Salicylic Acid Dalam Krim, Serum, dan Pembersih Wajah

S

Salicylic acid dalam produk perawatan kulit ternyata buka hanya untuk mengobati jerawat, lho. Kita kepoin yuk salicylic acid dalam krim, serum, dan pembersih muka. Bahan aktif satu ini pasti sering Anda lihat pada komposisi produk perawatan kulit untuk mengatasi kulit kusam dan komedo. Atau pernah Anda lihat juga sebagai bahan aktif pada krim jerawat. Ya, salicylic acid memang banyak sekali digunakan sebagai bahan aktif pada produk perawatan kulit, dari pembersih, serum, hingga krim wajah.

Berbagai merk dengan banyak jenis formula yang mengandung salicylic acid kini semakin banyak ditawarkan. Apakah benar salicylic acid dapat mengatasi berbagai masalah kulit wajah? Apa saja manfaat yang didapat dengan memakai produk yang mengandung salicylic acid? Mari kita kupas lebih dalam tentang bahan aktif satu ini.

Mengenal Lebih Dalam Tentang Salicylic Acid

Salicylic acid merupakan bahan aktif yang paling banyak digunakan pada produk perawatan kulit yang diformulasikan untuk mengatasi jerawat dan komedo. Salicylic acid atau asam salisilat atau juga sering disebut sebagai BHA (beta hydroxy acid) merupakan asam organik yang secara alami terdapat dalam beberapa tanaman seperti kulit pohon willow dan sweet birch. Tetapi salicylic acid yang terkandung dalam produk skincare sekarang umumnya dibuat secara sintetis.

Salicylic acid telah digunakan untuk mengatasi masalah kulit sejak 2.000 tahun yang lalu. Pada abad ke-1, kulit pohon willow digunakan untuk mengatasi kalus atau kapalan. Salicylic acid memiliki efek anti inflamasi, anti bakteri, dan dapat mengeksfoliasi lapisan kulit terluar. Salicylic acid juga memiliki efek komedolitik, yaitu dapat mengurangi komedo, sehingga banyak digunakan sebagai bahan aktif obat jerawat.

Salicylic acid adalah senyawa asam yang larut dalam lemak, karena itu dapat bercampur dengan lapisan lemak pada permukaan kulit dan lemak di kelenjar sebasea pada folikel rambut.  Dengan kemampuannya untuk larut dalam minyak ini, salicylic acid dapat menembus pori kulit dan melarutkan minyak, sel kulit mati, serta kotoran di dalam pori.

Manfaat Salicylic Acid Bagi Kulit

Meskipun salicylic acid sering sekali dijumpai sebagai salah salah bahan aktif skincare, mungkin banyak yang belum tahu pasti manfaat atau efek apa saja yang bisa dilakukan salicylic acid untuk kulit kita. Berikut adalah manfaat utama dari produk skincare yang mengandung salicylic acid:

  • Mengurangi komedo

Komedo dapat timbul karena pori-pori yang tersumbat akibat produksi minyak yang berlebih pada kulit yang bercampur dengan kotoran dan sel kulit mati.

Salicylic acid dapat menembus pori kulit dan menghilangkan sumbatan ini. Hasilnya pori-pori kulit menjadi kembali bersih tanpa sumbatan dan komedo berkurang.

  • Mengatasi jerawat

Selain dapat menghilangkan sumbatan pada pori kulit, salicylic acid juga memiliki sifat anti bakteri sehingga dapat membunuh bakteri penyebab jerawat. Salicylic acid juga memiliki efek anti inflamasi, sehingga dapat mengurangi peradangan pada infeksi jerawat.

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa salicylic acid efektif untuk mengatasi masalah jerawat. Sebuah studi telah menemukan bahwa salicylic acid dalam konsentrasi 2% sama efektifnya dalam mengatasi jerawat jika dibandingkan dengan kombinasi benzoyl peroxide 5% dan retinoid adapalene 0,1%.

  • Mengurangi minyak berlebih

Salicylic acid mengurangi produksi minyak yang berlebih pada kulit dengan cara menembus barrier lipid pada kulit dan menghambat sekresi minyak. Hal ini telah dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2014 di Journal of Cosmetic Dermatology. Dalam studi ini, peneliti mengukur produksi minyak pada pasien yang telah menggunakan salicylic acid selama 2 minggu. Hasilnya pada pasien yang menggunakan salicylic acid terjadi penurunan kadar minyak kulit secara signifikan.

  • Mencerahkan kulit

Salicylic acid bersifat keratolitik atau dapat melepaskan lapisan kulit terluar. Sel kulit mati yang menumpuk dan membuat kulit terlihat kusam dapat terangkat oleh salicylic acid. Karena itu, menggunakan produk skincare yang mengandung salicylic acid juga dapat membuat kulit tampak lebih cerah.

  • Mengurangi radang dan kemerahan pada kulit

Banyak yang tidak tahu bahwa salicylic acid juga memiliki efek anti inflamasi. Kulit dapat mengalami peradangan karena berbagai sebab, misalnya karena infeksi jerawat atau karena efek sinar UV. Salicylic acid dapat meredakan peradangan tersebut. Jadi produk yang mengandung salicylic acid baik juga digunakan saat kulit mengalami inflamasi atau kemerahan.

Perlukah Memakai Pembersih Wajah yang Mengandung Salicylic Acid?

Saat ini merk pembersih wajah atau cleanser yang menggunakan salicylic acid sebagai bahan aktifnya mencapai lebih dari 100. Apa manfaatnya memakai cleanser yang mengandung salicylic acid? Menurut seorang dermatologis dari New York, Dr. Cheryl Karcher, pembersih wajah dengan bahan aktif salicylic acid baik sekali untuk digunakan orang yang memiliki masalah pori yang tersumbat. Namun, Dr. Karcher menambahkan, pembersih wajah hanya sebentar saja kontak dengan kulit.

“Karena itu sebaiknya setelah memakai cleanser lalu dilanjutkan dengan krim atau gel yang mengandung salicylic acid,” lanjutnya. Memakai cleanser yang mengandung salicylic acid akan dapat melembutkan dan melepaskan sel kulit mati dan kulit yang mengering, sehingga akan menampakkan kulit cerah dan sehat di bawah lapisannya. Kadar salicylic acid dalam cleanser umumnya adalah 0,5 hingga 5%.

Jika Anda baru menggunakan produk dengan salicylic acid untuk pertama kalinya, gunakan dengan hati-hati untuk menghindari resiko iritasi. Gunakan cleanser tidak lebih dari 2 kali sehari, dan pada 1 hingga 2 minggu pertama pemakaian jangan dikombinasikan dengan krim yang mengandung salicylic acid. Salicylic acid dalam cleaner sering dikombinasikan dengan glycolic acid untuk memperkuat efeknya.

Kombinasi kedua bahan aktif ini dapat mengeksfoliasi kulit mati dan mengurangi minyak wajah dengan efektif tanpa membuat kulit menjadi kering. Salicylic acid dalam pembersih wajah dengan kadar yang ringan aman untuk digunakan pada kulit sensitif sekalipun. Tetapi, untuk kulit sensitif pastikan untuk mencari pembersih yang bebas dari bahan kimia berbahaya seperti SLS dan paraben.

Serum Salicylic Acid: Untuk Komedo Membandel Hingga Jerawat

Jika Anda memiliki masalah kulit berminyak, komedo, hingga jerawat, memakai serum salicylic acid dapat menjadi pilihan untuk skincare routine Anda. Serum salicylic acid dapat digunakan untuk seluruh wajah untuk mengatasi masalah kulit berminyak dan komedo membandel, atau dapat juga hanya digunakan pada bagian kulit yang berjerawat agar jerawat cepat menjadi kering. Serum salicylic acid juga memiliki efek anti inflamasi yang kuat, sehingga dapat mengurangi peradangan pada jerawat.

Hal ini akan mengurangi resiko timbulnya noda hitam atau bekas jerawat. Salicylic acid dalam serum umumnya memiliki konsentrasi 0.5 hingga 2%. Serum salicylic acid dapat digunakan sebagai spot treatment untuk jerawat yang dapat digunakan kapan saja, karena akan langsung diserap kulit dan tidak mengganggu make up Anda. Karena efek keratolitiknya dan dapat mencerahkan kulit, serum salicylic acid juga dapat digunakan untuk merawat noda hitam bekas jerawat.

Seorang dermatologis, Dr. Rachel Nazarian, mengatakan bahwa salicylic acid dapat mengeksfoliasi sel kulit mati sehingga terganti oleh sel kulit yang baru sehingga dapat memudarkan noda hitam atau bekas jerawat. Bagi yang memiliki kulit sensitif, serum salicylic acid tetap dapat Anda gunakan hanya sebagai spot treatment. Untuk perawatan kulit wajah secara keseluruhan, Anda dapat mempertimbangkan krim salicylic acid.

Krim Salicylic Acid: Efek yang Kuat Namun Lembut Bagi Kulit

Jika Anda memiliki kulit kering atau sensitif namun memerlukan salicylic acid sebagai bahan aktif untuk perawatan kulit Anda, Anda dapat menggunakan krim salicylic acid. Krim salicylic acid umumnya mengandung bahan pelembab kulit dan vitamin. Bahan pelembab yang digunakan diantaranya adalah ceramide atau hyaluronic acid.

Adanya bahan pelembab dan bahan tambahan lainnya akan menurunkan resiko kulit menjadi semakin kering atau iritasi.  Adanya bahan pelembab dalam krim juga akan meningkatkan hidrasi pada kulit sehingga kulit tampak lebih halus apalagi didukung dengan efek eksfoliasi dari salicylic acid. Kadar salicylic acid dalam krim umumnya adalah 1 hingga 2%. Krim salicylic acid juga efektif untuk membuat kulit wajah tampak lebih cerah.

Efek Samping Salicylic Acid

Selain manfaat yang baik untuk kulit, salicylic acid juga memiliki beberapa efek samping. Efek samping ini jarang terjadi asalkan pemakaian produk perawatan yang mengandung salicylic acid sudah dilakukan sesuai dengan yang dianjurkan. Namun, jika Anda mengalami salah satu dari efek samping berikut ini, segera hentikan pemakaian dan konsultasikan dengan dokter.

  • Kulit kemerahan atau iritasi. Efek samping ini biasanya terjadi pada pemakaian salicylic acid untuk pertama kali. Saat kulit sudah dapat menyesuaikan, biasanya iritasi akan mereda dengan sendirinya. Namun jika kulit kemerahan tidak juga hilang dalam waktu yang lama, segera konsultasikan dengan dokter.
  • Reaksi alergi. Efek samping ini jarang terjadi, namun bahan aktif salicylic acid dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang. Reaksi alergi ini dapat berupa gatal, timbul bentol-bentol, pusing, atau sulit bernafas.
  • Kulit mengelupas. Untuk kulit yang sangat sensitif, kadang pemakaian salicylic acid dapat menyebabkan lapisan kulit terluar mengelupas. Saat ini terjadi mungkin dosis salicylic acid yang Anda pakai terlalu tinggi. Anda dapat mengatasinya dengan memakai salicylic acid dengan kadar yang lebih rendah dan kurangi frekuensi pemakaian.
  • Rasa tersengat. Ini adalah efek samping umum saat memakai produk dengan kandungan salicylic acid. Salicylic acid bekerja dengan menembus pori kulit dan mengelupas sel kulit mati pada lapisan kulit terluar. Saat proses ini terjadi, rasa seperti tersengat atau sedikit gatal dapat terjadi.

Pemakaian salicylic acid yang berlebihan juga dapat menyebabkan reaksi over dosis dengan gejala diantaranya pusing, sakit kepala, diare, mual, muntah, dan sulit bernafas.

Perhatikan Hal Ini Saat Memakai Salicylic Acid

Salicylic acid merupakan bahan aktif dengan efek yang kuat. Karena itu, penggunaannya harus dengan hati-hati agar dapat memberikan manfaat yang optimal bagi kulit. Penting untuk memperhatikan hal-hal berikut ini saat Anda memakai produk perawatan dengan bahan aktif salicylic acid:

  1. Pastikan Anda tidak alergi dengan salicylic acid

Lakukan patch test sebelum menggunakan produk yang mengandung salicylic acid, atau konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah Anda memiliki reaksi alergi dengan salicylic acid.

  1. Jangan dikombinasikan dengan bahan aktif lain yang mengiritasi

Saat memakai produk yang mengandung salicylic acid, hindari memakai produk dengan bahan aktif lain yang juga bersifat dapat mengelupas kulit atau menimbulkan iritasi seperti tretinoin atau benzoyl peroxide.

  1. Jangan digunakan pada anak-anak

Salicylic acid tidak boleh digunakan oleh anak-anak berusia di bawah 2 tahun.

  1. Jangan dikombinasikan dengan kosmetika yang dapat membuat kulit kering

Salicylic acid memiliki efek mengurangi produksi minyak. Mengkombinasikan salicylic acid dengan bahan lain yang dapat membuat kulit kering akan membuat kulit menjadi semakin kering. Bahan yang dapat membuat kulit lebih kering diantaranya adalah sabun dan alkohol.

  1. Jangan digunakan pada kulit dengan luka terbuka

Menggunakan salicylic acid pada luka yang terbuka dapat menyebabkan iritasi dan rasa yang sangat menyengat atau rasa terbakar. 

  1. Hati-hati untuk wanita hamil dan menyusui

Pemakaian produk yang mengandung salicylic acid pada wanita hamil dan menyusui harus atas rekomendasi dokter. Jika memang Anda memerlukan salicylic acid, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

  1. Selalu memakai sunscreen

Selalu lindungi kulit Anda dari efek sinar UV dengan memakai sunscreen SPF 30 ke atas. Salicylic acid dapat mengelupas sel kulit mati dan menggantinya dengan sel baru. Tentu sel baru ini akan lebih sensitif terhadap sinar UV. Karena itu, saat memakai skincare dengan bahan aktif salicylic acid, ingatlah untuk memakai sunscreen di pagi dan siang hari setiap hari.

Kesimpulan

Salicylic acid merupakan bahan aktif yang kuat untuk mengatasi masalah kulit seperti kulit berminyak, kulit kusam, jerawat, dan komedo. Pembersih wajah yang mengandung salicylic acid efektif untuk membersihkan pori secara mendalam dan mencerahkan kulit. Untuk hasil yang optimal sebaiknya dilanjutkan dengan pemakaian serum atau krim salicylic acid. Serum salicylic acid direkomendasikan untuk kulit berminyak dan berjerawat.

Sementara krim salicylic acid baik untuk digunakan kulit kering, karena umumnya mengandung bahan pelembab untuk menghindari kulit menjadi semakin kering. Pemakaian salicylic acid harus hati-hati karena dapat menyebabkan efek samping berupa iritasi atau reaksi alergi. Dalam memakai produk yang mengandung salicylic acid juga harus memperhatikan beberapa hal penting, diantaranya tidak digunakan untuk luka terbuka, tidak dikombinasikan dengan bahan lain yang dapat menimbulkan iritasi, dan selalu memakai sunscreen di siang hari.

Referensi:

  1. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Salicylic-acid
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4554394/
  3. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24641601/

About the author

Tuty Alawiyah (BS Chemistry)

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.