan studi ilmiah bisa memberikan efek iritasi pada kulit terutama bagi kulit yang sensitif. Namun, bagaimana bila penggunaan pewanginya sedikit saja? Belum ada riset penelitian meengenai hal itu memang, namun ada abaiknya kamu menjauhi produk perawatan kulit atau skincare yang memiliki pewangi. Mengapa? Selain untuk berjaga-jaga, hal lainnya juga karena pewangi tidak memberikan manfaat apapun bagi kulit dan juga tidak meningkatkan kinerja dari produk perawatan kulit (skincare) tersebut. 

Hal lainnya yang perlu diketahui seputar pewangi pada produk perawatan kulit

Seperti yang sudah dibahas di atas, pewangi bisa menimbulkan reaksi negatif pada kulit yang sensitif. Selain pada kulit ayng sensitif, bila kamu memiliki masalah kulit seperti eksim atau psoriasis, pewangi bisa memperburuk masalah kulitmu. Selain iritasi, pewangi, baik sintesis maupun alami, bisa menimbulkan masalah lainnya seperti:

  • Alergi
  • Asma
  • Eksim
  • Sakit kepala
  • Iritasi
  • Mual
  • Psoriasis

Jadi apa sebenarnya yang membuat pewangi bisa begitu iritasi pada kulit? Jawabannya karena komplektifitas dari campuran bahan yang digunakan. Pewangi, baik yang sintesis maupun alami, biasanya terbuat dari campuran 50-100 bahan kimia. Semakin wangi suatu produk, semakin banyak bahan kimia pengharum yang dimasukkan yang dimana salah satu dari bahan-bahan tersebut besar resikonya akan membuat kulitmu iritasi. 

Tips:
Biasanya perusahaan peluncur produk perawatan yang memiliki wangi yang khas, tidak akan memberitahu secara detil campuran dari pewangi yang mereka gunakan. Karena hal itu sifatnya rahasia perusahaan. Tapi, sudah jadi rahasia umum bahwa salah satu bahan yang pasti digunakan adalah allergen yang bernama linalool. Jika mengecek produk kemasan, kamu akan menemukan bahan ini di bagian paling terakhir daftar isi. Linalool tidak membantu melembutkan, melembabkan atau bahkan mengurangi garis halus tanda penuaan. Zat ini hanya bagian dari pewangi yang memberikan reaksi iritasi pada kulit.  

Suatu riset penelitian menunjukkan saat produk perawatan kulit (skincare) memiliki kandungan pewangi, hampir lebih dari 50% komposisi di dalammnya berisi linalool. Hal inilah yang biasanya menyebabkan seseorang mengalami iritasi sesaat setelah menggunakan produk perawatan yang memiliki wangi yang kuat. Memang hal ini tidak terjadi pada semua orang, tapi bukan berarti campuran bahan-bahan kimia tersebut tidak memberikan efek apa apa pada kulit. 

Kesimpulan

Karena campuran kimia yang digunakan untuk meracik bau wangi pada parfum di produk perawatan kulit sangat banyak, ada kalanya bahan-bahan tersebut memang tidak tampak merusak dari luar, tpai dari dalam zat-zat tadi bisa sangat merusak. Apalagi bila konsentratnya tinggi dan sering dipakai. Memang bila pemakaian jarang dan konsentrat serta dosis pewangi tidak tinggi, tentu tidak akan menimbulkan masalah. Namun sayangnya, hampir 50% lebih dari komposisi suatu produk skincare yang berbau wangi, separuhnya adalah campuran bahan-bahan kimia yang menunjang bau wangi tersebut yang notabenenya tidak memberikan manfaat apa-apa pada kulit. Bahan-bahan tersebut juga tidak akan membuat kulitmu menjadi lebih sehat, kenyal, maupun cerah. Jadi ada baiknya, kamu mencari produk perawatan yang tidak memiliki wangi terntentu atau non-fragrance untuk berjaga-jaga.

About the author

Viona Villarica

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.