Tips Memilih Pelembab Wajah yang Cocok Digunakan untuk Masing-Masing Tipe Jenis Kulit

T

Pelembab tentunya salah satu produk perawatan kulit (skincare) yang sangat penting. Tidak hanya moisturizer tubuh, tapi pelembab wajah juga sangat penting. Apalagi bila kamu tinggal di daerah yang penurunan atau kenaikan suhunya sangat ekstrim. Selain itu, seraya kita bertambah tua, kulit kita juga mulai tidak bekerja efektif dalam memproduksi kolagen maupun memerangkap air dalam permukaan kulit sehingga kulit jadi kering dan bersisik. Di sinilah, peran pelembab bisa sangat membantu. Tidak peduli apakah itu kaum pria maupun kaum wanita, keduanya bisa mendapat manfaat dari mengaplikasikan pelembab pada kulit wajah agar menjaga kulit wajah senantiasa lembab dan terhidrasi. 

Kenali tipe jenis kulitmu

Memang fungsi utama dari pelembab wajah ya untuk menjaga agar kulit tidak kering, tapi tahukah kamu pelembab juga banyak macamnya. Ada pelembab yang khusus untuk kulit berminyak, ada yang untuk kulit kering, dan ada juga yang cocok unutk kulit kombinasi. Agar hasil yang diharapkan lebih maksimal dan bekerjanya pelembab pada wajah juga lebih efisien, kamu harus tahu terlebih dahulu tipe jenis kulitmu.

Apakah kamu memiliki tipe jenis kulit yang cenderung kering ataukah kamu memiliki tipe jenis kulit yang cenderung berminyak? Setelah mengetahui tipe jenis kulitmu, barulah kamu bisa menemukan pelembab yang tepat. 

  • Kulit kering

Umumnya kulit kering bisa dimiliki karena keturunan atau biasanya kulit kering didapatkan dari lingkungan tempat tinggal yang penurunan dan kenaikan suhunya ekstrim, seperti saat musim dingin. Kulit kering yang dibiarkan akan membuat penampilan kulit tampak bersisik dan pecah-pecah dan tentunya membuat tidak nyaman. Kulit kering perlu hidrasi dan pelembab ekstra. Karena itulah disarankan unutk mencari pelembab yang kental dan kaya dalam bentuk krim atau gel yang memiliki fungsi lebih dalam hal melembabkan dan menghidrasi kulit. 

Tips:
Kamu bisa menggunakan shea butter, asam hialuronat, ceramide, dan lanolin. Bahan-bahan dalam pelembab ini cocok digunakan oleh pemilik kulit kering dan biasanya dikombinasikan dengan bahan lain seperti vitamin E, glisterin, propilen gliol, dan petrolatum. Mengapa menggunakan bahan-bahan di atas? Pasalnya, bahan-bahan di atas mengandung ekstra pelembab atau pelembab super yang memang diperuntukkan untuk kulit kering dan kulit sangat kering. Pastikan kamu mengaplikasikan pelembab ini secara teratur, pagi dan malam, agar hasilnya maksimal. Pemakaian yang rutin bisa membuat kulitmu lembab, terhidrasi dan tentunya menjadi lebih lembut dan cerah. 
  • Kulit berminyak

Pemiliki kulit berminyak biasanya berpikir kalau kulit mereka kan sudah berminyak atau sudah lembab, jadi tidak terlalu perlu menggunakan pelembab. Penggunaan pelembab nantinya malah bisa menyumbat pori-pori kulit dan menimbulkan masalah kulit lainnya seperti jerawat. Memang kalau pelembab yang dipakai adalah pelembab yang digunakan untuk kulit kering tentu kulit jadi lebih berminyak dan menimbulkan masalah, tapi kalau menggunakan pelembab yang memang untuk kulit berminyak, pori-pori tidak akan tersumbat dan malah membantu kulit menjaga produksi minyak.

Mengapa bisa? Karena kulit memproduksi sebum (minyak alami kulit) bila kulitmu terasa kering dan kurang kelembapan. Jadi dengan meggunakan pelembab khusus untuk kulit berminyak, sebenarnya hal itu malah membantu mengurangi kadar sebum di kulit. 

Tips:
Berbeda dengan kulit kering yang memang harus menggunakan pelembab yang berbahan pekat dan kental, pelembab untuk kulit berminyak bentuknya ringan dan oil-free atau tidak berminyak. Kamu bisa mencari lotion atau gel pelembab yang berbahan hyaluronic acid. Bahan itu akan mengunci kelembaban pada kulitmu selagi mengontrol produksi minyak berlebih pada wajah. Kamu juga bisa menggunakan pelembab yang mengandung zat AHA (Alpha-hydroxy acid) yang selain bisa mengurangi jerawat yang umum diderita pemiliki kulit berminyak, juga bisa mengecilkan pori-pori dengan cara membersihkannya dari tumpukan sel kulit mati. Akan lebih bagus bila pelembab jenis ini juga dikombinasikan dengan vitamin C dan Vitamin E untuk melindungi kulit dan menangkal radikal bebas. 
  • Kulit kombinasi/ kulit normal

Pemilik kulit normal atau kombinasi kebanyakan sering berpuas diri dengan kondisi kulit mereke karena tidak seperti pemilik kulit kering atau berminyak yang mengalami masalah kulit, pemilik kulit normal bisa dikatakan jarang mengalami masalah yang kerap dihadapi pemilik kulit jenis lainnya. Tapi bukan berarti, perawatan dengan pelembab tidak diperlukan. Kulit kombinasi juga memerlukan pelembab, namun memang susah untuk mencari pelembab yang cocok untuk kulit tipe combination.

Jenis yang paling tepat biasanya yang berbahan dasar air dan bebas pewangi. Selain itu, gunakan hanya di area yang dibutuhkan saja seperti pada area pipi dan rahang dan kurangi pada daerah t-zone (dahi, pipi, dan hidung). Tipe pelembab tanpa pewangi ini bisa melindungi kulit dari berbagai kondisi cuaca. 

  • Kulit sensitif

Menemukan pelembab yang cocok unutk kulit sensitif ini bisa diumpamakan seperti berusaha memenangkan tiket lotre. Alasannya, dibutuhkan keberuntungan unutk menemukan yang tepat. Ada kalanya kamu sudah mencoba beberapa jenis pelembab tapi ternyata tidak cocok. 

Tips: 
Karena menemukan yang tepat perlu keberuntungan, pakailah pelembab yang menggunakan bahan-bahan yang tidak keras atau bersifat menenagkan sehingga semisal tidak terlalu cocok dengan kulitmu, kamu tidak membuat kulitmu jadi merah, bengkak, ataupun terkena reaksi alergi. Aplikasikan pelembab ringan tanpa pewangi dan jangan gunakan sunscreen yang mengandung bahan selain zinc atau titanium. Intinya, cari pelembab yang bersifat lembut, memiliki label hipoalergenik, dan menggunakan bahan-bahan alami saja seperti, aloe vera. Jangan lupa juga untuk melakukan patch test. Para ahli menyarankan untuk pemiliki kulit sensitif agar memilih pelembab yang komposisi bahan di dalamnya tidak lebih dari 10 macam 

Setelah kamu mengenali tipe jenis kulitmu, barulah kamu bisa menemukan pelembab yang tepat. Pemilihan pelembab yang salah bisa membuat masalah pada kulitmu semakin parah. Seraya bertambahnya umur, kulit kita membutuhkan lebih dari sekadar pelembab. Karena itulah, sekarang ada banyak macam pelembab dengan label anti-aging, foundation, SPF, natural dan organic. Mari kita bahas lebih dalam soal pelembab-pelembab tersebut. 

Jenis pelembab lainnya

Bertambahnya kemajuan jaman membuat banyak sekali gebrakan dalam dunia kecantikan. Sekarang sudah tidak asing lagi menemukan banyak produk kecantikan (skincare) yang memiliki label anti-aging dan SPF. Belum lagi sekarang sedang marak bahan-bahan organic dan natural karena masyarakat dewasa ini ingin hidup lebih sehat. Jadi saat ini pun, ada juga yang namanya pelembab natural dan organik. Lalu ada juga foundation. Mari kita lihat keunggulan dari masing-masing jenis beserta kegunaannya. 

  • Anti-aging moisturizer

Seraya bertambahnya usia, kulit wajah tentunya tidak seelastis dulu dan terkadang malah mulai timbul garis-garis halus pada wajah tanda penuaan. Selain itu, banyak hal di lingkungan seperti, polusi, AC, dan bahkan bakteri atau radikal bebas yang setiap hari kita temui bisa mempercepat proses penuaan kulit. Di sinilah pelembab yang memiliki label anti-aging bekerja.

Pelembab berlabel ini akan membantu agar kulitmu tetap terhidrasi dan tetap tampak muda. Komposisi bahan yang terdapat pada anti-aging moisturizer akan mengurangi tanda-tanda penuaan pada kulit (keriput) dan memudarkan garis-garis halus pada wajah. Selain itu, pelembab anti-aging juga bisa mencerahkan dan mempertahankan elastisitas kulit. 

Tips:
Anti-aging moisturizer yang bagus, bentuknya kaya seperti krim. Jangan lupa untuk menggunakannya saat malam hari karena kulit kita meregenerasi sel baru saat kita tidur. 
  • Tinted moisturizer (foundation)

Bila kamu memerlukan pelembab dan tampilan make-up ringan tanpa menyumbat pori-pori, maka kamu bsia menggunakan tinted moisturizer atau yang lebih sering dikenal sebagai foundation (tapi bukan sembarang foundation). Bila foundation pada umumnya tidak memiliki efek pelembab, tinted moisturizer memilikinya.

Konsistensi dari tinted moisturizer ini juga ringan dan bisa meningkatkan penampilan kulit wajah. Tinted moisturizer ini juga cocok diaplikasikan saat musim panas yang di mana jika kamu menggunakan foundation biasa, maka akan terasa berat di kulitmu. Unutk memilih tinted moisturizer yang baik, pilihlah yang warna shade nya senada dengan warna kulitmu. 

  • SPF moisturizer

Kalau kamu seseorang yang sering aktivitas di luar ruangan, penting untuk memakai pelembab yang memiliki label SPF. Apalagi bila suhu atau cuaca di luar sangat panas, karena kita tahu dampak paparan sinar matahari berlebih pada kulit tidak baik. Saat akan memilih pelembab yang bersifat SPF, carilah yang jenisnya tidak berminyak. Kamu juga bisa mengenakan make-up setelah menggunakan pelembab jenis satu ini. 

  • Natural dan organik moisturizer

Bicara soal natural dan organic, tentunya kamu bisa yakin bahan yang digunakan untuk pelembab berlabel ini kebanyak berasal dari tanaman. Namun jangan salah, hanya karena asalnya organik atau dari tanaman, bukan berarti manfaatnya tidak sebesar pelembab dari bahan kimia. Natural dan organik moisturizer sangat cocok digunakan oleh mereka yang memiliki jenis kulit sensitif. Pasalnya, penggunaan detergen atau bahan-bahan kimia bisa membuat kulit sensitif mengeluarkan reaksi negatif. Carilah produk yang setidaknya mengandung 95% bahan natural dan organik. 

Kesimpulan

Pelembab sangatlah penting digunakan, baik bagi pria maupun wanita. Seperti jenis kulit yang beragam, pelembab juga banyak macamnya. Pastikan untuk memilih pelembab yang cocok dengan tipe jenis kulitmu sehingga tidak menimbulkan masalah kulit lainnya. Selain itu, kamu juga perlu menyesuaikan jenis pelembab dengan aktivitasmu sehari-hari atau keadaanmu.

Semisal, kamu sudah ada usia, kamu bisa menggunakan yang ada label anti-agingnya agar penampilanmu tetap muda. Sedangkan bila kamu orang yang suka aktifitas di luar, pastikan untuk memakai yang ada kandungan atau label SPFnya. Bagi yang memiliki kulit sensitif, bisa menggunakan yang natural dan organik agar tidak memberikan efek samping negatif pada kulit. 

Referensi:

  1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5796020/
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5560567/
  3. https://www.researchgate.net/publication/337680529
  4. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3583886/
  5. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3047947/
  6. https://www.researchgate.net/publication/45183418

About the author

Viona Villarica

Add comment

Tentang Minimalist

Minimalist adalah satu tempat untuk menemukan semua informasi yang jelas, singkat, dan tidak memihak tentang solusi perawatan kecantikan kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui.